Total Tayangan Halaman

Translate

Sabtu, 31 Desember 2011

Setitik Fiksi Dalam Realita


Hercule Poirot, salah satu tokoh detektif  terkenal ciptaan Agatha Christie, kerap berkata, "Gunakanlah sel-sel kelabumu yang kecil," kepada sahabatnya, dr Watson setiap kali menghadapi kasus yang pelik.

Otak yang disebut Poirot dengan sel-sel kelabu yang kecil ini memang salah satu keajaiban karya Sang Pencipta. Ada yang pernah mengatakan, otak merupakan dasar kehidupan, bukannya jantung, karena saat sel-sel neuron dalam otak mati maka sel-sel itu tak lagi bisa menyampaikan perintah ke seluruh anggota tubuh lainnya untuk bekerja, akibatnya jantung pun berhenti berdetak dan saat jantung berhenti bekerja maka suplai darah sebagai inti kehidupan pun berhenti mengalir, tapi masalah kebenarannya, entahlah.

Bahkan seorang atheis pun pernah mengungkapkan retorika aneh mengenai hubungan otak dengan Tuhan dengan bertanya, "Mana yang benar? Otak yang menciptakan Tuhan ataukah Tuhan yang menciptakan otak?"

Apa pun itu, otak memang merupakan masterpiece Sang Pencipta yang kusebut sebagai Tuhan. Aku pernah membaca, memori dan daya kerja otak manusia konon jauh lebih besar dari motherboard komputer sebesar lapangan bola sekalipun. Ajaib kan?

Ketika sahabatku mengusulkan untuk membuat project menuangkan apa yang ada dalam pikiran kami masing-masing setiap harinya dalam bentuk tulisan, aku pun langsung antusias. Berpikir dan menulis memang merupakan hal yang sulit dipisahkan. Meski penulis bukanlah pemikir apalagi penemu yang jenius, walau ada pula penulis yang juga merupakan penemu, tapi menurutku tak ada penulis di dunia ini yang tak suka berpikir. Bagiku pribadi, sebuah karya tulis sebenarnya merupakan hasil pemikiran mendalam seorang penulis, jadi bisa dibilang berpikir merupakan modal utama seorang penulis.

Tapi tanpa harus menjadi penulis apalagi penemu, seorang manusia sejak lahirnya sebenarnya sudah ditakdirkan untuk selalu berpikir, bermain-main dengan sel-sel kelabunya yang kecil.

Aku pernah membaca dalam sebuah buku yang mengatakan, "Pikiran dapat menciptakan neraka menjadi surga dan surga menjadi neraka." Bagiku inilah keajaiban daya pikir, keajaiban sel-sel kelabu kita yang kecil ini. Karena itulah aku melabeli project ini dengan "my grey area", karena dalam "my grey area" ini, ingin kuungkapkan semua yang sempat melintas dalam pikiranku, dalam sel-sel kelabuku yang kecil ini.

1 Desember 2011 

Siang:
Tingkat pendidikan tak serta-merta membuat seseorang menjadi cerdas. Karena cerdas yang sesungguhnya bukanlah mengenai betapa hebatnya seseorang yang dengan mudahnya memecahkan soal-soal pelik eksakta. Tapi kecerdasan seseorang seharusnya diimbuhi dengan kebesaran jiwanya untuk menghayati kehidupan lain di sekitarnya. Karena cerdas adalah tingkatan yang seharusnya bukan melulu soal peningkatan sel-sel otak, tapi juga jiwa. Karena tanpa perkembangan jiwa, bagaimana orang itu bisa disebut sebagai manusia?
Sore menjelang malam:
Tiba-tiba terpikir olehku, manusia, betapapun dingin seseorang dan bagaimanapun datarnya ekspresi seseorang, tapi kenyataannya tak pernah ada manusia yang miskin emosi, apalagi ekspresi. Karena emosi dan ekspresi adalah bagian dari jati dirinya sebagai makhluk hidup. Tanpa emosi, maka ia tak bisa dikatakan sebagai makhluk hidup. Karena sebagai makhluk hidup, ia memiliki hati yang menggerakkan emosinya dalam merasa, tersentuh, dan tenggelam dalam gelombang yang disebut sebagai kehidupan. Jadi hidup adalah soal menggerakkan hati dalam berpikir, bergerak, menggali kedalaman jiwa dalam perjalanan menuju kepada Sang Pencipta. 

2 Desember 2011
Si kaya dan si miskin = simbiosis ironisme. Si miskin berpikir bagaimana menjadi kaya. Si kaya berpikir bagaimana memanfaatkan si miskin untuk membuatnya semakin kaya. 

3 Desember 2011
"Challenge yourself and you'll be amaze with how much will you get." Kalimat tenar yang entah diciptakan oleh siapa. But for me: "Challenge yourself and you'll be drown in dehidrate." 

4 Desember 2011
Yeah! Michael Schumacher win the RoC National Cup for Germany team with Sebastian Vettel. Kemenangan ke-5 buat tim Jerman di RoC. Hopefully this is the good sign for next year. Really miss to see Michael win the Formula One race again. 

5 Desember 2011 
Sebel banget, ada anak abg tanggung nan songong. Ngerokok dalam angkot, ditegor malah ngepulnya makin jadi. Ngga keselek rokoknya tuh, biar nyaho! 

6 Desember 2011

Menjelang tengah hari: 
Langit Jakarta terus diliputi mendung, cuaca terasa lembab, dan otakku serasa membeku. Aku lelah berpikir. Orang bilang, hidup untuk dinikmati. Apa itu artinya mengistirahatkan otak? Jadi, tiba-tiba terpikir, bagaimana rasanya menjadi katatonik? Apakah otaknya juga terasa membeku? Ataukah sel-sel otaknya yang lebih suka berdiam? 

7 Desember 2011 
Ada banyak yang ingin kuungkapkan pada dunia, tapi sayangnya walaupun dunia begitu luas, tak cukup banyak yang bisa kunyatakan pada dunia.

8 Desember 2011
Ada sejuta kata yang bertebaran di sepanjang atmosfir, tapi hanya satu yang mampu kuungkapkan saat ini. KALUT...

9 Desember 2011
Christopher Melky,juara olimpiade sains dibunuh pengangguran. Ironis. Ada begitu banyak anak berbakat di Indonesia yang kemungkinan besar bisa memberi perubahan bagi bangsa ini tapi sayangnya angka kemiskinan di negeri ini jauh lebih tinggi. Ironisnya, kalau saja Melky tak tewas dibunuh, ada kemungkinan saat dewasa nanti ia bisa memberi perubahan bagi negeri ini yang bisa saja berimbas pada naiknya nilai kehidupan si pengangguran kalau saja ia tak membunuh si anak cerdas itu.

10 Desember 2011
Beberapa hari ini otakku rasanya blank. Rasanya pingin cepat-cepat berganti tahun, ngga sabar pingin nonton F1 lagi. Menatap layar tv dengan perasaan tegang sepanjang balapan sambil komat-kamit berdoa semoga jagoanku, Michael Schumacher bisa juara F1 lagi dan lebih gembira lagi kalo Schumi bisa nyabet gelar ke-8nya bersama Mercedes AMG.

11 Desember 2011
Aku tahu pikiranku bisa menipu dan ketakutanku mungkin saja hanya salah satu permainan pikiranku, tapi aku tetap tak bisa mengenyahkan ketakutanku, karena aku tak bisa berhenti berpikir, karena aku lebih takut membayangkan apa yang terjadi padaku saat aku berhenti berpikir.

12 Desember 2011

Sore: 
Langit mendung, angin kencang, hujan mengintai, dan nyatanya tetes-tetes pertama hujan benar-benar turun menetesi keningku. Menyegarkan, tapi sekaligus meresahkan, membuatku dan kebanyakan orang-orang di sekelilingku, mempercepat langkah kami agar tak sampai basah kuyup diguyur hujan.

13 Desember 2011
New day has come. Langit cerah, cuaca hangat nyaris terik siap menyengat, mengikis sisa-sisa hujan kemarin. Ah, very lovely day.

14 Desember 2011

Siang: 
 Matahari bersinar terang, cukup panas meski tak terlalu terik. Tapi ditambah kemacetan dan lalu lintas Jakarta yang semrawut lumayan bikin mangkel. Ngga heran RSJ di Jakarta full booked. Hehe.

15 Desember 2011

Siang:
Apa yang seharusnya terkubur mungkin memang seharusnya terkubur. Kebenaran memang selalu menyakitkan dan ada kalanya tak mengetahui jauh lebih baik, seperti seorang bayi yang terjaga kemurniannya dalam ketidakmengertian dan ketidakberdayaannya.
Sore: 
Dalam hidup mungkin ada banyak persimpangan jalan tapi semua jalan mengarah ke depan. Tak ada jalan mundur menuju ke arah belakang. Jalan mana yang kita pilih hari ini, mungkin baru akan kita ketahui ujungnya di masa depan dan saat itu pula baru kita rasakan dampak dari pilihan kita. Saat itu terjadi, mungkin kita akan menyesali jalan yang kita pilih dan mungkin kita akan menangisi jalan yang sudah kita pilih, lalu berharap waktu bisa diputar ulang. Berharap kita memiliki kesempatan memilih jalan yang berbeda, tapi sekalipun kita sampai mencucurkan air mata darah, kita takkan mungkin kembali ke belakang dan hanya bisa terus berjalan ke depan. Karena hidup merupakan proses perjalanan seorang manusia ke arah Sang Penciptanya.

16 Desember 2011
Saat terbangun kupikir semua akan berbeda, tapi ternyata tidak. Semua masih sama hanya apa yang baru kuketahui yang membuatku merasa berbeda dari biasanya.

17 Desember 2011
Otak dan hati tak selalu berjalan seiring, meski kadang hati membius nalar namun logika pada akhirnya mampu memaksa hati kembali berpijak.

18 Desember 2011
"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau." (Yer1:5)

Belakangan ini aku benar-benar tertegun dengan semua yang terjadi dalam hidupku. Semua doa yang kupikir takkan pernah terjawab ternyata terjawab secara ajaib. Aku benar-benar tertegun menyadari sesungguhnya Tuhan memiliki rencana pada setiap ciptaan-Nya bahkan sejak ciptaan itu belum terbentuk. And I really really feel blessed by His grace.

19 Desember 2011
Satu hari berlalu lagi dan satu hari baru siap menyapa. Cuaca pagi ini sedikit aneh. Sedikit terasa hangat berkat matahari yang bersinar cerah tapi angin yang berhembus kencang membuat cuaca terasa dingin dan lembab. Seaneh cuaca pagi ini begitu pula perasaanku yang terasa aneh.

20 Desember 2011
Lidah anatomi sederhana tanpa tulang. Terletak tersembunyi dalam rangka bernama mulut. Namun lidah begitu ajaib. Pada satu orang lidah bisa menggemakan kidung indah, bagai embun menenteramkan hati, tapi pada gema lidah yang sama bisa pula mengorekkan luka. Lidah, anatomi yang benar-benar ajaib.

21 Desember 2011
Sepuluh hari menjelang berakhirnya tahun 2011. Ada banyak yang bersliweran dalam benakku, tapi aku kesulitan mengumpulkan kepingan-kepingan semangatku yang rasanya makin menciut mengiringi waktu yang serasa bagaikan sprinter olympiade.

22 Desember 2011
Berapa persenkah kadar kewarasan yang dibutuhkan seseorang untuk dicap sebagai manusia waras?

23 Desember 2011
Hari ini rasanya lemes banget. Makin dekat ke akhir tahun, rasanya makin nelangsa. Lelah berusaha mengais semangat demi mewujudkan resolusi yang belum terpenuhi.

24 Desember 2011
Ada kalanya kumulai pagiku dengan sepatah kata yang menyeruak dalam benakku seperti pagi ini. Dari sepatah kata ini, tiba-tiba menyeruak untaian kata-kata lain yang membentuk barisan kalimat. Saat untaian kata ini makin bergemuruh bagaikan lautan kata yang kupikir akan segera menenggelamkanku, segera kuambil sehelai kertas dan pena, bersiap menuangkan lautan kata dalam benakku sebelum aku benar-benar tenggelam, tapi saat aku sudah bersiap menulis, aku hanya bisa terpaku menatap kertas putih di depanku. Kuhela nafasku, mencoba menuangkan satu kata pertama, tapi sia-sia. Satu menit berlalu, dua menit, tiga menit, empat menit, lima menit. Aku masih termangu menatap lembaran putih bersih di depanku. Akhirnya aku menyerah. Kuhembuskan nafasku dan segera bangkit, menyambar handuk dan berlari ke kamar mandi, bersiap memulai rutinitas pagiku yang membosankan.

25 Desember 2011
 It;s Christmas time!

26 Desember 2011
Lima hari lagi menjelang berakhirnya tahun 2011. Heran, karena setiap menjelang akhir tahun aku suka sekali menghitung hari-hari yang tersisa.

27 Desember 2011
Sakit kepala kembali menderaku, sakit umum yang amat biasa tapi terasa mengganggu. Entah apa yang bisa disalahkan atas sakit kepalaku. Terlalu banyak berpikir? Kurasa tidak. Mungkin karena cuaca aneh yang tidak jelas hari ini. Hari dimulai dengan mendung, tapi siang ini panas terik.

28 Desember 2011
Hari ini langit cerah, matahari lumayan terik. Meski aku sebenarnya lebih suka hujan, tapi setelah hujan lebat semalam rasanya cuaca hangat siang ini jauh lebih nyaman.

29 Desember 2011
Alarm memaksa mataku terbuka. Ingin rasanya berbaring lebih lama dan terlelap kembali hingga kantukku terpuaskan, tapi waktu tak pernah cukup bermurah hati. Seandainya Tuhan menciptakan malam jauh lebih panjang.

30 Desember 2011
Emosi benar-benar menguras energi, tapi manusia tanpa emosi? Mungkinkah? Waraskah?

31 Desember 2011
Saat terjaga, hujan sudah turun. Saat tersadar, ada sesuatu yang aneh bergejolak dalam hati. Hari terakhir di tahun 2011. Rintik-rintik hujan yang terus turun mengiringi matahari yang makin meninggi. Kelabu, tapi memberikan secercah harapan? Kebetulankah? Ataukah ini syarat dari Tuhan akan penyertaan-Nya di tahun mendatang? Sebuah janji Sang Khalik akan hari depan yang sekelabu apa pun akan tetap diiringi harapan. Selamat menjelang tahun baru.

Sabtu, 10 Desember 2011

Schumacher & Vettel, Duet Lintas Generasi


Sejak Michael Schumacher kembali ke ajang balap Formula One pada 2010 silam, ia memang belum sempat lagi satu kali pun menginjak podium F1, meski timnya Mercedes GP yang pada tahun depan akan berganti nama menjadi Mercedes AMG, bukanlah tim sembarangan. Penampilan terbaik Schumacher bersama Mercedes sepanjang dua tahun ini adalah hasil finish ke-4 di GP Kanada tahun ini.

Berbanding terbalik dengan Schumacher, sementara itu pamor bintang baru Jerman, Sebastian Vettel tengah terang benderang. Keberhasilan Vettel mempertahankan gelar dunianya tahun ini untuk yang kedua kalinya menjadikannya pebalap pertama yang berhasil meraih dua gelar dunia berturut-turut sejak tahun 2006 yang diraih Fernando Alonso bersama Renault. Sejak tahun 2006 juara dunia Formula One terus berganti, diawali oleh Raikkonen pada tahun 2007, setahun berikutnya Hamilton yang menyabet gelar dan pada tahun 2009, Jenson Button bersama Brawn GP yang sukses meraih gelar dunia dari tangan Hamilton. 

Namun bagaimana bila dua juara dunia asal Jerman itu disatukan dalam satu tim? Hasilnya adalah kemenangan yang mereka raih di ajang RoC pada hari Sabtu, 3 Desember yang lalu untuk tim Jerman. Memang duet mereka di ajang RoC atau Race of Champions ini bukanlah kali pertama. Dan kemenangan mereka pada hari Sabtu lalu ini juga bukanlah yang pertama kalinya. Di ajang RoC awal Desember silam, Schumacher dan Vettel berhasil mempersembahkan gelar dunia RoC bagi tim Jerman untuk yang kelima kalinya. 

Race of Champions adalah ajang balap yang diikuti pebalap-pebalap dari berbagai ajang balap mobil. Untuk tahun 2011, ajang RoC yang digelar di Dusseldorf, Jerman ini setidaknya ada sembilan pebalap F1 yang ikut berpartisipasi di ajang ini. Selain Michael Schumacher dan Sebastian Vettel yang membela tim Jerman, tercatat pula nama Jenson Button yang mendukung tim Great Britain. Selain itu ada pula Romain Grosjean yang berpasangan dengan Sebastian Ogier membela tim Prancis. Bahkan terdapat pula pebalap veteran F1, David Coulthard. 

Duet pebalap Jerman ini berhasil melaju ke final setelah berhasil mengalahkan tim Inggris (Great Britain) yang diisi oleh Jenson Button dan Andy Priaulx. Saat melawan Button, Schumacher sempat kalah tapi kemudian Vettel berhasil menumbangkan Button setelah pebalap Inggris itu melintir yang mengantarkan tim Jerman melaju ke final menghadapi tim Nordic yang dipunggawai oleh Tom Kristensen dan Juho Hanninen dan sukses merebut gelar juara RoC bagi tim Jerman untuk kelima kalinya.

Kemenangan di RoC mungkin tak semeriah saat menjuarai ajang F1, tapi tetap saja kemenangan ini pastinya amat berarti, terlebih lawan-lawan mereka merupakan pebalap-pebalap yang berasal dari berbagai ajang balap mobil dan pastinya bukanlah pebalap sembarangan. 

Bagi Michael sendiri kemenangannya bersama Vettel di ajang RoC ini amat istimewa terlebih kemenangannya di RoC ini merupakan salah satu dari sedikit kemenangan yang diraihnya belakangan ini. Ia juga mengungkapkan Sebastian Vettel dan dirinya merupakan rekan setim yang klop dan bisa saling mendukung dan bekerja sama hingga akhirnya berhasil meraih kemenangan bagi tim nasional Jerman.

"It's always a pleasure for us to be here and especially to win it. Sebastian and I are good mates and we work well each other and help each other. In the end it worked out right for us," ujar Michael Schumacher usai meraih kemenangan.

"Unlike him (Sebastian Vettel), this is one of the few wins I've had this year- apart from a few in karts," lanjut juara dunia F1 tujuh kali ini.

"There are so many great drivers here and we are all good in our own area. So this is just a nice competition and the social moments that we get to spend together behind the scenes are very special."

Sehari setelah kemenangan beregu mereka, keduanya lalu kembali harus berhadapan di kategori perorangan. Bila sebelumnya mereka bertanding secara tim, di hari Minggu, mereka harus saling bertarung satu sama lain. Di babak perdelapan final, Michael Schumacher berhasil mengalahkan juniornya, Sebastian Vettel dan melaju ke babak semi final. Sayangnya langkah Schumacher untuk bisa menuju babak final terhenti setelah di babak semifinal ia dikalahkan oleh pebalap Le Mans, Tom Kristensen. Namun di babak final, Kristensen harus mengakui keunggulan pebalap Rally, Sebastian Ogier. 

Meski kalah dari Ogier tapi rupanya Kristensen tetap berbangga hati, karena ia berhasil mengalahkan dua pebalap Jerman, Schumacher dan Vettel di hadapan publik mereka sendiri. Dan bagi Kristensen bisa mengalahkan duo pebalap Jerman itu terlebih di tanah mereka sendiri merupakan pencapaian yang luar biasa baginya. "It's almost better than Christmas," seru Kristensen.

Gambar dipinjam dari : France24