Total Tayangan Laman

Translate

Sabtu, 31 Desember 2011

Setitik Fiksi Dalam Realita


Hercule Poirot, salah satu tokoh detektif  terkenal ciptaan Agatha Christie, kerap berkata, "Gunakanlah sel-sel kelabumu yang kecil," kepada sahabatnya, dr Watson setiap kali menghadapi kasus yang pelik.

Otak yang disebut Poirot dengan sel-sel kelabu yang kecil ini memang salah satu keajaiban karya Sang Pencipta. Ada yang pernah mengatakan, otak merupakan dasar kehidupan, bukannya jantung, karena saat sel-sel neuron dalam otak mati maka sel-sel itu tak lagi bisa menyampaikan perintah ke seluruh anggota tubuh lainnya untuk bekerja, akibatnya jantung pun berhenti berdetak dan saat jantung berhenti bekerja maka suplai darah sebagai inti kehidupan pun berhenti mengalir, tapi masalah kebenarannya, entahlah.

Bahkan seorang atheis pun pernah mengungkapkan retorika aneh mengenai hubungan otak dengan Tuhan dengan bertanya, "Mana yang benar? Otak yang menciptakan Tuhan ataukah Tuhan yang menciptakan otak?"

Apa pun itu, otak memang merupakan masterpiece Sang Pencipta yang kusebut sebagai Tuhan. Aku pernah membaca, memori dan daya kerja otak manusia konon jauh lebih besar dari motherboard komputer sebesar lapangan bola sekalipun. Ajaib kan?

Ketika sahabatku mengusulkan untuk membuat project menuangkan apa yang ada dalam pikiran kami masing-masing setiap harinya dalam bentuk tulisan, aku pun langsung antusias. Berpikir dan menulis memang merupakan hal yang sulit dipisahkan. Meski penulis bukanlah pemikir apalagi penemu yang jenius, walau ada pula penulis yang juga merupakan penemu, tapi menurutku tak ada penulis di dunia ini yang tak suka berpikir. Bagiku pribadi, sebuah karya tulis sebenarnya merupakan hasil pemikiran mendalam seorang penulis, jadi bisa dibilang berpikir merupakan modal utama seorang penulis.

Tapi tanpa harus menjadi penulis apalagi penemu, seorang manusia sejak lahirnya sebenarnya sudah ditakdirkan untuk selalu berpikir, bermain-main dengan sel-sel kelabunya yang kecil.

Aku pernah membaca dalam sebuah buku yang mengatakan, "Pikiran dapat menciptakan neraka menjadi surga dan surga menjadi neraka." Bagiku inilah keajaiban daya pikir, keajaiban sel-sel kelabu kita yang kecil ini. Karena itulah aku melabeli project ini dengan "my grey area", karena dalam "my grey area" ini, ingin kuungkapkan semua yang sempat melintas dalam pikiranku, dalam sel-sel kelabuku yang kecil ini.

1 Desember 2011 

Siang:
Tingkat pendidikan tak serta-merta membuat seseorang menjadi cerdas. Karena cerdas yang sesungguhnya bukanlah mengenai betapa hebatnya seseorang yang dengan mudahnya memecahkan soal-soal pelik eksakta. Tapi kecerdasan seseorang seharusnya diimbuhi dengan kebesaran jiwanya untuk menghayati kehidupan lain di sekitarnya. Karena cerdas adalah tingkatan yang seharusnya bukan melulu soal peningkatan sel-sel otak, tapi juga jiwa. Karena tanpa perkembangan jiwa, bagaimana orang itu bisa disebut sebagai manusia?
Sore menjelang malam:
Tiba-tiba terpikir olehku, manusia, betapapun dingin seseorang dan bagaimanapun datarnya ekspresi seseorang, tapi kenyataannya tak pernah ada manusia yang miskin emosi, apalagi ekspresi. Karena emosi dan ekspresi adalah bagian dari jati dirinya sebagai makhluk hidup. Tanpa emosi, maka ia tak bisa dikatakan sebagai makhluk hidup. Karena sebagai makhluk hidup, ia memiliki hati yang menggerakkan emosinya dalam merasa, tersentuh, dan tenggelam dalam gelombang yang disebut sebagai kehidupan. Jadi hidup adalah soal menggerakkan hati dalam berpikir, bergerak, menggali kedalaman jiwa dalam perjalanan menuju kepada Sang Pencipta. 

2 Desember 2011
Si kaya dan si miskin = simbiosis ironisme. Si miskin berpikir bagaimana menjadi kaya. Si kaya berpikir bagaimana memanfaatkan si miskin untuk membuatnya semakin kaya. 

3 Desember 2011
"Challenge yourself and you'll be amaze with how much will you get." Kalimat tenar yang entah diciptakan oleh siapa. But for me: "Challenge yourself and you'll be drown in dehidrate." 

4 Desember 2011
Yeah! Michael Schumacher win the RoC National Cup for Germany team with Sebastian Vettel. Kemenangan ke-5 buat tim Jerman di RoC. Hopefully this is the good sign for next year. Really miss to see Michael win the Formula One race again. 

5 Desember 2011 
Sebel banget, ada anak abg tanggung nan songong. Ngerokok dalam angkot, ditegor malah ngepulnya makin jadi. Ngga keselek rokoknya tuh, biar nyaho! 

6 Desember 2011

Menjelang tengah hari: 
Langit Jakarta terus diliputi mendung, cuaca terasa lembab, dan otakku serasa membeku. Aku lelah berpikir. Orang bilang, hidup untuk dinikmati. Apa itu artinya mengistirahatkan otak? Jadi, tiba-tiba terpikir, bagaimana rasanya menjadi katatonik? Apakah otaknya juga terasa membeku? Ataukah sel-sel otaknya yang lebih suka berdiam? 

7 Desember 2011 
Ada banyak yang ingin kuungkapkan pada dunia, tapi sayangnya walaupun dunia begitu luas, tak cukup banyak yang bisa kunyatakan pada dunia.

8 Desember 2011
Ada sejuta kata yang bertebaran di sepanjang atmosfir, tapi hanya satu yang mampu kuungkapkan saat ini. KALUT...

9 Desember 2011
Christopher Melky,juara olimpiade sains dibunuh pengangguran. Ironis. Ada begitu banyak anak berbakat di Indonesia yang kemungkinan besar bisa memberi perubahan bagi bangsa ini tapi sayangnya angka kemiskinan di negeri ini jauh lebih tinggi. Ironisnya, kalau saja Melky tak tewas dibunuh, ada kemungkinan saat dewasa nanti ia bisa memberi perubahan bagi negeri ini yang bisa saja berimbas pada naiknya nilai kehidupan si pengangguran kalau saja ia tak membunuh si anak cerdas itu.

10 Desember 2011
Beberapa hari ini otakku rasanya blank. Rasanya pingin cepat-cepat berganti tahun, ngga sabar pingin nonton F1 lagi. Menatap layar tv dengan perasaan tegang sepanjang balapan sambil komat-kamit berdoa semoga jagoanku, Michael Schumacher bisa juara F1 lagi dan lebih gembira lagi kalo Schumi bisa nyabet gelar ke-8nya bersama Mercedes AMG.

11 Desember 2011
Aku tahu pikiranku bisa menipu dan ketakutanku mungkin saja hanya salah satu permainan pikiranku, tapi aku tetap tak bisa mengenyahkan ketakutanku, karena aku tak bisa berhenti berpikir, karena aku lebih takut membayangkan apa yang terjadi padaku saat aku berhenti berpikir.

12 Desember 2011

Sore: 
Langit mendung, angin kencang, hujan mengintai, dan nyatanya tetes-tetes pertama hujan benar-benar turun menetesi keningku. Menyegarkan, tapi sekaligus meresahkan, membuatku dan kebanyakan orang-orang di sekelilingku, mempercepat langkah kami agar tak sampai basah kuyup diguyur hujan.

13 Desember 2011
New day has come. Langit cerah, cuaca hangat nyaris terik siap menyengat, mengikis sisa-sisa hujan kemarin. Ah, very lovely day.

14 Desember 2011

Siang: 
 Matahari bersinar terang, cukup panas meski tak terlalu terik. Tapi ditambah kemacetan dan lalu lintas Jakarta yang semrawut lumayan bikin mangkel. Ngga heran RSJ di Jakarta full booked. Hehe.

15 Desember 2011

Siang:
Apa yang seharusnya terkubur mungkin memang seharusnya terkubur. Kebenaran memang selalu menyakitkan dan ada kalanya tak mengetahui jauh lebih baik, seperti seorang bayi yang terjaga kemurniannya dalam ketidakmengertian dan ketidakberdayaannya.
Sore: 
Dalam hidup mungkin ada banyak persimpangan jalan tapi semua jalan mengarah ke depan. Tak ada jalan mundur menuju ke arah belakang. Jalan mana yang kita pilih hari ini, mungkin baru akan kita ketahui ujungnya di masa depan dan saat itu pula baru kita rasakan dampak dari pilihan kita. Saat itu terjadi, mungkin kita akan menyesali jalan yang kita pilih dan mungkin kita akan menangisi jalan yang sudah kita pilih, lalu berharap waktu bisa diputar ulang. Berharap kita memiliki kesempatan memilih jalan yang berbeda, tapi sekalipun kita sampai mencucurkan air mata darah, kita takkan mungkin kembali ke belakang dan hanya bisa terus berjalan ke depan. Karena hidup merupakan proses perjalanan seorang manusia ke arah Sang Penciptanya.

16 Desember 2011
Saat terbangun kupikir semua akan berbeda, tapi ternyata tidak. Semua masih sama hanya apa yang baru kuketahui yang membuatku merasa berbeda dari biasanya.

17 Desember 2011
Otak dan hati tak selalu berjalan seiring, meski kadang hati membius nalar namun logika pada akhirnya mampu memaksa hati kembali berpijak.

18 Desember 2011
"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau." (Yer1:5)

Belakangan ini aku benar-benar tertegun dengan semua yang terjadi dalam hidupku. Semua doa yang kupikir takkan pernah terjawab ternyata terjawab secara ajaib. Aku benar-benar tertegun menyadari sesungguhnya Tuhan memiliki rencana pada setiap ciptaan-Nya bahkan sejak ciptaan itu belum terbentuk. And I really really feel blessed by His grace.

19 Desember 2011
Satu hari berlalu lagi dan satu hari baru siap menyapa. Cuaca pagi ini sedikit aneh. Sedikit terasa hangat berkat matahari yang bersinar cerah tapi angin yang berhembus kencang membuat cuaca terasa dingin dan lembab. Seaneh cuaca pagi ini begitu pula perasaanku yang terasa aneh.

20 Desember 2011
Lidah anatomi sederhana tanpa tulang. Terletak tersembunyi dalam rangka bernama mulut. Namun lidah begitu ajaib. Pada satu orang lidah bisa menggemakan kidung indah, bagai embun menenteramkan hati, tapi pada gema lidah yang sama bisa pula mengorekkan luka. Lidah, anatomi yang benar-benar ajaib.

21 Desember 2011
Sepuluh hari menjelang berakhirnya tahun 2011. Ada banyak yang bersliweran dalam benakku, tapi aku kesulitan mengumpulkan kepingan-kepingan semangatku yang rasanya makin menciut mengiringi waktu yang serasa bagaikan sprinter olympiade.

22 Desember 2011
Berapa persenkah kadar kewarasan yang dibutuhkan seseorang untuk dicap sebagai manusia waras?

23 Desember 2011
Hari ini rasanya lemes banget. Makin dekat ke akhir tahun, rasanya makin nelangsa. Lelah berusaha mengais semangat demi mewujudkan resolusi yang belum terpenuhi.

24 Desember 2011
Ada kalanya kumulai pagiku dengan sepatah kata yang menyeruak dalam benakku seperti pagi ini. Dari sepatah kata ini, tiba-tiba menyeruak untaian kata-kata lain yang membentuk barisan kalimat. Saat untaian kata ini makin bergemuruh bagaikan lautan kata yang kupikir akan segera menenggelamkanku, segera kuambil sehelai kertas dan pena, bersiap menuangkan lautan kata dalam benakku sebelum aku benar-benar tenggelam, tapi saat aku sudah bersiap menulis, aku hanya bisa terpaku menatap kertas putih di depanku. Kuhela nafasku, mencoba menuangkan satu kata pertama, tapi sia-sia. Satu menit berlalu, dua menit, tiga menit, empat menit, lima menit. Aku masih termangu menatap lembaran putih bersih di depanku. Akhirnya aku menyerah. Kuhembuskan nafasku dan segera bangkit, menyambar handuk dan berlari ke kamar mandi, bersiap memulai rutinitas pagiku yang membosankan.

25 Desember 2011
 It;s Christmas time!

26 Desember 2011
Lima hari lagi menjelang berakhirnya tahun 2011. Heran, karena setiap menjelang akhir tahun aku suka sekali menghitung hari-hari yang tersisa.

27 Desember 2011
Sakit kepala kembali menderaku, sakit umum yang amat biasa tapi terasa mengganggu. Entah apa yang bisa disalahkan atas sakit kepalaku. Terlalu banyak berpikir? Kurasa tidak. Mungkin karena cuaca aneh yang tidak jelas hari ini. Hari dimulai dengan mendung, tapi siang ini panas terik.

28 Desember 2011
Hari ini langit cerah, matahari lumayan terik. Meski aku sebenarnya lebih suka hujan, tapi setelah hujan lebat semalam rasanya cuaca hangat siang ini jauh lebih nyaman.

29 Desember 2011
Alarm memaksa mataku terbuka. Ingin rasanya berbaring lebih lama dan terlelap kembali hingga kantukku terpuaskan, tapi waktu tak pernah cukup bermurah hati. Seandainya Tuhan menciptakan malam jauh lebih panjang.

30 Desember 2011
Emosi benar-benar menguras energi, tapi manusia tanpa emosi? Mungkinkah? Waraskah?

31 Desember 2011
Saat terjaga, hujan sudah turun. Saat tersadar, ada sesuatu yang aneh bergejolak dalam hati. Hari terakhir di tahun 2011. Rintik-rintik hujan yang terus turun mengiringi matahari yang makin meninggi. Kelabu, tapi memberikan secercah harapan? Kebetulankah? Ataukah ini syarat dari Tuhan akan penyertaan-Nya di tahun mendatang? Sebuah janji Sang Khalik akan hari depan yang sekelabu apa pun akan tetap diiringi harapan. Selamat menjelang tahun baru.

Sabtu, 10 Desember 2011

Schumacher & Vettel, Duet Lintas Generasi


Sejak Michael Schumacher kembali ke ajang balap Formula One pada 2010 silam, ia memang belum sempat lagi satu kali pun menginjak podium F1, meski timnya Mercedes GP yang pada tahun depan akan berganti nama menjadi Mercedes AMG, bukanlah tim sembarangan. Penampilan terbaik Schumacher bersama Mercedes sepanjang dua tahun ini adalah hasil finish ke-4 di GP Kanada tahun ini.

Berbanding terbalik dengan Schumacher, sementara itu pamor bintang baru Jerman, Sebastian Vettel tengah terang benderang. Keberhasilan Vettel mempertahankan gelar dunianya tahun ini untuk yang kedua kalinya menjadikannya pebalap pertama yang berhasil meraih dua gelar dunia berturut-turut sejak tahun 2006 yang diraih Fernando Alonso bersama Renault. Sejak tahun 2006 juara dunia Formula One terus berganti, diawali oleh Raikkonen pada tahun 2007, setahun berikutnya Hamilton yang menyabet gelar dan pada tahun 2009, Jenson Button bersama Brawn GP yang sukses meraih gelar dunia dari tangan Hamilton. 

Namun bagaimana bila dua juara dunia asal Jerman itu disatukan dalam satu tim? Hasilnya adalah kemenangan yang mereka raih di ajang RoC pada hari Sabtu, 3 Desember yang lalu untuk tim Jerman. Memang duet mereka di ajang RoC atau Race of Champions ini bukanlah kali pertama. Dan kemenangan mereka pada hari Sabtu lalu ini juga bukanlah yang pertama kalinya. Di ajang RoC awal Desember silam, Schumacher dan Vettel berhasil mempersembahkan gelar dunia RoC bagi tim Jerman untuk yang kelima kalinya. 

Race of Champions adalah ajang balap yang diikuti pebalap-pebalap dari berbagai ajang balap mobil. Untuk tahun 2011, ajang RoC yang digelar di Dusseldorf, Jerman ini setidaknya ada sembilan pebalap F1 yang ikut berpartisipasi di ajang ini. Selain Michael Schumacher dan Sebastian Vettel yang membela tim Jerman, tercatat pula nama Jenson Button yang mendukung tim Great Britain. Selain itu ada pula Romain Grosjean yang berpasangan dengan Sebastian Ogier membela tim Prancis. Bahkan terdapat pula pebalap veteran F1, David Coulthard. 

Duet pebalap Jerman ini berhasil melaju ke final setelah berhasil mengalahkan tim Inggris (Great Britain) yang diisi oleh Jenson Button dan Andy Priaulx. Saat melawan Button, Schumacher sempat kalah tapi kemudian Vettel berhasil menumbangkan Button setelah pebalap Inggris itu melintir yang mengantarkan tim Jerman melaju ke final menghadapi tim Nordic yang dipunggawai oleh Tom Kristensen dan Juho Hanninen dan sukses merebut gelar juara RoC bagi tim Jerman untuk kelima kalinya.

Kemenangan di RoC mungkin tak semeriah saat menjuarai ajang F1, tapi tetap saja kemenangan ini pastinya amat berarti, terlebih lawan-lawan mereka merupakan pebalap-pebalap yang berasal dari berbagai ajang balap mobil dan pastinya bukanlah pebalap sembarangan. 

Bagi Michael sendiri kemenangannya bersama Vettel di ajang RoC ini amat istimewa terlebih kemenangannya di RoC ini merupakan salah satu dari sedikit kemenangan yang diraihnya belakangan ini. Ia juga mengungkapkan Sebastian Vettel dan dirinya merupakan rekan setim yang klop dan bisa saling mendukung dan bekerja sama hingga akhirnya berhasil meraih kemenangan bagi tim nasional Jerman.

"It's always a pleasure for us to be here and especially to win it. Sebastian and I are good mates and we work well each other and help each other. In the end it worked out right for us," ujar Michael Schumacher usai meraih kemenangan.

"Unlike him (Sebastian Vettel), this is one of the few wins I've had this year- apart from a few in karts," lanjut juara dunia F1 tujuh kali ini.

"There are so many great drivers here and we are all good in our own area. So this is just a nice competition and the social moments that we get to spend together behind the scenes are very special."

Sehari setelah kemenangan beregu mereka, keduanya lalu kembali harus berhadapan di kategori perorangan. Bila sebelumnya mereka bertanding secara tim, di hari Minggu, mereka harus saling bertarung satu sama lain. Di babak perdelapan final, Michael Schumacher berhasil mengalahkan juniornya, Sebastian Vettel dan melaju ke babak semi final. Sayangnya langkah Schumacher untuk bisa menuju babak final terhenti setelah di babak semifinal ia dikalahkan oleh pebalap Le Mans, Tom Kristensen. Namun di babak final, Kristensen harus mengakui keunggulan pebalap Rally, Sebastian Ogier. 

Meski kalah dari Ogier tapi rupanya Kristensen tetap berbangga hati, karena ia berhasil mengalahkan dua pebalap Jerman, Schumacher dan Vettel di hadapan publik mereka sendiri. Dan bagi Kristensen bisa mengalahkan duo pebalap Jerman itu terlebih di tanah mereka sendiri merupakan pencapaian yang luar biasa baginya. "It's almost better than Christmas," seru Kristensen.

Gambar dipinjam dari : France24

Rabu, 17 Agustus 2011

Indonesiaku

Hari ini genap 66 tahun Indonesia menjadi sebuah negara merdeka. Negara yang memiliki kedaulatan penuh dalam menentukan arah tujuan bagi bangsa dan rakyatnya. Enam puluh enam tahun yang lalu, nama Indonesia berkumandang ke seluruh dunia sebagai negara merdeka dan berdaulat lewat proklamasi kemerdekaan yang diserukan oleh Bung Karno didampingi Bung Hatta dan disaksikan oleh beberapa tokoh perintis kemerdekaan Indonesia.

Sebagai bagian dari negara merdeka bernama Indonesia ini tentunya nama Indonesia begitu fasih baik dalam lafal maupun pikiran kita. Tapi tahukah kita apa Indonesia itu? Sejarah perjuangan Indonesia mungkin pula begitu lekat dalam hafalan tapi bagaimana Indonesia tercipta, mungkin tak sedikit dari kita yang tak mengetahuinya.

Akupun semula sama sekali tak mengetahui sejarah nama Indonesia ini dan bagaimana nama ini menjadi sebuah identitas negara merdeka. Suatu hari di tengah kemacetan pagi yang sepertinya sudah menjadi menu sarapan sebagian besar warga Jakarta, ibukota Republik Indonesia, aku yang tak berniat merusak mood-ku dengan menggerutui kemacetan yang sudah terasa sebagai kelumrahan sebuah kota besar macam Jakarta, mencoba menikmati kemacetan dengan mengamati sekelilingku. 

Pandanganku langsung terpaku pada tulisan dengan huruf kapital berwarna merah pada stiker yang tertempel di kaca depan sebuah Colt Diesel kuning di dekat mobil yang kutumpangi. Tulisan itu sangat sederhana tapi memiliki arti yang mendalam. INDONESIAKU.

Aku tersenyum dalam hati saat membaca tulisan super nasionalis itu. Aku tak tahu apakah aku termasuk kategori orang yang kurang nasionalis karena senyum sinisku yang tersungging saat membaca tulisan itu. Dalam hatiku, tetap menyala semangat besar saat melihat, menyaksikan, atau mendengar hal-hal luarbiasa sehubungan dengan Indonesia (kecuali soal korupsinya yang juga super luar biasa) tapi sebagai sebuah bagian dari negeri ini, mungkin aku bukan satu-satunya yang miris dan sinis melihat masa depan negeri bernama Indonesia.

Namun tulisan ini terasa membekas dalam benakku, hingga iseng-iseng dan setengah skeptis aku membuka google dan mengetikkan kata Indonesia. Sebenarnya aku hanya penasaran saja, apa kira-kira yang bisa kudapatkan tentang Indonesia. 

Tapi ternyata aku malah mendapat materi yang sama sekali tak pernah kuduga. Asal muasal nama Indonesia. Sejarah yang tak pernah tercantum dalam buku-buku sejarah maupun pelajaran kenegaraan selama aku sekolah padahal sejarah lahirnya nama Indonesia amat luar biasa dan bagaimana nama ini diperjuangkan oleh para perintis kemerdekaan sebagai identitas bangsa kita, bisa jadi akan membangkitkan kembali semangat nasionalisme kita sebagai warga negara Indonesia. 

Ada pepatah, tak kenal maka tak sayang, maka tak ada salahnya di hari perayaan kemerdekaan negeri tercinta kita yang ke-66 tahun ini, kita mulai menggali kembali kecintaan kita pada negeri ini dan membangkitkan lagi semangat nasionalisme kita (yang mungkin hancur lebur berkat sikap sewenang-wenang beberapa pihak ditambah budaya tak tahu malu para politisi kita yang sama sekali jauh dari sikap negarawan sejati) dengan mengenal sejarah nama Indonesia hingga menjadi identitas sebuah negara merdeka. Identitas kita semua, bangsa Indonesia.

Nama Indonesia ternyata memiliki sejarah perjalanan yang cukup berliku, seperti sejarah bangsa ini dalam memperebutkan kemerdekaannya dari pemerintahan kolonialisme Belanda dan Jepang. 

Adalah James Richardson Logan, seorang pengacara kelahiran Berwickshire-Skotlandia, 10 April 1819 yang menciptakan nama Indonesia ini. Nama yang begitu akrab di telinga kita, rakyat Indonesia, tapi sama sekali tak kita ketahui sejarah kelahiran nama ini dan betapa berartinya nama ini bagi para pendiri negara kita dalam memperjuangkan kemerdekaan negeri ini. Kemerdekaan untuk kita semua, warga negara Indonesia.

Saat berumur 20 tahun, James Richardson Logan, lulusan sekolah hukum di Edinburg ini bersama saudara kandungnya, Abraham meninggalkan negeri mereka dan tiba di Penang, Malaysia pada tahun 1840. Mereka sempat pindah ke Singapura pada 1842 tapi James memutuskan kembali ke Penang pada 1853. Ia lalu membeli dan menjadi penyunting Penang Gazette, sebuah majalah journal ilmiah sementara Abraham tetap tinggal di Singapura dan mendirikan Singapore Free Press.

Pada tahun 1849 George Samuel Windsor Earl bergabung dengan majalah journal ini. Sebenarnya pula ide dasar nama Indonesia lahir dari pemikiran Windsor Earl (1813-1865), seorang etnolog asal Inggris yang juga merupakan mentor sekaligus kolega James Logan.

George Samuel Windsor Earl juga dikenal sebagai penulis buku The Eastern Seas dimana terminologi "Eastern Seas" mengacu pada kepulauan yang sekarang bernama Indonesia, Singapura, Brunei, Filipina, dan Malaysia. Pada 1939 Earl juga pernah menulis buku yang menjadi panduan pelayaran di Laut Arafura. Observasinya atas laut dalam ini bahkan digunakan oleh Charles Darwin dan Alfred Russel Wallace.

Pada tahun 1850, George Windsor Earl tengah mencari terminologi etnografis untuk menerangkan penduduk di kepulauan Hindia atau kepulauan Melayu. "... that branch of the Polynesian race inhabiting the Indian Archipelago" atau "the brown race of the Indian Archipelago." 

Ia lalu menciptakan nama "Indunesia" dan menuangkannya dalam artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian And Malay-Polynesian Nations di majalah JIAEA (Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia) volume IV.

Menurut Earl sudah saatnya bagi penduduk di kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama tersendiri karena sebutan Hindia dinilainya kurang tepat dan seringkali menimbulkan kerancuan dengan penyebutan India yang lain.

Nama Indunesia ciptaan Earl ini merupakan gabungan dua kata, "Indu" atau "Hindu" dan "Nesos" yang berasal dari bahasa Yunani, artinya "Pulau." Tapi Earl kurang sreg dengan terminologi ciptaannya ini karena ia menganggap kata "Indunesia" terlalu umum. Earl lalu menawarkan terminologi lain, "Malayunesians" yang dianggapnya lebih tepat karena penduduknya yang merupakan ras Melayu. Sementara istilah Indunesia dinilainya bisa digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa).

Logan menanggapi serius usulan koleganya ini. Ia juga menilai kepulauan ini memang harus memiliki nama yang khas karena istilah "Indian Archipelago" terlalu membingungkan. Tapi ia menilai istilah Malayunesia, usulan Earl juga kurang tepat dan lebih suka dengan nama Indunesia tapi ia mengubah sebutan itu menjadi "Indonesia". Menurut Logan istilah "Indonesian" lebih tepat dibanding kata "Malayunesians", terutama untuk pemahaman geografis dibanding secara etnologi.

Nama Indonesia pun lahir lewat tulisan Logan yang tercantum di halaman 254 pada majalah jurnal yang sama yaitu majalah JIAEA volume IV.

"Mr Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but I reject it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian islands or the Indian Archipelago. We thus get Indonesian for Indian Archipelagian or Archipelagic, and Indonesians for Indian Archipelagians or Indian Islanders."

Sejak itu pula, James Logan konsisten menggunakan nama Indonesia ini dalam tulisan-tulisannya hingga nama ini meluas ke kalangan ilmuwan etnologi dan geografi.

R. E. Elson dalam bukunya yang berjudul The Idea of Indonesia menulis bahwa James Logan adalah orang pertama yang menggunakan kata "Indonesia" untuk menerangkan kawasan ini. Logan menggunakan kata "Indonesia" atau "Indonesians" untuk menerangkan penduduk yang tinggal di kawasan ini. Dia membagi "Indonesia" dalam empat daerah, dari Sumatera hingga Formosa.

Namun nama "Indonesia" ini tak langsung populer. Terminologi ciptaan Logan ini baru terkenal saat Logan sudah tutup usia dalam usianya yang ke-50 tahun pada tanggal 20 Oktober 1869 di Penang dan dimakamkan di sana. Begitu pula dengan mentornya, George Windsor Earl yang tutup usia pada tahun 1965 dan dimakamkan di Penang.

Beberapa tahun setelah kematian Logan dan Earl, nama "Indonesia" mulai digunakan beberapa ilmuwan sosial meski nama ini masih belum terkenal luas.

R.E. Elson mencatat bahwa pada tahun 1877, E.T. Hamy, seorang antropolog Perancis menggunakan kata "Indonesians" untuk menerangkan kelompok-kelompok pra-Melayu di kepulauan ini. Pada tahun 1880 seorang antropolog Inggris A.H. Keane mengikuti jejak Hamy menggunakan istilah "Indonesia."

"Indonesia" baru mulai terkenal secara luas setelah seorang ahli etnografi terkenal dari Berlin, Jerman bernama Adolf Bastian menggunakan terminologi hasil buah pikir Logan ini. Bastian setuju dengan pendapat James Logan dan ia pun menggunakan nama "Indonesia" dalam karya klasiknya, Indonesien Oder die Inseln des Malayischen Archipel yang terdiri atas 5 jilid dan diterbitkan pada1884-1894.

Bastian yang merupakan salah satu tokoh akademisi terkemuka Eropa membuat nama Indonesia populer di kawasan itu. Bahkan ia mendorong professor-professor di Belanda untuk menggunakan terminologi ini. G.A. Wilken, professor di Universitas Leiden dan merupakan pengagum Bastian pada tahun 1885 pun menggunakan nama "Indonesia" untuk menerangkan Hindia Belanda. Selain Wilden, beberapa professor lain pun mulai mengikuti jejaknya dan turut mempopulerkan nama "Indonesia" ini termasuk H. Kern (ahli bahasa kuno), G.K. Nemann, C.M. Pleyte, Christiaan Snouck Hurgronje maupun A.C. Kruyt.

Dengan meluasnya nama "Indonesia" di Belanda, maka terminologi ciptaan Logan ini pun sampai pula ke telinga para tokoh pejuang kemerdekaan Hindia Belanda yang tengah dibuang ke negeri kincir angin itu. Bahkan pada awal abad 20 istilah "Indonesier" sebagai kata benda dan "Indonesich" untuk kata sifatnya, sudah tenar digunakan oleh para pemrakarsa politik etis, baik di Belanda maupun di negeri jajahannya, Hindia Belanda.

Sebelum nama Indonesia digunakan para pendiri negeri ini sempat muncul usulan dari Eduard Douwes Dekker (1820-1887) atau yang juga dikenal dengan nama samarannya, Multatuli, sempat mengajukan nama "Insulinde" artinya "Kepulauan Hindia". Nama ini berasal dari bahasa latin Insula yang berarti pulau, tapi nama ini kurang populer.

Puluhan tahun kemudian, cucu keponakan Multatuli, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950) atau yang juga dikenal dengan nama Dr. Setiabudi mengusulkan nama yang sama sekali tak ada unsur "India". Dia mengajukan nama "Nusantara" sebagai nama negeri ini menggantikan nama Hindia Belanda. Nama "Nusantara" ini sebenarnya bukanlah istilah baru bagi sejarah bangsa ini karena nama ini diambil Dr. Setiabudi dari kitab Pararaton yang dikenal merupakan catatan sejarah pada jaman Kerajaan Majapahit. Kitab ini ditemukan di Bali pada akhir abad 19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.

Namun istilah Nusantara pada masa Majapahit sebenarnya ditujukan bagi pulau-pulau di luar pulau Jawa mengingat istilah ini berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti luar atau seberang dan menjadi lawan kata dari Jawadwipa (pulau Jawa).

Karena itu pula Dr. Setiabudi memberikan arti baru bagi istilah "Nusantara" ini yaitu "nusa di antara dua benua dan dua samudra." Jadi dengan definisi "Nusantara" ala Dr. Setiabudi ini mencakup pula pulau Jawa di dalamnya sehingga istilah ini pun jadi sesuai secara letak geografis negara kepulauan ini.

Namun rupanya nama Indonesia yang dipopulerkan Adolf Bastian-lah yang jauh lebih populer terutama pertama kali oleh kalangan tokoh pemuda Hindia Belanda yang berada di negeri Belanda. Karena nama "Indonesia" populer lewat Bastian maka sempat pula timbul kesalahan pada masa itu yang mengira bahwa Bastian merupakan orang yang telah menciptakan nama "Indonesia" padahal bukan. Tapi memang tak bisa dipungkiri, Adolf Bastian merupakan orang yang telah membawa nama "Indonesia" terkenal. Indonesia yang pertama kali muncul dalam jurnal regional lewat tulisan Logan mendunia lewat Bastian hingga akhirnya nama inipun digunakan sebagai identitas sebuah negara merdeka.

Soewardi Soerjaningrat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ki Hadjar Dewantara merupakan orang pribumi pertama yang menggunakan nama "Indonesia" saat ia dibuang ke negeri Belanda pada tahun 1913. Ia dibuang ke sana karena tulisannya yang mengkritisi sikap pemerintah Hindia Belanda yang memaksa warga di negeri jajahan mereka itu memberikan sumbangan sebagai dana bagi perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis. Sikap pemerintah Hindia Belanda ini tentu saja menimbulkan reaksi keras dari kalangan nasionalis, salah satunya adalah Soewardi Soerjaningrat. Ia menulis "Een voor Allen maar Ook Allen voor Een" yang artinya "Satu untuk semua, tetapi semua untuk satu juga." Namun tulisan paling kritis Ki Hadjar yang paling terkenal hingga membuat telinga para pejabat Hindia Belanda panas adalah "Als ik eens Nederlander was" yang artinya "Seandainya Aku Seorang Belanda." Tulisannya ini dimuat dalam surat kabar De Expres pimpinan Douwes Dekker pada tahun 1913.

Ki Hadjar dalam tulisannya itu menulis antara lain, " Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas menyuruh si Inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa Inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikitpun baginya."

Karena tulisannya ini Ki Hadjar pun ditangkap dan atas persetujuan Gubernur Jenderal Idenburg, ia diasingkan ke Pulau Bangka (atas permintaan Ki Hadjar sendiri) tapi kedua rekannya, Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo protes hingga akhirnya mereka bertiga diasingkan ke Belanda pada tahun 1913. Usia Ki Hadjar saat itu baru 24 tahun.

Di Negeri Belanda, Ki Hadjar seperti tokoh-tokoh pemuda Hindia Belanda lainnya aktif dalam kelompok pergerakan demi memperjuangkan kemerdekaan di tanah air yang terhimpun dalam wadah bernama Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia) belakangan dengan populernya nama "Indonesia" ciptaan Logan di kalangan nasionalis maka nama kelompok pergerakan ini pun berubah menjadi Perhimpunan Indonesia.

Saat di Negeri Belanda, Ki Hadjar Dewantara yang waktu itu masih bernama Soewardi Soerjaningrat mendirikan biro pers dengan nama Indonesische Pers-Bureau di Den Haag pada bulan Nopember 1913. Biro pers ini semula didirikan Ki Hadjar sebagai mata pencaharian pribadi karena tunjangan dari pemerintah Belanda kepada keluarga Ki Hadjar kurang memadai. Belakangan kantor berita ini pun digunakan sebagai alat propaganda dan perjuangan pergerakan kemerdekaan para tokoh muda Indonesia di negeri Belanda.

Langkah Ki Hadjar ini pun menjadi tonggak baru para tokoh Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Tiga tahun setelah Ki Hadjar mengelola kantor berita ini, Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia) juga menerbitkan media perjuangannya, berupa majalah bulanan bernama Hindia Poetera yang kelak berubah nama menjadi Indonesia Merdeka.

Empat tahun setelah IP, biro pers bentukan Ki Hadjar ini, lahir pula kantor berita pertama di Indonesia bernama ANETA (Algemeen Nieuwsen Telegraaf-Agentscbap atau Keagenan Umum Berita dan Telegraf) yang didirikan pada tahun 1917 oleh wartawan Belanda, Dominique W. Berretty.

Setelah Ki Hadjar Dewantara mendirikan biro pers dengan menggunakan nama "Indonesia", tokoh-tokoh pergerakan perjuangan Indonesia lainnya yang ada di negeri Belanda pun mulai menggunakan terminologi ciptaan Logan ini. Nama "Indonesia" pun mulai menjadi salah satu alat perjuangan para nasionalis muda dalam meraih kemerdekaan di tanah air.

Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, yang kala itu masih merupakan seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, Belanda menjadi ketua organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda, Indische Vereeniging mengubah majalah mereka Hindia Poetera menjadi Indonesia Merdeka.

Dalam tulisannya, Bung Hatta menegaskan, "Negara Indonesia merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut 'Hindia Belanda'. Juga tidak 'Hindia' saja karena dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya."

Sementara itu di tanah air, nama Indonesia pun mulai digunakan oleh tokoh-tokoh pergerakan di dalam negeri. Dr. Soetomo mendirikan Studie Club pada tahun 1924. Kelompok-kelompok organisasi masyarakat yang semula menggunakan nama Hindia pun mulai menggantinya dengan nama Indonesia.

Puncaknya pada tanggal 28 Oktober 1928 nama Indonesia pun secara resmi ditetapkan sebagai nama negara yang akan merdeka ini dalam rapat pemuda-pemudi Indonesia yang terkenal dengan tiga keputusannya yaitu Sumpah Pemuda. Indonesia dan pergerakan perjuangannya atas penjajahan Belanda mulai memasuki babak baru. Indonesia kini telah memiliki nama sebagai salah satu dasar utama dalam pembentukan sebuah negara. Nama yang mencirikan identitas. Terbebas dari embel-embel nama negara kolonialis penjajahnya. Bahkan dalam rapat pemuda-pemudi Indonesia pada tahun 1928 itu selain penetapan nama Indonesia dinyatakan pula bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa. Sebuah ikatan yang akan mempersatukan gugusan pulau di negeri kepulauan ini menjadi satu kesatuan utuh dalam memperjuangkan sebuah negara merdeka.

Meski begitu, pemerintah Hindia Belanda, saat itu masih tak mengakui nama baru ini. Sebelum Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat atau DPR jaman pemerintahan kolonialis Hindia Belanda) yakni Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada pemerintah Belanda agar nama "Indonesia" diresmikan sebagai pengganti nama "Nederlandsche Indie", tapi tentu saja mosi ini ditolak pemerintah Belanda.

Tiga tahun kemudian, pada tanggal 8 Maret 1942, Indonesia jatuh ke tangan Jepang. Nama Hindia Belanda pun tak lagi digunakan. Jepang memberikan istilah To-Indo (Hindia Timur) bagi negeri jajahan baru mereka ini. Usia pendudukan Jepang di bumi Indonesia tak berlangsung lama. Setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia Kedua, kekosongan politik di tanah air digunakan oleh tokoh-tokoh pemuda dengan "memaksa" dua tokoh utama perjuangan Indonesia, Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta untuk memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Nama Indonesia sebagai sebuah negara merdeka resmi berdiri dan lagu Indonesia Raya yang pertama kali sempat diperdengarkan dalam kongres pemuda tahun 1928 akhirnya secara resmi pula berkumandang ke seluruh dunia sebagai lagu kebangsaan negara baru bernama Republik Indonesia.

Tahun ini negeri tercinta kita ini telah memasuki usia ke-66 tahun kemerdekaannya. Usia yang mungkin masih belia bagi sebuah negara, tapi usia ini terbilang matang bagi seorang manusia secara pribadi. Usia emas seorang manusia yang telah melalui begitu banyak kisah dalam perjalanan hidupnya. Usia yang membuat seorang manusia menjadi pribadi yang kaya akan pengalaman hidup.

Sama seperti negeri ini, usia 66 tahun merupakan usia yang sudah cukup matang bagi bangsa ini untuk bisa benar-benar menikmati kemerdekaannya. Kemerdekaan yang harus direbut dengan susah payah oleh para pahlawan negeri ini tak selayaknya dihancurkan oleh segelintir pihak.

Para pendiri negeri ini telah susah payah mengumandangkan nama Indonesia ke seluruh penjuru dunia sebagai sebuah negara merdeka dan berdaulat bukan sebagai negara kacau balau yang diisi oleh elite politiknya yang rakus dan korup hingga membuat Indonesia terkenal menjadi salah satu negara terkorup di dunia.

Para pendiri bangsa ini rela memberikan segala yang mereka miliki bahkan nyawa mereka sekalipun demi melihat negeri dan rakyat yang mereka cintai hidup di alam merdeka. Hidup di negeri yang berdaulat penuh lepas dari tindasan kaum imperialis dan kolonialis. Dan seharusnyalah pula para elite politik masa kini kembali berkaca ke masa lalu.

Sejarah bukanlah sekadar dongeng masa lalu pengantar tidur. Sejarah bukan pula untuk dilupakan karena sejarah seharusnya menjadi cermin bagi langkah kita di masa depan. Sebenarnya pula, langkah kita masa kini merupakan sejarah bagi masa depan.

John F. Kennedy memang pernah berkata, "Jangan tanyakan apa yang bisa negara berikan untukmu, tapi tanyakan apa yang bisa kau berikan bagi negaramu," tapi seharusnya pula negara memberikan kedamaian dan ketenangan dan keadilan sosial dalam arti sebenar-benarnya bagi rakyatnya. Karena tanpa rakyat, mustahil suatu negara bisa berdiri. Sama sulitnya dengan rakyat tanpa keberadaan negara.

Kurasa di antara dua ratus juta lebih penduduk negeri ini pastinya ada juga beberapa gelintir yang masih memiliki kecintaan yang murni pada negeri ini. Kecintaan yang bukan didasarkan pada materi, kedudukan, apalagi arogansi pribadi. Pada segelintir orang inilah nasib negara ini berada. Dan pada segelintir orang inilah kurasa masih ada harapan bagi berdirinya sebuah negara yang merdeka dan berdaulat, Indonesia Raya seprti yang dicita-citakan para pahlawan dan pendiri negeri ini.

Bukankah terlalu ironis bila negeri yang kemerdekaannya diperjuangkan dengan susah payah di atas tetesan darah dan air mata para pahlawan kita justru malah hancur di tangan anak negerinya sendiri?

Dan bersama mereka inilah, orang-orang yang masih memiliki hati tulus murni demi tegaknya Indonesia Merdeka seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa kita ini, aku ingin dengan bangganya menyebut negeri ini sebagai Indonesiaku. Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Indonesia yang bebas dari intrik-intrik politik kotor nan menjijikan. Indonesia yang bebas korupsi. Indonesia yang mampu mensejahterakan rakyatnya dan bukan para elite dan kelompoknya saja. Indonesia yang cerdas dan cermat dalam mengelola dan menjaga alamnya yang berlimpah. Indonesia yang mampu berdiri setara dengan bangsa-bangsa besar lainnya di dunia seperti impian para pendiri negeri ini. Indonesia yang sejahtera. Indonesia yang bisa menjadi kebanggaan setiap anak negerinya sehingga tanpa rasa malu bisa menyebut tanah airnya dengan penuh kebanggaan. Indonesiaku. Indonesiamu. Indonesia Raya. Dan semoga semua ini bukanlah mimpi di siang bolong.

Spa Francorchamps 2011, Akankah Michael Kembali Bersinar?

Sebagai fans berat Michael Schumacher tentu saja penampilan Michael Schumacher sejak dua tahun terakhir ini amat merisaukan. Di musim balap tahun ini, secercah harapan sempat muncul di GP Kanada saat melihat Michael Schumacher memperlihatkan kembali pesonanya seperti di masa lalu, harapan akan melihat kembalinya Super Schumi pun kembali menyeruak, tapi apa mau dikata, di race-race berikutnya, Schumi malah kembali mengalami kesulitan. Dewi Fortuna rupanya masih terlalu enggan menghampiri juara dunia tujuh kali ini. Serangkaian insiden kembali membuatnya keteteran hingga pebalap berumur 42 tahun yang telah meraih 91 kemenangan GP ini pun masih harus terus menelan pil pahit akibat bersinggungan dengan junior-juniornya. 

Meski Michael Schumacher masih belum memperlihatkan penampilan gemilangnya tapi sebagai salah satu fans-nya, aku hanya berharap Michael Schumacher bisa kembali tampil cemerlang, karena aku percaya Michael Schumacher masih memiliki pesona itu dan bakat membalapnya kurasa masih belum pudar meski usianya telah menua. 

Race selanjutnya akan digelar di sirkuit Spa Francorchamps, Belgia. Bila ditelusuri, sirkuit Spa Francorchamps ini bisa dibilang salah satu sirkuit keberuntungan Michael Schumacher. Begitu banyak memori manis diciptakan Michael Schumacher di sirkuit yang berpemandangan cantik ini. Debut F1-nya dimulai di sirkuit ini pada tahun 1991 bersama tim Jordan menggantikan Bertrand Gachot, yang harus mendekam di penjara Inggris atas penyerangan yang dilakukannya terhadap seorang supir taxi di London. 

Usai GP Belgia, nama tim Jordan menjadi headline berbagai surat kabar kala itu, mengulas aksi cemerlang pebalap baru asal Jerman, Michael Schumacher yang walau gagal finish karena mobilnya bermasalah namun sempat menarik perhatian saat ia meraih P7 saat sesi kualifikasi. 

Spa Francorchamps makin mengesankan bagi Michael Schumacher saat ia berhasil meraih kemenangan gp F1 pertamanya di sirkuit ini setahun setelah debutnya. 

Di GP Belgia 1992 Michael dengan Benetton-Ford-nya berhasil meraih kemenangan atas duo Williams, Nigel Mansell dan Riccardo Patrese. 

Namun yang paling mengesankan adalah aksi Michael Schumacher di GP Belgia 1995. Meski aksinya memblok Damon Hill terbilang kontroversial dan menjadi salah satu noda dalam karir balapnya yang cemerlang, tapi tak bisa dipungkiri, penampilannya di GP Belgia 1995 itu merupakan salah satu aksinya yang paling spektakuler. Ia memulai balapan dari grid 16 tapi berhasil meraih kemenangan mengalahkan Hill dan Brundle di atas sirkuit Spa Francorchamps yang basah oleh hujan. 

Memang hampir di semua sirkuit lama, Michael Schumacher mencatat rekor sebagai pebalap yang paling banyak menang, tak terkecuali di sirkuit Spa Francorchamps ini, di mana ia berhasil menorehkan 6 kali kemenangan mengalahkan rekor lima kali kemenangan Ayrton Senna di Spa Francorchamps. 

Mengingat banyaknya kenangan manis yang ditorehkan Michael Schumacher di Spa Francorchamps ini, maka tak berlebihan pula bila para penggemarnya berharap Spa Francorchamps di tahun 2011 ini bisa menjadi titik balik kembalinya sang legenda, Michael Schumacher yang sudah kerap kali menaklukkan sirkuit sepanjang 308.302 km ini. 

Sumber gambar dari : Autoweek

Schumacher Still Full Of Passion

Michael Schumacher akhirnya mengeluarkan pernyataannya, menanggapi rumor yang beredar bahwa ia akan meninggalkan F1 sebelum kontraknya dengan Mercedes GP berakhir tahun depan. Sebelumnya di awal bulan ini sempat muncul berita bahwa Michael Schumacher tengah mempertimbangkan kembali keberadaannya di tim Mercedes mengingat sejak 2 tahun kebersamannya dengan tim pabrikan Jerman ini ia gagal tampil cemerlang dan lebih sering finish di belakang rekan setimnya. 

Penampilannya yang jauh dari mengesankan bersama tim Mercedes ini beberapa kali menimbulkan spekulasi bahwa Michael tidak akan menyelesaikan kontraknya bersama Mercedes yang akan berakhir pada akhir tahun depan terlebih hingga kini Mercedes masih belum berhasil menciptakan mobil yang kompetitif.

Corriere dello Sport pada awal bulan ini memberitakan bahwa juara dunia tujuh kali ini merasa dirinya sebagai beban bagi tim Mercedes dan ia tengah mempertimbangkan apakah akan tetap bertahan atau meninggalkan F1.

Tapi berita ini langsung mendapat bantahan dari mantan jubir Michael yang kini menjadi tim manajemen pebalap yang telah meraih 91 kemenangan gp ini, menyatakan bahwa sejak kembali membalap di F1, Michael Schumacher tidak pernah melakukan wawancara dengan satu orang pun di Corriere dello Sport.

Kehm juga menegaskan bahwa berita yang dilansir media itu bohong belaka dan menegaskan Michael Schumacher masih tetap penuh semangat dalam melakukan tugasnya membalap untuk tim Mercedes.

"He is full of passion for the cause and continues to see the task of build something big at Mercedes as an exciting challenge," ujar Kehm pada media Jerman, Bild.

"The fact that sometimes it doesn't work only spurs him on. Someone who will soon celebrate their 20th anniversary in Formula One know that perseverance can make a difference," imbuh Kehm.

Pernyataan Kehm ini pun makin diperkuat oleh Michael Schumacher. Lewat situs resmi tim Mercedes, Michael Schumacher menegaskan bahwa ia akan tetap mengisi grid F1 tahun depan bersama Mercedes dan menganggap rumor seputar dirinya baru-baru ini merupakan rumor yang konyol dan tidak benar. 

"Despite some funny rumours and stupid untruthful stories, I keep repeating myself that you will have to see me in 2012, wheter you like it or don't like it," tegas Schumacher dalam wawancaranya dengan website Mercedes.

Meski Michael masih belum berhasil meraih podium bersama Mercedes namun ia menyatakan bahwa ia masih mendapat banyak dukungan terutama dari pabrikan dan timnya hingga memacunya untuk tetap bertahan.

Michael juga menegaskan bahwa ia masih cukup fit dan secara mental ia siap untuk tetap membalap. 

"I'm still fit enough. I'm mentally ready for it. And I like a challenge."

Michael Schumacher juga menyatakan prospek timnya, Mercedes GP dalam memperebutkan gelar dunia melawan tim-tim favorit macam Red Bull, dan Ferrari masih jauh dari jangkauan. Meski peluang timnya musim depan masih diragukan namun peluang timnya di musim depan pantas dinanti untuk melihat seberapa jauh pengembangan yang dilakukan tim.

Sumber gambar dari situs ini.

Sabtu, 16 Juli 2011

GP Jerman, Mercedes, dan Michael Schumacher

Michael bersama Ralf, adiknya dan Norbert Haug, vice president Mercedes sport

Setelah tampil mengesankan di Montreal, Kanada, ternyata dua balapan berikutnya tak terlalu menggembirakan untuk Michael Schumacher. Di Valencia, juara dunia tujuh kali ini kembali harus bertabrakan dengan Vitaly Petrov dan di Silverstone, Inggris, pekan lalu, Michael Schumacher yang tampil meyakinkan saat start dengan merebut P10 dari posisi start-nya di P13, lagi-lagi Michael harus mengalami nasib naas. Kali ini ia bersinggungan dengan Kamui Kobayashi. Akibatnya, Michael terkena penalty 10 detik. Penalti yang dinilai Michael terlalu berat karena dengan pelanggaran ringan yang dilakukannya, Michael mengaku remnya tak bekerja dengan baik sehingga ia tak bisa menghindari mobil Kobayashi hingga mengakibatkan keduanya bertabrakan dan membuat Michael terpaksa masuk pit untuk mengganti front nose mobilnya yang rusak, menurut Michael setidaknya drive through penalty sudah cukup baginya dan tak perlu ia sampai dikenai penalti 10 detik sehingga membuat posisinya melorot jauh, padahal Michael menilai setidaknya ia bisa merebut finish di urutan keempat atau kelima. Terlebih setelah pit pertamanya usai insiden tabrakannya dengan Kobayashi sekaligus ia memakai kesempatan itu untuk mengganti ban, sekeluarnya dari pit, Michael beberapa kali berhasil mencatat fastest lap, hasil ini memicu para pebalap lainnya untuk segera masuk pit juga mengganti ban intermediate mereka.

Michael akhirnya harus puas finish ke-9 dan meraih dua poin. Namun rupanya diffuser baru Mercedes yang mulai dipasang tim ini di GP Inggris, pekan silam memberikan harapan baru bagi kubu Mercedes dalam menghadapi balapan selanjutnya yang akan berlangsung di negeri mereka, Jerman, pekan yang akan datang. 

Dalam sejarah GP Jerman, Mercedes pernah tampil merajai sirkuit Nurburgring di masa sebelum perang dunia kedua, masa sebelum F1 yang baru dimulai pada tahun 1950. Pada balapan pra perang dunia kedua, Rudolf Caracciola, yang adalah juga pebalap Jerman merupakan pebalap yang paling banyak menangguk kesuksesan di GP Jerman. Pebalap Jerman yang di masa sebelum perang dunia kedua, sempat membalap dengan bendera bergambar swastika, lambang Nazi, pimpinan Hitler ini meraih enam kemenangan di GP Jerman dan enam di antaranya direbutnya bersama tim Mercedes-Benz. 

Sementara Mercedes-Benz sendiri sebelum perang dunia kedua merupakan kontruktor unggulan yang merajai GP Jerman dan berhasil merebut tujuh kemenangan. Namun tim konstruktor yang paling banyak meraup kemenangan di GP Jerman adalah Ferrari yang tercatat berhasil menorehkan dua puluh kali kemenangan. Sedangkan Mercedes hanya meraup delapan kali kemenangan. Tujuh kemenangan sebelum masa perang dunia kedua sementara satu kali lagi kemenangan atas nama Mercedes diraih pada tahun 1954 bersama Juan Manuel Fangio, sementara saat bertandem dengan McLaren, Mercedes sempat meraih dua kali kemenangan. Pada tahun 1998 bersama Mika Hakkinen, sedangkan yang kemenangan di GP Jerman terakhir diraih Mercedes bersama McLaren lewat Lewis Hamilton pada tahun 2008 silam.

Setelah perang dunia kedua, baik pebalap maupun pabrikan Jerman dilarang terlibat dalam balapan. Sirkuit Nurburgring yang biasa menggelar balapan pun tak lagi digunakan. GP Jerman kembali digelar pada thaun 1950 yang dimenangkan oleh Alberto Ascari bersama Ferrari. Ascari menjuarai GP Jerman tiga kali berturut-turut sejak tahun 1950 hingga 1952. 

Mercedes baru kembali meraih kemenangan di kandang mereka pada tahun 1954 lewat Juan Manuel Fangio sementara fastest lap dicatat oleh Karl Kling yang juga merupakan pebalap Mercedes. Setelah tahun 1954, Mercedes tak pernah lagi meraih kemenangan di negerinya sendiri. Sementara Fangio masih dua kali lagi meraih kemenangan di Jerman. Pada tahun 1956 Fangio meraih kemenangan bersama Ferrari, sementara pada tahun 1957 pebalap Argentina ini mencatat kemenangan untuk Maserati.

Bertahun-tahun lamanya, akhirnya Jerman kembali bisa menyaksikan pebalap mereka meraih kemenangan di negeri mereka sendiri. Dan ia adalah Michael Schumacher yang berhasil mengembalikan kejayaan pebalap Jerman di negerinya sendiri. Schumacher meraih kemenangan pertamanya di GP Jerman, yang kali ini digelar di Hockenheim, pada tahun 1995 lewat Benetton-Renault. Meski Michael Schumacher belum bisa menyamai 6 kali rekor kemenangan di GP Jerman seperti yang ditorehkan oleh Rudolf Caracciola, namun Michael Schumacher merupakan pebalap F1 yang paling banyak meraih kemenangan di GP Jerman, setelah masa perang dunia kedua. Ia menorehkan empat kali kemenangan dan semuanya ditorehkannya di sirkuit Hockenheim. Sementara kebanyakan pebalap lainnya, seperti Ascari, Fangio, Stewart, Piquet, dan Senna hanya mampu menorehkan tiga kali kemenangan saja. 

Kemenangan kedua Michael Schumacher di negerinya diraihnya pada tahun 2002 bersama Ferrari. Kiprah Michael Schumacher di negerinya sendiri memang terbilang cukup unik. Meski ia merupakan pebalap yang memiliki paket paling lengkap, tapi ia belum pernah berhasil mencatat hattrick di negerinya sendiri seperti yang pernah dilakukan oleh Ascari. 

Saat ia telah bergabung dengan Ferrari pada tahun 1996, Michael belum jua meraih kemenangan di tanah airnya. Malahan, rekan setimnya, Irvine dan Barrichello yang lebih dulu meraih kemenangan yakni pada tahun 1999 dan 2000. Pada tahun 2001 Ralf Schumacher, adik kandung Michael Schumacher berhasil meraih kemenangan pertamanya di tanah airnya. Setahun kemudian, barulah Michael Schumacher yang berhasil kembali menaikkan bendera Jerman di negeri mereka sendiri. Pada tahun 2004, Michael mengalami kesulitan dan hanya mampu meraih finish ke-7 sementara yang meraih kemenangan adalah Juan Pablo Montoya yang membalap untuk tim Williams-BMW, pabrikan saingan Mercedes.

Pada tahun 2004 dengan paket Ferrari-nya yang sempurna, Michael Schumacher kembali berhasil meraih kemenangan di depan publiknya sendiri. Setahun berikutnya, Michael dan Ferrari kepayahan akibat perang ban yang dimenangkan oleh tim-tim lawannya pengguna Michellin. Kemenangan terakhir Michael Schumacher di GP Jerman, diraihnya pada tahun 2006. 

Kini bersama Mercedes, Michael Schumacher masih belum juga tampil cemerlang kecuali di GP Kanada, yang merupakan penampilan terbaiknya sejak kembali ke arena F1, namun hingga kini Michael dan Mercedes belum pernah lagi meraih kemenangan. Tentunya hal ini merupakan motivasi paling kuat bagi mereka untuk tampil mengesankan di GP Jerman yang akan berlangsung pekan depan terlebih tim Mercedes makin optimis dengan diffuser baru mereka yang memperlihatkan hasil yang mengesankan di Silverstone, Inggris, pekan lalu. Optimisme ini diungkapkan oleh bos tim, Ross Brawn yang menilai positif perkembangan paket baru mobil mereka dengan sistem exhaust baru yang dipasang mereka di Silverstone dan berharap bisa memberikan kesempatan bagi kedua pebalap mereka tampil gemilang di hadapan publik mereka sendiri di Jerman nanti

"Our car showed positive signs of improvement with the new upgrade package and exhaust system in Silverstone, and we have been working hard since then to further enhance our understanding of its performance capabilities," ujar Brawn dalam preview tim.

"We are hopeful of continuing this progression and putting on a good performance next weekend, giving our drivers the opportunity to show what they can do in front of their own supporters."

Hal positif senada juga diungkapkan oleh Michael Schumacher yang berharap beberapa pengembangan yang telah dilakukan di Silverstone dengan sistem exhaust baru bisa bersinergi dengan ban sehingga bisa memenuhi harapan para pendukungnya.

"We saw some improvements over the Silverstone weekend with our new exhaust system, along with improvements to how we work with the tyres, so we go to the next race weekend with a good feeling added to our fighting spirit," ujar Schumacher.

"We definitely want to show our home crowds our best level of performance possible," imbuh juara dunia tujuh kali ini. 

Michael amat berharap perkembangan teknis terbaru yang dilakukan timnya bisa membuatnya tampil lebih baik, terlebih lagi tahun ini adalah kali pertama Michael akan melintasi tikungan yang dinamai dengan namanya sendiri yaitu tikungan 8 dan 9, jadi tentunya ia ingin sekali tampil kencang yang tentunya akan merupakan kebanggaan tersendiri bagi pebalap yang telah mengoleksi 91 kemenangan ini.

"It will be the first time that I race through the corner which is named after me (Turns 8 and 9), and obviously I would like to believe that this is not only making me proud, but also even faster."

Sumber gambar : worldcarfans

Jenson Button, Up And Down In F1

Karir Jenson Button di Formula One bisa dibilang cukup unik. Sebelum memulai karir di F1, ia sempat mencicipi mobil McLaren-Mercedes namun pebalap Inggris ini malah masuk F1 lewat tim Williams pada tahun 2000. Kemunculan perdananya cukup mengesankan hingga ia dijuluki Wonder Boy. Tapi setelah setahun bersama Williams, ia terpaksa pergi meninggalkan Williams, meskipun sebenarnya tim Frank Williams itu masih suka dengan Button namun karena mereka memiliki kontrak dengan Juan Pablo Montoya maka terpaksalah Jenson Button dipijamkan ke tim Benetton. 

Bersama Benetton, Jenson mengalami masa sulit. Namun meski penampilannya payah, ia tetap dipertahankan dan hasilnya ia tampil jauh lebih baik di tahun keduanya bersama Benetton yang kini berganti nama menjadi Renault. Tapi lagi-lagi Jenson harus didepak karena Renault yang saat itu dipimpin oleh Flavio Briatore yang juga merupakan manager Fernando Alonso menganggap sudah waktunya bagi anak asuhnya tampil setelah di tahun sebelumnya menjadi test driver Renault usai menjalani masa orientasi pengenalan F1 lewat tim gurem, Minardi. Untungnya saat itu Jenson mendapat perhatian dari David Richards yang menggantikan Craig Pollock memimpin tim BAR-Honda. 

Ternyata pengamatan DR, panggilan khas untuk David Richards, terhadap Jenson Button tak keliru. Di tahun 2004 Jenson bersama BAR-Honda tampil gemilang dan merupakan satu-satunya pebalap yang mampu mengimbangi dominasi Michael Schumacher-Ferrari, tentu di samping rekan setimnya, Rubens Barrichello. 

Penampilan cemerlang Button ini tentu saja membuatnya kembali naik ke bursa pebalap top hingga tim lamanya, Williams pun mulai meliriknya kembali. Tapi ternyata kesuksesan Jenson ini juga berimbas secara negatif. Ia bahkan harus terlibat masalah kekacauan kontrak antara Williams dan BAR-Honda. 

Tahun berikutnya, BAR-Honda tak segemilang musim 2004. Namun meski Jenson memiliki opsi untuk kembali ke Williams, tapi ia memutuskan bertahan di BAR. Makin tahun, ternyata penampilan BAR-Honda yang kemudian berganti nama hanya Honda saja makin melempem. Nama Jenson Button pun kembali terbenam. Hingga akhirnya Honda memutuskan hengkang dari Formula One di akhir tahun 2008. 

Tapi ternyata di balik segala macam kesulitan ini, karir Jenson rupanya perlahan mulai kembali naik ke atas. Di tahun 2009 tim Honda yang telah berganti nama menjadi Brawn GP tampil mendominasi paruh pertama musim balap tahun itu. Bahkan walau performa Jenson dan Brawn GP mulai menurun berkat pengembangan dari tim-tim lawan, namun Jenson Button dan Brawn GP berhasil merebut gelar dunia pertama mereka di akhir musim 2009 itu. 

Setahun berikutnya, Jenson pindah ke McLaren-Mercedes, salah satu tim favoritnya saat ia masih kecil. Ia bahkan menyebut bergabungnya ia dengan tim asal Woking, Inggris itu bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan. 

Kini Jenson sudah memasuki tahun keduanya bersama McLaren-Mercedes. Ia juga sudah memberikan tiga kemenangan untuk McLaren-Mercedes. Tahun lalu ia meraih dua kemenangan di Australia dan China.  Sementara di tahun ini Jenson akhirnya berhasil kembali meraih podium tertinggi di Montreal, Kanada. Namun di GP Inggris, kemarin, di hadapan publik senegaranya Jenson yang dalam sejarah karir F1-nya selalu tampil buruk di Inggris, kembali harus mengalami nasib naas. Ban depannya terlepas akibat kecerobohan kru pit McLaren, akibatnya juara dunia 2009 ini gagal melanjutkan lomba dan tak mendapatkan tambahan poin.

Menjelang masa akhir kontraknya bersama McLaren yang akan berakhir tahun depan, nama Jenson Button kini bahkan kabarnya menjadi incaran tim-tim papan atas macam Ferrari dan Red Bull. Namun berita paling akhir, Red Bull menegaskan akan tetap diperkuat Sebastian Vettel dan Mark Webber di musim depan. Namun berita tentang Ferrari yang kabarnya ingin mengganti Felipe Massa dengan pebalap yang lebih mampu mengimbangi Fernando Alonso masih belum ada kejelasannya, dan Button menjadi salah satu pebalap yang diincar tim scuderia itu. 

Jenson sendiri menanggapi positif mengenai dirinya yang menjadi incaran tim-tim papan atas dan menganggapnya sebagai berkah atas dirinya yang telah mengalami tahun-tahun sulit selama karir balapnya di F1. Dan bila kini ia termasuk salah satu pebalap top F1, maka semua itu dinilainya merupakan buah dari hasil kerja kerasnya selama ini. 

"Yeah, I've worked hard to get where I am and for what I've achieved, and I feel there is a lot more I can achieve in Formula One. That's probably one of the reasons why I'm being linked with other people, so it's nice to have positive comments written about you, and they're all exciting prospects. You could say I do feel in a privileged position. It's nice to be in that position."

Mengenai kabar dirinya yang menjadi salah satu pebalap yang diincar Ferrari, Jenson mengungkapkan bahwa di masa ia masih kecil, ada tiga tim yang merajai F1 yaitu Williams, McLaren, dan Ferrari. Dan Jenson sudah membalap untuk dua tim besar yang menjadi idamannya saat kecil, yaitu Williams dan McLaren jadi tinggal satu tim besar lagi yang belum pernah dibelanya, yaitu Ferrari. Namun Jenson juga menambahkan bahwa ia menyadari tak semua impian bisa diraihnya. 

"As a kid growing up there were three teams that really excited me, and they were the three fighting for the world title in Williams, McLaren, and Ferrari. I've driven for Williams and McLaren, one of the start of my career and one now, but your dreams as a kid don't always come true."

Masa depan Jenson di F1 saat ini bisa dibilang cukup cerah. Ia telah meraih gelar dunia dan kini tengah membalap untuk salah satu tim besar yang merupakan salah satu tim impiannya saat kecil dan ia juga tengah diminati tim besar lainnya, tapi Jenson tetap menganggap bahwa masa depan tetap merupakan misteri. Ia tak tahu pasti masa depannya, tapi yang jelas saat ini ia hanya ingin terus menggali potensinya dan terus berusaha meraih kemenangan. Meski begitu ia tetap berharap ada pilihan baginya di masa depan tapi ia juga menegaskan bahwa yang penting adalah apa yang terjadi di saat ini. Menjalani hidup dan menikmati apa yang dilakukannya di saat ini meski ia tak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

"I don't know where my future is, other than in a car that is definitely fighting for victories, which is exactly what I want at this moment in time after what I've achieved. So, it's a case of never say never. You've got to keep your option open, never burn any bridges. But I don't think you want to look too far in the future either. You have to live the moment and enjoy what you're doing, and I don't know what's going to happen in the future at the moment."

Mengenai kemungkinan bila ia bergabung dengan Ferrari, artinya ia harus membalap berdampingan dengan Fernando Alonso yang pernah membuatnya terdepak dari Renault. Alonso yang pernah membalap untuk McLaren dan mengalami masa yang buruk saat bertandem dengan Lewis Hamilton namun Button yang hingga kini masih bermitra dengan Hamilton di McLaren dan keduanya tak mengalami pertikaian tajam seperti yang terjadi ketika Hamilton berpasangan dengan Alonso di tim Woking itu. 

Meski hubungan Jenson dan Hamilton di McLaren terkesan adem ayem, namun Jenson pun pernah memiliki pertikiaian dengan rekan setim saat ia bergabung dengan BAR mendampingi Jacques Villeneuve. Mengenai hubungannya dengan JV yang sempat menjadi sorotan media, Jenson menyatakan bahwa awalnya memang hubungannya dengan JV tak terlalu baik. JV bahkan kerap membicarakan dirinya di depan media dan bukannya menghadapinya secara langsung, tapi belakangan, Jenson mengaku hubungannya dengan JV membaik, bahkan katanya belakangan mereka berteman baik. 

Bila Button akan bergabung dengan Ferrari yang artinya menjadi rekan setim Alonso, maka Button telah menjadi rekan setim tiga juara dunia. Di BAR, Jenson berpasangan dengan JV yang merupakan juara dunia 1997 sementara di McLaren, Jenson menjadi rekan setim Lewis Hamilton yang adalah juara dunia 2008. Mengenai masalah rekan setim, Jenson menyatakan bahwa ia tak terlalu mengkhawatirkan siapa yang akan menjadi rekan setimnya. Ia hanya ingin membalap untuk tim yang memiliki pebalap yang kompetitif karena ia amat menikmati pertarungan itu. "But I've no worries being anyone's team-mate. I relish racing for a team that has a competitive driver. I enjoy the fight."

Mengenai nasib apesnya di GP Inggris, pekan lalu, Jenson menyatakan bahwa yang paling penting baginya saat ini adalah ia ingin meraih kemenangan. Menikmati setiap balapan dan terus berusaha menanti peluang baik datang dan tidak memikirkan mengenai gelar dunia. Akibat hasil balap di GP Inggris minggu lalu, di mana ia gagal finish dan terpaksa tidak mendapat tambahan poin, padahal usai kemenangannya di Kanada, poin Jenson dengan pemimpin klasemen, Sebastian Vettel hanya terpaut 75 poin dan membawa Jenson mengisi urutan kedua di klasemen, tapi akibat kecerobohan kru pit McLaren di Silverstone, Inggris, maka kini poin Jenson dengan Vettel terpaut 95 poin dan posisinya di klasemen pun melorot ke urutan ke-5 di belakang rekan setimnya, Lewis Hamilton.

Sumber gambar : planetf1

Rabu, 15 Juni 2011

Haug Memuji Penampilan Schumi di Kanada



Michael Schumacher is back?! Melihat aksi spektakuler Michael Schumacher di Kanada kemarin mungkin bisa dijadikan awal dari kembalinya Michael yang berhasil memperlihatkan kembali bakat istimewanya. Di atas trek basah sirkuuit Gilles Villeneuve, Michael Schumacher yang berada di P12 saat restart usai balapan sempat dihentikan hampir dua jam lamanya, seperti terbang hingga berhasil merambat ke P2. Bahkan aksinya saat menyalip Massa dan Kobayashi (yang selama ini dianggap seperti mimpi buruk-nya Schumi karena juara dunia tujuh kali ini kerap mengalami kesulitan saat menyalip pebalap Jepang ini) sekaligus di lap 51 untuk merebut P2 yang sayangnya gagal dipertahankannya hingga akhir race karena Mercedes W02-nya tak mampu mengimbangi kekuatan peranti DRS milik Button dan Webber.

Nama Michael Schumacher pun kembali muncul ke permukaan setelah sebelumnya juara dunia tujuh kali ini selalu dihujani kritik dan cemooh dari berbagai pihak karena penampilannya yang tak mengesankan sejak kembali ke ajang olahraga ini tahun lalu.

Menjadi Michael Schumacher memang tak mudah. Saat ia tampil luar biasa seperti kemarin, segala puja puji akan segera dilambungkan padanya tapi begitu penampilannya buruk, maka kritikan super pedas (lebih pedas dari cabe rawit paling seribu kilo) akan segera menghujamnya. Bahkan tak jarang mantan pebalap yang numpang tampil untuk mengkritiknya dan menyuruhnya untuk segera mundur. Tapi untungnya, Michael Schumacher yang sudah cukup kenyang dengan segala macam situasi seperti ini, bisa mengatasinya dengan tetap berkepala dingin dan tetap fokus pada apa yang ingin dicapainya.

Semua hujan kritik yang menderanya sejak tahun lalu akhirnya berhasil dibungkam Schumi di Kanada hari Minggu kemarin. Bahkan David Coulthard, mantan rekan setim Michael yang kini menjadi komentator tv, usai GP Turki sempat mengkritik Schumi dan menyuruhnya untuk segera pensiun, balik memberikan ucapan yang menyejukkan bagi Schumi saat mengomentari aksi sang juara dunia tujuh kali ini di Kanada.

Penampilan spektakuler Schumi di Kanada kemarin itu tentu saja mendapat respon positif dari vice president Mercedes, Norbert Haug. "This is what happens in sport - you can turns thing around quickly," ujar Haugh kepada Autosport mengomentari penampilan gemilang Schumacher di Montreal, Kanada yang beberapa minggu sebelumnya mendapat hujan kritik atas penampilannya di Turki.

Dalam kesempatan itu Haug juga mengemukakan bahwa di DTM, Ralf Schumacher yang merupakan adik kandung Michael, yang juga membalap untuk Mercedes sebelumnya mendapat kritikan tapi kini telah memetik hasil yang lebih baik.

Haug juga menegaskan bahwa timnya tengah melakukan pengembangan dan itu membutuhkan kerja sama semua pihak di dalam tim. Dan Michael akhirnya bisa memberikan penampilan terbaiknya dan jika saja tim bisa memberikan mobil yang tepat maka Michael pastinya akan mampu tampil cemerlang seperti yang diperlihatkannya di Kanada hari Minggu kemarin.

"Our team is composed, it stays together and everyone is helping each other. This was Michael at his best. It shows that he can do it, and that if we give him the right car he will deliver."

Peningkatan performa Michael dibanding tahun lalu belum lama ini menimbulkan spekulasi bahwa juara dunia tujuh kali ini akan memperpanjang kontraknya bersama Mercedes sehubungan dengan komentarnya mengenai pentingnya kontinuitas dalam meraih kesuksesan. Saat itu Michael mengungkapkan bahwa setidaknya dibutuhkan waktu tiga tahun untuk membuat sebuah tim menjadi sukses. Michael menyebutkan bahwa ia membutuhkan waktu 5 tahun bersama Ferrari sebelum akhirnya berhasil meraih gelar dunia pertamanya bersama tim Italia itu yang juga merupakan gelar dunia ketiganya karena sebelumnya, Michael telah meraih dua gelar dunia bersama Benetton sebelum bergabung di Ferrari pada tahun 1996.

Kontrak Michael sendiri dengan Mercedes hanya tiga tahun dan akan berakhir pada tahun 2013 yang akan datang.

Di Kanada kemarin dalam rangkaian GP Kanada yang baru saja usai itu, Schumi memberikan penjelasan atas interpretasi yang muncul berdasarkan komentarnya. Ia menyatakan bahwa komentarnya itu tak memiliki maksud tersembunyi mengenai kemungkinan akan memperpanjang kontraknya dengan Mercedes dan menegaskan bahwa saat ini ia memiliki kontrak tiga tahun dengan Mercedes namun pembicaraan mengenai perpanjangan kontraknya dengan Mercedes belum tertutup dan akan dibicarakan di saat yang tepat.

"I have heard the speculation-and how it was interpreted into my comments. But that wasn't the meaning of my comment-let me put it that way. We have said that I have a three-year deal and at the right moment in time we will talk about what will happen in the future," terang Michael Schumacher.

Bila melihat penampilan gemilang Schumi di Kanada kemarin, rasanya terlalu mubazir bagi tim Mercedes bila sampai menyia-nyiakan bakat luar biasa dan pengalaman Schumi yang segudang ini. Schumi merupakan aset berharga bagi tim manapun. Apapun yang akan terjadi di masa mendatang. Apakah kontrak Schumi akan diperpanjang ataupun tidak, bagiku pribadi, aku hanya berharap bisa melihat Michael kembali meraih kemenangan sebelum ia kembali harus pensiun dari F1 entah karena faktor usia ataupun karena sebab lainnya.

Sumber gambar dari situs ini. 

GP Kanada 2011 Mengharu Biru Schumacher

 Meski mobilnya kalah kencang, tapi Schumi sempat membuat Webber keteteran

Michael Schumacher dan sirkuit Gilles Villeneuve sepertinya memang memiliki hubungan yang amat istimewa. Schumi merupakan pebalap tersukses di sirkuit ini dengan tujuh kali kemenangan dan pada balapan GP Kanada hari Minggu kemarin, kenangan manis Schumacher di sirkuit bernama ayah dari mantan rival beratnya saat perebutan gelar dunia 1997 ini makin bertambah. 

Menjelang GP Kanada, Schumi telah banyak menerima kritikan atas performanya yang dinilai belum juga terlihat istimewa dan kerap kalah dari rekan setimnya yang jauh lebih muda. Mulai dari Alain Prost, juara dunia F1 empat kali yang menyatakan bahwa usia Schumi sudah terlalu tua dan tak mungkin lagi bisa mencapai peak perform-nya seperti di masa lalu hingga komentar mantan dua rekan setimnya, Coulthard dan Herbert yang dengan arogannya mengusulkan Schumacher untuk segera pensiun ... lagi. 

Tapi bukan Michael Schumacher namanya kalau ia langsung menyerah begitu saja hanya karena berbagai komentar kejam yang ditujukan padanya itu. Di balapan pada GP Kanada hari Minggu kemarin akhirnya Michael Schumacher kembali mempertontonkan aksi briliannya yang telah membuatku dan mungkin jutaan penggemar Michael Schumacher jatuh hati pada pebalap Jerman peraih tujuh gelar dunia ini. 

Kecepatan Mercedes W02 memang sudah tampak sejak sesi latihan bebas pertama di hari Jum' at di mana saat itu Rosberg, rekan setim Schumi berhasil menjadi pebalap tercepat pertama sementara Michael berada di urutan ketiga di belakang Fernando Alonso. 

Namun pada sesi latihan bebas kedua, duo Mercedes berada jauh di belakang. Rosberg berada di urutan 19 disusul Schumi di urutan ke-20. Namun hasil ini bukan menandakan performa Mercedes W02 mulai merosot. Hasil ini dikarenakan kedua pebalap Mercedes ini membawa bahan bakar penuh sehingga waktu yang ditorehkan mereka tak terlalu mengesankan. Tapi semua ini merupakan strategi Mercedes untuk mendapatkan data yang cukup yang bisa dianalisa dalam menghadapi lomba di hari Minggu.

"We covered quite a lot of work today, obviously we didn't do any times on lower fuel and just concentrated on high fuel due to the red flags shortening our programme this afternoon," ujar Michael Schumacher usai sesi latihan bebas kedua pada hari Jum'at menjelang race di GP Kanada.

"That's why we are at the opposite end of the timesheets to this morning, when it looked encouraging for a weekend that we did not enter with the highest expectations. We will now sit and analyse our performance and hope for another encouraging day tomorrow," juara dunia tujuh kali ini menjelaskan sebab musabab dari hasil yang dicapai tim Mercedes dari sesi latihan bebas hari Jum'at.

Hari Sabtu. Saat sesi latihan bebas terakhir, Rosberg, rekan setim Michael kembali mencatat waktu tercepat ketiga di belakang Vettel dan Alonso sementara Michael hanya mencatat waktu tercepat ketujuh di belakang duo McLaren, Button dan Hamillton.

Saat sesi kualifikasi, seperti biasa kedua pebalap Mercedes hanya melakukan one run saja untuk menghemat ban. Hasilnya kedua pebalap Mercedes dan McLaren saling bersilangan. Rosberg merebut P6 tepat di belakang Hamilton sementara Schumacher berada di urutan ke-8 di belakang Button.

"We can be quite happy with today's qualifying. I had lost drive momentarily after turn 4 during my last lap but otherwise I had a clean lap. We will have to analyse why that happened, but all went pretty well other than that. We have developed our set-up-in the right direction over the weekend, and the long runs looked quite good this morning, so we should be ok in the race," ujar Michael usai sesi kualifikasi mengemukakan bahwa ia sempat kehilangan momentum di turn 4 saat sesi kualifikasi hampir berakhir, meski ia mengaku cukup puas dengan pengembangan sepanjang minggu yang dilakukan timnya dan berharap bisa meraih hasil yang cukup memuaskan di balapan. 

Hari Minggu sebelum lomba dimulai hujan sudah mulai turun membasahi sirkuit Gilles Villeneuve. Menjelang start hujan tak jua berhenti hingga akhirnya balapan dipandu oleh Safety Car. Balapan di Montreal, Kanada hari Minggu kemarin mungkin merupakan salah satu balapan F1 yang paling menarik. Penuh drama dan menegangkan hingga akhir lomba. Safety Car berkali-kali bolak balik ke trek. Balapan sempat ditunda hingga hampir dua jam lamanya tapi toh tak mengendurkan syaraf mataku untuk tetap menatap layar kaca menanti apa yang akan terjadi selanjutnya, meski itu artinya aku harus begadang sepanjang malam, dan hanya sempat tidur dua jam setengah saja, akibatnya hari Senin-nya aku memilih bolos kerja.

Di awal lomba Michael Schumacher sudah memperlihatkan suguhan yang menarik kala ia tak gentar menghadapi tekanan dari Lewis Hamilton. Sebelumnya, pada balapan di Monaco, Schumi dan Hamilton pun sempat terlibat insiden yang turut mempengaruhi kinerja W02 Schumi di Monte Carlo hingga akhirnya juara dunia tujuh kali itu terpaksa retired. Meski begitu, Schumi termasuk salah satu orang yang tak ikut menghujat Hamilton atas berbagai insiden yang dilakukannya di Monaco. Sebaliknya Schumi malah membela Hamilton dan menyatakan bahwa trek di Monaco memang sempit, sehubungan dengan insiden yang menimpa Hamilton dengan Massa di mana saat itu Hamilton dinilai sengaja menempatkan mobilnya hingga separuh trek dan membuat Massa berada di posisi yang sulit. Tapi Schumi sebagai pebalap yang sudah amat berpengalaman ini mengemukakan pandangannya dan menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Hamilton itu bukanlah suatu kesalahan karena keadaan trek di Monaco yang sempit amat menyulitkan pebalap manapun termasuk Hamilton.

Di Kanada, pada lap-lap awal Lewis telah lebih dulu menghadapi insiden dengan Webber hingga membuat posisinya melorot dan saat ia mencoba menyalip Michael, juara dunia 2008 ini malah mendapat pelajaran berharga dari seniornya ini. Lewis sempat melintir saat mencoba menyalip Michael.

Selanjutnya terjadi insiden antara Hamilton dengan rekan setimnya sendiri, Button yang membuat SC kembali ke trek. Cuaca ternyata makin tak bersahabat sehingga beberapa pebalap termasuk Michael yang sebelumnya telah masuk pit terpaksa masuk pit kembali untuk mengganti ban intermediate mereka dengan ban basah. SC lagi-lagi harus masuk trek untuk memandu balapan karena hujan ternyata makin deras.

Di lap 25 akhirnya balapan dihentikan karena hujan yang turun makin deras dan di beberapa areal sirkuit terdapat genangan air. Kesempatan ini digunakan para pebalap untuk kembali ke pit mereka masing-masing dan membahas ulang strategi balap mereka termasuk Schumi.

Setelah hampir dua jam akhirnya balapan kembali digelar dengan dipandu Safety Car. Schumi yang sebelum red flag berada di P12 tepat di belakang rekan setimnya, mulai tampil mengesankan. Setelah SC kembali ke pit, Schumi berhasil menyalip rekan setimnya dan pebalap-pebalap di depannya dan terus mencatat waktu tercepat. 

Penampilan Michael makin luar biasa setelah ia keluar dari pit untuk mengganti ban full wet-nya. Ia terus mencatat waktu tercepat hingga ia berada di P4 tepat di belakang Kobayashi dan Massa yang tengah bertarung merebut P2 di belakang Vettel. Dengan seluruh bakat balap Schumi yang sudah teruji, Michael berhasil mengambil kesempatan di tengah pertarungan antara Massa dan Kobayashi dan langsung menyalip kedua pebalap itu untuk merebut P2 di lap 51. Hebatnya lagi, semua aksi overtaking yang dilakukan Michael itu tanpa menggunakan peranti DRS karena saat itu FIA masih melarang penggunaan DRS sehubungan dengan kondisi trek di sirkuit yang dinilai masih basah dan licin. Tapi Michael, The Rain Man sejati ini mampu membawa Mercedes W02-nya yang sebenarnya tak terlalu tangguh tapi bisa terlihat luar biasa.

Michael nyaris meraih podium kedua di belakang Vettel, tapi kondisi di trek mulai mengering. DRS pun mulai diperbolehkan. Sementara itu Webber dan Button mulai memperkecil jarak dan menekan juara dunia tujuh kali ini yang mulai terlihat kesulitan mengatasi kekuatan DRS milik Webber dan Button. Meski begitu, Michael tetap memperlihatkan semangat juangnya. Ia sempat membuat Webber kewalahan menghadapi pebalap Jerman berusia 42 tahun ini hingga pebalap Red Bull itu melakukan kesalahan dan melebar memotong chicane, akibatnya ia harus melambatkan mobilnya dan memberikan tempatnya kembali kepada Michael. Di lap berikutnya, Webber kembali melakukan kesalahan di chicane yang sama hingga membuat Button berhasil menyalipnya.

Schumi berusaha mempertahankan posisinya di tempat kedua demi merebut podium pertamanya sejak kembali ke ajang F1 pada tahun 2010 lalu. Tapi akhirnya Schumi terpaksa menyadari Mercedes W02-nya bukanlah lawan yang sepadan dengan MP4-26 milik Button hingga akhirnya pebalap McLaren-Mercedes itu berhasil menyalipnya. Tak lama kemudian, lima lap menjelang akhir race, Schumi tak lagi mampu menahan gempuran RB7 milik Webber yang memiliki sistem DRS lebih mumpuni dibanding yang ada dalam Mercedes W02-nya Schumi. Akhirnya Schumi pun terpaksa harus puas finish di P4.

Meski gagal meraih podium, tapi aksi Michael Schumacher di Kanada kemarin membuktikan bahwa usianya yang tak muda lagi itu ternyata bukanlah sebab musabab dari penampilan buruknya selama ini. Aksinya di Montreal, Kanada hari Minggu kemarin itu menunjukkan bahwa Michael Schumacher masih memiliki kemampuan untuk tampil cemerlang seperti di masa keemasannya dulu kalau saja ia mendapatkan mobil yang sepadan yang bisa mengakomodir bakat balapnya itu. Penampilan spektakuler Schumi kemarin itu juga menunjukkan bahwa analisa Mr. Alain Prost yang menyatakan bahwa Schumi yang sudah tak muda lagi ini takkan lagi bisa mencapai puncak performanya seperti di masa lalu.

Berkat aksi briliannya di Montreal, Kanada hari Minggu kemarin itu, nama Michael Schumacher pun kembali menjulang. Bahkan situs planetf1.com menganugrahi aksi Schumi itu sebagai overtaking move of the race sehubungan dengan aksinya saat menyalip Massa dan Kobayashi sekaligus untuk merebut P2.

Michael sendiri seusai race di Kanada mengaku perasaannya campur aduk dan tak tahu apakah ia harus gembira atau menangis.

"I am leaving this race with one eye laughing and one eye crying, as I am not sure if I should be excited or sad about it," ujar Schumi kepada pers usai race di Kanada hari Minggu lalu. Ia sudah tampil amat luar biasa dan nyaris meraih podium tapi sayangnya mobilnya tak mampu mengimbangi bakat cemerlangnya itu.

"Having been in 2nd place towards the end, I would obviously have loved to finish there and be on the podium again. But even if it did not work out in the very end, we can be happy about the result and the big fight we put in," imbuh Michael meski gagal meraih podium tapi merasa cukup puas dengan hasil balapan.

Pebalap yang telah mengoleksi 91 kemenangan ini pun menyatakan rasa puasnya pada kerja keras tim-nya dan strategi mereka. Dan berbanding terbalik dengan opini publik yang selama ini menggambarkan Michael Schumacher sebagai sosok yang arogan, tapi nyatanya juara dunia tujuh kali ini dalam kesempatan itu justru dengan rendah hati-nya mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para pendukungnya yang tetap memberikan support dalam masa-masa sulitnya dan lewat aksi briliannya di Kanada kemarin itu,  untuk itu aksi Michael di Kanada itu seperti pelipur lara bagi para fans-nya yang pastinya sudah amat menanti juara dunia tujuh kali ini kembali memperlihatkan performa terbaiknya seperti di era keemasannya.

"A good strategy after the red flag it possible, and I am very happy for our team. I would also like to send a big compliment out to the spectators who stayed with us in those difficult circumstances for so long and even cheered us up. That was impressive, and I am glad that I could play my part in entertaining them," kata juara dunia tujuh kali ini mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada tim dan para penggemarnya.

Ross Brawn, bos tim Mercedes yang juga merupakan orang di balik kesuksesan Michael Schumacher sejak di Benetton dan Ferrari juga amat gembira dengan aksi brilian Schumi di Kanada kemarin itu.

"It was a thrilling race and Michael drove beautifully in the second part, he did a strong job on the intermediates and the option tyres, but was unable to hold off Jenson and Mark's faster cars, particularly when the had the use of DRS," ujar Brawn memuji penampilan luar biasa Schumi yang sayangnya harus menyerah pada Jenson dan Mark yang memiliki mobil lebih cepat darinya terutama saat mereka menggunakan DRS.

"Even so, it was a fantastic drive to climb eight places and finish fourth. Overall, it was an exciting and extremely challenging but ultimately positive race for our team," tegas Brawn yang tetap memuji Schumi yang meski gagal meraih podium tapi Schumi telah tampil luar biasa hingga meraih finish di urutan keempat. Bagaimanapun hasil yang dicapai Michael ini memberikan nilai positif bagi tim mereka terlebih rekan setim Michael mengalami balapan yang sulit dan gagal meraih poin setelah hanya mampu finish di urutan ke-11 di belakang pebalap Toro Rosso, Sebastian Buemi.

Sumber gambar dari situs ini.