Total Tayangan Halaman

Translate

Rabu, 04 Juli 2012

European GP 2012

European GP - Sunday - Press Conference 
24 JUNE 2012

3 - Michael SCHUMACHER (Mercedes)

TV UNILATERAL

Q: Michael, they say you can't overtake on this track but your saw your fair share today. Welcome back to the podium. At what stage did you think this podium was a possibility? 
Michael SCHUMACHER: I didn't actually think about a podium at all at the end of the race. It was crossing the line that I asked my guys 'where did we finish?' I saw Webber's pit board and close to the end it showed him eighth and seventh and I knew I was one place ahead of that one. And then boys told me 'that's third, that's podium'. I can't believe that! It's something I didn't really expect. You sort of lose count, because I was pretty busy in the last stages of the race, plus Maldonado and Hamilton had their issue. Probably normally one minus one would give us the three but I lose count at that stage. 

Q: It's moments like these that brought you back to the sport I'm sure. 
Schumacher: Yeah, it's those moments that definitely you enjoy deeply. It's just a wonderful feeling to back after such a long time. We were a couple of times close to it. It happened in a pretty spectacular way on a track where it is difficult to pass but due to various strategies and differences on track it was pretty exciting and that's obviously the best way, if you manage the way I did today to jump the podium unexpectedly makes you extra happy.

PRESS CONFERENCE

Q: Michael those last few laps - you took on new tyres 16 laps from the end - must have been amazing, especially with yellow flags and all sorts of things going on. What was it like? Tell us. 
Schumacher: Yeah. Certainly I wasn't aware I was going in the direction of a podium. Even crossing the line I wasn't aware at that stage. But, being pretty heavily involved for most of the race in some kind of battling and then having Webber all the time on my tail and needing to fight forward but needing to pay attention to the back, that was very exciting. But that's what I'm here for: to be excited and those guys got me excited, no doubt. And hearing finally the message P3 - yeah, that's a sweet finish to an unexpected end. 

Q: Particularly because you and Nico were outside the points. He finished about sixth, picking up about four places in the last few laps. Extraordinary race for you guys. 
Schumacher: Yeah, we obviously had a late decision converting from a one-stop to a two-stop strategy, which meant we had good tyres towards the end of the race, when other people either did a one or an early two-stop strategy and therefore struggled by the end because they had no tyres left. 

Q: And all those points must be very welcome. 
Schumacher: Yeah, I guess it has changed my count a little bit, from the two points I had so far. They're more than welcome.

QUESTIONS FROM THE FLOOR

Q: (Flavio Vanetti - Il Corriere Della Sera) Michael, you were back on the podium, the first since you came back with Mercedes. Is the feeling what you imagined or is it something different now? 
Schumacher: I don't know what I mentioned or didn't mention but the point is that it is a beautiful feeling, not only being on the podium but the way it has happened. It was not at all expected. All weekend, I predicted this to be a difficult one for us and it started to be difficult yesterday in qualifying, mainly because of my own mistakes and to recover from where we are, getting to third position is just awesome. The team and myself have been criticised here and there, particularly lately, and this is the best way to answer criticism, to go back and deliver as we did today, and therefore I'm proud, thankful and very excited. 

Q: (Frederic Ferret - L'Equipe) Michael, you said you will think about your future during the summer. Summer is beginning and you begin the summer with a podium. Does it change something for next year? 
Schumacher: I don't think I ever said any kind of time, neither did I say summer and if you may apologise, I have no further news on that matter, so give me the time that I need and we will see. 

Q: (Andrea Cremonesi - La Gazzetta dello Sport) Michael, what did you feel when you were jumping on the podium and you saw two guys who were at Ferrari after you and you saw Stella (Andrea Stella, Alonso's race engineer who represented Ferrari on the podium) who was one of the... 
Schumacher: Yeah, well that's what we were joking about. Andrea is Fernando's engineer and used to be our engineer in the past and in a way it's the order. The current driver he works for is first, the second last was Kimi and I was the third last. It's a funny coincidence and it's great to see him up there. He's been doing a great job. I still remember those days and I'm happy for Fernando and the team to have achieved what they did today here and particularly the words that Fernando just said, I think everybody can feel with him and I'm just happy for them. 

Q: (Andrea Cremonesi - La Gazzetta dello Sport) The second question was about the difference between now and in the past. You criticised the tyres a little bit on Saturday, saying 'we can't exploit our potential.' Do you feel that your skill is penalised? 
Schumacher: Forgive me if we only think about the positive aspects of what happened today.

Q: (Andrea Cremonesi - La Gazzetta dello Sport) Michael, about the championship, if you had to bet some money, would you put that money on Fernando or is there still some room for Vettel and Hamilton? 
Schumacher: Things change so quickly - maybe I put money on myself. 

Selasa, 17 April 2012

Mercedes Road To The Top Podium

Musim balap F1 2012 baru melangsungkan tiga balapan namun ketiga balapan ini sukses menciptakan banyak kejutan yang menjadi perbincangan.

Mulai dari merosotnya penampilan Red Bull yang tahun lalu begitu mendominasi sampai soal perang kata antara sang juara dunia bertahan, Sebastian Vettel dari Red Bull dengan backmarker dari HRT, Narain Karthikeyan usai GP Malaysia yang basah diguyur hujan tapi suasana persaingan di sana justru panas bukan kepalang.

Namun yang sejak seri pertama di Australia, kontroversi rear wing W03 Mercedes-lah yang menarik perhatian.

Bagian sayap belakang Meredes ini bagi beberapa pihak khususnya Red Bull dan Lotus telah berulang kali melayangkan protes pada FIA sebagai regulator balapan F1 karena menilai design rear wing W03 ini menyalahi regulasi dan merupakan akal-akalan kubu Mercedes dalam mengatasi DRS sementara pihak Mercedes pun tak mau kalah dan tetap mempertahankan argumen mereka bahwa design sayap mobil mereka legal.

Panasnya perselisihan ini terus berlanjut. Merasa gerah dan jengkel, Brawn, bos tim Mercedes bahkan sempat balik menyerang mempersoalkan exhaust design Renault yang digunakan Red Bull dan Lotus, dua tim yang terbilang paling gigih melayangkan protes ke FIA soal endplate sayap belakang Mercedes.

Terlepas dari argumen masing-masing pihak, yang jelas penampilan Mercedes memang jauh lebih baik dibanding musim lalu.

Di dua seri awal yaitu di Melbourne, Australia dan Malaysia, Mercedes terus menarik perhatian terutama pada sesi latihan dan kualifikasi lewat Michael Schumacher yang akhirnya sukses meraih posisi start di deretan depan.

Pada kualifikasi GP Australia, Michael Schumacher sukses meraih P4 sedangkan di GP Malaysia, Schumi berhasil menyabet P3. Sayangnya penampilan gemilang tim Mercedes di sesi latihan bebas dan kualifikasi ini tak bisa berlanjut saat balapan.

Di GP Australia, langkah Michael Schumacher harus terhenti di lap 10 akibat masalah girboks. Hasil yang sangat mengecewakan. Padahal saat itu Michael tengah berada di P3 berkat startnya yang bagus dan berhasil merebut P3 dari pebalap Lotus, Romain Grosjean, dan kala itu tengah menahan gempuran Vettel.

An unfortunated end, demikian komentar Schumi soal masalah girboks yang menghempaskan kesempatannya untuk meraih podium pertamanya sejak ia kembali ke arena F1 tahun 2010 silam.

Ketidakberuntungan ini rupanya tak berhenti di Melborne karena pada race selanjutnya di Malaysia, Mercedes lagi-lagi seperti kehilangan tajinya dan tak segarang seperti di babak latihan bebas dan kualifikasi.

Di Sepang, Malaysia, Michael Schumaher meraih P3 di babak kualifikasi. Posisi start terbaik yang berhasil diraih Schumi sejak comeback-nya.

Tentu saja posisi ketiga yang diraih Michael ini menerbitkan harapan besar bagi kubu Mercedes untuk meraih kemenangan pertama mereka dan juga sekaligus kemenangan Michael sejak comeback-nya.

Sayangnya harapan itu kembali harus kandas. Jika di Australia, mobil mereka terlalu kepanasan, maka di Malaysia adalah yang sebaliknya.

Hujan deras yang mengguyur sirkuit Sepang makin menyulitkan Mercedes. Beruntung Michael Schumacher menyelamatkan wajah Meredes walau ia hanya meraih satu poin sehingga Mercedes tak pulang engan tangan hampa. Kegagalan Mercedes di dua race ini memberi pe er ekstra untuk race selanjutnya di China. Atas penampilan buruk Mercedes di race, Brawn menyatakan semua itu akibat tyre degradation. Hal yang telah dikemukakan oleh Michael saat sesi latihan pra musim tapi ditampik keras oleh Brawn pada saat itu.

Jeda waktu tiga minggu ternyata benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh Mercedes.

Di China kemarin Mercedes akhirnya bisa mengatasi kelemahan mereka di race mengimbangi keperkasaan mereka di sesi latihan bebas dan kualifikasi.

Pada babak latihan bebas Mercedes sudah tampil meyakinkan seperti biasa. Bahkan di sesi latihan bebas kedua, Michael Schumacher tampil sebagai pebalap tercepat mengalahkan McLaren. Sayangnya di sesi kualifikasi, Michael kalah kencang dari rekan setimnya dan meraih P3 namun dengan 5 grid penalty yang harus dijalani Hamilton, maka Michael mengisi front row di P2 bersama Rosberg, rekan setimnya.

Selepas start Rosberg langsung melesat di depan diikuti Michael dan Button yang berhasil menyodok ke P3.

Kedua pebalap Mercedes kali ini tampil sama baiknya dan keduanya berpeluang meraih kemenangan bahkan bisa finish 1-2 sayangnya kecerobohan kru pit Mercedes menodai kesempurnaan Mercedes kemarin.

Michael lebih dulu masuk pit dari rekan setimnya di lap 13 keluar dari pit, mobil Michael terlihat bermasalah, ia mulai melambat sebelum akhirnya memarkir mobilnya. Usut punya usut rupanya baut ban depan kanan mobilnya tak terpasang sempurna.

Balapan Michael terpaksa harus berakhir sementara rekan setimnya tampil mendominasi di Shanghai, China dan meraih kemenangan pertamanya sekaligus mewujudkan mimpi Mercedes. Kejadian historik baik untuk
Rosberg maupun Mercedes.

Kubu Mercedes diliputi kegembiraan yang meluap. Kecerobohan sang kru pit dan denda yang dijatuhkan oleh FIA pada Mercedes atas kelalaian di pit Michael itu pun seolah bukan masalah besar.

Mercedes larut dalam euforia. Menimbulkan tanda tanya di hati fans berat Schumi, apakah insiden pit itu benar-benar kecerobohan sang kru pit? Sebagai fans Schumi, memang menyedihkan melihat sad ending yang dialami jagoannya. Padahal di dua race sebelumnya, Michael yang berada lebih dekat dengan pole dan podium.

Mungkin Michael Schumacher bukanlah anak emas Mercedes walaupun ia telah menjadi bagian dari Mercedes sejak masa mudanya. Michael pasti kecewa karena gagal menjadi orang yang mampu memecahkan telur dan memberikan kemenangan pertama bagi Mercedes tapi semua itu bukan karena ketidakmampuannya melainkan lebih disebabkan oleh kecerobohan orang lain. Meski begitu sebagai profesional ia tetap bersikap tenang dan menyatakan tak marah atas kecerobohan kru pitnya.

Apapun itu race telah berakhir. Yang tersisa adalah masa depan. Semoga di race-race selanjutnya tak ada lagi kecerobohan semacam itu. Semoga pula paket sempurna Mercedes bukan hanya pada kesempurnaan w03 saja tapi juga pada kru pit yang memegang andil tak kalah pentingnya dari tunggangannya itu sendiri.

Minggu, 11 Maret 2012

Running to the Future

Michael Schumacher pebalap tersukses sepanjang sejarah Formula One. Tak ada yang bisa menampik pernyataan ini. Dengan sederetan rekor yang ditorehkannya dan hingga kini belum juga terpecahkan. Bahkan di usianya yang ke-43, Schumi menjadi pebalap tertua yang mengisi grid F1 tahun ini. Masalah usia inilah yang kerap disebut-sebut sebagai mundurnya performa Schumi selama dua tahun terakhir ini sejak kembalinya ia ke arena balap F1. Meskipun dalam berbagai kesempatan, Schumi lewat juru bicara-nya Sabine Kehm, menyatakan bahwa pebalap Jerman ini masih memiliki determinasi yang amat tinggi dan tak kalah fit dari pebalap-pebalap muda belia di arena tempur Formula One. 

Sepanjang karirnya di F1, bisa dibilang Schumi sudah kenyang dengan berbagai kritikan dan cercaan yang setara dengan pujian yang diterimanya. Hal yang normal terjadi pada orang-orang yang memang memiliki bakat istimewa seperti dirinya. Schumi memang seorang tokoh yang fenomenal. 

Tahun ini merupakan tahun terakhir dari masa kontrak tiga tahun antara Schumi dengan tim Mercedes. Masalah kontrak ini kerap kali menjadi bahan pembicaraan publik. Penampilannya selama dua tahun pertama masa kontraknya bersama Mercedes yang ternyata tak sesuai ekspektasi yang diembannya sebagai pebalap tersukses sepanjang sejarah Formula One kerap kali menimbulkan sentilan-sentilan yang terkadang kejam dan menusuk bahkan tak sedikit mantan rekan-rekan setimnya yang di masa lalu dilumatnya tanpa ampun angkat bicara, mengkritik performanya dan bahkan mengusulkannya untuk mundur saja dari F1 selamanya tanpa perlu menyelesaikan kontraknya dengan Mercedes berakhir. 

Tapi Schumi bukanlah Nigel Mansell yang saat comeback-nya ke F1 pada 1994 bersama tim lamanya, Williams, setelah memutuskan pensiun setelah meraih gelar juara dunianya pada tahun 1992 tak berjalan mulus, persis seperti yang Michael alami selama dua tahun ini, hingga membuat pebalap Inggris berjuluk “The Lion” itu frustasi dan akhirnya memilih mundur sebelum namanya sebagai juara dunia 1992 hancur lebur. Michael tak hirau soal kritikan, walau ia pun merasa kecewa dengan performanya sejak comeback-nya ke F1 yang memang tak sesuai harapannya. Tapi mundur begitu saja sebelum kontrak berakhir bukanlah tindakan seorang juara. Mundur begitu saja artinya lari dari tanggung jawab. Dan itu adalah tindakan pengecut! 

Buruknya performa bukanlah alasan untuk mundur. Bagi seorang juara sejati, buruknya performa seyogyanya disikapi dengan analisa mendalam dalam mencari kelemahan dan kelebihan setiap performanya. Mencari tahu di mana letak kelemahan itu dan terus melakukan perbaikan guna meraih hasil optimal. Karena Michael percaya sukses tidak datang dalam waktu semalam. Sukses adalah buah yang dihasilkan dari rangkaian kerja keras. Dan inilah kunci Michael Schumacher dalam menempatkan dirinya sebagai pebalap dengan rekor tujuh kali juara dunia, 91 kali kemenangan GP, dan 68 rekor pole position terbanyak. Semuanya bukan tercipta dalam waktu semalam! 

Tapi sayangnya, nama Michael Schumacher kerap merupakan jaminan mutu yang identik dengan kesuksesan. Karenanya belum berhasilnya Schumi dalam dua tahun masa comebacknya ke F1 ini dalam meraih podium membuat pebalap Jerman ini terus menjadi sasaran kritik berbagai pihak. Padahal seperti yang kerap diungkapkan Schumi dalam berbagai wawancara, sebenarnya bukan hanya publik, baik para penggemarnya maupun para pengkritiknya yang berharap bisa melihatnya lagi meraih kemenangan, dia sendiri pun berharap bisa kembali melompat di atas podium tertinggi Grand Prix Formula One! 

Di awal tahun ini, belum lagi gelaran GP dimulai, tapi soal kelangsungan Schumi bersama Mercedes sudah menjadi perbincangan mengingat tahun ini merupakan tahun terakhir masa kontraknya bersama Mercedes AMG. Tahun ini masalah kontrak ini pertama kali dikemukakan oleh Gerhard Berger yang pada 29 Januari 2012 lalu memperkirakan bahwa kontrak Schumi dengan Mercedes takkan diperpanjang yang diungkapkannya pada Auto Moto und Sport. Dan alasan yang dikemukakannya apalagi selain soal umur Schumi yang sudah kepala empat itu yang dianggapnya takkan bisa menandingi para pebalap muda belia. 

Seolah ingin membungkam Berger, di sesi ujicoba hari kedua di Jerez, Schumi tampil sebagai pebalap tercepat dengan 1:18.561, padahal ia menggunakan mobil Mercedes spec tahun lalu, W02 sementara yang lainnya menggunakan mobil terbaru mereka kecuali Pedro de la Rosa dari HRT yang juga masih menggunakan mobil tahun lalu. Schumi yang dinilaii sudah uzur ini masih sanggup melahap 132 lap, tujuh lap lebih sedikit dari Heikki Kovalainen yang menjadi pebalap paling sibuk hari itu dengan menyelesaikan 139 lap untuk mengujicoba mobil tim barunya, Caterham. 

Issue soal kontrak Schumi dengan Mercedes AMG kembali mengemuka saat Dieter Zetsche, CEO Daimler, induk perusahaan Mercedes pada pertengahan Februari lalu menyatakan bahwa Schumi masih merupakan ikon dari dunia motor sport. 

“He (Michael Schumacher) is still the icon of motor sport, “ungkap Dieter Zetsche, CEO Daimler kepada dpa. Petinggi Daimler ini juga menyatakan bahwa kerjasama dengan Schumacher merupakan “attractive opportunity”. 

Pernyataan positif petinggi Daimler ini tentu saja menerbitkan berita bahwa kontrak Schumi dengan Mercedes diperpanjang. 

Issue soal perpanjangan kontrak antara Schumi dengan Mercedes makin mengemuka saat media terkenal Jerman, Bild menyampaikan pernyataan bos tim Mercedes, Ross Brawn mengenai kemungkinan diperpanjangnya kontrak antara Michael dengan Mercedes. 

“We are not talking to any other drivers at the moment and I assume that he is not negotiating with other teams,” demikian pernyataan Brawn seperti yang dilansir dari media Jerman, Bild. 

“If Michael is still having fun while bringing in the results that we expect, then why not? I think after five or six races it will be obvious in which direction we are heading. He has certainly not said that he is toying with the idea to stop,” lanjut Brawn lagi yang makin memperkuat kemungkinan kontrak Schumi dengan Mercedes tidak berakhir di tahun ini. 

Menurut beberapa berita di Jerman, tim asal Jerman yang markas besarnya di Brackley, Inggris ini menawari perpanjangan kontrak dua tahun kepada Schumi yang artinya juara dunia tujuh kali ini masih akan membalap untuk tim Mercedes hingga akhir tahun 2014. Berita yang menerbitkan harapan dan sukacita dalam hati kaum loyalis Michael Schumacher. Betapa tidak, tentunya para penggemar Schumi tak ingin melihat jagoannya ini meninggalkan Formula One untuk kedua kalinya dengan kegagalan besar yang akan menodai catatan kesuksesannya selama ini, bahkan tanpa sempat satu kalipun sempat mencicipi kembali sampanye di podium tertinggi GP Formula One. Tidakkah ini akan menjadi akhir tragis bagi seorang Michael Schumacher? 

Tapi dengan teganya, beberapa hari kemudian, muncul berita pernyataan Brawn yang menepis berita soal diperpanjangnya kontrak antara Michael dengan Mercedes. 

“There’s nothing on the table like that at the moment but we’re open minded,” tegas Brawn pada Sky Sports menampik berita soal Mercedes telah memperpanjang kontrak dengan Michael Schumacher untuk dua tahun ke depan. “We don’t have other plans for drivers,” ungkap Brawn lagi membuat gemas fans setia Schumi yang amat berharap Mercedes bersedia memperpanjang kontrak dengan Schumi. Dalam media yang sama, Brawn menyatakan ingin melihat dulu apa yang terjadi tahun ini baru kemudian membahas soal kontrak itu sambil menambahkan ia berharap tahun ini bisa berjalan lebih baik dan mereka bisa memetik hasil yang lebih bagus sehingga baik Schumi maupun Mercedes bisa sama-sama puas untuk melanjutkan kembali kerjasama mereka. 

“We’ll see what happens this year then talk about it. I hope it goes well because that means we’ll be having good results and I think we’d both be happy to continue.” 

Terlepas soal issue kontrak antara Schumi dengan Mercedes dan masalah penampilan Schumi selama dua tahun terakhir ini, tapi nama besar Schumi masih tetap menarik minat terutama bagi supremo F1, Bernie Ecclestone yang berharap Schumi bisa berada di tim yang lebih bagus dengan mobil yang jauh lebih hebat yang sesuai dengan bakat dan nama besarnya selama ini. Dan saat ini tim dan mobil yang memenuhi syarat itu adalah Red Bull, dan rekan setim yang dinilai Ecclestone cocok bersanding dengan juara dunia tujuh kali ini tak lain tak bukan adalah rekan setim Schumi di ajang Race of Champions, sang juara dunia dua kali, Sebastian Vettel. 

Sudah seringkali supremo F1 ini mengungkapkan imajinasinya akan tim impiannya dimana Schumi dan Vettel berada di tim yang sama, Red Bull dan saling bersaing dengan mobil yang sama untuk melihat siapakah yang terbaik di antara dua pebalap Jerman beda generasi ini. Dan impian Ecclestone ini kembali menguak pada akhir Februari silam. 

“Bukankah lebih bagus kalau ia (maksudnya Michael Schumacher-red pindah ke Red Bull Racing)?,” ujar Ecclestone pada Reuters, “Saya ingin melihatnya berada di mobil yang bagus (dan) saya ingin melihatnya ada di mobil kedua Red Bull (bersaing dengan Vettel sebagai rekan setim). Saya rasa Sebastian (Vettel) tidak akan keberatan,” lanjut tokoh kunci yang sukses meramu Formula One menjadi tontonan olahraga motorsport paling spektakuler seperti saat ini. 

Tentu saja pendapat bos perhelatan F1 ini bukan tanpa alasan. Baik Schumi dan Vettel sama-sama dikenal cukup lama bersanding sebagai rekan setim membela tim Jerman di ajang Race of Champions sementara di F1 keduanya bersaing satu sama lain di tim yang berbeda, tapi dalam kondisi dan kapasitas mobil yang berbeda. Dan bila saja Schumi berada di tim yang bagus dengan mobil yang hebat, maka bila Schumi masih juga tidak berhasil meraih kemenangan, maka itu adalah murni karena kegagalan pribadinya dan bukan karena mobilnya, demikian kakek gaek yang dengan kecerdasan dan bakat bisnisnya telah meraup triliunan dolar selama menjadi bos utama perhelatan F1 ini mengemukakan opininya. 

Semua orang berhak mengemukakan opini pribadinya. Sang bos F1 pun sah-sah saja mengungkapkan tim impiannya. Semua kritikan maupun pujian yang ditujukan bagi Michael Schumacher tak lain tak bukan karena Michael Schumacher adalah sosok istimewa. Sedikit dari miliaran penduduk bumi yang memiliki kemampuan istimewa sebagai seorang mega bintang. Bahkan dibalik kritikan yang ditujukan para anti Schumi pun sebenarnya menunjukkan bahwa mereka pun tertarik pada seorang Michael Schumacher. Karena tanpa sesuatu yang bernama ketertarikan, mustahil seseorang membahas sesuatu itu yang dalam hal ini adalah Michael Schumacher. Dan bukannya tak mungkin bila para pengkritik Michael itu sebenarnya juga sangat merindukan Michael Schumacher bisa berada kembali di podium utama Formula One. Hal yang bukan hanya merupakan kerinduan para fans Schumi tapi juga merupakan harapan utama sang bintang itu sendiri yakni Michael Schumacher seperti yang diungkapkan juara dunia tujuh kali ini ketika ditanya apakah ia masih yakin bisa meraih gelar kedelapannya? 

“Absolutely. I’m still around to fight for the championship. Whether we can or cannot do that is something to be proven this year-or whenever,” tegas sang juara dunia tujuh kali ini. 

Sabtu, 10 Maret 2012

Something to Believe in

Race 19: Brazil (27 November 2011) 
Setelah penampilan solidnya di beberapa race terakhir sejak GP Belgia, perolehan poin Michael Schumacher kini hanya berjarak tujuh poin saja dari rekan setimnya. Namun menjelang race terakhir di Brazil ini, Schumi kembali menyatakan bahwa ia tak terlalu memikirkan untuk mengejar poin rekan setimnya, ia hanya berniat meraih poin untuk tim sebagai ungkapan terima kasihnya pada tim. “The team have worked very hard to improve our performance with the car that we have available to us and it would be fitting reward for them,” ujar Schumi. 

Penampilan Schumi di sesi latihan bebas hari Jum’at makin menumbuhkan optimisme untuk menutup musim dengan kenangan manis. Terlebih di sesi latihan bebas kedua, catatan waktu Michael berada di antara duo Ferrari. Ia hanya selisih 0.1 detik dari Alonso dan berada tepat di depan Massa, pebalap tuan rumah yang juga merupakan rekan setim Alonso. 

Hari Sabtu, performa Schumi masih memperlihatkan determinasinya, meskipun di sesi kualifikasi ia memilih tak mencatatkan waktu sehingga menempatkannya berada di grid ke-10 saat start. Tindakannya ini bukannya tanpa alasan karena keputusannya ini merupakan salah satu strategi Michael untuk balapan yang diperkirakan akan hujan. Untuk menjalankan strateginya ini tentu saja ia harus kembali memperlihatkan penampilan startnya yang gemilang. Hal ini dikemukakan oleh Ross Brawn, bos tim Mercedes yang menyatakan bahwa lap awal merupakan kunci bagi Schumi untuk meraih hasil yang baik. Hal ini seharusnya bisa diwujudkan mengingat Schumi kerap berhasil melompati dua posisi dari urutan startnya. 

Sayangnya start Michael kali ini tak sebagus biasanya. Ia sempat kehilangan posisinya dari di Resta namun ia berhasil meraih kembali P10-nya dari pebalap Force India itu dan tengah membidik posisi ke-9 milik Bruno Senna. Dengan kecepatan W02-nya seharusnya Schumi bisa meraih posisi ke-9 itu tapi sayangnya tindakan pebalap muda yang juga merupakan keponakan Ayrton Senna dalam melakukan pertahanan ini terlalu berlebihan. Saat Schumi berniat menyalip pebalap tuan rumah ini di garis start/finish, posisi Schumi sebenarnya sudah separuh di depan Senna saat pebalap muda Brazil ini mencoba mempertahankan posisinya yang sebenarnya tindakannya itu sudah terlambat. Dan naas, Schumi terkena puncture dari serpihan sayap depan Senna. Walaupun Senna akhirnya dikenai hukuman drive-through penalty atas perbuatannya itu, tapi balapan Schumi sudah hancur lebur. Ia bahkan terpaksa menjalani satu lap penuh dengan ban depan kanannya yang terkena puncture dan membuat posisinya merosot ke urutan belakang. 

Insidennya dengan Bruno Senna ini amat disayangkan Schumi. Juara dunia tujuh kali ini mengatakan insidennya dengan Senna itu menunjukkan kurangnya pengalaman yang dimiliki pebalap muda asal Brazil itu. Untuk memperbaiki posisinya yang sudah melorot jauh, Schumi berharap hujan yang pada hari Sabtu diprediksi akan turun saat balapan, tapi nyatanya hujan tak jua turun. Harapan Schumi untuk menutup musim 2011 dengan kenangan manis pun pupuslah sudah. 

Free Practice 1: 
Schumacher : 7th (1:15.162) 
Rosberg : 10th (1:15.321) 

Free Practice 2: 
Schumacher : 5th (1:13.723) 
Rosberg : 8th (1:13.872) 

Michael Schumacher’s Friday Quote: 
Michael Schumacher (5th, 1:13.723): "We had quite a good day here in Interlagos and were able to work through our schedule consistently, even if the track was pretty slippery. The lap times are traditionally very tight here so let's see what we can do in qualifying tomorrow. For the rest of the weekend, the weather forecast is for rain, so maybe we will see some surprises as we reach the end of the season." 

Free Practice 3: 
Schumacher : 8th (1:13.393) 
Rosberg : 7th (1:13.286) 

Qualifying: 
Schumacher : 10th (No Time) 
Rosberg : 6th (1:13.050) 

Michael Schumacher’s Saturday Quote: 
Michael Schumacher (10th, No Time): "The forecast says there is a high probability for rain during the race. With this in mind, we have kept all of our options open for tomorrow and we had a strategic approach to qualifying today. Still we need to find out why we weren't able to match our times from this morning. There will be a lot of data checking now, so that tomorrow it will be very different and we can attack for some points." 

Race: 
Schumacher : 15th 
Rosberg : 7th 

Michael Schumacher’s Sunday Quote: 
Michael Schumacher (15th): "It was a bit of a shame today with the incident with Bruno, which was caused perhaps due to some lack of experience, but then those things happen. Otherwise I think we could have had a nice race with some solid points. After the collision, all I could do was try to fight as much as possible, and hope for rain which did not come. In the first stint after the incident, my car was not well-balanced with a lot of oversteer. Unfortunately we could not change this at the pit stop which handicapped the balance in the second stint, whereas in the last stint the balance was good. We very much look forward to next season now. With all the effort that is being put into the development of the car, I am confident we can make another step forward to where Mercedes belongs; fighting at the top."