Total Tayangan Halaman

Translate

Senin, 05 Maret 2012

Run to You

Empat bulan sudah para fans Formula One menunggu musim balap F1 kembali bergulir. Setelah balapan terakhir di Brazil pada 27 November 2011 lalu, kini fans F1 kembali disuguhkan dinamika F1 yang mulai bergeliat lagi dengan diawali oleh sesi ujicoba pra musim balap 2012.

Sesi ujicoba diawali di Jerez selama 4 hari dimulai dari tanggal 7 Februari sampai 10 Februari. Seiring dengan dimulainya sesi ujicoba, banyak tim melakukan launch kendaraan tempur mereka untuk musim ini di awal bulan Februari yang lalu, tapi tiga tim yakni Mercedes, HRT, dan Maurisia tidak ikut-ikutan latah merilis mobil mereka di awal bulan lalu. Di antara ketiga tim ini hanya Mercedes-lah yang terbilang tim besar dan merupakan tim papan atas yang belakangan merilis tunggangan terbaru mereka bertajuk W03 pada tanggal 21 Februari 2011 bertepatan dengan sesi ujicoba kedua yang dilaksanakan di Barcelona.

Tak ayal penundaan Mercedes yang mulai tahun 2013 menyandang nama baru: Mercedes AMG Petronas F1 Team merilis mobil barunya menimbulkan banyak spekulasi di sekitar paddock. Bahkan Adrian Newey, engineer jenius yang sukses mengantarkan Red Bull dan Sebastian Vettel meraih gelar dunia ganda mereka sejak tahun 2011 hingga 2012 silam menduga bahwa Mercedes menyembunyikan sesuatu agar tak bisa langsung ditiru oleh lawan-lawannya. Gosip santer beredar bahwa front nose tunggangan baru Mercedes mungkin amat fenomenal sehingga tim Jerman ini memilih menunda waktu perilisan mobil baru mereka.

 Issue ini makin diperkuat dengan performa cemerlang tim Mercedes AMG di Jerez di mana Schumi berhasil mencatat waktu tercepat pada hari kedua ujicoba dengan 1:18.561. Hari itu Michael menjadi orang tersibuk kedua setelah Kovalainen yang melahap 139 lap, sementara Michael mengitari sirkuit sebanyak 132 kali untuk mengujicoba kinerja ban soft dan hard Pirelli. Michael dikonsentrasikan mengujicoba ban baru Pirelli sebagai persiapan untuk debut mobil baru mereka pada sesi ujicoba di Barcelona.

 Hasil gemilang Michael diikuti oleh rekan setimnya, Rosberg sehari kemudian yang tampil menjadi pebalap terkencang. Padahal di ujicoba itu mereka masih menggunakan mobil spec tahun lalu, W02, sehingga gossip bahwa desain mobil baru Mercedes W03 bisa jadi merupakan terobosan spektakuler yang mungkin akan membungkam lawan-lawannya di tahun ini.

Rasa penasaran publik juga lawan-lawan Mercedes akhirnya terjawab sudah saat Mercedes merilis tunggangan terbaru mereka, W03 pada 21 Februari 2011, tepat di hari pertama sesi ujicoba di Barcelona, Spanyol. Michael Schumacher mendapat kehormatan menjajal mobil terbaru tim asal Jerman ini pada hari pertama ujicoba di Barcelona. Sebelumnya, kedua pebalap ini sudah mencoba tunggangan terbaru mereka dalam sesi ujicoba pribadi di Silverstone selama dua minggu yang mana mobil baru mereka ini menempuh jarak sepanjang 350 km.

Meskipun sepanjang karir F1-nya yang panjang dan telah berkali-kali melihat mobil baru bahkan di antaranya amat spektakuler, tapi Schumi tetap memperlihatkan antusiasme seperti saat pertama kali ketika penutup mobil baru Mercedes dibuka.

“I have done quite a few roll-outs and launches of new cars, but even after all these years, I must say it still feels special. Days like this are precious moments, as they are always filled with hope and anticipation,” ujar Michael saat peluncuran mobil baru-nya, W03.

Schumi menyambut positif tunggangan barunya. Setelah menjajal mobil barunya dalam sesi ujicoba tertutup di Silverston, Michael menyatakan tunggangan Mercedes yang baru memberikan feedback dan sensasi yang bagus.

“Already last week, when we were driving the F1 W03 for the first time, it instantly gave us good feedback and sensations.”

W03 merupakan harapan baru bagi Michael yang kontraknya dengan Mercedes akan berakhir tahun ini dan sampai sekarang masih belum ada kejelasan mengenai kelangsungannya di tim ini, untuk kembali tampil cemerlang setelah di dua tahun comeback-nya ke F1 bersama Mercedes tak berjalan sesuai harapan. Dalam acara launching mobil barunya, W03, Schumi menyatakan bahwa ia siap untuk bertempur kembali di tahun ini.

“Obviously, we will only see over the next couple of weeks how big the step is that we have made, but I can say already that the guys and girls back in the factories at Brackley and Brixworth were brilliant in putting in so much effort, and we can only say a big thank you them.
“I know which reward they would like, and we will definitely try to deliver it. For my part, I am eager to fight again, looking forward to the new season, and I can’t wait for it to begin.”
Pada debut W03 di depan public, Schumi hanya menjalani 51 lap dan mencatat waktu tercepat ke-enam. Di hari pertama penampilan W03 diwarnai oleh masalah hidrolik, meski begitu Schumi tetap menanggapi positif penampilan baru mobilnya ini yang menurutnya memiliki potensi yang bagus. Selama empat hari ujicoba mobil barunya, inilah pertama kalinya tim mengalami masalah hidrolik.

”Reasonably positive. It is the fourth day we are in the car and it’s the first time we had a little issue with the hydraulics. It has good potential. I had a good feeling inside the car. It’s difficult to say what the feeling is worth because of the rule changes, but the potential is good,” ujar Michael Schumacher.

Di hari ketiga sesi ujicoba di Barcelona, Schumacher berhasil menyelesaikan 127 lap yang setara dengan jarak 592 km sehingga total jarak tempuh yang sudah dilakukan W03 adalah 1756 km. Di sesi ini focus ujicoba yang dilakukan Michael masih tetap berkonsentrasi pada ban kompon soft dan hard Pirelli. Schumi juga sukses menyelesaikan race simulasi F1 untuk mobil terbarunya W03 lengkap dengan bagian pit stopnya. Schumi sempat mencatat waktu tercepat dengan 1:23.384 tapi menjelang bagian akhir sesi ujicoba, Pastor Maldonado dari Williams mematahkan catatan waktu Schumi dengan 1:22.391 dan menempatkannya di urutan pertama.

Pada pekan ini, sesi ujicoba pra musim kembali digelar di Barcelona yang akan berlangsung selama empat hari sejak tanggal 1 Maret silam dan akan berakhir pada hari Minggu, 4 Maret. Rosberg akan mengujicoba mobil di hari pertama dan ketiga sementara Michael Schumacher mendapat kesempatan di hari kedua dan keempat.

Hari kedua ujicoba Barcelona, 2 Maret 2012. Pada pagi hari sesi ujicoba, Michael menyelesaikan 19 lap tapi W03 Michael masih didera masalah degradasi ban bahkan Michael sampai menyebabkan red flag dikibarkan dua kali. Tapi siangnya, penampilan W03 Michael mengalami perbaikan hingga ia bisa menyelesaikan total 79 lap yang setara dengan 368 km dengan catatan waktu terbaiknya 1:23.978 yang menempatkannya di urutan ke -8 di antara Nico Hulkenberg yang tahun ini naik pangkat menjadi pebalap reguler Force India menggantikan Adrian Sutil dan Lewis Hamilton dari McLaren.

Dengan adanya masalah tyre degradasi yang dialaminya ini, Schumi berharap timnya bisa segera menemukan solusi untuk mengatasi masalah ini sebelum tampil di balapan pembuka musim di Australia dua pekan mendatang.

Michael akan kembali mengujicoba W03 di hari terakhir sesi ujicoba di Barcelona sebelum seluruh tim F1 bersiap untuk bertempur di race perdana musim 2013 yang akan berlangsung di Melbourne, Australia tanggal 18 Maret 2011 nanti.

Di sesi ujicoba hari terakhir di Barcelona pada hari Minggu kemarin, meski masih mengalami tyre degradation yang membuatnya kehilangan waktu sebanyak 3.3 dan 3.7 detik sementara Lotus-nya Kimi Raikkonen yang memuncaki sesi latihan bebas hari terakhir, kemarin hanya kehilangan waktu 2.5 detik di stint yang lebih panjang dengan menggunakan kompon ban yang sama.

Catatan waktu yang ditorehkan Michael, 1:22.939 menempatkannya di urutan ke-8. Meski sebelumnya, Schumi sempat mengatakan bahwa tyre degradation ini harus segera dibenahi oleh tim sebelum race perdana di Australia nanti, tapi hari Minggu kemarin, Schumi menyatakan keyakinannya bahwa timnya saat ini tengah berada di posisi yang lebih kuat dibanding pada dua musim sebelumnya, walau mungkin masih sulit untuk menggeser posisi Red Bull yang mana menurutnya tim minuman energi ini masih sangat tangguh.

“I don’t think that’s possible for us to fight for first position,” ujar Michael Schumacher hari Minggu kemarin pada Autosport. “Already Red Bull is quite strong. It’s a separate thing to be first position. But after this it’s a pretty tight field. With this testing knowledge and not knowing everything in detail, and how much fuel people are running. It’s very difficult to assume and assess what that means,” lanjut Schumi mengenai peta kekuatan tim-tim lawan yang masih sulit diprediksi karena tak tahu berapa banyak bahan bakar yang dibawa tim-tim lainnya. Meski begitu, Schumi meyakini bahwa performa timnya tahun ini jauh lebih baik dibanding dua tahun sebelumnya dan tahun ini timnya memiliki persiapan yang jauh lebih baik.

“The good thing is that we’ve definitely worked on the car and improved it; it’s always a question of how much we’ve moved forward though. [Compared to the last two years], we’re certainly much better prepared.”

Keyakinan Michael ini pun diamini oleh bosnya, Ross Brawn yang menyatakan keyakinannya bahwa Mercedes tahun ini akan tampil lebih cemerlang dibanding dua tahun sebelumnya. Mengenai mobil baru Mercedes, W03, Brawn menyatakan bahwa W03 secara fundamental jauh lebih baik di segala area, sistem pendinginannya bekerja lebih baik yang artinya memudahkan para engineer tim ini bisa lebih fokus dalam mencari cara jitu dalam mengembangkan performa mereka dibanding tahun lalu.

Walaupun saat sesi ujicoba W03 masih didera tyre degradation tapi Brawn berpendapat bahwa itu bukanlah hal  yang serius. Menurutnya para pebalapnya harus bisa memahami balance mobil baru mereka ini dan berusaha mengurangi tyre degradation tersebut.

“I don’t think we have a core problem – I think we have a reasonable car in that respect and our race distance simulations are quite reasonable,” ujar Brawn.

“But what we are understanding is the sensitivity – things that we can do that change the level of degradation. The drivers are understanding the balance of the car they should try and have to reduce the degradation and I think it is how you translate what you learned have to what we are going to have between Melbourne and the first few races which will be the big challenge,” kata Brawn menanggapi soal issue tyre degradation.

Sekarang, sesi ujicoba pra musim sudah berakhir. Dua pekan mendatang, pertarungan kembali akan mulai bergulir, dan saat itulah waktunya pembuktian. Tim mana yang jauh lebih siap dibanding tim lain. Tim mana yang jauh lebih lihai dan cerdas dalam menembus celah regulasi FIA. Dan bagi para penggila F1, akhirnya bisa kembali melepas rindu menyaksikan aksi para jagoannya dan menikmati deru mesin F1 laksana musik terindah di dunia.

Minggu, 04 Maret 2012

Out of Bounds

Race 14: Singapura (25 September 2011)
Kali ini adalah balapan malam hari kedua yang dijalani Michael Schumacher. Awalnya Schumi memberikan penampilan yang menjanjikan untuk bisa mengulang aksi gemilang yang diperlihatkannya sejak dari GP Belgia dan Italia. Di sesi hari Jum’at, Schumi tampil jauh lebih kencang dari rekan setimnya. Hari Sabtu pagi, gap waktu antara dirinya dengan Rosberg hanya selisih tipis. Di kualifikasi, Michael kembali menjalankan strategi penghematan ban untuk lomba dengan memilih tidak melakukan flying lap. Strategi penghematan ban untuk lomba ini seharusnya bisa saja berjalan lancar kalau saja ia tak mengalami insiden dengan Sergio Perez (Sauber). Saat itu, Michael tengah kencang-kencangnya beradu posisi, tapi Perez dari sisi dalam mencoba menahan Schumi, jarak di antar keduanya terlalu dekat sehingga tabrakan pun tak bisa dihindarkan. Schumi terpaksa mengakhiri balapannya sementara Perez masih bisa melaju dan meraup satu poin setelah finish di urutan ke-10.

Free Practice 1:
Schumacher          : 8th   (1:52.416)
Rosberg                 : 10th (1:52.815)

Free Practice 2:
Schumacher          : 6th    (1:48.418)
Rosberg                 : 15th (1:50.790)

Michael Schumacher’s Friday Quotes: (Singapore GP)
"As usual on these types of circuits, the track is pretty slippery and provides low grip. It was not really useful therefore that the practice time was cut, because we had a big programme to work on. But then, it was what it was, so we made the best out of it. The picture overall is probably as expected: no big surprises, and maybe the most obvious thing is that the difference between the tyres is quite big. For the rest, it is too early to say as we did not have the time yet to analyse the practice sessions fully. I like the race here; it is a bit like the modern Monaco, very exciting with more run-off areas." 

Free Practice 3:
Schumacher          : 7th (1:47.837)
Rosberg                 : 6th (1:47.831)

Qualifying:
Schumacher          : 8th (No Time)
Rosberg                 : 7th (1:46.013)

Michael Schumacher’s Saturday Quotes: (Singapore GP)
 "It was quite a tactical qualifying session, in which we chose not to run in Q3 to save new tyres for the race. In theory, this should be worth some time over the race distance, so it was a calculated risk worth taking. As we all know from the past, a lot of incidents can happen during the Singapore Grand Prix, so I will certainly go for any opportunity which might occur. I will definitely keep my fingers crossed for Sebastian to clinch his second world title here tomorrow." 

Race:
Schumacher          : DNF (lap 29) kecelakaan dengan Sergio Perez
Rosberg                 : 7th

Michael Schumacher’s Sunday Quote: (Singapore GP)
"It was a very unfortunate ending to my race in Singapore tonight and obviously I am a bit disappointed. What happened was what I would call a misunderstanding between Sergio Perez and myself. He was about to go inside and lifted, and I was not expecting him to do that so early, and therefore hit him. It's probably one of those race incidents which look more impressive from outside than from inside, as I am totally ok and my impact in the end was not too heavy. It was a pity because my car and the tyres worked well, and therefore the pace was very good. I will look ahead to the next races and hope to have better endings there."

Sabtu, 03 Maret 2012

Points of Authority


Race 13: Italia (11 September 2011)
Selain Spa Franchorchamps di Belgia, sirkuit Monza di Italia juga merupakan salah satu sirkuit yang banyak memberikan kenangan manis bagi Schumi. Terlebih Schumi cukup lama bergabung dengan tim asal Italia, Ferrari yang tentunya amat mengenal sirkuit berkarakter cepat ini. Di sirkuit ini terbilang Schumi cukup andal, terbukti dari rekor lima kemenangan yang ditorehkannya di sirkuit yang amat bersejarah dalam olahraga F1 ini terutama dengan kisah kematian Wolfgang Von Trapp yang sekaligus juga merenggut nyawa banyak penonton.

Bagi Schumi saat mengenang kemenangan-kemenangannya di sirkuit ini ia mengungkapkan bahwa meraih kemenangan di Monza merupakan salah satu moment yang sensasional terutama sekali karena atmosfer tifosi di sana. Dan tentu saja akan amat mengesankan bila ia bisa kembali meraih kemenangan di sirkuit ini, tapi Schumi dengan logis menyadari bahwa hal itu belum bisa dicapainya menilik dari kekuatan timnya saat ini. Meski banyak pihak menilai karakter jalur lurus dan cepat ala Monza yang amat terkenal ini cocok sekali dengan power dapur pacu mesin Mercedes dibanding di sirkuit-sirkuit lainnya, tapi Schumi tetap menilai timnya saat itu belum bisa menandingi rival-rivalnya.

Walau begitu, Schumi tetap tak menampik timnya telah berkembang cukup pesat dan melakukan pengembangan, terbukti dari hasil cemerlang yang diraihnya di Belgia, di mana ia harus start dari posisi buncit, tapi dengan kepiawaian dan gerak cepat timnya, Schumi berhasil finish kelima. Tentu saja Schumi berharap bisa mengulang hasil positif yang dicapainya itu di sirkuit Monza, Italia ini. Tapi untuk meraih podium apalagi kemenangan, Michael cukup sadar diri tak tak bersikap takabur.

Michael memulai akhir pekan di Monza dengan cukup baik. Hari Jum’at sore saat sesi latihan bebas kedua, Schumi tampil sebagai pebalap tercepat ketiga di belakang Vettel dan Hamilton. Awal yang menjanjikan. Esoknya, hari Sabtu kembali Schumi tampil bagus. Di sesi kualifikasi ia berhasil meraih P7, selangkah di depan rekan setimnya. Optimisme menyambut balapan pun makin besar.

Minggu saat balapan, Schumi kembali memperlihatkan tontonan menarik yang memperlihatkan kualitasnya sebagai juara dunia. Ia dengan W02nya yang kalah jauh dibanding spec McLaren berhasil menahan Lewis Hamilton hingga membuat pebalap Inggris itu gregetan dan mengadu pada timnya yang ditindaklanjuti oleh timnya dengan melaporkan FIA. Tapi Schumi tak hirau dengan segala macam tetek bengek soal FIA, terlihat sekali ia amat menikmati balapan hari itu, meski aksinya membuat kebat-kebit penggemar setianya, tapi yang lebih tak menentu tentu saja perasaan bosnya, Ross Brawn yang amat paham dengan kemampuan Schumi, tapi dengan regulasi baru yang melarang pebalap melakukan dua gerakan sekaligus untuk mempertahankan posisinya bisa menjadi boomerang bagi Schumi. Dan inilah yang diadukan oleh Hamilton pada timnya setelah berkali-kali usahanya menyalip Schumi selalu saja gagal.

Di lap 13 Hamilton hampir berhasil menyalip Schumi, tapi Schumi berkat superior speed Mercedes-nya berhasil mempertahankan posisinya dengan amat baik. Saat mengenang kembali aksinya usai balapan, Schumi dengan bersemangat menceritakan perjuangannya dalam mempertahankan posisinya menghadang Hamilton seperti kisah Daud melawan Goliat. Ia sadar baik dirinya maupun Lewis sama-sama menggeber tunggangan mereka masing-masing hingga titik batas. Tapi tentu saja W02nya tak sebanding dengan MP4-26-nya Lewis Hamilton. Ia serasa harus membuat mobilnya sebesar truk agar bisa menghadang laju Hamilton yang terus berupaya menyalipnya.

Brawn yang merasa khawatir pebalapnya akan mendapat sanksi akibat keluhan Lewis yang disampaikan ke timnya membuat bos tim Mercedes ini berkali-kali mengingatkan Schumi dan memberikan celah bagi Lewis di tikungan bernama Ascari. Akhirnya Schumi menuruti pula saran sahabatnya ini dan melepaskan Lewis yang sudah gregetan di lap 28, pebalap Inggris ini pun langsung melesat meninggalkan Schumi setelah ia memberi celah bagi Hamilton di tikungan yang diberinama Ascari sebagai penghormatan atas kiprah pebalap Italia itu.

Walaupun Schumi hanya mampu finish ke-8 tapi aksi Schumi ini mendapat pujian dari Brawn. “Michael drove a fantastic race, we know we haven’t got the fastest car but we have seen everything we know about Michael Schumacher,” tukas Brawn pada media Inggris, BBC. Ia juga menjelaskan bahwa FIA telah berkali-kali memperingati timnya atas aksi Michael itu agar berhati-hati.

“It is a balance between racing and not overstepping the mark. They (FIA) asked us to be careful, which we were. It was great racing – and great for F1,” kata Brawn.

Tentu saja aksi Michael ini meskipun mendapat kritikan dan serangan dari kubu McLaren mulai dari Hamilton, yang bersangkutan dan gregetan karena kesulitan menyalip Schumi, hingga Martin Whitmarsh dan tak terkecuali Jenson Button, rekan setim Hamilton mengkritik aksi Schumi itu dengan dalih tindakan Schumi itu amat berbahaya. Tapi tidak demikian menurut Chairman Daimler, induk semang perusahaan Mercedes, Dieter Zetsche yang amat menikmati aksi Michael di Monza itu dan memuji aksi Michael itu sebagai “pure racing.”

“Michael did a great job with a car that is still not yet quite at the same level as our best competitors,” puji Zetsche atas aksi Schumi itu melalui Autosport.

“It was a thrilling battle over 20 laps; it was pure racing – I was so excited that I almost wanted to climb inside the tv! It was absolutely of the highest class,” seru Zetsche antusias.

Free Practice 1:
Schumacher          : 11th (1:26.699)
Rosberg                : 18th (1:27.492)

Free Practice 2:
Schumacher          : 3rd   (1:24.347)
Rosberg                : 22nd (1:29.184)

Michael Schumacher’s Friday Quotes: (Italian GP)
"It's always a special feeling to be here in Monza. It began yesterday when I did my lap of the circuit, saw the tifosi and enjoyed the particular atmosphere of this track. Then going out in the car today, it's nice to feel what comes across from the fans - it reminds me of being at my home races. In terms of the character of the circuit, we are usually good on braking and traction, and there are not so many of the medium and high-speed corners in which we have not been so strong this year. It certainly looks good in terms of my position today, and I'm pleased with that; but we will only find out tomorrow what it is really worth." 

Free Practice 3:
Schumacher          : 7th (1:24.114)
Rosberg                : 6th (1:23.875)

Qualifying:
Schumacher          : 8th (1:23.777)
Rosberg                 : 9th (1:24.477)

Michael Schumacher’s Saturday Quotes: (Italian GP)
"Qualifying today went mostly according to plan. I don't think we could have taken much more; maybe I could have ended up one place higher. I didn't have an ideal fast lap as I tried to use the slip stream from Lewis but then he locked up in the second chicane which made me lock up too. However I will be on soft tyres tomorrow which should be better for my race. As our race pace looked quite good yesterday, I was more focusing on the race and trying to use the tyres in the right way. For tomorrow, I will try to get a good start and take it from there." 

Race:
Schumacher          : 5th
Rosberg                : DNF (kecelakaan saat start)

Michael Schumacher’s Sunday Quotes: (Italian GP)
"It was an exciting race today, both for me and I think for all of our fans, and that is why I am happy. The fighting against Lewis was big fun, and my mirrors seemed to be very small at times. We are both known for driving on the limit, and that is what we did. I had to make my car as wide as a truck, and had to stretch the possible as much as I could, but in the end, as expected, he was still faster. The start was ideal, I held back on purpose at first in order to use the grip perfectly afterwards, and then the left side was all free. To make the most of your possibilities is the maximum possible at times, and that is why I had fun today, especially knowing that there is more to come in the future, with all the support we have from Mercedes."

Jumat, 02 Maret 2012

Private Emotion



Race 12 : Belgia (28 Agustus 2011)
Sirkuit Spa Franchorchamps 20 tahun yang lalu, di mana sejarah itu bermula. Debut seorang pemuda Jerman bernama Michael Schumacher yang bergabung dengan tim asuhan Eddie Jordan. Awal dari serangkaian kesuksesan seorang pria Jerman yang hingga saat ini telah mengoleksi 91 kemenangan GP, 154 podium, 168 pole, dan yang paling spektakuler, 7 gelar juara dunia F1. Saat itu Michael turun bersaing dengan nama-nama besar macam Ayrton Senna, Alain Prost, Nigel Mansel, masih pula ada nama Nelson Piquet yang sebulan kemudian menjadi rekan setimnya di tim Benetton, tentu saja semula tak ada yang terlalu hirau dengan kehadiran pemuda Jerman ini yang hadir ke F1 sebagai pengganti pebalap Jordan, Bertrand Gatchot yang masuk bui karena kecerobohannya sendiri.

Konon debut Schumi di Jordan ini tak lepas dari andil Mercedes. Karenanya tak heran pula bila kini Schumi ingin sekali membalas peran serta Mercedes yang telah memberinya kesempatan emas meraih sejumlah kesuksesan itu walaupun usaha Schumi ini masih menemui banyak kendala. Memang amat disayangkan, dulu di masa mudanya Michael malah membawa tim lawan Mercedes meraih masa kejayaannya, dan Mercedes sendiri bagai ibu yang baik, walau ingin sekali menarik Schumi dalam pelukannya tapi tak sampai hati, mengingat saat itu Schumi tengah berada di puncak keemasannya yang diraihnya lewat proses dan waktu yang panjang dan Mercedes tak tega merenggut itu dari Michael. Perlu waktu yang lama bagi Mercedes hingga akhirnya bisa membawa Schumi pulang, tapi sayangnya ada jeda waktu yang cukup panjang sejak Schumi terakhir kali aktif di F1. Meski begitu, Mercedes tetap menaruh kepercayaannya pada Schumi dan sang juara dunia tujuh kali yang sangat loyal ini memang memiliki hasrat yang amat tinggi untuk membalas budi pada Mercedes, sang ibu yang selalu setia mendukungnya selama ini.

Di debut pertamanya ini, Michael Schumacher meraih P7 saat kualifikasi, membuat sebagian mata terbelalak dan mulai memperhatikannya, sayangnya saat lomba, ia gagal menyelesaikan lomba karena mobilnya mengalami masalah. Meski begitu, Michael Schumacher sudah mulai mempesona dunia. Setahun kemudian, di sirkuit ini pula, Michael kemenangan GP F1 pertamanya bersama Benetton, yang pertama dari total 91 kemenangan yang telah diraihnya selama karirnya di F1, rekor yang belum terpecahkan hingga saat ini.

GP Belgia 2011 merupakan peringatan 20 tahun karir F1 Michael Schumacher di Formula One jadi tentu saja GP kali ini amat sangat berarti bagi seorang Michael Schumacher. Sirkuit Spa Franchorchamps sendiri amat berkesan bagi Michael Schumacher. Banyak balapan spektakuler yang dialaminya di sirkuit ini. Ada banyak sekali kenangan manis Schumi yang terukir di sini. Tak heran bila ia mengatakan Spa Franchorchamps serasa ruang keluarga baginya.

0“To me, Spa remains my ‘living room’, because it has been the stage for so many things which have been remarkable for my sporting career. This is whay this time I would like to specifically send a big thank to you all my fans for their loyalty and support, which I was happy to receive during those 20 years and also since my comeback” ujarnya dalam wawancara hari Kamis menjelang GP Belgia 2011 yang menjadi penanda 20 tahun karirnya di Formula One sekaligus merupakan kesempatan baginya untuk berterima kasih bagi jutaan fans setianya yang selalu mendukungnya selama 20 tahun karir balap F1 nya.

Saat mengenang pertama kali ia melakukan debut F1 nya di sirkuit ini. Tatkala ia harus bersaing melawan nama-nama besar pebalap Formula One kala itu, Michael menyatakan bahwa semua superstar F1 ini adalah manusia biasa sama seperti dirinya. Karenanya ia sama sekali tak gentar. Dan baginya itulah yang menarik dari Formula One. Challenge! Dan persaingan ini yang telah memotivasi sehingga tercipta balapan yang sangat menarik.

“At the end of the day we are all humans, we all have limits and you drive within those and there is no reason why it is impossible to beat those guys in the past and neither these guys that are here right now. That’s the good thing about Formula One. It is always a challenge and it is always a motivating challenge that is great fun,” tukas juara dunia tujuh kali ini mengenang tahun-tahun awalnya di olahraga yang dicintainya ini.

Sebagai manusia biasa tentu saja di balik serangkaian kesuksesan yang ditorehkannya terselip pula sejumlah kesalahan. Tapi baginya itulah nilai kehidupan. Kesalahan merupakan guideline dalam menjalani hidup. Ini pulalah yang memandunya dalam menghadapi hidup dan karirnya selama ini. Apapun komentar miring dan kritikan pedas yang mengiringi karir F1nya selama ini, ia tetap merasa tetap bersemangat dan puas atas pencapaiannya selama ini.

“But then in life you have to make some mistakes in order to understand it is a mistake and to sort of set your guidelines and, all in all, I guess the vest that I’m wearing, that I’m wearing inside me, is pretty white, and I’m pretty happy about this. I don’t have many regrets and overall, I certainly feel very excited and proud of what was happened.”

Sebagai peringatan 20 tahun karir balap F1nya tentu saja Schumi berharap banyak pada balapannya di Spa kali ini, terutama di balapan-balapan sebelumnya Schumi mendapat banyak sekali cerca dan kritik atas hasil buruk yang dicapainya. Tapi big bossnya, Norbert Haug dalam wawancaranya dengan Autosport menjanjikan bahwa Schumi akan mengalami akhir pekan yang mengesankan di Spa Francorchamps ini dan ia yakin di sini Schumi siap meredam semua kritikan yang ditujukan padanya selama ini. Terlebih di mata Haug, Michael masih “lapar” akan kemenangan dan bila ditinjau dari lima balapan terakhir, ia melihat catatan waktu Michael dengan Nico sebenarnya seimbang, bahkan terkadang Michael tampil jauh lebih kencang dibanding Rosberg. Dan bila ditilik dari data statistik, menurut Haug tak ada yang melakukan overtaking sebanyak yang dilakukan Michael Schumacher. Tidak juga Sebastian Vettel yang seringkali berada di depan sekali.

“If you look at the overtaking statistics, Michael is leading, nobody has overtaken more than him. This is quite something, you could say. It’d be difficult for (Sebastian) Vettel, starting at the front all the time,” ujar Haug pada Autosport. Dan “kelaparan” yang masih terpancar dari diri Schumi akan kemenangan itu jelas sekali terlihat di Kanada. Michael merupakan orang yang ambisius, meski tak terlalu ambisius, tapi Michael jelas memperlihatkan bahwa ia masih memiliki semangat dan hasrat yang besar akan balapan dan menurut Haug itu jelas terpancar lewat mata Schumi.

“If you look through the data dan look through the lap times, and if you make the effort to look at it, ther have been quite a few races when he had similar or better speed in the race as Nico (Rosberg) has,” terang Haug pada Autosport. “It was much more balanced than the qualifying results were suggesting,” petinggi Mercedes ini melanjutkan dalam beberapa balapan Schumi tampil amat mengesankan saat lap-lap awal dan menurutnya hanya pebalap hebat yang bisa melakukan aksi seperti itu. Baginya Michael masih bisa mengejutkan orang-orang, bahkan di saat-saat seperti sekarang ini dimana kebanyakan orang berpikir bahwa karir Michael sudah tamat, tapi Haug sendiri tak ingin melakukan kesalahan itu. Dibutuhkan komposisi yang tepat untuk mengendus spirit yang masih menyala dalam diri Michael, dan hal itu nyata terlihat di Kanada di mana Schumi tampil amat cemerlang.

“Maybe strange to say, but Michael can surprise people, even after this period of time when some people write him off, we will definitely not make that mistake to write him off. You need to smell it, you need to have right ingredients and you see a race like Canada and I think it was excellent,” tegas Haug memuji kiprah pebalap utamanya ini.

Dan pujian Haug ini beralasan sekali. Di GP Belgia ini Schumi kembali tampil memukau baik bagi fansnya maupun yang selalu setia mengkritiknya.

Pada Jum’at pagi di sesi latihan bebas pertama, saat itu hujan turun dengan amat deras, Michael si Rain Master ini pun berhasil tampil paling kencang disusul rekan setimnya, tapi Michael tak berbangga hati dengan hasil ini, karena baginya catatan waktunya itu tak bisa dijadikan tolok ukur mengingat kondisi yang tak mendukung saat itu sehingga tim-tim papan atas tak sempat mengeluarkan seluruh kekuatannya.

Di sesi kualifikasi, Schumi dalam perayaan ke-20 tahun karirnya di F1 mengalami apes. Hal yang langka sekali bagi Schumi terjadi di sirkuit yang biasanya sangat bersahabat dengannya ini. Tapi itulah yang terjadi. Schumi tak sempat mencatatkan waktu karena ban belakang kirinya terlepas saat Q1 sehingga ia mengalami kecelakaan. Akibatnya ia pun terpaksa harus start dari urutan paling buncit. P24. Tapi seperti biasa Michael tetap menyikapi hasil ini secara positif. Di lomba nanti ia memilih banyak sekali set ban yang masih baru sehingga akan amat membantunya dalam meraih posisi yang lebih baik saat balapan.

Hari Minggu, Spa Franchorchamps kembali bermurah hati pada Schumi. Start Michael berjalan mulus. Meski di sepanjang lomba terjadi banyak kecelakaan dan kekacauan di sekitarnya yang bisa menghancurkan akhir pekannya tapi untungnya ia bisa melewati semuanya itu. Bahkan Schumi berhasil naik sebanyak 19 posisi. Hari yang emosional bagi Schumi tapi hasil yang dicapainya amat sepadan dengan keapesan yang dirasakannya saat kualifikasi hari sebelumnya. Terlebih berkat strategi gemilang, ia sukses finish tepat di depan rekan setimnya, meski hampir terjadi perang saudara di kubu Mercedes, dan Rosberg tampak jelas sekali di balik spion Schumi, namun dengan set ban baru miliknya Schumi berhasil melesat meninggalkan Rosberg yang perlahan mulai mengecil di kaca spion sang juara dunia ini. Viva Schumi!

Free Practice 1:
Schumacher          : 1st (1:54.355)
Rosberg                : 2nd (1:54.829)

Free Practice 2:
Schumacher          : 11th (1:51.922)
Rosberg                : 6th   (1:51.242)

Michael Schumacher’s Friday Quotes: (Belgian GP)
"It was a special feeling to be out on track today for the first practice sessions of this anniversary weekend in Spa. A lot of things have changed here in the past twenty years, but the weather certainly hasn't! Today was another typical Spa day, with mixed conditions and very little dry running. The conditions meant that we couldn't do much work on the set-up, although we made the most of the limited time when the circuit was dry. Even so, it will be tricky to find the right set-up compromise for Sunday, because the weather here is always so unpredictable."

Free Practice 3:
Schumacher          : 10th (2:11.667)
Rosberg                : 7th   (2:10.837)

Qualifying:
Schumacher          : 24th (No Time)
Rosberg                : 5th (1:50.552)

Michael Schumacher’s Saturday Quotes: (Belgian GP)
 "Well, obviously I would have wished for a different end to today's qualifying, but it is difficult to drive on three wheels - even if I should have the experience to do so in Spa. Seriously, this is certainly something that should not occur, but then this is also Formula One; we are working at the highest level but still things can happen. At first, I wasn't sure what had happened, as I just felt myself lose the back end suddenly which is why I instantly apologised to the team. But then I saw the wheel off the car and understood the reason why I had lost control. Trying to find the good in the bad, I'd probably say that I still have some fresh sets of tyres left, and that there is only one direction to go tomorrow: forward." 

Race:
Schumacher          : 5th
Rosberg                : 6th

Michael Schumacher’s Sunday Quotes: (Belgian GP)
"A wonderful ending to a wonderful weekend here in Spa. I think more than fifth place would not have been possible today but making up 19 places was a good feeling. With all my family, friends and fans here, it was an extra motivation, and I would like to thank all of them for their support. They saw an exciting race with a great strategy from our team. So all in all, for me, there was a lot of emotion and a lot of overtaking today. At the beginning I was a bit afraid that some of the flying parts might hit and damage my car, but I was lucky that nothing happened. After that, I had big fun hunting and making my way forward."