Total Tayangan Halaman

Translate

Tampilkan postingan dengan label Pojok Sore. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pojok Sore. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Agustus 2014

Wisata Keliling Museum : Jejak Peradaban dan Sejarah Bangsa di Museum Nasional Republik Indonesia

Seperti janjiku sebelumnya, kali ini aku akan membahas acara jalan-jalanku ke Museum Gajah alias Museum Nasional. Nama resmi museum yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat ini adalah Museum Nasional Republik Indonesia, tapi museum ini kerap disebut Museum Gajah, hal ini dikarenakan keberadaan patung gajah yang menghiasi bagian depan gedung museum yang terletak tepat di samping kantor Kementerian Sekretariat Negara ini. Patung gajah ini rupanya bukanlah patung gajah biasa. Patung gajah berbahan perunggu ini merupakan hadiah yang diberikan oleh Raja Chulalongkorn dari Thailand (dulu bernama Siam) pada tahun 1871 saat berkunjung ke Batavia.


Gedung Museum Nasional yang sangat dipengaruhi bentuk arsitektur Eropa ini dibangun pada tahun 1862 oleh pemerintah Hindia Belanda. Nama Museum Nasional Republik Indonesia mulai resmi digunakan sejak 28 Mei 1979. 

Dibanding Museum Sejarah Jakarta, pengelolaan di Museum Nasional bisa dibilang jauh lebih modern. Dalam museum ini terdapat dua gedung yaitu gedung lama (Unit A) dan gedung baru (Unit B). 

Kami lebih dulu memasuki gedung lama (Unit A). Di sini terdapat banyak sekali koleksi patung atau arca yang sebagian besar peninggalan dari masa Kerajaan Majapahit. Kebanyakan adalah arca dewa Siwa, dewa utama dan yang paling dipuja dalam agama Hindu. Tapi yang paling menarik perhatian adalah arca Bhairawa dengan Nomor Inventaris 6470. Bagaimana tidak menarik, patung ini bisa dibilang merupakan yang tertinggi di sini. Patung yang terbuat dari batu andesit ini sangat mencolok perhatian karena tingginya yang mencapai 4,41 meter dengan berat 4 ton. 


Bhairawa adalah dewa raksasa dalam aliran Hindu-Buddha atau Tantrayana. Dikisahkan Bhairawa merupakan pengejawantahan Siwa sekaligus Buddha sebagai raksasa yang menakutkan. Namun arca Bhairawa ini dianggap merupakan perwujudan Adityawarman yang merupakan penganut Buddha aliran Tantrayana Kalachakra. 

Nah, Adityawarman ini adalah salah seorang bangsawan Majapahit keturunan Melayu yang diangkat menjadi raja di Sumatra. Konon Adityawarman disebut-sebut memiliki hubungan darah dengan keluarga Kerajaan Majapahit. Bahkan setelah Jayanegara, raja kedua Majapahit meninggal tanpa meninggalkan anak, Adityawarman yang merupakan sepupu Jayanegara, dikatakan merupakan salah satu calon pewaris tahta Kerajaan Majapahit. Tapi seperti yang diketahui kemudian, Ratu Tribhuwanottunggadewi, adik dari Jayanegara yang akhirnya naik takhta menggantikan ibunya, satu-satunya permaisuri dari Raden Wijaya yang masih hidup namun lebih memilih menjadi pertapa, meninggalkan hiruk-pikuk keduniawian. 

Pada tahun 1343, di masa pemerintahan Ratu Tribhuwanottunggadewi, Adityawarman disebut-sebut turut membantu Gajah Mada menaklukkan Bali. Setelah itu Adityawarman yang juga dikenal dengan panggilan Mpu Aditya kembali ke Sumatera dan mengangkat dirinya sebagai maharaja namun tetap tunduk dan mengakui kebesaran Kerajaan Majapahit. 

Penggambaran arca Bhairawa ini bisa dibilang cukup mengerikan. Bagaimana tidak, arca ini berupa pria yang berdiri di atas mayat seorang manusia cebol dengan deretan tengkorak di sekelilingnya. Di tangan kanannya ia memegang cangkir yang terbuat dari tengkorak sementara tangan kirinya memegang belati. Di bagian perutnya terpahat seraut wajah yang rupanya merupakan ukiran kepala Kala. 

Arca Bhairawa ini ditemukan di Padang Roco, Sungai Langsat, Sumatra Barat dan diperkirakan berasal dari abad ke-14. Arca ini dikabarkan pernah roboh dan terkubur dalam tanah. Hanya sisi bagian lapik (alas) yang menyembul ke permukaan tanah. Penduduk setempat yang tak mengetahui bahwa yang menyembul itu adalah bagian dari sebuah arca menjadikan batu yang menyembul itu sebagai batu pengasah parang dan membuat lubang lumpang atau lesung untuk menumbuk padi. Pada tahun 1935 arca Bhairawa ini diangkut oleh pemerintah Hindia Belanda ke Kebun Margasatwa Bukittinggi kemudian pada 1937 arca Bhairawa ini dibawa ke Batavia dan ditempatkan di Museum Nasional sampai sekarang. 

Selain arca Bhairawa, yang juga menarik perhatianku adalah arca dewa Agni. Dalam kisah Mahabharata, seperti yang tengah rutin ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi nasional, Arjuna, putra ketiga Raja Pandu dengan dewi Kunti atas karunia dari dewa Indra, meminta bantuan dari dewa Agni yang juga dikenal sebagai dewa api untuk membakar hutan Kandhawa. 


Selain arca Siwa, arca Parwati, istri dewa Siwa juga banyak sekali. Tapi ada satu arca Parwati dengan nomor inventaris 256a/103b/2082 yang sangat menarik perhatianku. Pada label keterangan yang menyertai arca ini dijelaskan bahwa arca Parwati yang berasal dari Candi Rimbi, Jombang, Jawa Timur ini merupakan perwujudan dari Ratu Tribhuwanottunggadewi Jayawisnuwardhani, ibunda dari Raja Hayam Wuruk yang memerintah Majapahit pada tahun 1328-1351 Masehi. 

Arca Parwati yang dianggap perwujudan Ratu Tribhuwanottunggadewi yang memerintah Majapahit pada tahun 1328-1351.

Di bagian lain ada pula sebuah arca yang merupakan perwujudan dari Raja Kertarajasa Jayawardhana, pendiri sekaligus raja pertama Majapahit yang memerintah pada tahun 1293-1309. Raja Kertarajasa yang juga dikenal dengan nama Raden Wijaya merupakan ayah dari Ratu Tribhuwanottunggadewi. Arca tersebut adalah arca Harihara dengan nomor inventaris: 256/103a/2082. Arca ini juga sangat menarik. Pada label keterangannya dijelaskan bahwa Harihara adalah persatuan dewa Siwa (Hara) dan dewa Wisnu (Hari). Arca ini berasal dari Candi Sumberjati, Simping, Blitar, Jawa Timur. 

Harihara, persatuan dewa Siwa dan dewa Wisnu. Arca ini dianggap perwujudan Raden Wijaya atau Kertarajasa Jayawardhana, pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Majapahit.

Bagi pecinta sejarah atau penggemar kisah-kisah wayang, mungkin gedung arca ini merupakan tempat yang sangat menarik mengingat begitu banyak arca yang juga menjadi tokoh-tokoh dalam kisah-kisah wayang. Ada satu kejadian menarik yang kusaksikan di sana. Saat tengah mengamati arca-arca dan membaca label-label keterangan dari arca-arca tersebut, ada seorang pria yang dengan telatennya memberitahu putrinya kisah-kisah di balik tokoh-tokoh arca yang diamatinya. Putrinya dengan antusias mengamati arca-arca yang ditunjuk ayahnya dan sesekali mengajukan pertanyaan yang dengan fasih dapat dijawab oleh ayahnya. Mungkin bagi beberapa orang kejadian ini merupakan hal biasa. Tapi bagiku ini adalah kejadian menarik. Karena alih-alih mengajak anaknya jalan-jalan tanpa juntrungan ke mall, seperti umumnya di masa kini, si ayah ini justru membawa anaknya ke museum dan dengan pengetahuannya soal kisah-kisah dunia perwayangan membuat si anak sangat antusias mendengar kisah-kisah yang dituturkan ayahnya sambil mengamati tiap-tiap arca yang ditunjuk ayahnya. 

Koleksi arca di gedung Museum Nasional ini bisa dibilang sangat banyak. Ada beberapa arca Ganesha, dewa pengetahuan yang sangat bisa dikenali karena bentuk kepalanya yang berupa seperti gajah ini. Sayangnya ada beberapa arca Ganesha yang bagian belalainya sudah hilang atau keropos. 

Patung Ganesha juga termasuk salah satu patung yang banyak terdapat di Museum Nasional ini. Patung Ganesha ini adalah salah satunya.

Pada bagian belakang gedung ini terdapat Taman Prasejarah. Di sini kita bisa melihat berbagai macam contoh sarkofagus, peninggalan masa pra sejarah yang sering sekali kita dengar dalam pelajaran sejarah tapi tak pernah kita lihat bentuk rupanya. Yang juga selalu kuingat dari pelajaran sejarah saat sekolah adalah menhir. Sama seperti sarkofagus, menhir juga kerap muncul dalam pelajaran sejarah saat aku sekolah tapi sama sekali tak diperlihatkan contoh bentuk rupanya seperti apa. Nah, di Museum Nasional ini barulah aku melihat bentu rupa dari kedua objek sejarah tersebut 

Salah satu contoh menhir di museum ini adalah menhir gada yang berasal dari Danau Poso, Sulawesi Tengah. 

Menhir Gada yang berasal dari Danau Poso, Sulawesi Tengah. Salah satu koleksi di Taman Prasejarah Museum Nasional. Sedangkan patung di belakangnya tak disertai label keterangan, tapi bentuknya dan pahatannya menarik perhatianku.

Keluar dari gedung ini, kami beranjak ke gedung di sampingnya. Di sini ada empat lantai. Tapi kami hanya sempat menyusuri sampai ke lantai dua saja. 

Di gedung ini terdapat banyak benda-benda kebudayaan dari seluruh nusantara. Di bagian awal terdapat peta besar Indonesia. Masuk ke dalamnya ada ruang pamer masa pra sejarah di mana terdapat patung manusia purba. 

Patung keluarga manusia purba yang terdapat di gedung Unit B. Di gedung ini banyak dipamerkan sejarah peradaban manusia dan berbagai koleksi budaya Indonesia.

Salah satu yang menarik di sini adalah cetakan otak Homo Erectus Progresif. Cetakan otak ini diambil dari fosil tengkorak Homo Soloensis IV dengan volume sebesar 1.100cm3. Homo Soloensis adalah jenis manusia purba paling progresif di antara kelompoknya. Pada dinding dekat ruang pamer ini terdapat penjelasan mendetail mengenai evolusi manusia hingga jenis Homo Erectus Progresif ini. Jika mampir di sini, cobalah membaca mengenai Pohon silsilah manusia sekadar untuk menambah pengetahuan kita mengenai evolusi manusia. 

Di sebelahnya ada fosil gading Stegodon (Elephas sp.). Beberapa langkah di seberangnya ada replika tengkorak manusia Flores. Dijelaskan bahwa otak manusia Flores adalah jenis otak terkecil. 

Fosil Gading Stegodon , jenis gajah purba. Di sampingnya adalah cetakan otak manusia purba jenis Homo Erectus Progresif. Salah satu jenis manusia purba yang paling maju (progresif) dalam tingkatan evolusi Homo Erectus.

Di tempat ini ada pula beberapa perhiasan serta jimat-jimat dari daerah-daerah di nusantara ini. Beberapa perlengkapan yang digunakan untuk upacara di beberapa daerah. Salah satunya adalah anyaman yang dibuat dari daun lontar yang bernama Cili. Anyaman yang bisa juga dibuat dari daun pandan selain daun lontar ini berupa seorang wanita yang menjadi simbol "Dewi Sri" dan ditempatkan di atas sesaji untuk dibawa saat upacara tertentu seperti upacara panen atau sebagai hiasan pada lamak (salah satu dekorasi bebantenan di Bali). 

Cili (kiri), anyaman dari daun lontar yang menyerupai seorang wanita sebagai simbol "Dewi Sri" untuk upacara panen. Di sebelahnya adalah Ketu atau penutup kepala sebagai pelengkap pakaian pendeta tinggi (pedanda) dalam agama Hindu yang digunakan dalam upacara di Bali.

Berada ruangan ini kita seperti disadarkan akan kekayaan budaya bangsa ini. Ada pula beberapa benda-benda tekstil dengan pola khas budaya dari daerah-daerah asalnya. 

Dalam gedung ini terdapat pula beberapa prasasti di antaranya Prasasti Mulawarman, peninggalan dari Kerajaan Kutai. Prasasti ini juga disebut yupa merupakan peninggalan tertua dari kerajaan Hindu di Indonesia. Prasasti yang berbentuk tinggi lurus seperti tiang ini ditemukan di hulu sungai Mahakam, Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur. Prasasti yang berisi tulisan dalam bahasa Sansekerta ini diperkirakan berasal dari sekitar tahun 400 Masehi. Isinya menceritakan Raja Mulawarman memberikan sumbangan yang sangat besar berupa sapi kepada kaum Brahmana. 

Prasasti Mulawarman, salah satu prasasti tertua di Indonesia, peninggalan Kerajaan Kutai, Kalimantan Timur. Kerajaan Kutai adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia.

Di ruang lain, kita juga bisa menemukan Prasasti Telaga Batu yang juga tak kalah menarik. Prasasti yang dibuat dari batu andesit dengan tinggi 118 cm dan lebar 148 cm ini berbentuk seperti setengah lingkaran. Bagian atasnya terdapat hiasan tujuh ekor kepala kobra sementara bagian bawahnya ada semacam legokan kecil yang setelah aku browsing dari internet ternyata cerat sempit itu untuk mengalirkan air pembasuh. Aku sangat tertarik dengan bentuk prasasti ini, namun setelah aku browsing di internet ternyata prasasti ini berasal dari Kerajaan Sriwijaya, tapi yang membuatku terkejut ternyata di balik keindahan prasasti ini, isi dari prasasti ini adalah kutukan bagi siapapun yang melakukan kejahatan di Kedatuan Sriwijaya dan yang tak taat pada perintah Datu. Tulisan dalam prasasti ini menggunakan huruf Pallawa, bahasa Melayu kuno. 

Prasasti Telaga Batu, peninggalan kerajaan Sriwijaya. Bentuknya terlihat indah dan menarik, tapi siapa sangka ternyata isinya adalah kutukan.

Di depan Prasasti Telaga batu, ada sebuah patung yang juga sangat menarik. Patung itu adalah Pancuran Samudramanthana dengan nomor inventaris : 383a/4385 berasal dari Sirah Kencong, Wlingi, Blitar, Jawa Timur. Baik bentuk dan relief patung yang berasal dari abad abad ke- 13-14 Masehi ini sangat menarik perhatian kami. Ternyata pula setelah aku mencari tahu di internet, kisah di balik patung ini benar-benar menarik. 

Pancuran Samudramanthana. Relief yang menggambarkan pergulatan para dewa demi mendapatkan amerta "air kehidupan". Di balik bentuknya yang menarik ini ternyata memiliki kisah yang tak kalah menariknya.

Pancuran Samudramanthana mengisahkan perseteruan antara para dewa dan raksasa dalam memperebutkan amerta yaitu 'air kehidupan' yang bisa membuat siapapun yang meminumnya akan hidup abadi. Konon air kehidupan ini tersembunyi di dasar samudra dan dijaga sejumlah naga. Para dewa lalu bersatu padu untuk mengambil air kehidupan ini. Dikisahkan dewa Wisnu sampai menjelma menjadi kura-kura yang sangat besar sementara dewa Wasuki menjelma jadi seekor ular yang amat panjang yang melilit Gunung Mandara yang digunakan para dewa untuk mengaduk samudra demi mengeluarkan amerta dari pusat samudra ini. Para raksasa turut dilibatkan dalam proyek besar ini. Kaum raksasa memegang bagian kepala ular sementara bagian ekor ular dipegang oleh para dewa. Silih berganti mereka menarik "tali" dari ular jelmaan dewa Wasuki tersebut hingga akhirnya keluarlah dari dalam samudra Dhanwantari yaitu tabib kehidupan dari dalam kehidupan menjinjing sebuah guci berisi amerta yang mereka cari. Celakanya Dhanwantari keluar menuju kepala ular jadi para raksasalah yang mengambil dan membawa lari guci amerta tersebut. 

Para dewa pun berusaha merebut kembali guci amerta tersebut dari tangan kaum raksasa. Dewa Brahma bahkan sampai menjelma jadi bidadari yang amat cantik untuk memperdayai para raksasa yang tengah berpesta pora merayakan keberhasilan mereka merebut guci amerta. Singkat cerita akhirnya Dewa Brahma pun berhasil merebut guci amerta itu dari tangan para raksasa. 

Kisah itu merupakan cerita yang diambil dari kitab resi India Adiparwa-Mahabharata. 

Sementara kisah Pancuran Samudramanthana versi Indonesia agak sedikit berbeda namun tak kalah seru dan menarik. 

Dalam versi Indonesia yang terdapat dalam kitab Tantu Panggelaran dikisahkan rencana memindahkan Gunung Mahameru dari India ke Pulai Jawa. Dalam cerita, keadaan pulau Jawa ketika itu masih belum tetap kedudukannya karena terombang-ambing oleh gelombang laut. Agar pulau Jawa tetap berada di tempatnya, Bhatara Guru memerintahkan para dewa dan raksasa memindahkan Gunung Mahameru dari India ke Jawa sebagai alat pemberat. Untuk mengangkat Gunung Mahameru ini tentu saja sangat sulit. Untuk itu Dewa Wisnu pun menjelma jadi kura-kura besar dan puncak Mahameru diletakkan di atas punggungnya. Sementara Dewa Brahma menjelma jadi ular yang sangat panjang sehingga bisa digunakan sebagai 'tali' untuk menarik gunung tersebut sehingga akhirnya puncak Mahameru berhasil dibawa ke pulau Jawa. Awalnya gunung ini diletakkan di sebelah barat pulau tapi malah mencuat dan miring sehingga akhirnya dibawalah gunung tersebut ke sebelah timur. Selama perjalanan menuju arah timur, bagian-bagian gunung tersebut berceceran dan kemudian menjadi deretan gunung-gunung di pulau Jawa. Sisanya diletakkan di bagian timur pulau Jawa dan menjadi Gunung Semeru. Nah adegan inilah yang kemudian menjadi relief dari patung Pancuran Samudramanthana ini. 

Perjalanan kami di Museum Nasional terpaksa dihentikan karena keterbatasan waktu. Tak puas memang hati ini karena kami belum sempat mengelilingi seluruh ruangan di dalam gedung ini. Sambil membatin dalam hati, suatu hari kami akan kembali lagi ke sini untuk menjelajah lebih jauh, akhirnya kami melangkah keluar dan menyempatkan diri berfoto-foto di depan patung Gajah persembahan Raja Siam yang menjadi maskot gedung Museum Nasional Republik Indonesia ini. Pendek kata, sedikit berpromosi nih;) jika ingin liburan yang lain dari biasanya, cobalah berkunjung ke museum sambil mengajak anak-anak Anda, ajaklah anak-anak mengenal jejak dari negeri ini dengan berwisata ke museum karena jejak di sana adalah jatidiri kita di masa kini.

Salah satu koleksi di Taman Prasejarah Museum Nasional. 
Tak ada label yang menyertai koleksi ini.

Selasa, 12 Agustus 2014

Wisata Keliling Museum : Oleh-oleh Dari Museum Sejarah Jakarta

Liburan selalu menjadi saat-saat yang amat dinantikan bukan hanya oleh pelajar tapi juga para pekerja. Rutinitas dan tumpukan tugas kadang membuat pikiran dan tubuh terasa penat. Berlibur jadi saat bagi tubuh dan pikiran mendapatkan pelepasan dari segala kepenatan itu dengan harapan setelah berlibur dengan pikiran dan tubuh yang terasa lebih segar memberi energi baru untuk kembali memulai aktivitas sehari-hari. Selain itu liburan juga merupakan saat istimewa bagi orang tua bersama anak-anaknya, mengingat sehari-hari orang tua kerap disibukkan dengan pekerjaannya sehingga tak terlalu banyak waktu yang dimilikinya untuk bersama anak-anaknya. Itu pula sebabnya, berlibur dewasa ini menjadi salah satu agenda wajib sampai-sampai disiapkan budget khusus untuk berlibur. 

Di Jakarta sendiri ada banyak tempat wisata yang bisa dijadikan pilihan sebagai tempat mengisi liburan. Umumnya mall yang memang banyak tersebar di Jakarta menjadi pilihan sebagai tempat berlibur tapi kerap kali keluar masuk mall menjadi hal yang membosankan. Nah, bila bosan berlibur di mall atau tempat-tempat liburan pada umumnya, kenapa tidak mencoba berlibur ke museum? 

Dewasa ini berlibur ke museum sepertinya sudah menjadi budaya yang amat menggembirakan. Berlibur ke museum bukan hanya memberikan nilai rekreasi tetapi juga ada nilai-nilai edukasi budaya dan sejarah yang bisa digunakan bagi orang-orang tua untuk memberikan nilai-nilai pendidikan bagi putra-putrinya. 

Beberapa waktu lalu, aku bersama sahabat-sahabatku menyempatkan diri mengisi liburan kami dengan mengunjungi Museum Sejarah Jakarta atau dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah dan Museum Gajah alias Museum Nasional. Sebenarnya kami berniat mengunjungi beberapa museum tapi sayangnya kami baru bisa menyempatkan diri ke dua museum ini saja. Untuk yang pertama akan kubahas adalah Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah di kawasan wisata kota tua Jakarta. 

Pertama kali aku berkunjung ke Museum Jakarta adalah saat aku masih sekolah jadi rasanya sudah lama sekali. Kesan pertamaku saat itu, museum adalah tempat yang sangat suram dan sunyi dengan hanya sedikit pengunjung. Tapi saat aku kembali berkunjung ke Museum Fatahillah saat liburan kemarin, terus terang aku cukup terkejut karena ternyata pengunjungnya kini lumayan banyak. Antrian untuk masuk bahkan lumayan panjang. Hal ini bisa dimaklumi, karena lantai 1 dan lantai 2 museum dibatasi hanya 500 orang dalam waktu bersamaan sehingga antrian di luar jadi lumayan panjang. Untung saat kami datang, meski hari sudah cukup terang tapi belum terlalu terik, jadi meski harus mengantri lama tak sampai membuat kami kepanasan apalagi dehidrasi. Halaman museum pun kini menjadi jauh lebih luas. Sayangnya di halaman museum yang luas ini banyak diisi oleh pedagang-pedagang kaki lima, padahal kalau saja halaman luas museum ini tak terlalu banyak diokupasi para PKL, pengunjung museum pasti bisa lebih leluasa menikmati kunjungan ke museum ini. 

Untuk masuk ke dalam museum, harga tiketnya tak terlalu mahal. Anak-anak hanya perlu membayar dua ribu rupiah saja, mahasiswa hanya perlu membayar tiga ribu rupiah sedangkan untuk umum (dewasa) dikenai tiket seharga lima ribu rupiah. Bagi wisatawan asing dikenai biaya masuk sebesar sepuluh ribu rupiah. Harga yang sangat bersahabat. Berlibur tanpa harus membuat kantong bolong 

Setelah masuk ke dalam museum, setiap pengunjung diminta mengganti alas kakinya dengan sandal yang disiapkan oleh pihak museum. Kebijakan ini memang terbilang baru. Sejak bulan Maret 2014 setiap pengunjung yang memasuki bangunan utama Museum Sejarah Jakarta diharuskan mengenakan alas kaki yang telah disediakan oleh pihak museum. Hanya saja menurut pendapat pribadiku, alas kaki yang disediakan pihak museum memang kurang terasa nyaman. Selain kotor, alas kaki yang kudapat terasa sedikit lengket sehingga terus terang, aku pribadi jadi tak terlalu menikmati acara jalan-jalan keliling Museum Sejarah Jakarta ini. 

Museum Sejarah Jakarta yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat ini di masa penjajahan Belanda merupakan balai kota yang disebut Staadhuis. Pada 10 Maret 1974 gedung balaikota peninggalan Belanda ini diresmikan sebagai Museum Sejarah Jakarta oleh Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta kala itu. Luas gedung ini sekitar lebih dari 1.300 meter persegi. Gedung ini dibangun pada 1620 oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterzoen Coen. Gambar foto sang Gubernur Jenderal ini bisa kita jumpai di dalam museum ini. Salah seorang sahabatku yang mengira semua orang Belanda biasanya memiliki nama tengah van, sama sekali tak mengira jika sang Gubernur Jenderal ini merupakan orang Belanda, karena nama Coen di belakangnya itu, malah seorang sahabatku ini mengira ia adalah salah seorang Tionghoa 

Masuk ke dalam museum, di bagian kiri pintu masuk terdapat sebuah lukisan besar karya pelukis Indonesia S. Sudjojono yang mengisahkan penyerangan Kerajaan Mataram di bawah pimpinan Sultan Agung ke Batavia. 

Di ruangan sebelahnya terdapat replika Gereja Belanda lama yang di masa lalu terletak di samping gedung balai kota, kini Gereja Belanda lama ini dijadikan sebagai gedung Museum Wayang yang terletak tepat di samping Gedung Museum Sejarah Jakarta. Arsitektur Gedung Gereja Belanda lama ini cukup menarik. Dengan kubah bulat ala gedung-gedung gereja Ortodoks yang biasanya terdapat di negara-negara Eropa Timur seperti Rusia sedangkan Belanda merupakan bagian dari Eropa Barat. 

Di ruangan selanjutnya terdapat pula maket-maket kota Batavia dan alur perdagangan Batavia dengan pedagang-pedagang Portugis. Ada pula keterangan mengenai sejarah Meriam Sijagur yang merupakan salah satu ikon dari Museum Sejarah Jakarta ini. Di mana dituliskan bahwa Meriam Sijagur dibuat dan dikirimkan dari Makao atas pesanan Portugis. Sijagur sendirimemiliki bentuk yang cukup unik (kalau tak mau dibilang nyeleneh) yang mana bentuknya ini memiliki makna pelambang kesuburan yang dalam bahasa Portugis berarti mano in piga. Meriam Sijagur memiliki berat 3,5 ton dengan panjang lebih dari 3 meter. 

Di ruangan lainnya terdapat patung besar Pangeran Jayakarta atau Fatahillah yang merebut Sunda Kelapa dan menamainya Jayakarta, cikal bakal dari sejarah terbentuknya kota Jakarta. 

Beranjak sedikit dari sana terdapat batu-batu prasasti di antaranya Prasasti Tugu. Di bagian lain ruangan terdapat keterangan mengenai Prasasti-prasasti bersejarah seperti Prasasti Kebon Kopi dan Prasasti Ciareuteun. 

Di lantai dua yang di masa lalu mungkin merupakan gedung pengadilan di Batavia. Di lantai ini lebih banyak dipamerkan keramik-keramik dari Jepang dan Tiongkok. Tapi sebagian besar yang dipamerkan di lantai ini adalah barang-barang kayu seperti meja, tempat tidur, dan lemari dari jaman Belanda. Yang paling menarik perhatian adalah sebuah meja bulat besar dengan diameter 2,25 meter tanpa sambungan. Ada pula sebuah cermin besar dengan bingkai kayu yang sangat kokoh. Seorang sahabatku, Selvia Lusman mengajak berfoto di dekat cermin ini, tapi aku dan sahabatku lainnya yang sama-sama penakut tak menyetujui usul ini. Karena terus terang saja, cermin itu memang terlihat seperti cermin-cermin dalam film horor. Sementara menurut Selvia, cermin besar itu seperti cermin yang ada di film Harry Potter And The Sorcerer's Stone

Di ruangan ini banyak terdapat furnitur yang sangat menarik. Di antaranya ada sebuah lemari kaca besar. Saat mengambil foto di dekat lemari kaca ini, sahabatku, Selvia Lusman, bahkan dengan gaya bak fotografer kawakan, berhasil mengambil foto seolah-olah kami tengah berada di depan sebuah gedung pencakar langit dan bukannya di depan sebuah lemari kaca besar  

Pada bagian samping lemari kaca besar ini terdapat sebuah ukiran kepala, entah apakah itu kepala dari tokoh mitologi atau bukan, tapi ukiran tersebut juga cukup menarik. Sebagian besar furnitur peninggalan Belanda ini memang banyak dihiasi oleh ukiran-ukiran tokoh mitologi Yunani. Di antaranya sebuah partisi yang terbuat dari logam, ada yang dihiasi ukiran seperti medusa, tokoh mitologi Yunani yang terkenal dengan rambut-rambut ularnya dan siapapun yang melihatnya akan berubah menjadi batu. Sebuah partisi logam lainnya juga terdapat ukiran seperti seorang serdadu Romawi. 

Puas berkeliling di lantai dua, kami kembali ke lantai bawah menuju pintu keluar yang mengarah ke halaman belakang museum. Di bagian bawah dekat pintu keluar ini terdapat deretan lukisan-lukisan yang menggambarkan keadaan Batavia atau Jakarta tempo dulu. Di antaranya ada lukisan taman pemakaman yang terdapat di daerah Tanah Abang, kawasan ini kemudian menjadi Museum Taman Prasasti yang memajang nisan-nisan bekas pemakaman orang-orang Belanda dan beberapa tokoh tanah air, di antaranya nisan istri dari Raffles selain itu ada juga tokoh dari tanah air seperti Soe Hok Gie. Rencananya kami juga ingin mengunjungi museum tersebut tapi sayang, waktu kami tak cukup. Semoga saja di lain waktu kami bisa mengunjungi museum ini. 

Di halaman belakang Museum Sejarah Jakarta ada sebuah patung Hermes, salah satu tokoh mitologi Yunani. Dulunya patung ini menghiasi jembatan di kawasan Harmoni, tapi suatu hari patung ini sempat hilang dicuri. 

Setelah selesai berkeliling museum dan puas berfoto-foto ria, tanpa terasa rupanya sudah tengah hari, perut kami sudah keroncongan, maka kami pun memutuskan mencari tempat makan untuk memuaskan cacing-cacing di perut kami. Perjalanan mengunjungi Museum Sejarah Jakarta pun berakhir. Selanjutnya aku akan membahas perjalanan kami menuju Museum Nasional alias Museum Gajah 

Kamis, 15 Agustus 2013

Akankah Damai Tercipta di Mesir?


Peristiwa berdarah kembali terjadi di Mesir. Sejak pelengseran terhadap Presiden Muhammad Mursi oleh aksi militer pada 3 Juli silam, Mesir memang belum juga memperlihatkan tanda-tanda kedamaian meski pemerintahan baru Mesir sudah dibentuk, tapi aksi-aksi unjuk rasa pro - Mursi yang dimotori Ikhwanul Muslimin, kelompok pendukung Presiden terguling Muhammad Mursi masih terus berlangsung hingga mengakibatkan bentrok antara pasukan keamanan Mesir dengan pendukung Mursi.

Tapi aksi kekerasan yang terjadi, Rabu (14/8) kemarin bisa dibilang merupakan peristiwa paling berdarah sepanjang krisis politik Mesir belakangan ini. Aksi kekerasan dimulai ketika polisi huru hara Mesir menyerbu dua tenda darurat yang penuh dengan pendukung Mursi dan membuldoser tempat tersebut, membuat publik terkenang pada kejadian berdarah di Lapangan Tiananmen, tahun 1989 silam yang dilakukan militer China terhadap demonstrasi mahasiswa pejuang pro-demokrasi di negeri berjuluk negeri tirai bambu yang saat itu masih sangat tertutup dari dunia luar.

Kejadian di Mesir hampir serupa. Walau mendapat serangan dari petugas keamanan namun para pengunjuk rasa, yang menilai pihak keamanan Mesir telah melanggar Hak Asasi Manusia terhadap para demonstran yang melaksanakan aksi demonstrasi damai, tetap menolak beranjak bahkan menghadang jalan buldozer hingga mengakibatkan ratusan orang tewas dan sebagian besar lainnya luka-luka.

Sebelumnya pemerintah Mesir melalui siaran televisi negara, Nile TV, telah menetapkan masa darurat pada Rabu dimulai pukul 16.00 waktu setempat. Masa darurat ini akan berlaku selama satu bulan.

Selain itu pemerintah Mesir juga memberlakukan jam malam di Kairo dan di 11 provinsi lainnya di antaranya, Giza, Alexandria, Sinai Utara, Sinai Selatan, dan Suez. Seperti masa darurat, jam malam ini pun ditetapkan akan berlaku selama satu bulan. Pemberlakuan jam malam ini dilakukan untuk mengatasi aksi kekerasan yang menyebar ke seluruh penjuru negeri setelah polisi membubarkan pengunjuk rasa pro-Mursi di Kairo. Jam malam ini dimulai dari pukul 19.00 sampai pukul 06.00 waktu setempat dan semua pelanggaran atas jam malam, berdasarkan pengumuman pemerintah, akan berujung pada hukuman penjara. Agaknya hal inilah yang memicu insiden berdarah pada Rabu kemarin itu.

Penetapan masa dan darurat dan jam malam ini agaknya mendapat tentangan pula dari Wakil Presiden Mesir, Mohammed ElBaradei. Ia memperkirakan keadaan ini akan membuat situasi di Mesir semakin memburuk. Rabu (14/8) kemarin, ElBaradei telah mengirimkan surat pengunduran dirinya kepada Presiden Interim Mesir, Adly Mansour.

ElBaradei adalah penerima nobel asal Mesir. Ia pernah diusulkan menjadi perdana menteri oleh Presiden sementara Mesir, Adly Mansour tapi mendapat tentangan keras dari kubu Islamis yang dimotori Ikhwanul Muslimin sebelum akhirnya ditetapkan sebagai Wakil Presiden Urusan Luar Negeri.

Saat masa pemerintahan Mursi, ElBaradei dikenal sebagai tokoh oposisi Mesir yang menentang pemerintahan Muhammad Mursi dan bahkan bersama sejumlah tokoh oposisi lainnya, ia kerap memotori aksi unjuk rasa menentang pemerintahan Mursi hingga akhirnya Mursi digulingkan dari kekuasaannya lewat aksi militer pada 3 Juli silam.

Dalam pernyataannya saat mengumumkan pengunduran dirinya, Rabu kemarin, ElBaradei mengungkapkan ia tak bisa menentang hati nuraninya melihat setiap tetes darah yang harus ditumpahkan atas keputusan yang sama sekali ditentangnya.

"Saya tidak bisa terus menanggung beban atas keputusan yang tidak saya setujui dan saya akui konsekuensinya. Saya tidak bisa bertanggung jawabn atas setiap tetes darah," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Dalam aksi berdarah Rabu kemarin ini, menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Mesir sekitar 235 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Namun Ikhawanul Muslimin yang menyebut serangan itu sebagai pembantaian, mengklaim angka korban tewas mencapai lebih dari dua ribu jiwa.

Di antara jumlah orang yang tewas terdapat pula wartawan-wartawan asing yang meliput insiden berdarah Rabu kemarin itu. Di antaranya yang tewas adalah juru kamera Sky News, Inggris, Mick Deane dan seorang wartawati dari Gulf News, Habiba Abdel Azas seperti yang dilaporkan oleh ketua editornya, Francix Matius pada CNN. Sementara seorang wartawan Reuters, Asman Waguih juga dikabarkan tertembak saat meliput bentrok ini.

Insiden Rabu berdarah ini juga menewaskan putri petinggi Ikhwanul Muslimin, Mohammed al-Beltagni yang baru berusia tujuh belas tahun bernama Asmaa al-Beltagni. Dilaporkan Asmaa tewas dalam bentrokan di lapangan Rabaa al-Adawiya oleh juru bicara Ikhwanul Muslimin, Gehad al-Haddad. Asmaa dikabarkan tertembak di dada dan punggungnya.

Perdana Menteri Mesir, Hazel el Beblawi dalam siaran di televisi menyampaikan penyesalannya atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden tersebut, ia berjanji keadaan darurat nasional akan segera dicabut. Meski begitu, ia tak bisa menyalahkan penyerbuan yang dilakukan pihak keamanan dan menyatakan hal itu harus dilakukan demi keamanan, walau ia juga mengakui bukanlah keputusan mudah untuk membubarkan pendukung Mursi dengan paksa.

Sementara itu banyak pihak mengecam insiden berdarah yang terjadi di Mesir, Rabu kemarin itu. Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon hingga pemerintah Amerika Serikat mengecam keras keputusan pemerintah Mesir menggunakan aksi kekerasan untuk membubarkan pengunjuk rasa pendukung Muhammad Mursi. Amerika Serikat lewat juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest menyatakan penyesalan atas insiden berdarah di Mesir itu. Menurut Earnest, kekerasan hanya akan makin mempersulit Mesir untuk mencapai stabilitas dan demokrasi. Ia juga mengingatkan bahwa aksi kekerasan oleh pihak keamanan Mesir itu bertentangan dengan janji pemerintah sementara Mesir dalam mengusahakan rekonsiliasi. Earnest juga mendesak pemerintah dan semua pihak di Mesir untuk menahan diri dari tindakan kekerasan dan menyelesaikan perbedaan pendapat ini dengan damai.

Di dalam negeri Mesir sendiri, saling lempar kesalahan masih terus terjadi. Naguib Sawiris, miliarder Mesir yang menyokong partai anti-Mursi, Free Egyptian Party, menyatakan partainya memiliki rekaman video yang memperlihatkan anggota Ikhwanul Muslimin menembaki penduduk sipil dan polisi dengan menggunakan senapan mesin.

"Jadi siapa pun yang ingin menyebutnya sebuah demonstrasi damai akan salah," tuding Sawiris.

Namun pernyataan Sawiris ini mendapat bantahan dari Ahmed Mustafa, Jurubicara Ikhwanul Muslimin yang mengatakan pada CNN London bahwa yang berusaha ditampilkan Sawiris itu adalah sebuah video orang bertopeng dengan senjata. Menurutnya kejadian yang terjadi justru sebaliknya, adalah para polisi yang melempar peledak ke dalam klinik darurat yang menangani para korban.

Salah satu saksi yang menolak disebutkan namanya melaporkan pada CNN bahwa para dokter di rumah sakit darurat dipaksa meninggalkan tempat dengan todongan senjata dari pasukan keamanan.

Sumber baru CNN di Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan, para pendukung Mursi menyerang tiga kantor polisi. Dari pihak keamananan Mesir, menurut laporan Menteri Dalam Negeri Mesir, Mohammed Ibrahim, 43 orang petugas keamanan Mesir tewas. Jumlah korban tewas dari pasukan keamanan Mesir tersebut terdiri dari 18 orang polisi termasuk dua orang jenderal dan dua kolonel, 15 polisi, 9 wajib militer, dan satu orang pegawai sipil polisi.

Entah siapa yang sebenarnya berkata jujur dan siapakah yang berdusta. Namun yang pasti, gejolak Mesir tidak akan selesai sebelum semua pihak mau berkepala dingin, berpikir rasional, tanpa menyertakan ego masing-masing akan kekuasaan, karena apa yang dipertaruhkan terlalu besar. Darah dari rakyat Mesir sendiri. Hal ini pula yang menjadi keprihatinan dan kekecewaan ElBaradei saat mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Wakil Presiden Mesir.

"Sayangnya, mereka yang mendapatkan keuntungan dari apa yang terjadi hari ini adalah mereka yang menyerukan kekerasan dan teror, kelompok ekstremis."

Sabtu, 27 Juli 2013

Caroline Kennedy, Calon Dubes Baru AS Untuk Jepang

Rabu (24/7) kemarin, Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama mengajukan nama Caroline Kennedy untuk nantinya disahkan oleh Senat AS sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Jepang menggantikan John Roos yang masa jabatannya akan segera berakhir. Rumor pencalonan Kennedy ini sendiri telah beredar selama beberapa bulan belakangan. Pencalonan Caroline Kennedy ini juga mencuatkan kembali nama Kennedy dalam dunia politik Amerika Serikat setelah sempat meredup usai meninggalnya Senator Edward "Ted" Kennedy, adik kandung mediang presiden John F. Kennedy (JFK).

Dinasti Kennedy telah lama dikenal akan peran mereka dalam politik Amerika Serikat. Salah satu dalam klan Kennedy, bahkan sempat menjadi presiden ke-35 Amerika Serikat, dan mungkin akan menjalani dua periode jabatan kepresidenan seandainya tidak tewas terbunuh. Seorang Kennedy lain, mantan Jaksa Agung, Robert "Bobby" F. Kennedy tengah mempersiapkan jalan menuju kursi kepresidenan menyusul jejak kakaknya, tapi sayang nasib tragis menimpanya. Seperti kakaknya, ia pun tewas terbunuh. 

Tragedi dan Kennedy memang seperti takdir yang membelit dinasti keluarga imigran asal Irlandia ini tapi satu hal lain yang juga tak pernah bisa dipisahkan dari keluarga sosialita Amerika ini yaitu politik. Kennedy dan politik melekat erat seperti juga rangkaian tragedi yang membelit di sekitar kisah keluarga besar ini.

Caroline Kennedy adalah putri dari Presiden John Fitzgerald Kennedy, sang presiden Amerika Serikat yang tewas terbunuh oleh seorang snipper di Dallas, Texas pada 22 November 1963. Pencalonan Caroline Kennedy ini sendiri disambut positif oleh Jepang.

Belakangan ini hubungan Tokyo dan Washington memang sedikit tegang karena Jepang yang selama ini merupakan salah satu sekutu yang kuat bagi Amerika Serikat di Asia, merasa tersinggung ketika AS memilih John Roos sebagai Duta Besar mereka untuk Jepang. Roos sebelumnya adalah manajer penggalangan dana kampanye bagi Obama pada 2008. Seperti kebiasaan umum presiden Amerika Serikat lainnya, Obama pun menempatkan orang-orang yang berperan besar dalam kampanye kepresidenan mereka, termasuk di dalamnya penyandang dana kampanye mereka, untuk mengisi posisi sebagai duta besar di negara-negara sekutu yang strategis bagi Amerika Serikat. Tapi pemilihan John Roos sebagai duta besar AS untuk Jepang, rupanya tidak menyenangkan pihak Tokyo yang merasa Washington tak lagi memandang "penting" Jepang. 

"Kemarahan" Jepang ini beralasan karena sebelumnya Amerika Serikat selalu menempatkan tokoh-tokoh penting yang mengisi posisi Dubes AS di Jepang. Tokoh-tokoh penting itu antara lain, mantan Wakil Presiden Walter Mondale (1993-1996), mantan Ketua DPR AS Tom Foley (1997-2001), dan Ketua Mayoritas Senat AS Howard Baker (2001-2005). 

Namun pencalonan Caroline Kennedy yang walaupun tidak memiliki pengalaman diplomasi ini justru disambut positif oleh Tokyo yang kini merasa Washington memandang betapa "pentingnya" Jepang sebagai sekutu kuat Amerika Serikat. 

John F. Kennedy, mendiang ayah Caroline Kenndey merupakan figur terkenal dan dikagumi oleh masyarakat Jepang tapi selain itu, Jepang juga menganggap Caroline Kennedy merupakan orang kepercayaan Presiden Barack Obama sehingga diharapkan nantinya Caroline Kennedy dapat menyampaikan pesan secara langsung dari pihak pemerintah Jepang kepada Presiden Obama. Hal yang bisa dipahami mengingat peran Caroline Kennedy dalam membantu jalan Obama menuju Gedung Putih. 

Caroline Kennedy yang merupakan penulis buku dan pengacara di Amerika Serikat ini diketahui memiliki peran dalam memuluskan langkah Obama menuju kursi kepresidenannya. Dukungannya terhadap Obama bahkan sudah diberikan sejak saat Obama bertarung dengan Hillary Clinton tahun 2008 untuk menjadi calon presiden dari Partai Demokrat. Kennedy pula yang telah membantu membujuk pemilih wanita untuk mendukung Obama. 

Karena itu pula, Tokyo sangat menyambut baik keputusan dari Washington ini dan bahkan berharap putri dari pasangan mendiang Presiden John F. Kennedy dan Jacqueline "Jackie" Lee Bouvier Kennedy ini bisa segera mengisi pos-nya sebagai Duta Besar Amerika Serikat di Tokyo dan berperan aktif dalam berbagai bidang. 

Dalam pernyataannya, Kementrian Luar Negeri Jepang menegaskan bahwa pemerintah Jepang akan bekerja sama dengan Caroline Kennedy dan melakukan segala upaya untuk lebih meningkatkan aliansi Jepang-AS. 

Meski Caroline Kennedy belum resmi dilantik tapi sudah bisa dipastikan, ia akan terpilih untuk mengisi posisi sebagai Duta Besar AS untuk Jepang mengingat mayoritas di Senat AS saat ini diisi oleh Partai Demokrat yang sangat menghormati Dinasti Kennedy.

Caroline Kennedy merupakan satu-satunya dari keturunan dan bagian mantan Presiden John F. Kennedy yang masih hidup setelah adik semata wayangnya, John F. Kennedy, Jr., yang juga dikenal dengan panggilan John-John, tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat terbang pada 16 Juli 1999. Lima tahun sebelumnya, ibunya, Jacqueline "Jackie" Kennedy Onassis meninggal dunia pada 19 Mei 1994 akibat kanker getah bening ganas yang baru diketahui diidapnya pada Januari tahun itu. 

Selain berprofesi sebagai penulis dan pengacara, Caroline Kennedy juga diketahui menjabat sebagai presiden Kennedy Presidential Library (Perpustakaan Kepresidenan Kennedy). Ia juga bekerja di institut Politik Harvard dan bertentangan dengan gaya hidup hedonis yang terkenal di kalangan klan Kennedy, Caroline ternyata diam-diam menjadi sukarelawan di sistem pendidikan di New York dan ia tinggal relatif terpencil dibandingkan anggota klan Kennedy lainnya.

Selasa, 23 Juli 2013

Calon Raja Baru Inggris Lahir

Setelah lama dinanti-nanti, akhirnya bayi dari pasangan kerajaan Inggris, Pangeran William dan Catherine Middleton kemarin lahir pada pukul 16:24 waktu setempat di R.S. Saint Mary, London. Pengumuman kelahiran "bayi kerajaan" ini telah dipasang di depan Istana Buckhingham. Walau jaman sudah modern tapi agaknya Kerajaan Inggris masih tetap mempertahankan cara tradisional dengan mengumumkan berita kelahiran bayi kerajaan di depan Istana Buckingham.

Laporan kelahiran putra pertama pasangan Duke dan Duchess of Cambridge, gelar kebangsawanan Pangeran William dan Kate Middleton yang menikah di Westminster Abbey tahun 2011 silam ini, ditandatangani oleh Marcus Setchell, ginekolog kerajaan yang memimpin tim kebidanan. Dengan diantar staff kerajaan rumah sakit St. Mary dan dikawal polisi mengantarkan surat laporan kelahiran pewaris ketiga tahta kerajaan ini ke istana. 

Berita kehamilan Kate Middleton secara resmi diumumkan pihak kerajaan pada awal Desember 2012 silam. Meski tidak pernah ada pengumuman resmi kapan bayi kerajaan ini akan lahir, tapi telah berhembus kabar bahwa Kate akan melahirkan bayinya pada pertengahan Juli ini. Sejak awal bulan Juli media bahkan sudah bersiap siaga menanti di depan rumah sakit St. Mary. Seperti yang sudah diketahui publik, Kate memutuskan akan melahirkan bayinya di bangsal Lindo rumah sakit St. Mary ini. Di rumah sakit ini pula, Putri Diana melahirkan William dan Harry. Dan media menanti di depan pintu yang sama seperti ketika William pertama kali diperkenalkan pada dunia tahun 1982 ketika ia dibawa keluar dari rumah sakit itu oleh orang tuanya, Pangeran Charles dan Putri Diana.

Rumah sakit St. Mary sendiri sudah mempersiapkan kedatangan calon pewaris tahta kerajaan Inggris ini. Sejak tanggal 1 Juli, lapangan parkir di bagian depan rumah sakit bahkan sudah dikosongkan, untuk berjaga-jaga bilamana keluarga kerajaan dan keluarga Middleton datang ke sana saat bayi itu lahir.

Ratu Elizabeth, dan suaminya juga Pangeran Charles dan istrinya serta Pangeran Harry mengaku gembira atas kelahiran bayi ini. Pangeran Charles, ayah dari Pangeran William bahkan mengaku bangga dan senang menjadi kakek. 
Ucapan selamat juga berdatangan dari berbagai pihak. Presiden Barrack Obama bahkan juga sudah mengucapkan selamat atas kelahiran putra pertama Pangeran William dan Kate ini. Perdana Menteri Inggris, David Cameron dan pemimpin kubu oposisi, Ed Miliband juga sudah berkicau di twitter mengucapkan selamat atas kelahiran bayi kerajaan ini.

Kelahiran pangeran baru ini juga mengamankan monarki Inggris. Meski Inggris telah merevisi aturan mengenai pewaris tahta dan tak lagi mempermasalahkan jenis kelamin bayi kerajaan yang akan lahir ini, namun beberapa negara persemakmuran dari Inggris Raya sempat mengancam akan memisahkan diri bila pewaris takhta yang akan lahir itu seoran perempuan. Ternyata beberapa negara persemakmuran masih lebih suka bila seorang raja yang memerintah. 

Sebelumnya telah dikabarkan untuk menyambut bayi kerajaan ini, sebuah perusahaan pembuatan koin perak bagi bayi-bayi yang baru lahir seperti tradisi di Inggris telah menyiapkan 2013 koin perak yang akan diberikan secara gratis pada bayi-bayi yang akan lahir di hari yang sama dengan pewaris takhta urutan ketiga itu.

Perhatian publik sekarang mungkin menanti nama yang akan diberikan pada pangeran baru ini. Sebelum kelahirannya, rumah taruhan di Inggris, William Hill, sempat melakukan semacam permainan memberikan nama bagi bayi William dan Kate. Karena saat itu jenis kelamin sang bayi belum diketahui, maka publik memberikan nama bagi laki-laki dan perempuan. Di antara nama-nama yang dipilih, nama George menjadi salah satu nama teravorit yang diberikan bila bayi itu laki-laki. Sementara di deretan nama perempuan, salah satu nama yang menjadi favorit adalah Diana, yang juga merupakan nama dari almarhumah Putri Diana, nenek dari si bayi.

Bayi ini akan berada di garis ketiga takhta kerajaan Inggris di belakang kakek dan ayahnya, Pangeran Charles dan Pangeran William.

Mesir Masih Bergolak

Setelah beberapa pekan bentrokan pasca tergulingnya presiden Mesir, Muhammad Mursi oleh aksi militer pada 3 Juli silam, kini Mesir tengah mencoba menata kembali stabilitas politiknya. Selasa pekan lalu, 16 Juli 2013, perdana menteri sementara Mesir, Hazem el-Beblawy telah membentuk kabinet baru. Namun dalam kabinet baru ini, untuk pertama kalinya Ikhwanul Muslimin tak menempatkan wakilnya karena Ikhwanul Muslimin, kelompok pendukung presiden tersingkir, Muhammad Mursi tak bersedia berkompromi dengan pemerintahan baru yang didukung militer. Ikhwanul Muslimin menolak tawaran rekonsiliasi pemerintah sementara Mesir. Mereka juga menolak untuk ikut menyusun kembali rancangan konstitusi. Adapun dalam kabinet baru ini ada tiga orang wanita yang terpilih menjadi menteri. Ini adalah jumlah menteri wanita terbanyak dalam sejarah kabinet Mesir. 

Seiring dengan itu, presiden sementara Mesir, Adli Mansour telah pula mengeluarkan dekrit pada hari Sabtu (20/7) kemarin dan membentuk sebuah komite yang terdiri atas 10 orang pakar hukum tata negara, anggota mahkamah konstitusi, dan praktisi hukum untuk membahas konstitusi mengenai aturan pemilihan umum parlemen dan presiden. Komite ini diberi waktu 3 hari untuk menyelesaikan proses amandemen konstitusi.

Konstitusi sebelumnya yang dibentuk Mursi pada Desember 2012 pasca jatuhnya rezim Mubarak, dinilai kontroversial dan memicu polemik sepanjang masa pemerintahan Mursi karena konstitusi 2012 ini didominasi kubu Islamis dan memberi Mursi kekuasaan tak terbatas sehingga mendapat tentangan dari kelompok sekular - liberal yang menganggap konstitusi tersebut gagal melindungi kebebasan berekspresi dan agama.

Seperti halnya pembentukan kabinet baru, terhadap komite untuk membentuk konstitusi baru ini pun mendapat tentangan dari kelompok Ikhwanul Muslimin yang sangat mendominasi dalam setiap lini pemerintahan Mursi.

Meski peta politik Mesir pemerintahan transisi Mesir sudah mulai tertata tapi stabilitas politik Mesir masih terus bergejolak. Bentrokan-bentrokan masih terus terjadi walau tak semasif pekan-pekan pertama tergulingnya Mursi.

Massa pendukung Mursi menjanjikan aksi unjuk rasa yang akan terus mereka lakukan sampai kedudukan Mursi sebagai presiden dikembalikan. 

Hari Jum'at (19/7) kemarin, Kementrian Luar Negeri Mesir mencabut paspor diplomatik Mursi. Dalam pernyataannya, Kemenlu menerangkan pencabutan paspor diplomatik Mursi ini dilakukan atas permintaan resmi dari kantor presiden dan dianggap telah sesuai dengan aturan terkait kepemilikan paspor di Mesir.

"Muhammad Mursi tak bisa lagi memiliki paspor diplomatik karena dia sudah kehilangan jabatan presiden," demikian keterangan Kementrian Luar Negeri Mesir.

Selain mencabut paspor diplomatik Mursi, Kemenlu Mesir juga telah mencabut seluruh paspor diplomatik milik keluarga dan para pembantu Mursi.

Pengumuman mengenai pencabutan paspor diplomatik Mursi ini disampaikan bersamaan dengan rencana unjuk rasa besar-besaran yang dilakukan Ikhwanul Muslimin dan pendukungnya untuk menentang penggulingan Mursi dan menuntut pengembalian Mursi ke posisinya sebagai presiden.

Menghadapi unjuk rasa yang terus digelar massa pro Mursi, Presiden sementara Mesir, Adli Mansour dalam pidato politiknya pada Kamis (18/7) menyatakan tekadnya untuk menyatukan dan memulihkan stabilitas keamanan yang telah menjadi programnya sejak ia dilantik pada 4 Juli silam.

"Kami akan bertemur sampai akhir untuk keamanan," tegas Mansour.

Meski begitu, aksi demonstrasi dan bentrokan masih terus terjadi di beberapa tempat di Mesir. Massa pro Mursi yang selama lebih dari dua pekan menduduki Lapangan Raba'a Al Adawiya di sebelah Utara Kairo, mengajak setiap orang Mesir secara bebas termasuk para perempuan untuk keluar menghadapi "kudeta militer berdarah". Massa pro Mursi mengklaim akan terus menggelar unjuk rasa sampai Mursi dikembalikan ke posisinya sebagai presiden.

Sementara massa penentang Mursi berkumpul di Lapangan Tahrir, Kairo. Mereka juga berencana melakukan aksi untuk mendukung langkah militer menggulingkan pemerintahan Ikhwanul Muslimin. Kubu anti Mursi ini menyebut aksi demonstrasi mereka sebagai aksi "rakyat melawan terorisme."

Bentrokan kedua kubu ini terjadi di beberapa tempat hingga Sabtu malam yang menyebabkan beberapa orang tewas dan terluka. 

Tiga orang perempuan tewas pada Jum'at (19/7) dan beberapa orang lainnya terluka ketika pendukung Mursi diserang di Delta Nil di kota Mansura.

Di Mahalla Besar sebelah Utara Kairon bentrokan kedua kubu terjadi pada Sabtu (20/7) malam usai shalat Tarawih dan menyebabkan 4 orang terluka. 

Pada Sabtu malam itu juga dikabarkan sebuah bom meledak di dekat kantor polisi Abu Soweir, sekitar 100 km timur Kairo. Dalam insiden ini tidak ada korban jiwa tapi 4 mobil yang diparkir dekat kantor polisi rusak.

Sementara di Semenanjung Sinai, dikabarkan dua orang prajurit dan seorang polisi tewas akibat serangan kelompok radikal bersenjata ke sebuah kamp militer dekat kota Rafah pada Minggu dini hari. 

Perdana Menteri sementara, Hazem el-Beblawi dalam wawancara pertamanya di televisi pada Sabtu (20/7) sebenarnya telah menyerukan rekonsiliasi terhadap semua pihak dan berharap setiap orang dapat terlibat dalam dialog nasional. 

"Kami tidak dapat membuat sebuah konstitusi jika negara terpecah. Kita harus kembali dalam harmoni," demikian ajakan rekonsiliasi Beblawi pada semua warga Mesir. Harapan yang sebenarnya sangat luhur tapi agaknya sulit terwujud, terlebih bila masing-masing pihak masih lebih suka berpegang pada posisinya. Ikhwanul Muslimin yang merupakan pendukung utama Mursi telah menegaskan tidak akan berdialog sebelum Mursi dikembalikan ke posisinya sebagai presiden. Tapi seperti yang telah diketahui seluruh dunia, hal itu tidak akan terjadi. Kalaupun misalnya Mursi dikembalikan menjadi presiden, pastinya massa anti Mursi tidak akan tinggal diam. Jadi rasanya harmoni yang diharapkan akan tercipta kembali di Mesir masih hanya sebatas harapan.

Selasa, 16 Juli 2013

Menanti Damai di Mesir

Setelah beberapa waktu Mesir terlihat sedikit "tenang", Mesir kembali bergejolak Senin malam waktu setempat atau Selasa dini hari waktu Indonesia. Seusai shalat Tarawih dikabarkan terjadi bentrokan lagi antara polisi dengan demonstran pendukung presiden terguling Mesir, Muhamad Mursi. Tembakan gas air mata dilepaskan polisi untuk membubarkan massa demonstran, pendukung Mursi di Ramses Street, salah satu jalan utama di Kairo. 

Kabarnya sejak siang para demonstran, loyalis Mursi telah memblok Ramses Street dan Jembatan 6 Oktober yang merupakan penghubung dua sisi Sungai Nil. Aksi penutupan jalan ini membuat jengkel warga yang tak bisa melintasinya hingga akhirnya polisi melepaskan gas air mata untuk membubarkan demonstran.

Setelah digulingkannya Mursi dari kursi kepresidenan oleh militer Mesir, kondisi di Mesir memang selalu bergejolak. Sekitar 53 pendukung Mursi bahkan sampai tewas ditembaki militer saat ibadah shalat subuh. Wartawan BBC di Kairo mengatakan, Ikhwanul Muslim mungkin telah menyingkirkan banyak pihak saat berkuasa membuat banyak pihak tak menyukai kelompok ini tapi aksi yang dilakukan militer untuk menyingkirkan seorang presiden yang telah dipilih secara demokratis juga tak disukai. 

Amerika Serikat yang walau sebelumnya dikabarkan tetap berkeras mengirimkan pesawat tempur ke Mesir pun dalam pernyataan politiknya akhirnya mengungkapkan ketidaksetujuannya atas penggulingan Mursi oleh militer dan menilai penggulingan Mursi ini dilatari oleh alasan politik. 

Meski tindakan militer Mesir mendapat banyak kecaman tapi Kerajaan Jordania malah menyambut tergulingnya Mursi dari tampuk kepresidenan. Jordania dikabarkan merasa lega dengan tersingkirnya Mursi dan Ikhwanul Muslimin, kelompok asal Mursi. Bahkan Raja Abdullah II dari Jordania dengan cepat memberi ucapan selamat pada Adli Mansour, Presiden Interim Mesir setelah namanya disebutkan oleh Jenderal Abdul Fattah al-Sisi, menteri pertahanan yang juga mengepalai aksi penggulingan Muhamad Mursi.

Kelegaan Jordania dengan ambruknya rezim Mursi ini dinilai karena kecemasan terhadap kelompok oposisi di negeri tersebut yang dimotori Ikhwanul Muslimin kerap menuntut reformasi pemerintahan. Menurut Oraib Rintawi, Direktur Lembaga Studi Politik Al-Quds di Amman, Jordania menilai bahwa seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, rupanya Jordania juga sangat bermasalah dengan Ikhwanul Muslimin.

Sejarah Ikhwanul Muslimin di Jordania berawal pada 1946 dengan mengakui Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi amal. Pada 1992 Ikhwanul membentuk organisasi sayap politik, Front Aksi Islam (IAF). Namun IAF tak memiliki wakil di parlemen Jordania karena Ikhwanul Muslimin memboikot pemilu pada Januari lalu.

Kelompok oposisi Islam di Jordania menggelar aksi unjuk rasa setiap pekan sejak 2011 menuntut reformasi politik dan pemberantasan korupsi yang lebih serius.

Sejak revolusi Mesir dengan penggulingan rezim Husni Mubarak dan menyebarkan era demokrasi yang dikenal dengan revolusi "Arab Spring" dengan memberi kemenangan bagi partai-partai politik Islam moderat dalam perebutan kursi parlemen di Mesir hingga Maroko. Tapi kejatuhan rezim Mursi yang hanya seumur jagung ini bersama Ikhwanul Muslimin agaknya membuat partai-partai oposisi Islam jadi goyah. Rakyatpun jadi tak lagi merasa yakin. 

Secercah Harapan Damai
Sementara itu masyarakat Mesir sendiri sangat mengharapkan perdamaian kembali tercipta di negeri mereka. Jum'at pekan lalu, kelompok Kristen dan Muslim Mesir bersatu dengan mengadakan buka puasa bersama pada Jum'at pertama di bulan Ramadhan.

Buka puasa bersama ini digelar di Lapangan Tahrir. Harapan perdamaian yang akan segera tercipta disuarakan oleh Muhammad Abdullah Nasser, ulama yang memberi kotbah dalam ibadah Shalat Jum'at hari itu dengan menyatakan bahwa acara buka puasa bersama hari Jum'at itu ditujukan untuk membawa persatuan kembali bagi rakyat Mesir yang beberapa hari belakangan terpecah belah. Selain itu, acara ini pun diselenggarakan untuk mereka yang tewas karena menuntut keadilan. "Untuk para martir dan demi persatuan nasional," Nasser menegaskan.

Sebagian makanan untuk acara buka puasa bersama itu disediakan pengelola Gereja Qasa El-Dobara yang berada tak jauh dari Lapangan Tahrir. Gereja ini juga pernah menjadi tempat merawat pengunjuk rasa yang terluka saat revolusi penggulingan Husni Mubarak.

Ah, seandainya saja semua pihak mau mengutamakan bahasa cinta dibanding kekerasan. Semoga pula kedamaian bisa segera tercipta seperti yang diharapkan warga Mesir sendiri.

Selasa, 09 Juli 2013

Mesir di Antara Revolusi, Militer, Dan Ikhwanul Muslimin

Mesir merupakan salah satu negara dengan sejarah peradaban tertua di dunia, tapi sayangnya belakangan ini berita mengenai Mesir jauh dari segala kesan beradab.

Sejak tergulingnya Presiden Husni Mubarak tahun 2011 lalu, Mesir senantiasa bergejolak. Runtuhnya rezim Mubarak yang dianggap korup dan terpilihnya Muhammad Mursi sebagai Presiden menggantikan Mubarak, ternyata tak mampu meredam gejolak tapi justru makin membuat Mesir membara.

Revolusi dan militer agaknya merupakan dua kalimat ajaib yang senantiasa mengiringi perjalanan sejarah Mesir modern. Dan di antaranya ada Ikhwanul Muslimin yang juga memiliki peran besar dalam sejarah modern Mesir.

Dimulai pada musim semi 1919 Mesir atas prakarsa Saad Zaghlul, pemimpin gerakan nasionalis yang dikucilkan Inggris di Malta melakukan revolusi pertama yang berhasil mengusir Inggris dan memproklamirkan kemedekaannya pada 22 Januari 1922. Namun Inggris rupanya masih tetap memegang kendali dan menjadikan Mesir sebagai negara boneka. Mesir saat itu masih berupa monarki dengan Raja Farouk sebagai penguasanya.

Raja Farouk yang sewenang-wenang tanpa memikirkan kehidupan rakyatnya dengan gaya hidup mewahnya dan kesukaannya berbelanja ke Eropa makin dibenci rakyat Mesir saat seluruh kota Alexandria, ibukota lama Mesir, mengalami pemadaman lampu usai terjadinya pengeboman oleh tentara Italia pada masa Perang Dunia Kedua, seluruh ruangan di istana Raja Farouk justru terang benderang.

Rakyat Mesir kembali melakukan revolusi pada 1952. Rakyat turun ke jalan-jalan di Kairo dan sejumlah kota lain, kejadian yang dikenal dengan sebutan Black Saturday ini akhirnya berhasil menggulingkan Raja Farouk dari tampuk kekuasaannya lewat aksi kudeta militer pada 23 Juli 1952. Kudeta militer ini diprakarsai oleh sejumlah perwira muda Angkatan Darat dan dipimpin Letkol Gamal Abdul Nasser yang kelak menjadi Presiden Mesir yang paling terkenal. Di bawah kepemimpinan Nasser, Inggris dan Perancis yang menguasai Terusan Suez sampai berang tatkala Nasser menasionalisasi Terusan yang menghubungkan jalur perdagangan antara Asia dan Eropa dan membawa keuntungan besar bagi Mesir itu. Ia juga melakukan megaproyek Bendungan Aswan yang terkenal itu dengan bantuan Soviet.

Militer di masa pemerintahan Gamal Abdul Nasser sangat kuat sehingga menimbulkan kekecewaan di kubu Ikhwanul Muslimin yang sebenarnya bersama-sama militer menumbangkan rezim monarki dan membentuk Mesir menjadi negara republik.

Ikhwanul Muslimin (IM) yang sakit hati atas pengkhianatan militer ini melakukan upaya pembunuhan terhadap Presiden Gamal Abdul Nasser pada 1954 tapi upaya itu gagal yang mengakibatkan posisi militer makin kuat. Salah seorang tokoh IM, Sayid Qutub mati digantung, tindakan represi terhadap IM ini membuat pendukung IM melarikan diri dari Mesir dan tersebar ke berbagai negara teluk.

Kematian Nasser akibat penyakit jantung pada 28 September 1970 mengantarkan Anwar Sadat, yang masih merupakan tokoh militer, menjadi presiden menggantikan Nasser. Di periode ini, Ikhwanul Muslimin kembali berbaikan dengan militer. Untuk mengokohkan posisinya, Sadat meminta bantuan IM memukul loyalis Nasser. Tapi kebersamaan militer dan Ikhwanul Muslimin tak berlangsung lama.

Pada masa pemerintahan Sadat sempat terjadi gejolak demonstrasi akibat dinaikkannya harga roti, makanan pokok rakyat Mesir sehingga memicu terjadinya peristiwa yang dikenal dengan nama Intifada Roti 1977. Untuk mengendalilkan keadaan, militer pun kembali turun tangan.

Keretakan antara militer dengan Ikhwanul Muslimin terjadi setelah Sadat melakukan kunjungan ke Yerusalem pada 1977 dan menandatangi perjanjian damai dengan Israel pada 1979 di Camp David. Tindakan ini dianggap sebagai pengkhianatan oleh Ikhwanul Muslimin. Untuk membalas dendam atas pengkhianatan Sadat ini, pada 1981 seorang aktivis Islam menyusup ke tubuh militer dan membunuh Sadat.

Usai kematian Sadat, tokoh militer lain masih tetap menjadi pilihan sebagai penguasa Mesir dan Husni Mubarak yang terpilih. Sepanjang masa pemerintahan Mubarak sejak 1981-2011 hubungan militer dan Ikhwanul Muslimin tetap bagai api dalam sekam.

Kepemerintahan Mubarak yang dinilai korup membuat demonstrasi kembali terjadi. Ada dua kali dalam masa pemerintahan Mubarak ini, militer melakukan intervensi atas permintaan Mubarak. Yang pertama pada 1986 saat terjadi pemberontakan terhadap Mubarak dan yang kedua adalah pada 25 Januari 2011 saat terjadi demonstrasi besar-besaran. Kewalahan menghadapi demonstrasi massa besar-besaran ini, Mubarak meminta bantuan militer tapi rupanya militer tak sepenuhnya berniat memenuhi permintaan Mubarak karena justru pada akhirnya militer justru membantu para demonstran dengan menumbangkan rezim Mubarak.

Tumbangnya Mubarak dan terpilihnya Muhammad Mursi dari Ikhwanul Muslimin membawa faksi Islam terbesar di Mesir ini akhirnya memegang peranan. Tapi masa pemerintahan Mursi, gejolak demonstrasi tak kunjung padam walaupun Mursi mendapatkan 51, 7% suara yang menjadikan Mursi sebagai Presiden sipil Mesir yang pertama lewat sistem pemilihan yang demokratis. Tapi ternyata pihak oposisi menganggap ada kecurangan. Selain itu oposisi juga tak suka dengan tindakan Mursi yang dianggap terlalu mengistimewakan Ikhwanul Muslimin yang menguasai seluruh segi legislatif hingga menimbulkan ketidakpuasan di pihak oposisi.

Kepemimpinan Mursi makin panas saat ia mengeluarkan dekrit yang memberikan kekuasaan terpusat pada dirinya sendiri pada 22 November 2012 sehingga menimbulkan anggapan Mursi berniat menjadi diktator baru. Akibatnya demonstrasi besar kembali terjadi. Mursi akhirnya mencabut dekrit itu pada 8 Desember 2012 tapi itu pun rupanya bara yang sudah terlanjur ini tak mudah dipadamkan.

Pada ulangtahun pertama pasca revolusi tumbangnya rezim Mubarak, demo besar-besaran terjadi dan kali ini agendanya adalah menggulingkan Muhammad Mursi. Sebuah ironi. Mursi harus tumbang persis seperti yang terjadi pada pendahulunya, Husni Mubarak dalam sebuah aksi kudeta militer.

Kini Mesir usai tumbangnya Mursi pun masih tetap membara. Bentrokan terus terjadi. Ketegangan bahkan makin meningkat sejak Sabtu kemarin usai dikabarkan Mohammed ElBaradei sebagai Perdana Menteri. Keputusan yang langsung ditentang kelompok sayap kanan Mesir karena menganggap ElBaradei terlalu liberal.

ElBaradei adalah peraih nobel perdamaian dan pernah menjabat sebagai ketua Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Meski mendapat sorotan di dunia internasional, ElBaradei justru bukan tokoh populis di negerinya sendiri. ElBaradei sendiri ikut serta memimpin oposisi melawan diktator Husni Mubarak.

Kondisi Mesir yang tak kunjung kondusif dikhawatirkan akan menciptakan perang saudara di negeri piramida ini. Sejauh ini kekerasan di Mesir telah menewaskan 36 orang dan 1000 orang dikabarkan terluka.

Bahkan pagi tadi waktu Mesir dikabarkan seorang pemuda tewas setelah dilempar dari menara setinggi 20 kaki oleh kelompok pendukung Mursi. Kesalahannya: ia bersama dua temannya merayakan tersingkirnya Mursi dari kursi kepresidenan. Pemuda berusia 19 tahun bernama Hamada Badr bersama dua temannya ini dikejar kelompok pendukung Mursi hingga terpojok ke menara tersebut. Setelah ketiganya dilempar ke bawah, mereka masih pula dipukuli ketika mereka sudah rebah terbaring di lantai. Badr tewas sementara dua temannya luka-luka.

Selain masalah kekerasan, pelecehan seksual saat aksi demonstrasi pun menjadi catatan buram dalam sejarah Mesir yang masih terus berjuang menegakkan demokrasi sejatinya. Walau menentang intervensi militer yang telah mencederai proses demokrasi tapi opini dunia rupanya tak sepenuhnya menentang bulat-bulat aksi kudeta militer tersebut. Entah kapan Mesir akan berhenti bergolak? Rakyat Mesir sepertinya hanya bisa berharap pada kebesaran jiwa para tokoh nasionalnya baik di kubu militer, oposisi, maupun faksi dari partai-partai Islam pendukung Mursi untuk berbesar jiwa meredam nafsu pribadi mereka akan kekuasaan demi keselamatan rakyat mereka sendiri dan masa depan negeri mereka. Karena politik pada dasarnya adalah seni berkompromi. Kompromi dalam memutuskan antara mengumbar atau menekan nafsu angkara atas kekuasaan dan kedua-duanya memiliki andil besar terhadap kelompok terbesar yang bernama rakyat.

Selasa, 07 Mei 2013

Kejahatan Kemanusiaan, Sebuah Repetisi


Benjamin Franklin, Presiden Amerika Serikat tewas ditembak pada 17 April 1790 di Philadelphia dalam usia 84 tahun. Ia dibunuh karena upayanya menghapuskan sistem perbudakan yang merupakan hal yang umum di abad ke-18. Berpuluh-puluh manusia dari daratan Afrika dibawa dengan kapal laut untuk dijadikan budak di Amerika dan Eropa. Namun bagi Franklin hal ini merupakan kejahatan kemanusiaan.

Pada 1789 ia menulis dan mempublikasikan beberapa essai yang menentang praktek perbudakan ini. Franklin bukan hanya memperjuangkan pembebasan perbudakan ini tapi ia juga mengupayakan agar budak-budak dari Afrika ini mendapatkan kembali hakikat mereka sebagai manusia dan memperjuangkan hak mereka untuk menjadi warga negara yang artinya mereka memiliki identitas yang semestinya sebagai manusia.

Usaha Franklin untuk melepaskan belenggu perbudakan melewati jalan panjang berliku. Pada 3 Februari 1790 petisi pembebasan perbudakan ditandatangani. Tapi petisi itu baru bisa dibawa ke senat pada 15 Februari 1790. Tindakan Franklin untuk memuliakan derajat kemanusiaan ini tentu saja mendapat tentangan dari banyak pihak. Hingga akhirnya keberanian Franklin berakhir di ujung bedil. Ia tewas tapi semangat dan nilai-nilai luhurnya terhadap kemanusiaan itu tetap menyala.

Seabad kemudian muncullah tokoh yang memiliki kemurnian pikiran dan jiwa seperti Franklin yang akhirnya bisa mewujudkan harapan Franklin. Ia adalah Abraham Lincoln. Terlahir dari keluarga miskin tapi Lincon bisa mendapat pendidikan yang baik hingga ia menjadi seorang ahli hukum dan pemimpin partai. Bukan itu saja pencapaiannya. Pada 1830 ia menjadi legislator negara bagian Illinois dan menjadi anggota Majelis Rendah atau House of Representatives selama tahun 1840an. Puncak karirnya adalah saat ia menjadi memenangkan nominasi sebagai Presiden dari Partai Repblik pada 1860. Namun karena ia sangat menentang perbudakan, isu yang amat sensitif dan ditentang masyarakat dari daerah Selatan yang pengusaha-pengusaha kapas di sana banyak mendapatkan keuntungan dengan sistem perbudakan dan merasa dirugikan bila perbudakan dihapuskan tak rela memberi dukungan pada Lincoln. Meski begitu Lincoln mendapat dukungan penuh dari daerah Utara.

Perjuangan Lincoln memperjuangkan kesetaraan bagi tiap manusia termaktub dalam Proklamasi Emansipasi - Emansipation Proclamation pada 1863 dan tak hanya sampai di situ, ia bahkan mendorong konstitusi Amerika Serikat untuk mengesahkan Amandemen ketiga belas yang akhirnya berhasil membebaskan perbudakan di seluruh Amerika Serikat pada Desember 1865. Tindakan Lincoln menghapuskan perbudakan ini berujung pada meletusnya Perang Sipil pada 12 April 1861. Perang saudara ini berlangsung selama empat tahun, tiga minggu dan enam hari. Pada 9 Mei 1865 tercapai deklarasi perdamaian antara kubu Utara (Union) yang merupakan kubu Lincoln dengan Selatan (Konfederasi) dengan kemenangan besar terjadi di pihak Utara atau pasukan Union. Dengan kemenangan kubu Lincoln maka upaya Lincoln memperjuangkan kesetaraan demi pemuliaan harkat dan martabat manusia sendiri pun berhasil. Perbudakan dihapuskan tapi pejuangan Lincoln demi nilai-nilai luhur kemanusiaan ini berakibat pada kematiannya. Abraham Lincoln tewas dibunuh John Wilkes Booth, seorang mantan aktor yang menjadi pendukung dan partisan kubu Konfederasi pada 14 April 1865.

Dua tokoh besar telah rela mengorbankan nyawanya demi kemuliaan nilai-nilai kemanusiaan tapi ironisnya masih ada saja ada pribadi yang lebih suka menghinakan harkat dan martabatnya sebagai manusia dengan merendahkan harkat dan manusia lainnya.

Sudah ratusan tahun berselang sejak perjuangan Franklin dan Lincoln tapi ternyata praktek perbudakan itu tak sepenuhnya terhapus. Jum'at kemarin hanya berselang dua hari dari peringatan Hari Buruh sedunia, muncul berita di Tangerang, Banten terjadi praktek perbudakan dan penganiayaan terhadap 34 orang buruh di pabrik pembuatan panci dan kuali aluminium.

Sebelum bekerja, mereka dijanjikan upah besar sesuai dengan aturan Upah Minimum Kota Tangerang sebesar 2,2 juta rupiah, tapi saat di sana dikatakan bahwa mereka hanya akan dibayar sebesar tujuh ratus ribu rupiah per bulan. Namun pada kenyataannya upah sebesar tujuh ratus ribu rupiah itu pun tak dibayarkan selama tujuh bulan. Bukan hanya tak digaji, bahkan para buruh tersebut kerap mengalami penyiksaan bila mereka melakukan kesalahan. 

Pabrik tersebut sudah beroperasi sejak tahun 2000 dan menurut kesaksian para buruh di sana, ada keterlibatan dari oknum aparatur negara seperti kepala desa atau lurah di sana, Brimob dan TNI. Dalam keterangan yang dihimpun oleh Komnas HAM dari tetangga sekitar pabrik juga menyatakan bahwa kerap terlihat keberataan oknum aparat keamanan negara. Namun hal ini dibantah keras oleh pihak kepolisian yang menyatakan tak ada fakta keterlibatan anggotanya dalam kasus perbudakan di Tangerang ini. Polisi saat ini masih mendalami keterlibatan lurah atau kepala desa dalam kasus ini. 

Berita perbudakan ini bukan hanya mengejutkan tapi juga merupakan tamparan bagi pemerintah republik ini. Betapa kemiskinan kerap kali dimanfaatkan segelintir pihak untuk menista nilai kemanusiaan dan memperlakukan manusia lain secara tak layak. Juga merupakan tamparan bagi pemerintah betapa bobroknya mental aparatur negara dan betapa nilai-nilai luhur ini begitu mudahnya dihancurkan atas nama keagungan nilai materi. Jika benar ada keterlibatan oknum aparat penegak hukum dan keamanan negera maka betapa ironisnya negeri hukum ini. Aparat penegak hukum dan keamanan yang seyogyanya mengayomi dan melindungi rakyat malah turut andil dalam praktek yang mendegradasi nilai moral dan kehormatan nilai-nilai kemanusiaan. 

Perbudakan di abad ke-21, abad yang dinilai sebagai abad teknologi. Abad yang mungkin juga bisa dimaknai puncak peradaban manusia menjelajah kemampuan berpikirnya menembus titik limit tertinggi untuk menguasai alam semesta. Tapi ironisnya ternyata di abad serba canggih ini masih ada pula yang tega menggadaikan nuraninya demi sebuah keangkuhan diri bertakhta di atas singgasana materi dengan mengorbankan nilai-nilai luhur kemanusiaan. 

Dalam prakteknya memang meski perbudakan sudah terhapuskan namun walau tak setelanjang aksi perbudakan di pabrik di Tangerang, masih ada aksi perbudakan dalam wajah berbeda, seperti upah murah dan minimnya jaminan keselamatan dan kesejahteraan pekerja. Dan semua ini bermuara pada masih banyaknya rakyat miskin di negeri ini. Kemiskinan seharusnya bukanlah suatu kehinaan dan tak seharusnya pula kemiskinan menjadi dalil bagi pihak manapun untuk menista nilai-nilai kemanusiaan. Sebaliknya kekayaan materi bukan pula suatu kemuliaan yang mentahbiskan pihak manapun merasa berhak untuk menginjak nilai-nilai luhur kemanusiaan dalam pemuliaannya di atas singgasana gelimang harta materi dengan mengoyak-ngoyak hakikat luhur manusia lain. Karena pada dasarnya manusia yang mencapai kemuliaan adalah dia yang dapat menghargai manusia lain dan tanpa itu manusia tersebut takkan dapat mencapai kemuliaannya sebagai sebuah karya agung Sang Pencipta.