Total Tayangan Halaman

Translate

Selasa, 21 Februari 2012

Doesn't Really Matter

Race 2: Malaysia (10 April 2011)
Hasil buruk di GP Australia dengan cepat berusaha dilupakan kubu Mercedes dan mereka berusaha untuk tetap bersikap positif menyambut balapan selanjutnya yang digelar di Sepang, Malaysia. Schumacher juga langsung melupakan keapesannya di sirkuit Albert Park, Australia dan berpikir positif menjelang balapan di Malaysia. Menjelang balapan di Malaysia, hujan lebat diperkirakan akan turun dan juara dunia tujuh kali ini mengungkapkan keyakinannya bila saja benar hujan turun saat balapan nanti, hal ini justru akan memberikan keuntungan bagi timnya. Menurutnya bila hujan deras turun menjelang balapan, berarti balapan akan dipandu oleh Safety Car, yang akan memberikan sedikit keuntungan karena para pebalap akan diberi kesempatan memilih ban yang tepat, tapi tentu saja hujan deras juga menyebabkan kondisi trek menjadi licin dan hal ini akan sangat menyulitkan namun menurutnya dalam situasi seperti ini balapan akan menjadi menarik dan siapapun tampil menjadi juara.

Menanggapi kemungkinan peluangnya bila hujan benar-benar turun, Michael mengungkapkan bahwa sebenarnya ia tak memiliki kesempatan menjajal sirkuit basah saat sesi ujicoba berbeda dengan rekan setimnya,  Nico Rosberg yang saat menjalani hari terakhir ujicoba di Barcelona, hujan deras turun dan pebalap Mercedes itu bahkan mencatat waktu tercepat.

Walaupun harapan Michael Schumacher tak terwujud tapi penampilannya bersama Mercedes di Sepang tak terlalu buruk. Di sesi latihan bebas hari Jum’at, Schumacher tampil lebih baik dari rekan setimnya dan itu berlanjut hingga Sabtu pagi di sesi latihan bebas ketiga, di mana ia mencatat waktu tercepat ke-9 sementara Rosberg ada di urutan ke-11. Tapi di babak kualifikasi, keadaan justru terbalik. Schumacher lagi-lagi gagal menembus Q3 dan kembali harus memulai balapan dari P11 sementara Rosberg mengisi grid ke-9.

Tapi hasil buruk Michael di kualifikasi dibayar tuntas oleh pebalap veteran ini dengan mempersembahkan poin pertama bagi Mercedes di musim balap 2011 ini. Meski harus terseok-seok, Schumi berhasil finish ke-9 terpaut 1:24.896 dari race winner, Sebastian Vettel sementara Rosberg harus puas finish di urutan 12 selisih 1 lap dari Vettel.

Free Practice 1:
Schumacher          : 3rd   (1:39.791)
Rosberg                : 10th (1:40.646)

Free Practice 2:
Schumacher          : 5th (1:38.088)
Rosberg                : 7th (1:38.565)

Michael Schumacher’s Friday Quotes:
“We had a pretty good first day on track here in Sepang. We definitely made a step in the right direction, we were closer to our level of performance from Barcelona than in Melbourne, and I am hopeful there will be more to come. We had two typical Friday sessions, trying out a lot of things for future developments, and it looks we can make further improvements. Today, our aerodynamics and our KERS system worked very well, and I look forward to more to come in the next two days.”

Free Practice 3 :
Schumacher          : 9th   (1:38.300)
Rosberg                : 11th (1:38.307)

Qualifying:
Schumacher          : 11th (1:37.035)
Rosberg                : 9th (1:36.809)

Michael Schumacher’s Saturday Quotes:
“We had some issues with the rear wing activation today and unfortunately that’s what compromised my last run in Q2. The car became difficult to drive, which is a real shame as it had been working very well during the earlier runs. The performance was much better with the wing, so of course we had to use it, and I would still say that we have made a step forward thanks to the hard work from our guys. We now have to concentrate on tomorrow’s race which we go into with the firm belief that anything can be possible.”

Race:
Schumacher          : 9th
Rosberg                : 12th

Michael Schumacher’s Sunday Quotes:
“I had a straightforward race today which was even a bit exciting towards the end but really full of ups and downs before. The start was quite good and then it was mainly about managing the tyres. We probably couldn’t have expected to take more than two points today and we certainly have to work on our race pace which is not yet where we want it to be. We are all aware of that and we are more than ready to keep working hard to make the necessary steps forward. Over one lap, we can already be at a good level when the car is working well, but we need to continue to work on our race performance.”

Senin, 20 Februari 2012

Only Time (Review Balapan Michael Schumacher di 2011)

Musim 2011 bagi Michael Schumacher dan Mercedes memang masih belum memperlihatkan hasil yang sepadan dengan nama besar keduanya. Bila di tahun pertama kembalinya Schumi di arena balap F1, sang juara dunia tujuh kali ini babak belur dilibas rekan setimnya, Nico Rosberg yang sempat beberapa kali mencicipi podium kedua, sementara Schumi, sang pemecah rekor berbagai statistik sepanjang sejarah F1 tak sekalipun sempat menjejakkan kakinya di atas podium, bahkan perolehan poin Michael dan Rosberg terpaut jauuuuhhh sekali. Tapi semua itu masih bisa dimaklumi, Michael Schumacher sempat vakum 3 tahun sejak ia terakhir membalap di GP Brazil pada tahun 2006 silam, dan F1 sudah berkembang pesat sejak itu, terlebih pula, Mercedes, timnya bernaung kini, meski memiliki nama besar sebagai pabrikan besar dunia, namun tunggangan tim Mercedes saat itu merupakan hasil pengembangan dari tim Brawn GP yang bila dirunut ke belakang merupakan tim dadakan usai Honda, pabrikan terkenal asal Jepang memilih menarik diri dari F1. Jadi, ada banyak pemakluman atas hasil buruk Michael Schumacher dan Mercedes di tahun perdana kemitraan pertama mereka di ajang F1.

Mengingat nama besar Schumacher dan Mercedes, maka ada banyak asa yang menggunung terhadap dua nama besar ini di tahun kedua mereka yaitu pada musim 2011 lalu. Terlebih dengan penambahan jumlah saham Daimler AG yang merupakan induk perusahaan Mercedes di tim ini sehingga total saham yang dimiliki Daimler sebesar 60% sementara 40% sisanya dimiliki oleh Aabar Investment.

Sempat terpercik harapan akan kembalinya Super Schumi merajai jagat Formula One saat sang juara dunia tujuh kali ini mengukir catatan waktu tercepat di sesi latihan pra musim. Tak urung, catatan gemilang Schumacher di sesi final test pra musim di Barcelona, Spanyol pun memberikan harapan pula bagi sang superstar F1 ini untuk kembali merasakan manisnya berada di podium yang masih jauh sekali dari jangkauannya sejak ia kembali ke ajang olahraga ini. Bahkan ayah dua orang anak ini pun sempat memuji meski masih belum berani menyatakan tunggangan timnya merupakan yang terbaik, ia saat itu masih tetap merasa Red Bull masih memiliki mobil terbaik, namun Schumi kala itu berani menyatakan bahwa Mercedes bisa menjadi yang kedua.

Sayangnya, harapan tinggal harapan. Seiring waktu berlalu, saat balapan demi balapan digelar. Hasil spektakuler Schumi di sesi uji coba pra musim 2011 tak bisa terulang di sepanjang 19 balapan yang digelar tahun 2011 silam. Walau begitu ada banyak catatan bagus yang ditorehkan Schumi pada tahun keduanya bersama Mercedes. Walaupun ia masih juga belum bisa meraih podium, namun penampilan Schumi di beberapa race menunjukkan kualitasnya sebagai seorang pebalap kelas atas. Berikut adalah sepenggal kiprah Michael Schumacher bersama Mercedes di sepanjang tahun 2011 silam.

Sesi Ujicoba Pra Musim 2011

Sedianya sesi ujicoba pra musim 2011 akan dilangsungkan di Valencia (2-3 Pebruari), Jerez (10-13 Pebruari), Barcelona (18-20 Pebruari), dan terakhir di Bahrain yang untuk pertama kalinya akan menggelar sesi ujicoba pra musim balap yang semula dijadwalkan pada tanggal 3-6 Maret sebelum balapan perdana musim 2011 akan berlangsung di negeri tersebut pada 13 Maret. Namun berhubung terjadi krisis politik di negeri tersebut sehingga situasi di sana dinilai tidak kondusif maka sesi ujicoba di Bahrain pun urung dilangsungkan. Bahkan balapan di sana pun turut dibatalkan. Sebagai gantinya, Barcelona mendapat dua kali jatah menggelar sesi ujicoba pra musim balap dimana sesi final ujicoba berlangsung pada tanggal 8-9 Maret.

Valencia (2-3 Pebruari 2011)
Hari pertama sesi ujicoba pra musim di Valencia ini bukan saja menjadi hari pertama tanda gema F1 mulai kembali berkumandang pada tahun 2011 itu, tapi hari itu juga dipilih oleh beberapa tim F1 untuk memperkenalkan mobil baru mereka. Di antaranya Red Bull, Toro Rosso, William, dan Mercedes yang menjadikan hari pertama sesi ujicoba itu sebagai hari launching tunggangan mereka untuk tahun 2011 yaitu Mercedes W02.

Hari itu Nico Hulkenberg yang menjadi test driver Force India menjadi pusat perhatian dengan merajai catatan waktu tercepat tapi popularitas Hulkenberg tak berlangsung lama karena sang juara dunia bertahan, Sebastian Vettel langsung mengambil alih dengan catatan waktu tercepatnya 1:13.769. Sang juara dunia bertahan ini menyelesaikan 93 lap di hari perdana sesi ujicoba. Sementara duo Mercedes di hari pertama itu hanya sempat beberapa lap saja menjajal tunggangan terbaru mereka.

Diawali oleh Rosberg yang menjajal W02 untuk pertama kalinya tapi harinya tak terlalu menggembirakan. Ia menjadi penyebab dikibarkannya red flag karena ia memarkir mobilnya di jalur start-finish. Anak Keke Rosberg ini hanya sempat menyelesaikan 9 lap saja dengan catatan waktu 2 detik lebih lambat dari Karthikeyan yang membalap untuk tim HRT dan menempatkan pebalap Mercedes itu di urutan ke-13.

Sorenya Michael Schumacher mengambil alih menjajal W02. Pebalap asal Jerman ini mencoba ban baru Pirelli dan sama seperti Rosberg, Schumacher pun hanya menjajal 15 lap saja dengan catatan waktu terbaiknya 1:16.450 yang menempatkannya di urutan ke-9.

Esoknya, catatan waktu yang ditorehkan Schumi pun hanya mampu menempatkannya di urutan ke-9, terpaut 1.3 detik dari Kubica dari Renault yang menjadi bintang pada hari kedua sesi ujicoba tersebut. Meski begitu, Schumacher mengaku puas dengan perkembangan W02 yang pada hari itu bebas masalah sehingga ia berhasil menyelesaikan 110 lap.
“I felt totally comfortable in the car immediately and noticed how much I missed driving since November,” ujar pebalap Mercedes ini.

Get the Engine Started

Jerez  (10-13 Pebruari)
Pada sesi ujicoba di Jerez, Michael Schumacher sempat menjadi bintang saat ia menjadi pebalap tercepat pada hari kedua sesi ujicoba. Ia mencatat waktu tercepat pertama dengan 1:20.352 disusul Massa dari Ferrari di urutan kedua dengan 1:20.413 dan Button dari McLaren di posisi ketiga. Meski begitu, Michael tak terlalu puas dengan hasil yang dicapainya itu, karena menurutnya catatan waktu tercepatnya itu tercipta berkat bahan bakar sedikit yang dibawanya tambahan pula ia menggunakan ban super soft.

Esoknya, di hari Sabtu, Michael mencatat waktu tercepat kedua dan total menyelesaikan 226 lap sepanjang sesi ujicoba. Hasil ini membuat Ross Brawn, bos tim Mercedes sekaligus salah satu tokoh kunci di balik serangkaian kesuksesan Michael Schumacher selama ini menyampaikan pujian terhadap pebalapnya ini yang dinilainya memberikan sejumlah masukan berharga bagi tim untuk melakukan pengembangan sebelum mereka menuju Barcelona untuk melakukan sesi ujicoba ketiga.
“Michael had the better of the reliability in Jerez where he completed 226 laps in total, and this has provided us with the wealth of data to study prior to Barcelona,” kata Brawn memuji penampilan Schumacher.

Meski begitu, Brawn pun tak menampik penampilan Mercedes yang memang masih berada di titik kritis dan mengalami kesulitan dalam hal daya tahan mobil. “Reliability is our main challenge at the moment,” aku Brawn, namun bos tim Mercedes ini pun tetap menyatakan keyakinannya terhadap penampilan timnya di tahun 2011 ini.

Barcelona (18-21 Pebruari dan 8-12 Maret)
Keyakinan Brawn itu terjawab pada sesi final ujicoba pra musim 2011 di Barcelona, Spanyol. Pada tanggal 11 Maret 2011, Michael Schumacher kembali menghiasi headline setelah ia mencatat waktu tercepat. Hasil yang dicapai Michael tersebut berkat pengembangan yang dilakukan tim sebelum sesi ujicoba di Barcelona.

Pada hari Kamis malam, kubu Mercedes di Barcelona mendapat kiriman dari markas besar mereka di Brackley. Kiriman tersebut adalah paket terbaru W02 yang telah mengalami pengembangan berdasarkan masukan kedua pebalap mereka sejak debutnya di Valencia.

Esoknya, pada hari Jum’at, Michael Schumacher mendapat kehormatan menjadi yang pertama menjajal W02 yang telah mengalami pengembangan di area front wing, brake ducts, dan perubahan di bagian bargeboards. Hasilnya, Michael Schumacher sukses menjadi yang tercepat hari itu dengan catatan waktu 1:21.249 dan menyelesaikan 67 lap. Disusul Alonso yang menyelesaikan 141 lap di tempat kedua sementara Rosberg yang hanya menjajal 22 lap saja menjadi yang tercepat ketiga di belakang Alonso.

Hasil yang dicapai Schumacher pada hari Jum’at, 11 Maret itu tak pelak menempatkan Schumacher menjadi pebalap paling cepat di sepanjang sesi final ujicoba di Barcelona walaupun dari jatah lima hari sesi ujicoba itu, Schumacher hanya turun selama dua hari saja yaitu pada tanggal 10 dan 11 Maret saja sementara rekan setimnya, Rosberg yang turun di tiga hari sesi ujicoba berada di urutan ke-4 dari total keseluruhan catatan waktu selama lima hari sesi ujicoba itu dengan waktu terbaiknya 1:21.788 pada hari ke-4 sesi ujicoba.

Walau Michael berhasil menjadi yang tercepat pada hari itu, namun lagi-lagi juara dunia tujuh kali ini tak mau terlalu sesumbar. Ia tetap menyatakan W02 masih belum bisa menandingi Red Bull meski hari itu Vettel yang merupakan pebalap Red Bull, catatan waktunya hanya berada di urutan ke 8 di belakang Alguersuari dari Toro Rosso. Tapi menurut Michael, Red Bull masih amat kuat. Meski menilik dari hasil hari itu, Michael merasa timnya bisa meraih kemenangan di satu atau dua race namun untuk menjadi juara dunia, sang legenda hidup F1 ini merasa timnya masih harus menunggu. Menurut juara dunia tujuh kali ini, tim-tim besar seperti Red Bull, Ferrari, dan McLaren masih menyembunyikan potensi mereka, dan semua kekuatan baru bisa terlihat di race perdana di Australia.

Race 1 : Australia (27 Maret 2011)
Race perdana musim 2011 akhirnya dimulai di Melbourne, Australia. Dengan semangat baru, seluruh tim memulai kesibukan ala Formula One tak terkecuali tim Mercedes yang digadang-gadang akan berhasil memecahkan kebuntuan mereka dan mampu meraih kemenangan di tahun kedua kembalinya mereka sebagai tim di ajang Formula One sejak mereka mengundurkan diri sebagai tim balap pada tahun 1950-an yang mana pada saa itu tim pabrikan Jerman ini sempat merajai F1 lewat kiprah pebalap Argentina, Juan Manuel Fangio.

Sayangnya penampilan gemilang tim Mercedes di sesi ujicoba Barcelona seolah menguap tak berbekas. Pada balapan perdana di Australia ini, Mercedes GP tak memperlihatkan greget seperti yang mereka tampilkan di sesi final ujicoba Barcelona. Di sesi latihan bebas pertama, Schumacher masih seperti tahun sebelumnya, kembali terbenam oleh rekan setimnya yang lebih muda. Namun di sesi latihan bebas kedua pada hari Jum’at sore, Schumacher berhasil membalikkan keadaan. Ia lebih unggul 0.858 detik dari Rosberg.

Namun esoknya, di hari Sabtu, Schumacher kembali mengalami hari yang tak terlalu mengesankan. Pada sesi latihan bebas ketiga di Sabtu pagi, ia masih lebih lambat 0.336 detik dari Rosberg dan saat sesi kualifikasi, lagi-lagi Michael kalah dari rekan setimnya. Ia gagal menembus Q3 dan akan memulai balapan dari P11 sementara Rosberg berada di P8. Namun mengingat catatan start Michael yang biasanya bagus dan bisa melompat beberapa posisi, sehingga hal ini tak terlalu merisaukan. Tapi apa daya, selepas start, di lap pertama, Schumi bertabrakan dengan Jaime Alguersuari dari Toro Rosso yang mengisi grid ke-12 di turn 3. Padahal start Michael sudah amat bagus. Ia berhasil menyalip Kobayashi yang start dari P9. Insiden ini memaksa Michael kembali ke pit karena mengalami puncture di ban kanan depannya sehingga membuat posisinya melorot ke urutan paling buncit. Dampak lanjutan dari tabrakan di lap pertama itu ternyata masih ada, floor W02 Michael mengalami kerusakan sehingga akhirnya tim memutuskan untuk memanggil Schumi masuk kembali ke garasi demi alasan keamanan.

Sementara Alguersuari masih bisa melanjutkan lomba meski sempat masuk pit untuk mengganti sayap depannya dan finish di urutan ke-13 namun dengan didiskualifikasinya duo Sauber akibat mobil mereka tak sesuai dengan regulasi, membuat posisi finish Alguersuari naik ke urutan 11 di belakang duet Force India, Adrian Sutil dan Paul di Resta. Apesnya Mercedes masih berlanjut dengan gagalnya pebalap muda mereka, Nico Rosberg yang juga harus retire akibat bertabrakan dengan Rubens Barrichello dari Williams. Tim Mercedes pun terpaksa pulang tanpa sempat meraih satu poin pun di race perdana musim balap 2011 ini.

Tentu saja hasil ini amat mengecewakan kubu Mercedes yang tampil cemerlang pada sesi ujicoba sebelum race perdana di Australia. Kekecewaan itu tersirat dalam wawancara Michael dengan BBC usai balapan di Australia.

“After winter testing coming to the first race we had expected certainly a different performance so naturally there is some disappointment,” ungkap Michael Schumacher pada BBC.

“I mean the times we did in testing were very clear and we had a good interpretation. We haven’t matched this performance here and we need to understand why that is and that is going to be the major job we have in front of us,” lanjut Schumi.

Sebelumnya usai sesi kualifikasi duet pebalap Mercedes ini terancam terkena penalti bersama Lewis Hamilton dari McLaren Mercedes, karena ketiganya saat kualifikasi dinilai menghambat pebalap lain. Hamilton dan Rosberg tergambar lewat video menghalangi Petrov (Renault) dan Perez (Sauber) saat Q2 sementara Schumi terekam menghadang laju Heidfeld saat Q1. Untungnya, ketiganya lolos dari ancaman penalty. Johnny Herbert, mantan pebalap F1 yang menjadi steward FIA di balapan Australia memutuskan untuk hanya memberikan peringatan saja pada ketiga pebalap tersebut dan menilai tak perlu memberikan penalty terhadap ketiganya.

Free Practice 1:
Schumacher          : 8th (1:28.690)
Rosberg                : 4th (1:28.152

Free Practice 2:
Schumacher          : 6th   (1:26.590)
Rosberg                : 10th (1:27.448)

Michael Schumacher’s Friday Quotes :

“My first impressions of the 2011 season are quite positive. We learned a lot today, and are more or less where we thought we would be, although it was quite windy and tricky to drive. We will sort out some issues on our car for the rest of the weekend but I am still happy with what we have seen here so far. I would like to give a compliment to the Pirelli tyres which worked very well here today.”

Free Practice 3 :
Schumacher          : 10th (1:26.856)
Rosberg                : 8th   (1:26.520)

Qualifying:
Schumacher          : 11th (1:25.971)
Rosberg                : 7th   (1:25.421)

Michael Schumacher’s Saturday Quotes :

“Clearly that was not an ideal start to the season, and I cannot deny that I am disappointed. It’s not about that KERS only worked intermittently or that I could probably have made it to Q3, but it is because our performance did not turn out as we expected. From our testing experience, we were around the pace of Ferrari, however this did not translate today. We faced more problems here than at the test with several issues throughout the whole weekend. We now have to look deeply into it to understand why it turned out to be like this, because for the moment we are not where we wanted to be.”

Race :
Schumacher          : Retired (lap 19) accident with Alguersuari (Toro Rosso).
Rosberg                : Retired (lap 22) accident with Barrichello (Williams)

Michael Schumacher’s Sunday Quotes:

“The start of the season certainly has not worked out as we had hoped, and we will tick this race off now and concentrate on the next one in Malaysia. I am very sorry for our guys here and at the factory who have worked so hard and so well over the winter, but for some reason we could not bring their work into results this weekend. As for the race itself, I had quite a good start but was then hit in turn three which punctured the right rear tyre and resulted in damage to the floor. As the damage was quite substantial, we decided to stop the car for safety reasons. It was an even bigger shame that Nico was then knocked out of the race as he could have scored some good points for the team. I still believe we have potential, as we saw during winter testing, and I am convinced we will fight back.”

Sabtu, 31 Desember 2011

Setitik Fiksi Dalam Realita


Hercule Poirot, salah satu tokoh detektif  terkenal ciptaan Agatha Christie, kerap berkata, "Gunakanlah sel-sel kelabumu yang kecil," kepada sahabatnya, dr Watson setiap kali menghadapi kasus yang pelik.

Otak yang disebut Poirot dengan sel-sel kelabu yang kecil ini memang salah satu keajaiban karya Sang Pencipta. Ada yang pernah mengatakan, otak merupakan dasar kehidupan, bukannya jantung, karena saat sel-sel neuron dalam otak mati maka sel-sel itu tak lagi bisa menyampaikan perintah ke seluruh anggota tubuh lainnya untuk bekerja, akibatnya jantung pun berhenti berdetak dan saat jantung berhenti bekerja maka suplai darah sebagai inti kehidupan pun berhenti mengalir, tapi masalah kebenarannya, entahlah.

Bahkan seorang atheis pun pernah mengungkapkan retorika aneh mengenai hubungan otak dengan Tuhan dengan bertanya, "Mana yang benar? Otak yang menciptakan Tuhan ataukah Tuhan yang menciptakan otak?"

Apa pun itu, otak memang merupakan masterpiece Sang Pencipta yang kusebut sebagai Tuhan. Aku pernah membaca, memori dan daya kerja otak manusia konon jauh lebih besar dari motherboard komputer sebesar lapangan bola sekalipun. Ajaib kan?

Ketika sahabatku mengusulkan untuk membuat project menuangkan apa yang ada dalam pikiran kami masing-masing setiap harinya dalam bentuk tulisan, aku pun langsung antusias. Berpikir dan menulis memang merupakan hal yang sulit dipisahkan. Meski penulis bukanlah pemikir apalagi penemu yang jenius, walau ada pula penulis yang juga merupakan penemu, tapi menurutku tak ada penulis di dunia ini yang tak suka berpikir. Bagiku pribadi, sebuah karya tulis sebenarnya merupakan hasil pemikiran mendalam seorang penulis, jadi bisa dibilang berpikir merupakan modal utama seorang penulis.

Tapi tanpa harus menjadi penulis apalagi penemu, seorang manusia sejak lahirnya sebenarnya sudah ditakdirkan untuk selalu berpikir, bermain-main dengan sel-sel kelabunya yang kecil.

Aku pernah membaca dalam sebuah buku yang mengatakan, "Pikiran dapat menciptakan neraka menjadi surga dan surga menjadi neraka." Bagiku inilah keajaiban daya pikir, keajaiban sel-sel kelabu kita yang kecil ini. Karena itulah aku melabeli project ini dengan "my grey area", karena dalam "my grey area" ini, ingin kuungkapkan semua yang sempat melintas dalam pikiranku, dalam sel-sel kelabuku yang kecil ini.

1 Desember 2011 

Siang:
Tingkat pendidikan tak serta-merta membuat seseorang menjadi cerdas. Karena cerdas yang sesungguhnya bukanlah mengenai betapa hebatnya seseorang yang dengan mudahnya memecahkan soal-soal pelik eksakta. Tapi kecerdasan seseorang seharusnya diimbuhi dengan kebesaran jiwanya untuk menghayati kehidupan lain di sekitarnya. Karena cerdas adalah tingkatan yang seharusnya bukan melulu soal peningkatan sel-sel otak, tapi juga jiwa. Karena tanpa perkembangan jiwa, bagaimana orang itu bisa disebut sebagai manusia?
Sore menjelang malam:
Tiba-tiba terpikir olehku, manusia, betapapun dingin seseorang dan bagaimanapun datarnya ekspresi seseorang, tapi kenyataannya tak pernah ada manusia yang miskin emosi, apalagi ekspresi. Karena emosi dan ekspresi adalah bagian dari jati dirinya sebagai makhluk hidup. Tanpa emosi, maka ia tak bisa dikatakan sebagai makhluk hidup. Karena sebagai makhluk hidup, ia memiliki hati yang menggerakkan emosinya dalam merasa, tersentuh, dan tenggelam dalam gelombang yang disebut sebagai kehidupan. Jadi hidup adalah soal menggerakkan hati dalam berpikir, bergerak, menggali kedalaman jiwa dalam perjalanan menuju kepada Sang Pencipta. 

2 Desember 2011
Si kaya dan si miskin = simbiosis ironisme. Si miskin berpikir bagaimana menjadi kaya. Si kaya berpikir bagaimana memanfaatkan si miskin untuk membuatnya semakin kaya. 

3 Desember 2011
"Challenge yourself and you'll be amaze with how much will you get." Kalimat tenar yang entah diciptakan oleh siapa. But for me: "Challenge yourself and you'll be drown in dehidrate." 

4 Desember 2011
Yeah! Michael Schumacher win the RoC National Cup for Germany team with Sebastian Vettel. Kemenangan ke-5 buat tim Jerman di RoC. Hopefully this is the good sign for next year. Really miss to see Michael win the Formula One race again. 

5 Desember 2011 
Sebel banget, ada anak abg tanggung nan songong. Ngerokok dalam angkot, ditegor malah ngepulnya makin jadi. Ngga keselek rokoknya tuh, biar nyaho! 

6 Desember 2011

Menjelang tengah hari: 
Langit Jakarta terus diliputi mendung, cuaca terasa lembab, dan otakku serasa membeku. Aku lelah berpikir. Orang bilang, hidup untuk dinikmati. Apa itu artinya mengistirahatkan otak? Jadi, tiba-tiba terpikir, bagaimana rasanya menjadi katatonik? Apakah otaknya juga terasa membeku? Ataukah sel-sel otaknya yang lebih suka berdiam? 

7 Desember 2011 
Ada banyak yang ingin kuungkapkan pada dunia, tapi sayangnya walaupun dunia begitu luas, tak cukup banyak yang bisa kunyatakan pada dunia.

8 Desember 2011
Ada sejuta kata yang bertebaran di sepanjang atmosfir, tapi hanya satu yang mampu kuungkapkan saat ini. KALUT...

9 Desember 2011
Christopher Melky,juara olimpiade sains dibunuh pengangguran. Ironis. Ada begitu banyak anak berbakat di Indonesia yang kemungkinan besar bisa memberi perubahan bagi bangsa ini tapi sayangnya angka kemiskinan di negeri ini jauh lebih tinggi. Ironisnya, kalau saja Melky tak tewas dibunuh, ada kemungkinan saat dewasa nanti ia bisa memberi perubahan bagi negeri ini yang bisa saja berimbas pada naiknya nilai kehidupan si pengangguran kalau saja ia tak membunuh si anak cerdas itu.

10 Desember 2011
Beberapa hari ini otakku rasanya blank. Rasanya pingin cepat-cepat berganti tahun, ngga sabar pingin nonton F1 lagi. Menatap layar tv dengan perasaan tegang sepanjang balapan sambil komat-kamit berdoa semoga jagoanku, Michael Schumacher bisa juara F1 lagi dan lebih gembira lagi kalo Schumi bisa nyabet gelar ke-8nya bersama Mercedes AMG.

11 Desember 2011
Aku tahu pikiranku bisa menipu dan ketakutanku mungkin saja hanya salah satu permainan pikiranku, tapi aku tetap tak bisa mengenyahkan ketakutanku, karena aku tak bisa berhenti berpikir, karena aku lebih takut membayangkan apa yang terjadi padaku saat aku berhenti berpikir.

12 Desember 2011

Sore: 
Langit mendung, angin kencang, hujan mengintai, dan nyatanya tetes-tetes pertama hujan benar-benar turun menetesi keningku. Menyegarkan, tapi sekaligus meresahkan, membuatku dan kebanyakan orang-orang di sekelilingku, mempercepat langkah kami agar tak sampai basah kuyup diguyur hujan.

13 Desember 2011
New day has come. Langit cerah, cuaca hangat nyaris terik siap menyengat, mengikis sisa-sisa hujan kemarin. Ah, very lovely day.

14 Desember 2011

Siang: 
 Matahari bersinar terang, cukup panas meski tak terlalu terik. Tapi ditambah kemacetan dan lalu lintas Jakarta yang semrawut lumayan bikin mangkel. Ngga heran RSJ di Jakarta full booked. Hehe.

15 Desember 2011

Siang:
Apa yang seharusnya terkubur mungkin memang seharusnya terkubur. Kebenaran memang selalu menyakitkan dan ada kalanya tak mengetahui jauh lebih baik, seperti seorang bayi yang terjaga kemurniannya dalam ketidakmengertian dan ketidakberdayaannya.
Sore: 
Dalam hidup mungkin ada banyak persimpangan jalan tapi semua jalan mengarah ke depan. Tak ada jalan mundur menuju ke arah belakang. Jalan mana yang kita pilih hari ini, mungkin baru akan kita ketahui ujungnya di masa depan dan saat itu pula baru kita rasakan dampak dari pilihan kita. Saat itu terjadi, mungkin kita akan menyesali jalan yang kita pilih dan mungkin kita akan menangisi jalan yang sudah kita pilih, lalu berharap waktu bisa diputar ulang. Berharap kita memiliki kesempatan memilih jalan yang berbeda, tapi sekalipun kita sampai mencucurkan air mata darah, kita takkan mungkin kembali ke belakang dan hanya bisa terus berjalan ke depan. Karena hidup merupakan proses perjalanan seorang manusia ke arah Sang Penciptanya.

16 Desember 2011
Saat terbangun kupikir semua akan berbeda, tapi ternyata tidak. Semua masih sama hanya apa yang baru kuketahui yang membuatku merasa berbeda dari biasanya.

17 Desember 2011
Otak dan hati tak selalu berjalan seiring, meski kadang hati membius nalar namun logika pada akhirnya mampu memaksa hati kembali berpijak.

18 Desember 2011
"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau." (Yer1:5)

Belakangan ini aku benar-benar tertegun dengan semua yang terjadi dalam hidupku. Semua doa yang kupikir takkan pernah terjawab ternyata terjawab secara ajaib. Aku benar-benar tertegun menyadari sesungguhnya Tuhan memiliki rencana pada setiap ciptaan-Nya bahkan sejak ciptaan itu belum terbentuk. And I really really feel blessed by His grace.

19 Desember 2011
Satu hari berlalu lagi dan satu hari baru siap menyapa. Cuaca pagi ini sedikit aneh. Sedikit terasa hangat berkat matahari yang bersinar cerah tapi angin yang berhembus kencang membuat cuaca terasa dingin dan lembab. Seaneh cuaca pagi ini begitu pula perasaanku yang terasa aneh.

20 Desember 2011
Lidah anatomi sederhana tanpa tulang. Terletak tersembunyi dalam rangka bernama mulut. Namun lidah begitu ajaib. Pada satu orang lidah bisa menggemakan kidung indah, bagai embun menenteramkan hati, tapi pada gema lidah yang sama bisa pula mengorekkan luka. Lidah, anatomi yang benar-benar ajaib.

21 Desember 2011
Sepuluh hari menjelang berakhirnya tahun 2011. Ada banyak yang bersliweran dalam benakku, tapi aku kesulitan mengumpulkan kepingan-kepingan semangatku yang rasanya makin menciut mengiringi waktu yang serasa bagaikan sprinter olympiade.

22 Desember 2011
Berapa persenkah kadar kewarasan yang dibutuhkan seseorang untuk dicap sebagai manusia waras?

23 Desember 2011
Hari ini rasanya lemes banget. Makin dekat ke akhir tahun, rasanya makin nelangsa. Lelah berusaha mengais semangat demi mewujudkan resolusi yang belum terpenuhi.

24 Desember 2011
Ada kalanya kumulai pagiku dengan sepatah kata yang menyeruak dalam benakku seperti pagi ini. Dari sepatah kata ini, tiba-tiba menyeruak untaian kata-kata lain yang membentuk barisan kalimat. Saat untaian kata ini makin bergemuruh bagaikan lautan kata yang kupikir akan segera menenggelamkanku, segera kuambil sehelai kertas dan pena, bersiap menuangkan lautan kata dalam benakku sebelum aku benar-benar tenggelam, tapi saat aku sudah bersiap menulis, aku hanya bisa terpaku menatap kertas putih di depanku. Kuhela nafasku, mencoba menuangkan satu kata pertama, tapi sia-sia. Satu menit berlalu, dua menit, tiga menit, empat menit, lima menit. Aku masih termangu menatap lembaran putih bersih di depanku. Akhirnya aku menyerah. Kuhembuskan nafasku dan segera bangkit, menyambar handuk dan berlari ke kamar mandi, bersiap memulai rutinitas pagiku yang membosankan.

25 Desember 2011
 It;s Christmas time!

26 Desember 2011
Lima hari lagi menjelang berakhirnya tahun 2011. Heran, karena setiap menjelang akhir tahun aku suka sekali menghitung hari-hari yang tersisa.

27 Desember 2011
Sakit kepala kembali menderaku, sakit umum yang amat biasa tapi terasa mengganggu. Entah apa yang bisa disalahkan atas sakit kepalaku. Terlalu banyak berpikir? Kurasa tidak. Mungkin karena cuaca aneh yang tidak jelas hari ini. Hari dimulai dengan mendung, tapi siang ini panas terik.

28 Desember 2011
Hari ini langit cerah, matahari lumayan terik. Meski aku sebenarnya lebih suka hujan, tapi setelah hujan lebat semalam rasanya cuaca hangat siang ini jauh lebih nyaman.

29 Desember 2011
Alarm memaksa mataku terbuka. Ingin rasanya berbaring lebih lama dan terlelap kembali hingga kantukku terpuaskan, tapi waktu tak pernah cukup bermurah hati. Seandainya Tuhan menciptakan malam jauh lebih panjang.

30 Desember 2011
Emosi benar-benar menguras energi, tapi manusia tanpa emosi? Mungkinkah? Waraskah?

31 Desember 2011
Saat terjaga, hujan sudah turun. Saat tersadar, ada sesuatu yang aneh bergejolak dalam hati. Hari terakhir di tahun 2011. Rintik-rintik hujan yang terus turun mengiringi matahari yang makin meninggi. Kelabu, tapi memberikan secercah harapan? Kebetulankah? Ataukah ini syarat dari Tuhan akan penyertaan-Nya di tahun mendatang? Sebuah janji Sang Khalik akan hari depan yang sekelabu apa pun akan tetap diiringi harapan. Selamat menjelang tahun baru.

Sabtu, 10 Desember 2011

Schumacher & Vettel, Duet Lintas Generasi


Sejak Michael Schumacher kembali ke ajang balap Formula One pada 2010 silam, ia memang belum sempat lagi satu kali pun menginjak podium F1, meski timnya Mercedes GP yang pada tahun depan akan berganti nama menjadi Mercedes AMG, bukanlah tim sembarangan. Penampilan terbaik Schumacher bersama Mercedes sepanjang dua tahun ini adalah hasil finish ke-4 di GP Kanada tahun ini.

Berbanding terbalik dengan Schumacher, sementara itu pamor bintang baru Jerman, Sebastian Vettel tengah terang benderang. Keberhasilan Vettel mempertahankan gelar dunianya tahun ini untuk yang kedua kalinya menjadikannya pebalap pertama yang berhasil meraih dua gelar dunia berturut-turut sejak tahun 2006 yang diraih Fernando Alonso bersama Renault. Sejak tahun 2006 juara dunia Formula One terus berganti, diawali oleh Raikkonen pada tahun 2007, setahun berikutnya Hamilton yang menyabet gelar dan pada tahun 2009, Jenson Button bersama Brawn GP yang sukses meraih gelar dunia dari tangan Hamilton. 

Namun bagaimana bila dua juara dunia asal Jerman itu disatukan dalam satu tim? Hasilnya adalah kemenangan yang mereka raih di ajang RoC pada hari Sabtu, 3 Desember yang lalu untuk tim Jerman. Memang duet mereka di ajang RoC atau Race of Champions ini bukanlah kali pertama. Dan kemenangan mereka pada hari Sabtu lalu ini juga bukanlah yang pertama kalinya. Di ajang RoC awal Desember silam, Schumacher dan Vettel berhasil mempersembahkan gelar dunia RoC bagi tim Jerman untuk yang kelima kalinya. 

Race of Champions adalah ajang balap yang diikuti pebalap-pebalap dari berbagai ajang balap mobil. Untuk tahun 2011, ajang RoC yang digelar di Dusseldorf, Jerman ini setidaknya ada sembilan pebalap F1 yang ikut berpartisipasi di ajang ini. Selain Michael Schumacher dan Sebastian Vettel yang membela tim Jerman, tercatat pula nama Jenson Button yang mendukung tim Great Britain. Selain itu ada pula Romain Grosjean yang berpasangan dengan Sebastian Ogier membela tim Prancis. Bahkan terdapat pula pebalap veteran F1, David Coulthard. 

Duet pebalap Jerman ini berhasil melaju ke final setelah berhasil mengalahkan tim Inggris (Great Britain) yang diisi oleh Jenson Button dan Andy Priaulx. Saat melawan Button, Schumacher sempat kalah tapi kemudian Vettel berhasil menumbangkan Button setelah pebalap Inggris itu melintir yang mengantarkan tim Jerman melaju ke final menghadapi tim Nordic yang dipunggawai oleh Tom Kristensen dan Juho Hanninen dan sukses merebut gelar juara RoC bagi tim Jerman untuk kelima kalinya.

Kemenangan di RoC mungkin tak semeriah saat menjuarai ajang F1, tapi tetap saja kemenangan ini pastinya amat berarti, terlebih lawan-lawan mereka merupakan pebalap-pebalap yang berasal dari berbagai ajang balap mobil dan pastinya bukanlah pebalap sembarangan. 

Bagi Michael sendiri kemenangannya bersama Vettel di ajang RoC ini amat istimewa terlebih kemenangannya di RoC ini merupakan salah satu dari sedikit kemenangan yang diraihnya belakangan ini. Ia juga mengungkapkan Sebastian Vettel dan dirinya merupakan rekan setim yang klop dan bisa saling mendukung dan bekerja sama hingga akhirnya berhasil meraih kemenangan bagi tim nasional Jerman.

"It's always a pleasure for us to be here and especially to win it. Sebastian and I are good mates and we work well each other and help each other. In the end it worked out right for us," ujar Michael Schumacher usai meraih kemenangan.

"Unlike him (Sebastian Vettel), this is one of the few wins I've had this year- apart from a few in karts," lanjut juara dunia F1 tujuh kali ini.

"There are so many great drivers here and we are all good in our own area. So this is just a nice competition and the social moments that we get to spend together behind the scenes are very special."

Sehari setelah kemenangan beregu mereka, keduanya lalu kembali harus berhadapan di kategori perorangan. Bila sebelumnya mereka bertanding secara tim, di hari Minggu, mereka harus saling bertarung satu sama lain. Di babak perdelapan final, Michael Schumacher berhasil mengalahkan juniornya, Sebastian Vettel dan melaju ke babak semi final. Sayangnya langkah Schumacher untuk bisa menuju babak final terhenti setelah di babak semifinal ia dikalahkan oleh pebalap Le Mans, Tom Kristensen. Namun di babak final, Kristensen harus mengakui keunggulan pebalap Rally, Sebastian Ogier. 

Meski kalah dari Ogier tapi rupanya Kristensen tetap berbangga hati, karena ia berhasil mengalahkan dua pebalap Jerman, Schumacher dan Vettel di hadapan publik mereka sendiri. Dan bagi Kristensen bisa mengalahkan duo pebalap Jerman itu terlebih di tanah mereka sendiri merupakan pencapaian yang luar biasa baginya. "It's almost better than Christmas," seru Kristensen.

Gambar dipinjam dari : France24