Total Tayangan Laman

Translate

Senin, 29 Desember 2014

Sebuah Catatan....

29 Desember 2013... tanggal ini mungkin hanya akan menjadi sebuah tanggal biasa saja di antara 364 tanggal lainnya sepanjang tahun kemarin bila kejadian itu tak pernah terjadi. 29 Desember mungkin juga merupakan tanggal istimewa karena tiga hari menuju tahun baru.... Tapi di tahun 2013, tanggal 29 Desember menjadi hari paling menggemparkan dalam dunia balap Formula One. Bagaimana tidak... di tanggal ini tiba-tiba saja muncul berita menggemparkan. Michael Schumacher, pebalap tersukses dalam sejarah dunia balap jet darat ini mengalami kecelakaan. Bukan di atas lintasan balap Nurburgring yang terkenal angker, atau Hockenheim yang telah merenggut nyawa Jim Clark, pebalap karismatis di tim Lotus, bukan pula di Monza tempat di mana Wolfgang von Trips dan 15 orang penonton meregang nyawa dalam kecelakaan parah pada tahun 1961. Michael Schumacher yang selama karirnya di Formula One selalu dekat dengan maut itu justru mengalami kecelakaan paling tragis dalam hidupnya justru di arena ski di Meribel, Perancis, lima hari menjelang ulang tahunnya yang ke-44 tahun.

Di tanggal ini setahun yang lalu, dunia benar-benar terhenyak. Michael Schumacher saat itu baru saja mengundurkan diri (untuk kedua kalinya) dari dunia balap Formula One setelah tiga tahun yang tak terlalu mengesankan bersama tim Mercedes, tengah berlibur bersama keluarga dan beberapa kawan di kawasan ski di mana ia memiliki pondok pribadi di sana. Sebenarnya ski bukanlah olahraga baru bagi Schumi, panggilan media dan fans pebalap tujuh kali juara dunia F1 ini. Sama seperti dunia balap, Schumi dikabarkan sangat ahli dalam olahraga bersalju ini, karena itu berita kecelakaan Schumi saat bermain ski sangat mengejutkan. Terlebih dampak dari kecelakaan di arena ski itu, Schumi dikabarkan koma dan mengalami pendarahan di otaknya. Namun itulah yang terjadi. Michael Schumacher mengalami kecelakaan di arena ski saat ia tengah menolong seorang tamunya yang terjatuh, kepala Schumacher membentur batu sedemikian keras hingga membuat helmnya retak dan mengakibatkan pendarahan dalam otaknya.

Berita kecelakaan Michael Schumacher ini tak pelak mengejutkan para penggemarnya, bahkan yang tak terlalu menyukainya pun rasanya sangat terkejut dengan berita ini.

Selama karirnya di dunia Formula One, Michael Schumacher memang telah menorehkan sejumlah prestasi mengesankan. Catatan rekornya terlalu banyak dan menjadi barometer bagi pebalap muda. Di atas lintasan, Schumi merupakan lawan yang amat tangguh. Ia tak pernah gentar dengan keadaan sesulit apapun. Entah sudah berapa kali kecelakaan pernah dialaminya di atas lintasan. Ia pernah membalap dan finish di tempat terdepan dengan transmisinya stuck di gigi lima. Ia juga pernah membalap dengan tangki bahan bakarnya menyemburkan api. Mengalami wheel bearing rusak namun tetap finish di posisi ke-4 di GP Inggris 1997 (padahal ia bisa saja menang). Finish terdepan walau bannya mengalami tingkat keausan yang tinggi di GP Hungaria.

Berbagai macam insiden pernah dialaminya di lintasan sirkuit. Ditabrak. Menabrak. Dihantam. Menghantam. Malaikat maut seolah begitu dekat dengannya. Kecelakaan paling parah yang pernah dialami Michael Schumacher mungkin adalah saat GP Inggris 1999 di Silverstone. Kecelakaan parah yang dialaminya di lap pertama itu membuatnya patah kaki dan nyaris mengakhiri karir balapnya. Beruntung ada seorang dokter bernama Professor GĂ©rard Saillant, ahli ortopedi yang begitu tekun dan membantunya pulih. Michael harus merelakan mimpinya merebut gelar dunia pertamanya bersama Ferrari di tahun itu (sebelumnya ia sudah menjadi juara dunia dua kali berturut-turut bersama tim Benneton) karena terpaksa absen hampir sepanjang musim, tapi ternyata kecelakaan itu tak pernah menyurutkan nyali Schumi di atas sirkuit. Setahun kemudian, ia tampil mendominasi dan meraih gelar dunia ketiganya dan memulai masa keemasannya bersama Ferrari dengan merebut lima kali gelar juara dunia berturut-turut.

Keberanian Schumi dan kesuksesannya di dunia balap ternyata bukan hanya menciptakan penggemar fanatik untuknya. Tak sedikit pula yang tak menyukai dominasinya di dunia balap ini. Namun berita kecelakaan yang dialaminya tahun lalu hingga menyebabkannya koma menimbulkan gelombang simpati dan doa dari berbagai pihak. Tak peduli penggemar fanatiknya atau bukan, semua melantunkan doa dan harapan yang tulus bagi kesembuhannya. Semua percaya Schumi bisa melewati semua masa kritis ini. Schumi yang selama karirnya di dunia balap menunjukkan semangat juang yang sangat tinggi diyakini takkan mudah menyerah. Sejumlah pebalap yang menjadi rivalnya maupun rekan setimnya pun menyampaikan doa, harapan dan keyakinan akan kesembuhannya. Salah satunya adalah David Coulthard, pebalap Skotlandia yang pernah membalap untuk tim Williams dan McLaren. DC, sebutan untuk Coulthard, pernah bertengkar hebat dengan Schumi usai sebuah insiden di sirkuit yang membuat Schumi begitu berang hingga mendatangi DC dan memakinya dengan keras. Begitu pun DC pernah mengoloknya di atas sirkuit. Tapi di saat Schumi dalam kondisi kritis usai kecelakaannya di arena ski, DC menulis sebuah artikel yang sangat tulus dan menyentuh.

Berhari-hari para fans fanatiknya berkumpul di depan rumah sakit di Perancis, tempatnya dirawat. Namun kondisi Michael masih belum ada perubahan. Luka serius pada otaknya membuat tim dokter yang menanganinya terpaksa mengkondisikannya dalam keadaan koma. Di antara tim dokternya terdapat pula nama yang tak asing. Professor Saillant, yang pernah menanganinya saat kecelakaan di Silverstone, Inggris pada tahun 1997 langsung terbang ke rumah sakit tempat Schumi dirawat.

Berbulan-bulan lamanya Schumi dalam keadaan koma. Sempat muncul kekhawatiran saat tersiar berita Schumi tak merespon walau tim dokter ahli di sekelilingnya mencoba menyadarkannya dari komanya. Namun setitik cahaya terang muncul saat Schumi mulai menunjukkan reaksi yang menandakan ia telah terbangun dari koma. Walau untuk mencapai tahap pulih seperti sediakala nampaknya masih jauh dari harapan.

Setelah berbulan-bulan dalam keadaan koma, Schumi memang telah terbangun tapi ia mengalami kelumpuhan yang menyebabkannya harus menjalani terapi. Meski begitu harapan tetap layak diusung setinggi-tingginya. Bagaimanapun juga, pulihnya Michael dari koma tetaplah sebuah mujizat yang patut disyukuri. Terlebih setelah berbulan-bulan lamanya dirawat di rumah sakit, kini Schumi telah diperkenankan pulang ke rumahnya di Swiss. Setidaknya hal itu adalah berita baik. Meski para penggemarnya harus merelakan idolanya ini takkan bisa membalap lagi. Tim dokter sudah memastikan bahwa Schumi takkan pernah bisa membalap lagi. Tragis memang. Balapan memang sepertinya sudah mendarah daging bagi Schumi. Bakat balap itu rupanya menurun ke putranya, Mick Schumacher yang belum lama ini diberitakan memulai debutnya di dunia balap mobil.

Michael Schumacher memang sudah tak mungkin lagi membalap. Tapi ia tetap seorang pejuang. Selama karir F1-nya yang spektakuler, Schumi sudah kadung dicap sebagai manusia super pemecah rekor fantastis. Manusia setengah dewa. Jadi tak berlebihan kiranya bila penggemarnya meyakini Schumi takkan menyerah sedemikian mudahnya.

Kini genap setahun insiden itu terjadi. Miracle can happens in many ways. Di dunia balap di mana maut begitu dekat, mujizat merupakan hal istimewa bagi para pebalap. Schumi telah seringkali merasakan keindahan mujizat itu. Dan kali ini pun meski ia tak lagi bertarung di atas sirkuit, tapi Schumi masih mendambakan mujizat itu terjadi atas dirinya.

Sebagai salah satu penggemar fanatiknya, aku selalu berdoa mujizat kembali terjadi atasnya. Aku berharap berita baik dari Michael Schumacher datang. Michael Schumacher adalah pribadi dengan semangat juang yang sangat tinggi. Banyak sudah sirkuit yang bahkan terkenal angker telah ditaklukkan oleh Michael Schumacher. Seperti yang pernah dikatakan oleh Mika Hakkinen, salah satu rivalnya sekaligus rekan yang sangat dihormatinya, saat Michael masih terbaring koma, Mika pernah mengungkapkan keyakinannya bahwa Michael akan mampu melewati masa kritisnya. Fighting for life, kala itu menjadi penyemangat bagi Schumi untuk segera sadar dari komanya dan melewati masa kritisnya. Menyerah sepertinya takkan pernah ada dalam kamus hidup seorang Michael Schumacher. Seperti yang pernah diungkapkannya:

"We are always there, we always fight, we never give up… that’s why we are here.”

"I’ve always believed that you should never, ever give up and you should always keep fighting even when there’s only a slightest chance.”