Total Tayangan Laman

Translate

Sabtu, 29 Januari 2011

Fighting Spirit of Mercedes

Mercedes GP: 214 poin 



Musim balap 2010 merupakan musim pertama kembalinya dua legenda Formula One yaitu Michael Schumacher dan Mercedes. Nama Mercedes memang bukan nama baru di F1 dan selama ini Mercedes amat lekat dengan McLaren; namun di musim 2010 ini Mercedes tampil di panggung F1 sebagai sebuah tim utuh setelah mereka mundur dari dunia balap sekitar tahun 1955. Pada masa itu tim pabrikan besar asal Jerman ini pernah meramaikan jagat Formula One dan meraih kesuksesan lewat Juan Manuel Fangio. Kini setelah lama meninggalkan F1 dan hanya tampil sebagai pemasok mesin, Mercedes kembali ke panggung F1 dan mencoba mempertaruhkan nama besarnya dengan menggandeng juara dunia tujuh kali asal Jerman, Michael Schumacher yang telah meninggalkan F1 sejak GP Brazil pada tahun 2006 silam.

Sayangnya musim pertama kebersamaan dua legenda Formula One ini tak berjalan sesuai harapan. Meski begitu rekan setim Michael yang juga asal Jerman, Nico Rosberg berhasil membawa Mercedes meraih podium ketiga sebanyak tiga kali yaitu di Malaysia, China, dan Inggris sementara prestasi terbaik Michael d musim perdana comeback-nya ini hanya mampu membawa MGP W01-nya finish keempat di Spanyol, Turki, dan Korea.

Walau penampilan Mercedes tak sespektakuler Red Bull namun kedua pebalap Jerman ini berhasil membawa Mercedes berada di urutan keempat klasemen konstruktor, satu tingkat di atas Renault yang menghuni posisi kelima.

Di musim balap 2011 ini Mercedes memang belum bisa sesumbar terlalu banyak namun dengan pasokan ban baru dari Pirelli menggantikan Bridgestone yang menurut Michael merupakan salah satu penyebab penampilan buruknya di tahun 2010 silam ditambah kemampuan mekanikal kedua pebalap utama Mercedes ini pastinya amat membantu tim dalam memberikan masukan dalam membangun mobil yang lebih kompetitif dibanding musim 2010 lalu.

Michael Schumacher : 72 poin 


Setelah batal memperkuat Ferrari kembali pada pertengahan musim 2009 lalu menggantikan Felipe Massa yang cedera akibat kecelakaan saat sesi qualifying GP Hungaria, Michael yang kala itu batal turun akibat dari ajang superbike ternyata masih memiliki hasrat untuk kembali turun membalap di Formula One, ajang balap yang telah telah mengorbitkannya menjadi mega bintang. Di akhir tahun 2009 Michael pun mengumumkan bergabung dengan Mercedes GP, tim yang semula bernama Brawn GP pimpinan Ross Brawn, mantan technical director Ferrari, salah seorang tokoh kunci yang tim yang semula bernama Brawn GP pimpinan Ross Brawn, salah satu tokoh kunci di balik kesuksesan Michael dalam merebut tujuh gelar dunianya sejak dari Benetton hingga di Ferrari.

Sayangnya di musim pertama kemunculannya kembali di F1 Michael kerap mengalami kesulitan dengan MGP W01-nya sehingga ia seringkali keteteran bahkan ketika ia menghadapi pebalap-pebalap muda tim papan tengah. Berbanding terbalik dengan rekan setimnya yang penampilannya di musim 2010 lalu lebih bersinar sehingga makin menenggelamkan nama besar Michael di tengah hiruk pikuk euforia kesuksesan pebalap-pebalap muda dari tim Red Bull, McLaren, dan tim lamanya, Ferrari.




Di Bahrain, GP perdana pembuka musim balap 2010, Michael hanya mampu meraih grid ketujuh di sesi qualifying, posisi yang sama seperti yang diraihnya ketika ia memulai debutnya di F1 bersama tim Jordan di Spa Francorchamps pada tahun 1991. Namun berbeda dengan kehadiran Michael saat itu yang walaupun hanya mampu meraih grid ketujuh tapi penampilannya dinilai fenomenal dan menjanjikan karena ia berhasil mengalahkan rekan setimnya yang jauh lebih berpengalaman darinya, Andrea de Cesaris. Sementara di race perdana pembuka musim 2010 itu grid ketujuh yang diraih Michael justru menjadi pertanyaan karena Michael yang biasanya selalu berhasil mengalahkan rekan setimnya, kali ini ia harus menelan pil pahit setelah rekan setimnya yang jauh lebih muda darinya, Nico Rosberg berhasil meraih posisi start yang jauh lebih baik darinya. Nico sukses meraih grid kelima di belakang Lewis Hamilton.

Saat race meski Michael berhasil memenangkan pertarungan dengan Jenson Button dan sukses finish keenam namun ia masih kalah kencang dari rekan setimnya, Nico Rosberg yang sukses finish kelima tepat di depannya.

Hasil buruk kembali diraih Michael di race kedua di Australia. Di sesi qualifying ia hanya mampu meraih P7 sementara rekan setimnya berhasil mencatat waktu yang lebih baik dan merebut P6 tepat di depannya. Saat race Michael kembali mengalami nasib apes. Di lap awal Alonso melintir dan menabrak Michael sehingga Michael harus masuk pit untuk mengganti sayap depannya yang rusak. Balapan Michael pun berantakan sementara Alonso masih beruntung karena bisa finish ke-4 di depan rekan setim Michael, Nico Rosberg sedangkan Michael harus puas finish ke-10 dan hanya mendapat tambahan 1 poin. 

Di Malaysia sementara Nico sukses membawa Mercedes meraih podium ketiga di belakang Vettel dan Webber, langkah Michael malah harus terhenti di lap 9 karena kehilangan baut roda. Tentu saja hal ini amat memalukan bagi tim dengan nama besar seperti Mercedes dan pastinya amat menyesakkan bagi Michael. Padahal menurut petinggi Mercedes, Norbert Haug, berdasar hasil tes di sesi latihan bebas, ia yakin Michael sebenarnya bisa saja meraih kemenangan di sirkuit kebanggaan rakyat Malaysia ini, tentu saja kalau mobil juara dunia tujuh kali ini tak kehilangan baut rodanya.



Nico Rosberg kembali sukses membawa Mercedes meraih podium ketiga di race selanjutnya yang digelar di Shanghai, China dari grid ke-4. Sementara Michael yang memulai balapan dari posisi ke-9 hanya mampu meraih satu poin setelah ia hanya mampu membawa MGP W01-nya finish di urutan ke-10 di belakang mantan rekan setimnya di Ferrari, Felipe Massa.

Setelah dipermalukan habis-habisan di empat seri awal musim, Michael berhasil melakukan serangan balik di Spanyol setelah timnya melakukan perubahan dengan memperpanjang wheel base mobilnya. Di sesi qualifying Michael sukses meraih posisi ke-6 di belakang Button sementara Rosberg hanya mampu meraih posisi ke-8 di belakang Kubica. Saat race Michael nyaris meraih podium, sayangnya MGP W01-nya masih kurang kencang sehingga ia harus puas hanya mampu finish ke-4 di belakang Webber, Alonso, dan Vettel sementara rekan setimnya, Nico Rosberg gagal meraih poin setelah ia hanya mampu finish ke-13 di belakang Kamui Kobayashi yang membela tim Sauber-Ferrari.

Sayangnya Michael kembali harus mengalami nasib buruk di race berikutnya di Monaco. Start Michael sebenarnya sudah amat bagus. Selepas start Michael berhasil melewati rekan setimnya, Rosberg yang memulai balapan dari grid ke-6 sementara Schumi ada di urutan ke-7 dan bertarung dengan Barrichello yang sukses melompati 3 posisi dari grid 9 ke posisi ke-6 di belakang Hamilton menggeser Rosberg ke posisi 8 di belakang Michael. Lewat strategi pit akhirnya Michael berhasil menyebabkan safety car keluar ke trek untuk kedua kalinya setelah sebelumnya safety car keluar akibat kecelakaan yang menimpa rekan setim Rubens, Nico Hulkenberg.

Di akhir race Michael sebenarnya memiliki peluang finish di depan rekan setimnya namun akibat salah menginterpretasikan aturan regulasi safety car membuat Michael gagal mendapat tambahan poin bahkan posisinya diturunkan ke urutan 12. Saat itu balapan tengah dipandu oleh safety car yang hari itu memang rajin sekali keluar masuk trek. Namun menjelang garis finish SC terlihat meninggalkan trek sehingga Michael berpikir bahwa keadaan di trek kembali ke kondisi balapan dan berdasarkan hal ini Michael pun menyalip Alonso menjelang garis finish untuk merebut posisi finish ke-6 di belakang Hamilton tapi ternyata stewards menganggap tindakan Michael ini menyalahi aturan sehingga ia dikenai penalti 20 detik yang membuat posisinya melorot ke posisi 12 dan gagal mendapat tambahan satu poin pun.

Setelah mengalami nasib apes di Monaco, langkah Michael di Turki jauh lebih cemerlang. Di sesi qualifying catatan waktunya jauh lebih kencang dari rekan setimnya dan meraih P5 tepat di depan rekan setimnya yang menghuni grid ke-6. Di race insiden yang menimpa dua pebalap Red Bull nyaris membawa Michael meraih podium pertamanya bersama Mercedes tapi sayang mobilnya masih kurang kencang namun ia masih bisa tersenyum puas dengan kesuksesannya meraih finish keempat, satu langkah di depan Rosberg yang finish kelima.

Di Kanada Michael kembali harus menelan pil pahit. Di sesi qualifying ia gagal menembus Q3 setelah catatan waktunya hanya mampu menempatkannya di posisi ke-13 smentara Rosberg meraih P10. Saat start seperti biasa Michael berhasil melakukan start yang amat mengesankan dan langsung melesat ke P8 sementara posisi rekan setimnya melorot ke P13. Bahkan Michael tengah berada di P3 ketika ia harus melakukan pit stop pertamanya di lap 12 dan kembali bergabung di posisi ke-7 di depan Kubica dan hampir mengalami insiden dengan pebalap asal Polandia ini. Namun Michael harus masuk pit kembali karena ada masalah dengan mobilnya sehingga posisinya melorot ke P12. Di lap 64 Michael bersenggolan dengan Massa sehingga pebalap Brazil itu terpaksa masuk pit untuk keempat kalinya sementara balapan Michael pun tak kalah berantakannya dari pebalap Ferrari ini. Michael pun harus puas hanya mampu finish di urutan ke-11 dan gagal mendapat tambahan poin sementara rekan setimnya, Rosberg sukses finish ke-6.

Michael kembali gagal menembus Q3 di sesi qualifying GP Eropa yang berlangsung di Valencia dan terpaksa harus puas menghuni grid ke-15 sementara rekan setimnya pun gagal menembus Q3 namun catatan waktunya masih jauh lebih baik dari yang ditorehkan Michael dan menempatkannya di P12. Di race sebenarnya balapan Michael amat bagus, bahkan ia sempat mencatat fastest lap di lap 53 sebelum akhirnya dipatahkan oleh Button di lap 54. Di race ini Michael sebenarnya berpeluang meraih poin yang bagus dan mungkin saja merebut podium tapi akibat regulasi yang tak jelas balapan Michael jadi berantakan. Michael harus tertahan di pintu keluar pit akibat lampu pengatur di pit yang kacau. Saat itu SC masuk trek, buntut dari kecelakaan yang menimpa Webber dan Kovalainen. Michael memakai kesempatan ini untuk masuk pit, saat itulah kekacauan terjadi. Lampu di pit terus berubah dari merah ke hijau kemudian ke merah lagi sehingga Michael harus tertahan lama di pintu keluar pit dan akibatnya ia kehilangan banyak waktu yang menyebabkan posisinya melorot jauh dan terpaksa harus puas finish di urutan ke-15 dan tak mendapat tambahan poin sementara Rosberg berhasil meraup satu poin setelah finish di urutan ke-10.

Di GP Inggris pun penampilan Michael tak terlalu mengesankan. Di sesi qualifying ia kembali dikalahkan oleh rekan setim nya yang sukses meraih P5 sementara Michael hanya mampu merebut P10. Saat race Mihael lebih sering terjebak traffic dan hanya bisa finish ke-9 sementara Rosberg kembali sukses meraih podium ketiga di belakang Webber dan Hamilton.

Pada laga kandang di Jerman, Michael kembali gagal menembus Q3 setelah catatan waktunya hanya cukup untuk menempatkannya di grid ke-11 sementara Rosberg sukses meraih P9 di depan rekan senegaranya, Hulkenberg dari Williams. Di race Michael berhasil finish ke-9 sementara rekan setimnya finish ke-8 unggul satu langkah di depannya.

Nama besar Michael kembali dipertaruhkan di laga selanjutnya yang berlangsung di Hungaria. Michael yang memulai balapan dari grid ke-14 harus menerima keputusan keras dari stewards yang menganggap tindakannya memblokir laju Rubens terlalu berbahaya. Michael sendiri dalam pernyataan persnya setelah balapan mengungkapkan bahwa ia memang hanya menyisakan ruang yang sempit bagi mantan rekan setimnya di Ferrari itu demi mempertahankan posisinya sehingga menyulitkan bagi Rubens untuk menyalipnya tanpa tidak saling bersinggungan yang mana dianggap stewards amat membahayakan. "It was a hard fight," aku Michael namun ia juga menambahkan bahwa bukankah itulah artinya balapan? Meski begitu Michael menyatakan bisa menerima keputusan stewards yang memberinya penalti turun 10 grid di Belgia. Michael sendiri akhirnya hanya mampu finish di urutan ke-11 dan tak mendapat tambahan poin.

Spa Francorchamps merupakan tempat yang istimewa bagi Michael. Ia memulai debut balap F1-nya di sirkuit ini dan kemenangan pertamanya pun diraih di tempat ini namun balapan Michael kali ini dibayangi keputusan penalti 10 grid dari stewards di Hungaria membuat Michael harus mencatat waktu sebaik mungkin di sesi kualifikasi. Dan nyatanya hasil yang dicatat Michael jauh lebih baik dari rekan setimnya.

Saat race hujan turun membasahi sirkuit dan kondisi ini sebenarnya amat cocok bagi Michael yang terkenal Di Italia pun penampilan Michael tak terlalu mengesankan. Di sesi kualifikasi ia hanya mampu meraih P12 sementara rekan setimnya sukses merebut P7. Dan di race Michael hanya sukses meraih tambahan dua poin setelah berhasil finish ke-9 di depan Rubens Barrichello sementara rekan setimnya sukses finish ke-5 di belakang Vettel.

Pengalaman pertama Michael di balapan malam hari di Singapore pun tak berjalan baik meski ia berhasil meraih P9 di sesi kualifikasi. Masalah ban yang ditengarainya menjadi pemicu penampilan buruknya di sepanjang musim 2010 ini kembali menyebabkan balapan pertamanya di Singapore tak mengesankan. Michael pun hanya mampu finish ke-13 sementara rekan setimnya yang memulai balapan dari grid ke-7 kembali sukses finish ke-5 di belakang Jenson Button.

Selain Spa Francorchamps, sirkuit Suzuka di Jepang bisa dibilang merupakan salah satu sirkuit keberuntungan Michael juga. Di musim balap 2003, salah satu musim tersulit bagi Michael namun Michael berhasil meraih gelar dunia keenamnya di sirkuit ini. Meskipun Suzuka juga memberikan kenangan buruk seperti pada musim balap 2006 dimana kegagalan mesin Ferrari justru terjadi di momen paling krusial dalam perebutan gelar dunia ke-8 nya terjadi di sirkuit resmi Honda ini dan menghempaskan harapan Michael untuk menambah koleksi gelar dunianya menjadi delapan. Tapi di musim 2010 ini Suzuka kembali memberikan kenangan yang cukup manis bagi Michael. Meskipun Michael hanya mampu meraih P10 di sesi kualifikasi namun saat race ia sukses finish ke-6 sementara rekan setimnya, Rosberg yang memulai balapan dari grid ke-7 mengalami nasib buruk. Putra Keke Rosberg ini gagal melanjutkan lomba setelah mengalami kecelakaan dan tak mendapat tambahan poin.

Peruntungan Michael pun kembali berlanjut di race selanjutnya di Korea. Walau di sesi kualifikasi ia hanya mampu meraih P9 sementara rekan setimnya menyabet P5 di belakang Hamilton namun balapan Michael berjalan jauh lebih baik. Juara dunia tujuh kali ini pun kembali sukses finish keempat di belakang Alonso, Hamilton, dan Massa sementara langkah Rosberg harus terhenti di lap 18 akibat kecelakaan dengan Webber.

Di sesi kualifikasi GP Brazil Michael berhasil meraih P8 sementara rekan setimnya, Rosberg kali ini gagal menembus Q3 setelah catatan waktunya hanya cukup untuk menempatkannya di grid ke-13 di belakang Kobayashi. Namun saat race ternyata balapan Rosberg jauh lebih baik dari Michael yang terjebak di belakang Sutil akibat pit stopnya yang terlalu awal sementara Nico dengan ban baruny yang lebih fresh berhasil melompati posisi Michael dan sukses finish ke-6 di depan Michael yang finish di urutan ke-7.

Pada GP penghujung musim 2010 Michael kembali sukses mengalahkan rekan setimnya di sesi kualifikasi setelah ia berhasil mencatat waktu yang lebih baik dari Rosberg dan membawanya meraih P8 di depan rekan setimnya yang hanya mampu merebut P9. Namun saat start Michael mengalami kecelakaan dengan Liuzzi sehingga membuat balapan juara dunia tujuh kali ini berakhir terlalu cepat sementara Rosberg berhasil memberi tambahan 12 poin bagi tim setelah ia sukses finish ke-4 di belakang Vettel, Hamiltion, dan Button.


Nico Rosberg : 142 poin

Nama besar Michael Schumacher sebagai juara dunia tujuh kali ternyata tak menggentarkan seorang Nico Rosberg dan hal itu diperlihatkannya di sepanjang musim 2010 lalu dimana Rosberg menjadi team mate Michael pertama yang berhasil menaklukkan juara dunia tujuh kali ini. Di sepanjang tahun 2010 penampilan Rosberg dinilai jauh lebih cemerlang dan mengesankan dibanding penampilan Michael Schumacher. Meski di beberapa race pencapaian Rosberg kalah dari Michael namun secara keseluruhan.

Di sesi kualifikasi Rosberg berhasil melumat Michael dengan skor telak 14:5 sementara di race pun Rosberg sukses menenggelamkan Michael dengan skor 14:5 juga. Rosberg bahkan sukses mengantarkan Mercedes meraih podium ketiga sebanyak tiga kali yaitu di Malaysia, China, dan Inggris. Tak ayal keberhasilan Rosberg melumat Michael ini pun menjadikan juara dunia tujuh kali itu sebagai sasaran kritik dari berbagai pihak.
Keberhasilan Rosberg membungkam Michael di tahun 2010 lalu pula yang membuatnya mempertanyakan pernyataan Alonso beberapa waktu lalu yang mengatakan bahwa Michael Schumacher merupakan lawan yang paling ditakutinya dalam perebutan gelar di musim 2011 ini. Meskipun Rosberg mengaku tak terlalu ambil pusing dengan pernyataan Alonso itu pula tapi ia telah membuktikan bahwa Michael bukanlah lawan yang tak bisa ditaklukan. Sebagai putra juara dunia tentu saja Rosberg berharap bisa meraih gelar dunia dan bila menilik penampilan gemilangnya di musim 2010 lalu rasanya Rosberg memang memiliki segala yang diperlukan untuk menjadi juara dunia namun tentu saja ia masih harus membuktikan lebih banyak lagi di musim 2011 ini. Walaupun mungkin musim 2011 ini langkah Rosberg tak berjalan sebaik tahun lalu mengingat Michael pastinya takkan rela dipermalukan lagi seperti pada tahun lalu dan terlebih Mercedes pastinya sudah membuat tunggangan yang lebih sesuai dengan karakter Michael tapi bekal pencapaian Rosberg tahun lalu bisa menjadi modal baginya untuk tampil lebih percaya diri di musim 2011 ini.

Bagaimanapun posisi keempat konstruktur yang diraih Mercedes di musim 2010 lalu sebagian besar merupakan sumbangsih dari Roberg yang gemilang dan mengantarkannya menduduki posisi ke-7 di klasemen pebalap dengan total 142 poin.


sumber gambar dari : wikipedia

Schumacher Optimis Bisa Meraih Gelar Dunia Kedelapannya

Michael Schumacher dan Norbert Haug, petinggi Mercedes

Keyakinan ini diungkapkan Michael dalam sebuah wawancara eksklusif dengan F1 Racing. Meskipun penampilan Michael di tahun pertama comeback-nya ke F1 tahun lalu tak terlalu mengesankan dan jauh dari ekspektasi banyak orang, namun Michael tetap yakin bisa menambah gelar dunianya mengingat ia memiliki kontrak tiga tahun bersama Mercedes GP dan kini masih tersisa dua tahun lagi.

Walaupun Alain Prost dalam wawancara beberapa hari yang lalu mengungkapkan bahwa usia Michael yang tahun ini sudah 42 tahun dinilai terlalu tua untuk olahraga F1 ini dan karenanya tak yakin Michael bisa mencapai performa seperti pada tahun-tahun silam, namun juara dunia empat kali asal Perancis itu pun mengungkapkan di akhir kalimatnya yang berharap Michael bisa membuktikan bahwa anggapannya itu salah.

Michael sendiri sejak ia mengumumkan bergabung dengan Mercedes GP dan akan kembali membalap di 
awal musim 2010 lalu telah menegaskan bahwa ia datang untuk menang. Dan meski di tahun lalu ia tak sempat sekalipun mencicipi berdiri di atas podium namun di tahun ini Michael kembali menegaskan optimismenya dan tujuannya kembali ke F1 adalah untuk menang dan ia meyakini bisa merebut gelar dunia kedelapannya bersama Mercedes kalau tidak di tahun ini maka di tahun depan yang merupakan tahun terakhir kontraknya bersama Mercedes.

Dalam wawancaranya dengan F1 Racing itu Michael juga mengungkapkan bahwa memang dalam sejarah F1 sangat jarang seorang pebalap yang kembali membalap setelah sempat cuti dan vakum membalap bisa meraih kesuksesan. Tapi Michael menengaskan tahun ini ia takkan tampil seburuk musim lalu dan yakin bisa merebut kemenangan di tahun ini dan bukan tak mungkin meraih gelar dunia. “Aku ada di sini untuk sebuah misi dan aku menginginkan kesuksesan,” tegas suami dari Corinna Betsch dan ayah dari Gina Maria dan Mick Schumacher ini seraya menambahkan bahwa ia siap memberikan performa terbaiknya dan memberikan seratus persen untuk mencapai kemenangan itu.

Harapan Michael ini pun disertai oleh keyakinan Mercedes GP yang merasa percaya diri dengan paket teknologi mereka di musim 2011 ini. Mercedes GP akan merilis mobil terbaru mereka untuk musim balap 2011 ini MGP W02 di hari pertama sesi tes di Valencia pada hari Selasa depan tanggal 1 Maret 2011.

sumber gambar dari : wikipedia

Senin, 24 Januari 2011

Tribhuwana Wijayatunggadewi = Sang Pionir dari Majapahit

Dewi Parwati yang dianggap merepresentasikan Tribhuwanatunggadewi*

Bila membicarakan Majapahit maka yang pertama kali muncul dalam benak kita mungkin nama dua tokoh terkenal di Majapahit yaitu Mahapatih Gajah Mada dengan sumpah Palapa-nya dan Hayam Wuruk, raja tersukses di masa keemasan kerajaan Majapahit. Namun sebenarnya rahasia di balik kesuksesan Hayam Wuruk dalam menyatukan Nusantara dan membuat kerajaan Majapahit bisa terbentang luas hingga mencapai Sumatera, Semenanjung Malaya, Kalimantan dan bahkan sampai meliputi sebagian wilayah Filipina dan Indonesia Timur tak lain tak bukan adalah ibunya sendiri, Tribhuwana Wijayatunggadewi, penguasa ketiga Kerajaan Majapahit yang memerintah sejak tahun 1328-1351.

Sebelum mulai masuk ke dalam kisah bagaimana Tribhuwana bisa naik tahta menjadi Ratu Majapahit mungkin ada baiknya bila kita menelusuri dulu kisah berdirinya Majapahit.

Sebelum kerajaan Majapahit berdiri, kerajaan Singasari yang didirikan oleh Ken Arok merupakan kerajaan yang paling kuat di Jawa sampai menjadi perhatian Kubilai Khan, cucu penguasa kerajaan Mongol yang terkenal Jengis Khan yang kemudian mendirikan Dinasti Yuan (1279-1294) di Tiongkok. Pada tahun 1289 Kubilai Khan mengirim utusan bernama Meng Chi ke Singasari untuk menuntut upeti.

Namun Kertanegara, raja Singasari yang berkuasa saat itu tak menerima hal ini. Ia bukan hanya menolak memenuhi tuntutan Kubilai Khan tersebut tapi ia juga mempermalukan utusan raja Mongol itu dengan merusak wajah utusan itu dan memotong telinganya hingga membuat Kubilai Khan marah besar. Ia lalu mengirimkan ekspedisi besar-besaran ke Jawa pada 1293. Sebanyak 20.000 prajurit dipimpin Ike Mese dikirim untuk memerangi Singasari dan menutut balas atas penghinaan yang dilakukan Kertanegara.

Tapi ternyata saat itu Kertanegara sudah dibunuh oleh Jayakatwang, adipati Kediri. Namun Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya, menantu Kertanegara yang menyerahkan diri. Jayakatwang bahkan memberikan sebuah hutan bernama Tarik kepada Raden Wijaya.

Raden Wijaya lalu membangun hutan Tarik itu menjadi sebuah desa baru dan menamainya Majapahit. Nama ini diambil dari nama buah Maja yang rasanya pahit. Raden Wijaya kemudian mendekati Ike Mese dan bersekutu untuk memerangi Jayakatwang. Raden Wijaya pun menyatakan janjinya bahwa bila ia naik tahta nanti maka ia akan takluk dan tunduk pada kerajaan Mongol sehingga Ike Mese pun bersedia bergabung dengan Raden Wijaya untuk menaklukan Jayakatwang dan kerajaan Kediri. Dengan gabungan dari pasukan Mongol, Majapahit serta Madura, Raden Wijaya menyerang Daha, ibukota kerajaan Kediri. Jayakatwang pun kalah dan menjadi tawanan pasukan Mongol.

Setelah Jayakatwang jatuh, Raden Wijaya pun meminta ijin pada Ike Mese untuk pulang ke Majapahit guna melakukan penobatannya sebagai raja dan berjanji bila ia sudah menjadi raja nanti ia akan mengabdi pada kerajaan Mongol. Tapi dengan cerdiknya Raden Wijaya malah membunuh pasukan Mongol yang diutus untuk mengawalnya ke Majapahit. Setelah membunuh pasukan Mongol yang mengiringinya, Raden Wijaya yang bernama lengkah Raden Harsawijaya ini kemudian mengerahkan pasukannya untuk menyerang pasukan Mongol lainnya pimpinan Ike Mese yang tengah berpesta pora merayakan kemenangan mereka setelah menaklukkan kerajaan Kediri pimpinan Jayakatwang di Daha, ibukota kerajaan Kediri. Pasukan Mongol yang tak menyadari serangan tiba-tiba Raden Wijaya ini pun kalang kabut sehingga banyak dari pasukan Mongol yang tewas sementara sisanya langsung melarikan diri pulang ke negaranya.

Setelah musuh-musuhnya ditumpas, Raden Wijaya pun dinobatkan sebagai raja baru atas kerajaan bentukannya, kerajaan Majapahit pada tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 Saka yang bertepatan dengan 10 November 1293 (tapi di sumber lain tetulis tanggal penobatan Raden Wijaya 12 November 1293). Karena tak ditemukan catatan pasti mengenai tanggal berdirinya kerajaan Majapahit maka ditetapkanlah tanggal penobatan Raden Wijaya yang kemudian bergelar Kertarajasa Jayawarhana ini menjadi raja sebagai tanggal berdirinya kerajaan Majapahit dengan Wilwatikta (Trowulan) sebagai ibukotany. Catatan-catatan sejarah mengenai kerajaan Majapahit kebanyakan bersumber dari Pararaton (kitab raja-raja) yang ditulis dalam bahasa Kawi dan Nagarakretagama yang berisi puisi Jawa kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk.

Raden Wijaya wafat pada 1309 dan Jayanegara, putra Raden Wijaya pun naik takhta menggantikan ayahnya. Sebagai seorang raja, Jayanegara bukanlah pemimpin yang istimewa seperti ayahnya. Pararaton bahkan menyebut raja Jayanegara dengan sebutan Kala Gemet yang artinya “penjahat lemah.”

Pada masa pemerintahan Jayanegara ini tercatat pernah datang seorang pastur Katolik dari Italia bernama Odorico da Podenone mengunjungi kerajaan Majapahit di tanah Jawa.

Jayanegara memiliki dua orang adik tiri dari salah satu istri ayahnya, Gayatri Rajapatni. Keduanya adalah wanita. Yang pertama bernama Dyah Gitarja dan adiknya bernama Dyah Wiyat. Dalam masa pemerintahan Jayanegara ini, Dyah Gitarja diangkat sebagai penguasa bawahan di Jiwana bergelar Bhre Kahuripan.

Menurut Pararaton, Jayanegara takut tahtanya terancam hingga ia melarang kedua adik perempuannya ini menikah. Setelah Jayanegara tewas dibunuh oleh tabibnya sendiri, Tanca pada tahun 1328 maka para ksatriya (kelompok kasta yang dikenal dalam agama Hindu yang terdiri dari kaum bangsawan, tentara hingga raja) pun berdatangan untuk meminang kedua putri ini sehingga akhirnya diadakan sayembara. Dari hasil sayembara ini didapat dua orang pria yaitu Cakradhara sebagai suami Dyah Gitarja. Cakradhara kemudian diberi gelar Kertawardhara Bhre Tumapel. Sementara seorang pria yang satunya lagi bernama Kudamerta dipilih untuk menjadi suami Dyah Wiyat.

Dari pernikahan Dyah Gitarja dan Kertawardhara ini lahirlah Dyah Hayam Wuruk dan Dyah Netarja. Hayam Wuruk lalu diangkat sebagai Yuwaraja bergelar Bhre Kahuripan atau Bhre Jiwana sedangkan Dyah Nertaja sebagai Bhre Pajang.

Setelah Jayanegara wafat seharusnya ibu tirinya, Gayatri Rajapatni yang naik tahta menggantikannya karena Jayanegara tak sempat memiliki anak sebagai pewaris tahtanya dan kemungkinan karena Gayatri merupakan satu-satunya dari istri-istri Raden Wijaya yang masih hidup sehingga ia yang dipilih untuk menggantikan tahta Jayanegara yang tewas terbunuh.

Mengenai istri-istri Raden Wijaya pun ada berbagai kisah yang berlainan. Di dalam naskah Nagarakretagama dikatakan bahwa Raden Wijaya menikahi 4 orang putri Kertanagara, raja terkahir kerajaan Singasari yaitu Tribhuwaneswari, Narendraduhita, Jayendradewi, dan Gayatri. Sedangkan menurut Pararaton, Raden Wijaya hanya menikahi dua orang putri Kertanagara saja dan seorang putri dari Kerajaan Malayu bernama Dara Petak. Namun ada juga pendapat yang mengatakan bahwa Raden Wijaya mengambil Dara Jingga, salah seorang putri Kerajaan Malayu sebagai istrinya selain Dara Petak karena Dara Jingga juga dikenal memiliki sebutan sira alaki dewa yang memiliki arti dia yang dinikahi orang yang bergelar dewa.

Jayanegara menurut prasasti Sukamerta dan prasasti Balawi merupakan putra Raden Wijaya dengan Tribhuwaneswari sedangkan menurut Pararaton, Jayanegara adalah putra dari Dara Petak. Lain lagi yang dikisahkan Nagarakretagama yang menyatakan bahwa Jayanegara merupakan putra Raden Wijaya dari Indeswari.

Kembali ke kisah suksesi setelah kematian Jayanegara. Karena Jayanegara tak memiliki anak dan kemungkinan besar Gayatri merupakan satu-satunya istri Raden Wijaya yang masih hidup maka Gayatri pun didaulat untuk naik tahta menggantikan anak tirinya. Namun Gayatri sudah memutuskan untuk mengundurkan diri dari kerajaan dan menjadi Bhiksuni sehingga ia lalu mengangkat putrinya, Dyah Gitarja sebagai Ratu Majapahit menggantikannya. Dyah Gitarja pun naik tahta sebagai penguasa ketiga Majapahit. Ia didampingi suaminya, Kertawardhara memerintah kerajaan Majapahitdari tahun 1328-1351. Lewat prasasti Singasari (1351) diketahui gelar abhiseka-nya Dyah Gitarja adalah Sri Tribhuwanotunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani.

Pada masa pemerintahan Tribhuwanatuggadewi inilah kerajaan Majapahit melakukan perluasan wilayah dan Tribhuwana pulalah yang mengangkat Gajah Mada yang terkenal ini sebagai mahapatih kerajaan Majapahit. Meski sebagai raja wanita namun Tribhuwana pun memiliki kisah heroik dalam memberantas musuh.

Saat itu pada tahun 1331 Tribhuwana sendiri yang harus pergi sebagai panglima perang untuk menumpas pemberontakan Sadeng dan Keta. Menurut Pararaton saat itu terjadi persaingan antara Gajah Mada dan Ra Kembar dalam memperebutkan posisi panglima penumpasan Sadeng sehingga Tribhuwana berangkat sendiri sebagai panglima didampingi sepupunya, Adityawarman untuk menyerang Sadeng.

Sementara sumpah terkenal yanag diucapkan oleh Gajah Mada yang isinya menyatakan bahwa ia bersumpah takkan memakan makanan enak (rempah-rempah) sebelum mempersatukan Nusantara tercatat dalam Pararaton diucapkan oleh Gajah Mada saat ia masih sebagai rakryan patih Majapahit pada tahun 1334 tapi sumber lain menyatakan bahwa sumpah itu diucapkan dalam upacara penobatan Gajah Mada sebagai Mahapatih oleh Ratu Tribhuwanotunggadewi.

Pada tahun 1347 Adityawarman yang telah membantu Ratu Tribhuwana menumpas pemberontakan Sadeng dikirim untuk menaklukkan sisa-sisa kerajaan Sriwijaya dan kerajaan Malayu. Adityawarman yang masih keturunan Melayu ini lalu diangkat sebagai Uparaja (raja bawahan) di daerah kekuasaan Majapahit di Sumatera.

Pada tahun 1350 ibunda Tribhuwana, Gayatri Rajapatni tewas. Bersamaan dengan itu masa pemerintahan Tribhuwana pun berakhir. Hal ini makin menegaskan bahwa Tribhuwana naik takhta hanyalah sebagai pengganti ibunya sehingga ketika ibunya wafat maka ia pun harus turun tahta dan menyerahkan tahtanya kepada putranya, Hayam Wuruk. Nama Hayam Wuruk ini sendiri memiliki arti : ayam yang terpelajar. Di masa pemerintahan Hayam Wuruk ini terjadi perekembangan di segala bidang termasuk dalam bidang kesusastraan dimana dikenal dua tokoh yaitu Mpu Prapanca yang menggubah Nagarakretagama pada tahun 1365 dan Mpu Tantular yang menggubah kitab Kakawin Sutasoma yang memuat semboyan Bhinneka Tunggal Ika Hana Dharma Mangrwa yang kini menjadi semboyan bagi Republik Indonesia. Semboyan yang telah terkenal hingga ke mancanegara tapi sayangnya Indonesia sang pemilik semboyan ini tak lagi benar-benar memaknai arti luhur dari semboyan ini yang merupakan perekat dan pemersatu bangsa yang majemuk ini.

Setelah turun tahta Tribhuwana pun kembali menjadi Bhre Kahruripan yang tergabung dalam Sapta Prabhu yaitu semacam dewan pertimbangan agung yang beranggotakan keluarga kerajaan.

Sementara itu perluasan wilayah kekuasaan kerajaan Majapahit dilanjutkan oleh Hayam Wuruk hingga mencapai Lamuri di ujung barat sampai Wanin di ujung timur.

Kematian Tribhuwana tak diketahui secara pasti. Pararaton hanya memberitahu Bhre Kahuripan meninggal dunia setelah pengangkatan Gajah Enggon sebagai patih pada tahun 1371.

Dalam Pararaton tertulis Tribhuwanatunggadewi didharmakan dalam candi Pantarapura yang terletak di desa Panggih. Sedangkan suaminya Kertawarhara Bhre Tumapel yang meninggal pada tahun 1386 didharmakan di candi Sarwa Jayapurwa yang terletak di desa Japan.

Tribhuwana memang hanyalah merupakan ratu pengganti ibunya namun peran Tribhuwana sangat besar dalam memperluas kerajaan Majapahit. Meski Majapahit berkembang menuju masa keemasannya saat dipimpin putranya, Hayam Wuruk namun Tribhuwana-lah yang telah meletakkan dasar dan pondasi untuk perluasan wilayah Majapahit itu hingga mencapai masa keemasannya. Tak heran meskipun nama Tribhuwana tak terlalu dikenal luas oleh masyarakat Indonesia namun nama Ratu Majapahit ini diabadikan sebagai nama salah sebuah universitas di Malang.

 Sumber gambar dan tulisan : Wikipedia

Minggu, 23 Januari 2011

Ferrari: Take the Breath Away

Scuderia Ferrari : 396 poin

Fernando Alonso : 252 poin
Felipe Massa       : 144 poin

Kesibukan tim Ferrari di sesi latihan menjelang GP Kanada 
(sumber gambar dari : f1site.com)

Musim 2011 ini adalah musim perdana Ferrari dengan Alonso. Walaupun tim Maranello ini terpaksa kehilangan Raikkonen yang meraih gelar dunia bersama tim kuda jingkrak ini pada tahun 2007 namun masuknya Alonso mendampingi Felipe Massa, pebalap Brazil yang telah menjadi andalan mereka sejak 2006 silam membuat pebalap Finlandia itu memilih hengkang dan akhirnya pergi dari F1. Kehadiran juara dunia dua kali asal Spanyol ini diharapkan bisa mendongkrak prestasi tim bentukan Enzo Ferrari ini kembali ke masa keemasan mereka seperti ketika diperkuat juara dunia tujuh kali asal Jerman, Michael Schumacher pada musim 1999-2004 silam.

Pada musim balap 2010 tim yang selalu mengandalkan mobil berwarna merah dengan logo kuda jingkrak ini membuka awal musim dengan kemenangan pebalap baru mereka di Sakhir, Bahrain. Namun menuju pertengahan musim penampilan Ferrari sedikit tenggelam di tengah hiruk pikuknya persaingan ketat antara Red Bull dengan McLaren. Tapi menjelang akhir musim Ferrari Ferrari ternyata berhasil mengkonsolidasikan kekuatan mereka dan tampil mencengangkan dengan keberhasilan pebalap baru mereka mencuri kemenangan justru di saat-saat genting perebutan gelar dunia sehingga mendongkrak perolehan poin Alonso di klasemen pebalap yang membuatnya menjadi salah satu calon kuat peraih gelar dunia bersaing dengan dua pebalap Red Bull. Meski akhirnya Alonso gagal merebut gelar dunia dan Ferrari hanya berada di urutan ketiga klasemen konstruktor akibat kesalahan strategi yang dilakukan tim pada race terakhir di Abu Dhabi musim 2010 lalu sehingga membuat tim ini melakukan beberapa tindakan restrukturisasi agar tak lagi kecolongan di musim balap 2011 ini.

Usai kemenangan Ferrari 1-2 di Sakhir, perjalanan Ferrari di race selanjutnya di Melbourne, Australia tak berlangsung mulus. Di sesi qualifying Alonso berhasil merebut P3 di belakang duo RBR, Vettel dan Webber. Ia berpeluang meraih podium dan mengulang kesuksesannya seperti di Bahrain tapi hujan menghancurkan semuanya itu.


Di tengah hujan yang turun membasahi sirkuit sejak balapan dimulai, Alonso sempat melintir dan menabrak Michael Schumacher sehingga juara dunia tujuh kali itu harus masuk pit untuk mengganti sayap depannya. Meski Alonso masih bisa melaju namun menjelang akhir race Alonso harus berjibaku dengan Hamilton dan Webber untuk memperebutkan posisi keempat. Juara dunia dua kali ini nyaris tak mampu menahan gempuran Hamilton, bekas rekan setimnya pada 2007 silam tapi juara dunia McLaren itu membuat kesalahan sehingga Alonso bisa dengan tenang melintasi garis finish di posisi keempat.


Sementara itu hasil yang diraih Felipe Massa jauh lebih baik dibanding Alonso. Saat qualifying pebalap asal Brazil ini hanya mampu meraih P5 di belakang Button tapi startnya jauh lebih mulus dibanding rekan setimnya. Sementara Alonso harus mati-matian mempertahankan P4-nya hingga akhir race, Massa dengan tenang malah berhasil finish ketiga di belakang Button dan Kubica. Di Malaysia cuaca memporakporandakan strategi Ferrari. Seperti jagoan-jagoan McLaren, Ferrari pun melakukan kesalahan strategi saat qualifying sehingga Alonso hanya mampu meraih P19 sementara Massa ada di P21. Saat balapan pun kedua pebalap Ferrari ini sedikit kepayahan. Menjelang dua lap terakhir Alonso nyaris berhasil merebut P8 dari Button yang juga tengah kesulitan di dalam MP4-25-nya tapi nasib baik rupanya masih menaungi pebalap McLaren ini, sebaliknya malah Alonso yang tertimpa apes. Setelah gagal mendobrak pertahanan Button, juara dunia dua kali ini malah terpaksa gagal melanjutkan lomba setelah F10 yang dikendarainya meleduk, tak lama usai bertarung dengan Jenson sehingga jagoan baru McLaren ini bisa melaju dengan tenang menuju garis finish di urutan kedelapan. Sementara rekan setim Alonso, Felipe Massa finish ke-7 di belakang Hamilton. Hasil ini membawa Massa berada di urutan teratas klasemen pebalap.


Peluang Alonso untuk meraih podium kembali terbuka di race selanjutnya di Shanghai, China setelah ia berhasil meraih grid ke-3 di belakang Vettel dan Webber. Namun lagi-lagi ia tak terlalu beruntung. Saat race hujan turun membasahi sirkuit dan lagi-lagi kondisi ini memberi keuntungan bagi McLaren yang piawai memanfaatkan tyre management-nya hingga pebalap mereka sukses finish satu-dua diikuti Nico Rosberg dari Mercedes di podium ketiga sementara Alonso hanya mampu finish ke-4 sedangkan rekan setimnya, Massa finish di urutan ke-9 di belakang Webber.


Ferrari dan Alonso baru bisa membalas hasil buruk yang mereka dapat dari dua race sebelumnya di kandang Alonso. Pada sesi qualifying GP Spanyol Alonso memang hanya mampu meraih P4 di belakang Webber, Vettel, dan Hamilton. Namun keberuntungan kali ini mulai berpihak ke pebalap Spanyol ini setelah di lap 64 Hamilton gagal melanjutkan lomba sehingga pujaan rakyat negeri matador ini pun sukses melesat menjadi pebalap keduayang melibas garis finish setelah Webber diikuti Vettel di posisi ketiga. Sementara Massa berhasil naik tiga posisi. Ia memulai start dari grid ke-9 namun saat race ia sukses finish di urutan ke-9 di belakang Michael Schumacher dan Jenson Button yang finish di posisi keempat dan lima.


Di pertengahan musim sementara pertarungan antara Red Bull dan McLaren kian memanas, Ferrari terkesan sedikit tengelam dan nyaris menyepi dari hingar bingar perebutan gelar dunia. Di tengah persaingan Red Bull dan McLaren yang saling beradu paling kencang, dua pebalap Ferrari ini malah sepertinya dengan tenang menyimak pertarungan di depannya sedang tim mereka terus berupaya memberikan tunggangan yang mumpuni sebagai kendaraan tempur bagi kedua perwira ini dalam pertempuran merebut gelar dunia. Sementara penampilan Massa semakin merosot, Alonso justru semakin padu dengan F10-nya sehingga ia berhasil mencuri beberapa kemenangan yang mengantarkannya menjadi salah satu kandidat terkuat peraih gelar dunia bersaing dengan duet RBR, Vettel dan Webber. Namun di GP Monaco Massa sedikit menyelamatkan wajah Ferrari setelah di race yang penuh drama Safety Car itu ia berhasil finish ke-4 sementara Alonso berada di urutan ke-6 di belakang Hamilton yang sempat membuat Alonso berang atas kecerdikannya memanfaatkan celah regulasi mengenai aturan masuk pit saat Safety Car muncul hingga membuat Alonso mengajukan kritik terbuka terhadap FIA atas aturan itu yang dinilai merugikannya




Saat duo McLaren berpesta menikmati blunder yang dilakukan dua pebalap RBR di GP Turki, duo Ferrari malah tengah kepayahan di dalam F10 mereka. Ferrari sendiri sepertinya menyadari tak bisa berharap terlalu banyak di Istanbul setelah pada sesi qualifying Alonso gagal menembus Q2 dan harus puas dengan grid ke-12 yang akan dihuninya saat start nanti. Sementara Massa masih menyelamatkan wajah Ferrari dengan meraih P8 di antara dua jagoan Renault: Kubica dan Petrov. Saat race Massa berhasil naik satu posisi dan finish di P7 sementara rekan setimnya menyusul di belakangnya di P8.

Hasil buruk yang didapat Ferrari di Turki tak berlanjut di Kanada. Alonso yang hanya meraih P4 saat qualifying berhasil mempecundangi Vettel dan merebut podium ketiga mendampingi Hamilton dan Button di podium pertama dan kedua. Sementara Massa yang pada sesi qualifying meraih P7 mengalami balapan yang amat berat. Ia akhirnya hanya bisa finish di urutan ke-15 dan tak berhasil mendapatkan tambahan poin.

Namun hasil menggembirakan di Kanada itu tak bisa diulangi di Valencia padahal saat sesi qualifying penampilan duo Ferrari ini cukup meyakinkan setelah Alonso sukses meraih P4 dan Massa ada di P5. Namun saat race Alonso dan Massa gagal membawa F10 menjadi mobil yang bisa menggentarkan lawan-lawan mereka. Alonso hanya mampu finish di urutan ke-8 di belakang Kobayashi sementara Massa menjadi pebalap ke-11 yang melintasi garis finish dan lagi-lagi tak mendapat poin.

Di Silverstone penampilan Ferrari malah makin buruk. Alonso yang pada sesi qualifying berhasil meraih P3 di belakang Vettel dan Webber tak bisa berbicara banyak saat race. Meskipun di lap terakhir Alonso berhasil mencatat fastest lap namun kecepatan F10-nya itu tak mampu mengantarkannya meraih urutan finish yang lebih baik. Ia hanya mampu finish ke-14 di belakang Petrov diikuti rekan setimnya, Felipe Massa di urutan ke-15. Ferrari pun gagal mendapat tambahan poin.

Merasa dipermalukan habis-habisan di Inggris, tim Italia ini pun bangkit di race selanjutnya di Hockenheim, Jerman. Kedua pebalap mereka berhasil menyaingi kecepatan RB6-nya Vettel dan mempecundangi pebalap Jerman itu di depan publiknya sendiri. Selepas start Alonso yang start dari grid ke-2 sementara Massa di grid ke-3 langsung tancap gas dan menyalip Vettel yang terlambat menyadari serangan dua pendekar Ferrari itu dan ia pun harus puas finish ketiga di belakang duet Ferrari yang membawa tim Maranello itu berpesta di kampungnya Vettel ini.

Alonso kembali tampil bagus di Hungaria. Ia memulai start dari grid ke-3 di belakang Vettel dan Webber sementara Massa berada di P4 namun saat race Alonso kembali sukses menyalip Vettel dan finish kedua di belakang Webber sementara Vettel harus puas hanya berada di podium ketiga sedangkan Massa finish di urutan ke-4 di belakang Vettel.

Pada GP Belgia yang basah diguyur hujan Massa tampil menyelamatkan tim dengan menyumbangkan 12 poin setelah ia berhasil finish keempat padahal ia memulai start dari grid ke-6 di belakang Button. Sementara rekan setimnya, Alonso gagal melanjutkan lomba akibat mengalami kecelakaan di lap 37.

Ferrari kembali memperlihatkan kualitasnya sebagai tim besar yang telah memiliki sederet prestasi di F1 saat laga di kandangnya sendiri di Monza, Italia. Di sesi qualifying Alonso bertempur melawan Jenson Button untuk memperebutkan pole namun Alonso berhasil memenangi pertempuran dan meraih pole diikuti Jenson di P2 sementara Massa mengisi grid ke-3.

Saat race selepas start Alonso sempat kehilangan posisinya sebagai race leader yang direbut oleh Jenson tapi lewat strategi pit Ferrari yang terkenal brilian dan efisien berhasil membawa Alonso merebut kembali posisi terdepan dari strategi pit Ferrari yang terkenal brilian dan efisien berhasil membawa Alonso merebut kembali posisi terdepan dari Button hingga akhir race. Posisi 1-2-3 yang ditempati Alonso, Button, dan Massa pun tetap bertahan hingga akhir race.

Alonso kembali memetik kemenangan di night race di Singapore dari posisi pole sementara rekan setimnya, Massa pun mencatat hasil mengesankan. Ia memulai star dari grid paling buncit alias di urutan ke-24 tapi berhasil finish ke-8.

Massa kembali mengalami nasib buruk di Suzuka, Jepang. Di sesi qualifying pebalap Brazil ini gagal menembus Q2 dan harus memulai balapannya dari grid ke-12. Saat start Massa mengalami kecelakaan sehingga harus retired. Sementara Alonso yang start dari P5 sukses meraih podium ketiga di belakang Vettel dan Webber.

Nasib baik Alonso makin bersinar di Korea. Ia memulai start dari grid ketiga di belakang Vettel dan Webber tapi karena kedua pebalap RBR itu gagal melanjutkan lomba; Vettel retire di lap 45 karena masalah mesin sementara Webber terhenti di lap 18 akibat kecelakaan dengan Rosberg, maka Alonso pun berhasil merebut kemenangan di GP perdana negeri ginseng ini. Kesuksesannya ini diikuti oleh rekan setimnya, Felipe Massa yang start dari P6 namun berhasil meraih podium ketiga. Kemenangan Alonso di Korea tak ayal membawanya menjadi kandidat terkuat peraih gelar bersaing dengan Vettel dan Webber.

Persaingan perebutan gelar dunia makin ketat setelah di GP Brazil Vettel berhasil menjuarai balapan dari posisi pole diikuti rekan setimnya, Mark Webber sementara Alonso finish di belakang Webber dan meraih podium ketiga. Sedangkan Massa yang di sesi qualifying meraih P9 gagal mendapat poin setelah di akhir balapan ia hanya mampu finish di posisi 15.

Menjelang race terakhir di Abu Dhabi, posisi Alonso di klasemen amat diuntungkan. Ia hanya membutuhkan hasil minimal finish kelima untuk merebut gelar ketiganya sementara dua pesaingnya, Webber dan Vettel berada dalam tekanan. Webber bukanlah pilihan RBR untuk merebut gelar dunia meskipun posisinya di klasemen pebalap jauh lebih baik dari rekan setimnya, Vettel dan mestinya bisa menjadi pengganjal laju Alonso tapi rupanya RBR lebih memilih Vettel yang harus berjuang keras meraih kemenangan di race terakhir ini bila ingin merebut gelar dunia pertamanya. Tapi walau Vettel menang pun ia masih belum tentu merebut gelar dunia bila Alonso finish di lima besar.

Di sesi qualifying Vettel kembali sukses meraih pole namun hal itu tak terlalu mengkhawatirkan Alonso yang hanya butuh finish kelima dan ia berhasil meraih P3 di sesi qualifying. Sementara Webber, sang pemimpin klasemen hanya meraih P5.

Selepas start Vettel langsung melesat dari pole dan terus memimpin balapan sementara Alonso yang sebenarnya berada di posisi yang menguntungkan malah melakukan blunder. Ferrari yang seharusnya lebih mewaspadai Vettel malah teralihkan ke Webber yang walaupun posisinya di klasemen lebih unggul dari Vettel dan Alonso namun tak mendapat dukungan dari timnya. Demi menghambat laju Webber, Ferrari memanggil Alonso untuk masuk pit lebih cepat, akibatnya langsung fatal. Alonso meski bisa menghambat laju Webber yang berada di belakangnya tapi langkah Alonso pun tertahan di belakang Vitaly Petrov yang membela bekas tim Alonso, Renault. Hingga akhir race Alonso gagal menembus pertahanan Petrov dan terpaksa gagal merebut gelar ketiganya setelah ia hanya mampu finish ke-7 di belakang Petrov diikuti Webber di posisi ke-8. Sementara Vettel yang tampil luar biasa hari itu sukses meraih gelar dunia pertamanya setelah berhasil finish terdepan diikuti Hamilton dan Button di posisi kedua dan ketiga. Sementara itu Felipe Massa yang mengawali balapan dari grid ke-6 memberikan satu poin yang tersisa untuk Ferrari setelah ia berhasil finish di urutan ke-10 di belakang Alguersuari.

Buntut dari kesalahan strategi Ferrari di Abu Dhabi, tim besar ini melakukan restrukturisasi. Chris Dyer dicopot dari posisinya sebagai head of race track engineering Ferrari. Sementara team principal Ferrari, Stefano Domenicali melepaskan posisinya sebagai role leader hanya dua hari usai balapan di Abu Dhabi.

Minggu, 16 Januari 2011

Michael Schumacher dan Mercedes

sumber gambar dari sini

Musim 2010 lalu memang merupakan musim yang tak terlalu mengesankan bagi Michael Schumacher. Juara dunia tujuh kali ini bukan hanya gagal menaklukkan rival-rivalnya di tim lawan, ia bahkan untuk pertama kalinya dikalahkan secara telak oleh rekan setimnya sendiri, Nico Rosberg hingga menimbulkan banyak kritikan yang ditujukan pada pebalap Jerman yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-42 pada 3 Januari silam. 

Bahkan tak jarang yang mempertanyakan mengapa juara dunia tujuh kali ini memutuskan kembali ke arena pertempuran F1 sehingga harus dipermalukan habis-habisan pada musim 2010 lalu dan mencoreng prestasi emas yang telah diukirnya di sepanjang karir balap F1-nya yang luar biasa itu. 

Michael Schumacher yang telah pensiun dari balapan F1 sejak akhir musim 2006 lalu mengumumkan kembalinya ia ke trek F1 pada akhir musim balap 2009 lalu dan bergabung dengan Mercedes GP yang tadinya bernama Brawn GP dan secara efektif kembali bertarung di gelanggang F1 pada awal musim 2010 yang lalu. Meski banyak yang skeptis dengan kemunculannya tapi tak sedikit pula yang mempercayai gabungan Michael dan Mercedes bisa menjadi kekuatan di F1 dan mungkin akan menciptakan era baru di F1. Namun sayangnya di musim pertama kebersamaan Michael dan Mercedes yang juga untuk kembali bertarung ke arena F1 sebagai sebuah tim utuh sejak tahun 1955, tak berjalan sesuai harapan. 

Musim 2010 memang tak berjalan baik seperti yang diharapkan. Michael lebih banyak kesulitan beradaptasi dengan mobilnya sehingga ia tak mampu mempertontonkan bakat balapnya yang telah mengubah wajah F1 modern sementara rekan setimnya yang lebih muda malah lebih bisa bersinkronisasi dengan MGP W01-nya. 

Namun semua itu kini sudah berlalu. Musim balap 2010 sudah berakhir dan musim balap 2011 sudah hampir tiba. Berbagai pihak sudah memprediksi musim balap 2011 bisa jadi lebih kompetitif dibanding tahun 2010 lalu terlebih di musim 2011 ini Mercedes pastinya sudah membangun mobil yang mungkin lebih sesuai dengan karakter dan keinginan sang juara dunia tujuh kali ini mengingat MGP W01 Michael di musim 2010 lalu sebenarnya merupakan pengembangan yang dilakukan Brawn GP pada pertengahan musim 2009 di mana saat itu mobil itu diperuntukkan untuk pebalap mereka, Jenson Button yang pada akhir 2009 memutuskan hijrah ke McLaren-Mercedes. 

Walaupun penampilan Michael di musim 2010 lalu tak terlalu mengesankan namun ternyata banyak pihak yang meyakini penampilan Michael di musim 2011 ini bisa jadi akan jauh lebih baik dibanding musim 2010 lalu. Dan walaupun dari segi usia, Michael bisa dibilang cukup udzur dibanding pebalap-pebalap muda pengisi grid F1 di musim 2011 ini namun dengan segudang prestasi dan kemampuannya sebagai pemecah rekor, tentu saja Michael tetap layak diperhitungkan di musim balap 2011 ini terlebih tim tempatnya bernaung bukanlah tim gurem yang tak tahu bagaimana cara membangun mobil juara. 

Mercedes belakangan ini memang lebih dikenal sebagai tim pemasok mesin untuk tim-tim balap F1 namun nama Mercedes sebenarnya sudah bukan hal baru di F1. Di masa silam Mercedes pernah tampil meramaikan jagat F1dan penampilan mereka bukan sekadar sebagai penggembira saja. 

Di era pertama kehadiran tim pabrikan Jerman ini di F1 telah mencatat serangkaian kesuksesan lewat Juan Manuel Fangio, juara dunia lima kali asal Argentina dan juga sempat meraih kemenangan bersama Stirling Moss, salah seorang pebalap legendaris yang luar biasa hebatnya namun sayangnya tak pernah menjadi juara dunia. 

Setelah kecelakaan parah yang menimpa pebalap Mercedes, Pierre Levegh di Le Mans pada 11 Juni 1955 hingga turut menewaskan 80 orang penonton, tim pabrikan besar asal Jerman ini pun shock dan memutuskan mundur dari dunia balap. 

Mercedes akhirnya kembali hadir meramaikan persaingan dunia balap lewat Peter Sauber dengan Sportscar-nya dimana saat itu ia didukung tiga pebalap muda berbakat yaitu Michael Schumacher, Heinz-Harald Frentzen, dan Karl Wendlinger. Di antara ketiga pebalap ini, dua di antara mereka sudah pernah membela Mercedes di jagat F1 yaitu Frentzen dan Wendlinger. 

Pada tahun 1993 Wendlinger berpasangan dengan JJ Lehto membela tim bentukan Sauber dengan dukungan mesin dari Mercedes. Namun hasil terbaik yang diraih tim saat itu adalah posisi keempat yaitu di Imola lewat JJ Lehto sedangkan Wendlinger mencapai finish keempat di Monza.

Pada tahun 1994 Karl dan Lehto masih dipertahankan untuk memperkuat tim. Tapi di musim ini pun Karl hanya mampu mengantarkan tim meraih hasil terbaik di posisi finish keempat di Imola. Kebersamaan Karl dan Mercedes tak bisa berlangsung lama. Di Monaco pebalap Australia ini mengalami kecelakaan parah sehingga membuatnya sempat koma selama 19 hari sehingga posisinya diberikan pada pebalap binaan Mercedes yang lain yaitu Heinz-Harald Frentzen. Namun Frentzen pun ternyata hanya mampu mengantarkan tim meraih hasil terbaik di urutan finish keempat di Magny Cours, Perancis dan membawa tim berada di urutan ke-8 klasemen konstruktor pada akhir musim.

Sejarah kesuksesan Mercedes di F1 mulai terjalin setelah tim ini bergabung dengan McLaren sebagai penyuplai tim Inggris yang bermarkas di Woking ini. McLaren dan Mercedes mencapai masa keemasannya di tahun 1998 dan 1999 dimana Mika Hakkinen berhasil menyabet dua gelar dunia.

Mercedes sendiri kini menyuplai tiga tim yaitu McLaren, Force Indoa dan tentunya Mercedes GP sendiri. Pabrikan asal Jerman ini kembali tampil sebagai sebuah tim utuh dan bukan sekadar pemasok mesin sejak akhir 2009 lalu dimana pabrikan Jerman ini memutuskan membeli tim Brawn GP yang saat itu baru saja sukses menyabet dua gelar dunia konstruktor dan pebalap lewat Jenson Button dan menetapkan dua pebalap Jerman sebagai ujung tombak mereka yaitu Michael Schumacher dan Nico Rosberg.

Nama Michael Schumacher dan Mercedes mungkin bukanlah jaminan kesuksesan di F1 tapi dengan sejarah kesuksesan dan sumber daya yang dimiliki oleh Mercedes ditambah bakat balap luar biasa dari seorang Michael Schumacher yang telah mengantongi tujuh gelar dunia dan 91 kali kemenangan di F1 tentunya tim Mercedes di musim 2011, musim kedua kebersamaan Michael dan Mercedes bukannya tak mungkin gabungan dua nama besar ini akan menciptakan sejarah baru di F1. Dan bukannya tak mungkin Michael sang pencetak rekor akan kembali menunjukkan bakat luar biasanya itu yang telah memukau publik F1 dan mengubah wajah F1 modern. 

Dengan keberhasilan Sebastian Vettel menyabet gelar dunia pertamanya di akhir musim 2010 lalu maka di musim 2011 ini grid F1 akan dihiasi lima orang juara dunia dan tentunya persaingan di tahun 2011 ini akan sangat kompetitif. Bila menilik usia mungkin Michael sudah terlalu tua dan tak sedikit pula yang beranggapan era Michael sudah berakhir terlebih grid F1 kini dihuni banyak pebalap-pebalap muda berbakat. Namun kemampuan Michael tetaplah layak diperhitungkan. Bahkan seorang Fernando Alonso pun tetap menganggap Michael sebagai lawan terberatnya dalam merebut gelar dunia di musim balap 2011 ini.

"Akan ada lima juara dunia yang bertarung di musim 2011 ini dan juara dunia yang paling berbahaya adalah Michael, " demikian pernyataan pebalap Ferrari, Fernando Alonso seperti dilansir dari Autosport pada hari Kamis lalu. 

"Michael merupakan juara dunia tujuh kali. Ia tak perlu membuktikan apa-apa lagi (mengingat ia telah mencatat banyak rekor baru di F1 yang sulit untuk dipecahkan dalam waktu dekat -red-). Ia memang mengalami musim yang sulit (di tahun 2010 lalu) tapi ia tetap seorang juara," tambah Alonso. 

Memang tak mudah bagi seorang pebalap seperti Michael yang telah absen cukup lama dari F1. Michael sudah tiga tahun tak membalap dan musim pertamanya kembali ke F1 menunjukkan hal itu namun Alain Prost, pebalap berjuluk 'The Professor' dan sudah mengumpulkan empat gelar dunia ini menyatakan keyakinannya bahwa Michael bisa membalikkan semua komentar-komentar miring dan pandangan skeptis itu. 

Juara dunia empat kali asal Perancis ini menyatakan memang tak mudah bagi pebalap manapun yang telah berhenti membalap lalu kembali ke arena tapi ia meyakini bila ada pebalap yang mampu meraih kesuksesan kembali setelah berhenti lama dari balapan, maka orang itu adalah Michael Schumacher. 

Mungkin terlalu dini untuk menyebut bahwa Michael Schumacher dan Mercedes akan menciptakan sebuah era baru di F1. Dan mungkin hanya waktu yang bisa menjawab semua ini. Apapun itu, Michael dan Mercedes memang merupakan gabungan istimewa di Formula One. Apapun yang terjadi nanti. Michael dan Mercedes keduanya tetap merupakan legenda di dunia F1 dan sampai kapanpun nama mereka akan tetap terukir dalam sejarah Formula One. 

Sabtu, 15 Januari 2011

McLaren-Mercedes : Across The Universe

McLaren-Mercedes : 454 poin

Lewis Hamilton  : 240 poin
Jenson Button    : 214 poin 

sumber gambar dari : sports illustrated

Musim 2010 ini merupakan msuim pertama bergabungnya Jenson Button dengan McLaren-Mercedes. Jenson Button sebenarnya bisa dibilang merupakan salah satu pebalap binaan McLaren-Mercedes. Juara dunia yang baru saja meraih gelarnya bersama Brawn GP pada 2009 silam ini pertama kali menjajal McLaren-Mercedes ketika ia menjuarai ajang autosport yang disponsori McLaren tapi tes pertamanya bersama tim yang bermarkas di Woking, Inggris ini tak berjalan sesuai harapan. Jenson akhirnya memulai debutnya di F1 lewat Williams. Dengan bergabungnya Jenson Button pada musim 2010 ini setelah mengantongi gelar dunia dunia pada 2009 lalu maka tim berjuluk Silver Arrows ini diperkuat oleh dua orang juara dunia dimana Lewis Hamilton, pebalap binaan tim ini yang sukses meraih gelar dunianya pada 2008, sudah pasti seharusnya McLaren bisa meraih hasil yang lebih baik dari hanya sekadar runner up konstruktor. 

Tapi apa mau dikata, McLaren terpaksa harus mengakui lawannya, Red Bull amat tangguh. Di awal hingga pertengahan musim 2010 persaingan untuk meraih gelar dunia kelihatannya hanya melibatkan RBR dan McLaren saja, tapi menjelang akhir musim ternyata Ferrari, musuh lama McLaren ternyata berhasil bangkit dan malah hampir saja membenamkan posisi McLaren di peringkat ketiga klasemen. 

Meski McLaren beberapa kali terlihat hanya sebagai pengiring RBR dan Ferrari tapi secara keseluruhan penampilan McLaren musim ini cukup bagus. Walau dua pebalap RBR lebih banyak mendominasi di sesi qualfiying sepanjang musim 2010 tapi Lewis Hamilton berhasil mencuri satu pole di Kanada. Sementara di race, dua pebalap McLaren berhasil menyabet lima kemenangan. Button meraih dua kemenangan di Australia dan China berkat kelihaian tyre management McLaren yang apik dan brilian sementara Hamilton sukses menggondol tiga kemenangan di Turki, Kanada, dan Belgia.

After All This Time
Empat juara dunia kompak bergaya di Bahrain

Menjelang race pertama musim ini yang diawali di Sakhir, Bahrain, sebenarnya McLaren memiliki optimisme tinggi seperti tim-tim lainnya. Tapi optimisme McLaren ini bukan tanpa dasar. Walaupun hasil sesi latihan belum sepenuhnya menjamin hasil akhir di qualifying maupun race, tapi sesi latihan bisa merupakan barometer kekuatan sebuah tim dan kehandalan seorang pebalap dalam mengoptimalkan kendaraannya. 

Di tiga sesi latihan bebas kedua pebalap McLaren tampil menjanjikan. Di sesi latihan bebas pertama Jenson Button menghuni P5 sementara Lewis Hamilton berada tepat di belakangnya. Di latihan bebas kedua Hamilton membalikkan keadaan dengan menjadi yang tercepat kedua di belakang Rosberg sementara Button berada di urutan keempat di belakang Michael Schumacher.

Dalam konferensi pers seusai latihan bebas kedua ini Jenson menyatakan tak bisa berharap banyak di race perdananya bersama McLaren di Bahrain ini. Dalam pernyataan persnya itu, Jenson mengatakan beberapa bagian di trek yang baru sangat bumpy terutama di turn 6 dan 7. Tambahan lagi sirkuit Sakhir ini terbilang "kejam" terhadap ban. Meski begitu Jenson meyakini dirinya dan timnya akan tetap berusaha melakukan perbaikan. 

Di sesi latihan bebas yang terakhir nyatanya Jenson hanya meraih urutan tercepat ketujuh sementara Hamilton ada di urutan ke-12, kalah cepat dari Adrian Sutil yang membalap untuk Force India-Mercedes.

Namun di sesi qualifying Hamilton berhasil meraih P4, ia hanya kalah cepat 0.609 detik dari Alonso yang menyabet P3 di depan Hamilton sementara Button meraih hasil yang lebih buruk. Ia hanya mampu meraih P8 di belakang Michael Schumacher yang lebih kencang 0.148 detik dari juara dunia 2009 ini. Button sendiri mengaku bahwa mobilnya sebenarnya sudah terasa bagus di setiap stint tapi ketika di Q3 ia merasa ada yang tak beres dan para enginer-nya telah memeriksanya. Meski begitu Jenson tetap melihat balapan akan sangat sulit ketika semua mobil dengan bahan bakar penuh (mengingat aturan musim 2010 ini yang melarang pengisian bahan bakar saat race berlangsung) berebutan di turn 1 selepas start. Dalam konferensi persnya, Jenson berharap bisa melaju mulus melewati rintangan di turn 1 ini. "I'm looking forward to the challenge and it's going to be a very different one to what everybody has been used to. It'll be a long race tomorrow," ujar juara dunia 2009 ini. 

Meski sudah menduga akan menghadapi balapan yang sulit tapi nyatanya Jenson berhasil memperbaiki posisinya dari grid-nya saat start yang berada di P8. Ia sukses melewati Webber yang memulai balapan dari grid ke-6. Namun ia gagal bertarung melawan Michael Schumacher yang finish keenam sementara Button harus puas finish di urutan ke-7 di belakang juara dunia tujuh kali ini. Sedangkan Lewis Hamilton, rekan setim Button membuat McLaren masih bisa tersenyum di balapan perdana musim 2010 ini setelah juara dunia 2008 ini meraih podium ketiga di belakang duet Ferrari, Alonso dan Massa.

Jenson sendiri walaupun tak bisa meraih hasil segemilang rekan setimnya tetap berusaha untuk optimistis. "Overall, I think our car is pretty good at looking after its tyres, but there's always room for improvement and I think everybody in the team wants more speed and more downforce," ungkap Jenson seusai race.


Sumber gambar dari : grandprix.com

Through The Rain
Kemenangan pertama Button untuk McLaren

Setelah mengalami balapan yang berat di Bahrain, keberuntungan akhirnya mulai singgah ke kubu McLaren di Albert Park, Australia. Di sesi latihan bebas pertama, Jenson Button sudah tampil meyakinkan dengan mencatat waktu tercepat ketiga di belakang Kubica dan Rosberg sementara Hamilton berada di urutan ketujuh. Namun di sesi latihan bebas kedua, duet McLaren ini tampil perkasa dengan Hamilton yang bertengger sebagai pebalap tercepat sementara Button berada di urutan kedua selisih 0.275 detik dari Hamilton yang mencatat waktu tercepatnya 1:25.801.

Kendati McLaren tampil perkasa di sesi latihan bebas kedua ini, Jenson tetap tak ingin takabur. "It's only Friday," ujarnya dalam pernyataan persnya setelah sesi latihan bebas. ya, hasil dominan kedua pebalap McLaren di sesi latihan bebas kedua ini memang masih belum bisa dijadikan tolok ukur untuk race karena mungkin saja hasil yang mereka raih ini disebabkan oleh bahan bakar yang dibawa mereka jauh lebih sedikit dibanding para kompetitornya sehingga mereka berhasil mencatat waktu tercepat. "Tomorrow we'll see where we actually stand," kata Jenson. Meski begitu Jenson mengaku bisa meraih hasil lebih baik daripada sewaktu race di Sakhir karena ia merasa kompon bannya di sirkuit Albert Park, Melbourne ini bekerja jauh lebih baik dibanding saat di Bahrain sehingga ia jauh lebih optimis untuk meraih hasil yang lebih baik di race kedua di awal musim 2010 ini. "It's all positive," yakin Jenson. 

Menjelang sesi qualifying, nasib buruk menimpa rekan setim Button. Hamilton terpaksa harus berurusan dengan polisi Melbourne karena kedapatan ngebut di jalanan Melbourne. Walaupun Hamilton tak perlu berurusan lama dengan polisi karena ia dianggap kooperatif oleh polisi Melbourne yang menangkapnya itu tapi entah apakah kejadian ini mempengaruhinya ataukah karena mobilnya yang bermasalah, yang jelas saat sesi qualifying nasib buruk kembali menimpa Hamilton. Juara dunia 2008 ini gagal menembus Q3 setelah catatan waktu yang dibuatnya di Q2 tak cukup membuatnya lolos menuju sesi final qualifying dan ia pun terpaksa puas dengan P11 yang dicapainya. Sementara Button meraih hasil yang jauh lebih baik meski saat Q3 ia merasa tak mendapatkan balance seperti di Q1 dan Q2 namun Jenson berhasil meraih waktu tercepat keempat di belakang Vettel, Webber, dan Alonso.

Saat balapan, keadaan di sirkuit kacau balau akibat hujan yang mengguyur ditambah kericuhan yang disebabkan oleh Alonso yang tergelincir dan saat melintir sempat menabrak Michael Schumacher sehingga juara dunia tujuh kali itu terpaksa masuk pit untuk mengganti sayap depannya yang rusak. Di tengah kekacauan ini nasib baik justru mulai melirik ke Jenson Button.

Juara dunia 2009 ini menjadi pebalap pertama yang masuk pit untuk mengganti ban. Keputusan yang berisiko dan bisa saja hal ini menjadi mimpi buruk bagi Button dan McLaren terlebih Button sempat melintir selepas pit . Tapi untungnya button segera bisa mendapatkan grip dan perlahan semuanya menjadi jauh lebih baik bagi Button dan McLaren. Di tengah hujan yang mengguyur Melbourne, Button berhasil meraih kemenangan pertamanya bersama McLaren-Mercedes. 

"What a fantastic weekend!" seru Button menanggapi kemenangan pertamanya di musim 2010 ini. "I want to say a massive thank you to the whole Vodafone McLaren-Mercedes team.They've done a brilliant job," imbuhnya yang menyadari bahwa kemenangannya ini adalah berkat kerja tim barunya, McLaren. Namun Jenson kembali mengingatkan untuk tak tenggelam dalam euforia kemenangan ini karena selepas Melbourne, sirkuit Sepang sudah menanti menyambut hiruk pikuk kemeriahan F1 dan jalan menuju perebutan gelar dunia masih amat panjang karenanya dibutuhkan kerja keras dan konsistensi dari tim di sepanjang balapan hingga akhir musim. Namun tentu saja kemenangan ini amat berkesan bagi Jenson mengingat ini adalah kemenangan pertamanya bersama McLaren. "A Grand Prix win in a McLaren. Sounds good, doesn't it?, selorohnya. "Right now, I just want to run around and screa. It;s just the most amazing experience," sorak Jenson gembira.

Sementara Button bergembira merebut kemenangan pertamanya untuk Mclaren, rekan setim Button mengalami pertarungan yang sangat sengit melawan Alonso untuk merebut P4. Sayangnya di dua lap terakhir Hamilton terlalu bernafsu untuk menyalip Alonso, akibatnya ia malah tergelincir dan menyeret Webber sehingga pebalap RBR itu terpaksa harus masuk pit lagi dan finish di P9 tepat di depan Michael Schumacher. Sementara Hamilton bukan hanya gagal merebut tempat Alonso, ia malah harus kehilangan posisinya dan terpaksa puas finish di urutan ke-6 sementara Alonso tersenyum lebar di dalam mobilnya karena berhasil mempertahankan posisi keempatnya dari mantan rekan setimnya pada 2007 lalu itu. Dan yang paling beruntung dari pertikaian Hamilton-Alonso ini adalah Nico Rosberg yang sukses memetik keuntungan dari kekisruhan ini dengan finish di P5 di belakang Alonso dan di depan Hamilton.


sumber gambar dari guardian

Stucked By The Rain
Webber serius amat ngeliatin jerawatnya Hamilton

Bila di Australia hujan memberikan keuntungan bagi kubu Mclaren maka tidak demikian halnya di Malaysia. Hujan yang turun saat sesi qualifying justru mengandaskan kedua pebalap McLaren. Hamilton gagal menembus Q2 setelah catatan waktunya tak mencukupi untuk bisa lolos dari Q1. Hamilton dan kubu McLaren pun harus memutar otak lebih keras untuk menyiapkan strategi yang jauh lebih baik di race setelah Lewis hanya mampu meraih P20. Nasib apes ini ternyata tak hanya menimpa kubu Mclaren karena seteru abadi mereka, Ferrari pun mengalami nasib yang sama. Alonso dan Massa, kedua pebalap Ferrari ini pun gagal lolos menuju Q2. Meski catatan waktu Alonso masih jauh lebih baik dari Hamilton sehingga membuat pebalap Spanyol ini akan memulai balapan dari grid ke-19 sementara Massa akan memulai start dari grid ke-21 di belakang Hamilton. Sedangkan Button masih berhasil melaju hingga Q2 tapi ia sempat terjebat akibat genangan air di sirkuit sehingga ia tersungkur ke gravel. Ia hanya bisa mencatat waktu tercepat ke-17 di belakang Timo Glock. Tentu saja hasil ini tak mengesankan untuk tim sekelas McLaren, Tapi seperti ban yang selalu berputar, tak ada yang bisa menduga apa yang akan terjadi saat balapan. 

Padahal sebelum sesi qualifying penampilan Hamilton terlihat menjanjikan saat sesi latihan bebas dimana ia berhasil mencatatkan waktu paling cepat di sesi latihan pertama dan kedua sementara di sesi latihan bebas ketiga ia kalah cepat dari Webber dan hanya mampu mencatat waktu terepat kedua sedangkan Button berada di urutan tercepat ketujuh di belakang Nico Rosberg namun di depan Felipe Massa.

Dengan keberadaan dua pebalap Mclaren dan duet Ferrari di grid belakang tentu saja pertikaian seru terjadi di antara mereka. Button yang sebenarnya mendapatkan urutan start yang paling baik diantara keempat pebalap tim papan atas ini justru tak bisa memanfaatkan hal ini dengan baik. Selepas start ia melakukan kesalahan dengan mengambil sisi luar sehingga posisinya diambil alih Alonso dan ia pun terjebak di belakang Alonso tanpa bisa menyalip juara dunia dua kali ini, akibatnya ia harus kehilangan banyak waktu hingga akhirnya juara dunia 2009 ini kembali melakukan keputusan gambling dengan masuk pit lebih cepat. 

Menjelang lap-lap akhir pertempuran makin seru ketika Hamilton dan Sutil bersaing memperebutkan posisi kelima sementara Button mengalami kesulitan mempertahankan posisi ketujuhnya yang siap diincar Massa dan Alonso. Setelah Massa berhasil mengambil posisinya, rekan setim Massa, Alonso pun bersiap menerkam Button yang kepayahan di dalam MP4-25-nya guna mempertahankan posisinya agar tak kecolongan dua kali dari dua pebalap Ferrari ini. Menjelang dua lap terakhir, hampir saja Alonso berhasil menyalip Button dan membuat juara dunia 2009 ini kelihatan seperti macan ompong, tapi untungnya Alonso terlalu melebar sehingga Jenson berhasil mempertahankan posisinya di P8. Beberapa saat kemudian F10-nya Alonso meleduk hingga Jenson bisa melenggang tenang melibas garis finish di urutan ke-8 sementara Hamilton finish di posisi ke-6 di belakang Sutil.


sumber gambar dari : planetf1.com

Against All Odds
Button spread the champagne

Setelah menjalani balapan yang tak terlalu mengesankan di Sepang, Malaysia, McLaren sebagai tim papan atas yang telah lama malang melintang di ajang jet darat paling populer ini berhasil bangkit di China. Di sesi latihan bebas kedua pebalap McLaren ini saling berlomba mencatat waktu tercepat. Jenson Button tampil mengesankan di sesi latihan bebas pertama dengan menjadi pebalap tercepat pertama sementara Hamilton ada di urutan ketiga sedangkan di sesi latihan bebas kedua ganti Lewis yang tampil menjadi pebalap terkencang sementara Button berada di tempat ketiga sedangkan Nico Rosberg tetap menjadi pebalap tercepat kedua baik di sesi latihan bebas pertama maupun kedua. Di sesi latihan bebas ketiga kubu RBR bangkit dan tak membiarkan McLaren terus mendominasi. Di sesi latihan yang terakhir ini Webber tampil sebagai pebalap tercepat pertama sementara Hamilton ada di urutan kedua sedangkan Button mengisi tempat tercepat keempat di belakang Vettel. 

Di sesi qualifying duo RBR berhasil merebut front row sementara duet McLaren tersungkur di P5 dan P6. Jenson berada di P5 dengan waktu 1:34.979 sedangkan Hamilton yang kalah cepat 0.055 detik dari Button menguntit di belakangnya di urutan ke-6. Mengenai pencapaiannya kali ini Jenson berujar dalam pernyataan persnya bahwa ia mengalami kesulitan dengan mobilnya di dua sesi pertama namun di Q3 semuanya baru terasa lebih baik untuknya meskipun perbaikan itu sedikit terlambat sehingga ia hanya mampu mencatat waktu tercepat kelima. Ia hanya berharap balapan akan diguyur hujan sehingga settingan mobilnya kemungkinan akan bekerja jauh lebih baik di kondisi trek yang basah. 

Tak dinyana harapan Jenson ternyata kesampaian. Saat race pada hari Minggu, 18 April 2010 sirkuit Sinopec, Shanghai benar-benar diguyur hujan. Seperti di Melbourne, Australia, kali ini pun Jenson dengan kebrilianan strategi pit stop McLaren berhasil memetik hasil sempurna. Jenson memberikan kemenangan keduanya untuk McLaren dan kemenangan Jenson makin terasa manis bagi kubu McLaren setelah Hamilton pun berhasil menyabet podium kedua di belakang Button. Posisi satu-dua yang diraih duo McLaren ini pun makin mengokohkan Jenson dan McLaren di puncak klasemen untuk meraih gelar dunia.

Jenson sendiri menganggap kemenangannya di Shanghai ini sebagai kemenangan terbaiknya di Formula 1 sekaligus makin membuatnya merasa nyaman berada di dalam tim yang bermarkas di Woking, Inggris ini. "My first few months with Vodafone Mclaren-Mercedes have been extraordinary - I really feel a real part of the team now," ujarnya dalam pernyataan pers usai memberikan kemenangan keduanya untuk tim barunya ini. Namun di tengah euforia ini Jenson tetap menyadari bahwa pertempuran musim 2010 ini masih amat panjang walau tentu saja kemenangan ini bisa menjadi modal bagi tim untuk tampil lebih percaya diri menghadapi balapan di Catalunya, Spanyol yang sekaligus menandakan pertarungan F1 telah memasuki benua Eropa. 

sumber gambar dari: akujom.com


Standing Still
Jenson beralih profesi jadi model???

Setelah penampilan luar biasa McLaren di China mereka kembali tampil meyakinkan saat sesi latihan bebas yang pertama di Catalunya, Spanyol. Di sesi latihan bebas pertama ini Lewis menjadi pebalap terkencang dengan waktu 1:21.134 sementara Jenson berada di belakangnya, selisih 0.538 detik diikuti oleh Michael Schumacher di tempat ketiga. Namun di sesi latihan bebas kedua Button mengalami masalah sehingga catatan waktunya hanya berada di urutan tercepat kedua sementara Lewis ada di urutan kelima. Di sesi latihan bebas yang terakhir dimana duo RBR memuncaki sesi latihan bebas yang terakhir itu dengan menempatkan dua pebalapnya sebagai yang tercepat pertama dan kedua diikuti oleh Hamilton di urutan ketiga dengan waktu 1:21.348 sementara Button menguntit tepat di belakang Hamilton dengan catatan waktu 1:21.376. Hasil yang cukup menjanjikan menjelang sesi qualifying

Di sesi qualifying duet RBR kembali meraih pole lewat Webber yang diikuti oleh rekan setimnya, Vettel di posisi kedua sementara Hamilton menyusul di urutan ketiga sedangkan Button hanya mampu meraih P5 di belakang Alonso. Sehubungan dengan hasil yang didapatnya Jenson tentu saja mengaku kecewa atas hasil yang diraihnya itu meskipun ia tetap berusaha optimistis. "Even so, I'm fifth and I'm satisfied with that," ujarnya dalam pernyataan pers seusai sesi qualifying. "...but it's not a bad place to start," lanjutnya menghibur diri. Meski begitu ia menyadari bahwa RBR masih merupakan lawan yang tangguh dan sulit ditaklukkan, namun berdasarkan hasil pada balapan-balapan sebelumnya, Jenson mengingatkan bahwa kecepatan McLaren biasanya jauh lebih bagus saat race dibanding saat qualifying jadi ia berharap ia bisa meraih hasil yang lebih baik saat race begitupun dengan rekan setimnya sehingga ia bisa mempertahankan posisinya sebagai pemimpin di klasemen pebalap dan mempertahankan posisi timnya di urutan teratas klasemen konstruktor.

Manusia memang boleh berencana tapi Tuhan pulalah yang menentukan. Balapan Jenson ternyata tak berjalan sesuai harapan. Balapannya agak berantakan karena harus mengalami beberapa masalah dengan mobilnya begitupun saat pit sehingga ia harus kehilangan waktu dan akibatnya posisinya diambil alih oleh Michael Schumacher yang sukses finish keempat sedangkan Button terpaksa puas setelah hanya mampu finish di urutan kelima, posisi yang sama yang didapatnya saat qualifying. Sementara nasib yang lebih buruk menimpa rekan setim Button. Saat balapan hampir berakhir, MP4-25-nya Hamilton terpaksa kandas akibat mengalami masalah dengan ban kiri depannya. Akibatnya ia pun tak mendapatkan tambahan satu poin pun meskipun sebenarnya balapan Hamilton saat itu amat baik bahkan pada lap 59 ia berhasil mencatatkan fastest lap. Tapi itulah balapan. Meski mendapat hasil mengecewakan untungnya tambahan 10 poin yang didapat Jenson setelah hanya mampu finish di P5 masih bisa membuatnya dan McLaren tetap bertahan di urutan teratas klasemen. 

sumber gambar dari : life.com

Breathless
"kalo dijual di e-bay, nih setir kira-kira laku berapa, yah?" tanya Lewis

Hasil buruk yang didapat McLaren di Catalunya membuat tim berjuluk Silver Arrows ini harus bekerja ekstra keras kalau tak ingin posisi mereka di puncak klasemen diserobot tim lawan. Dan Mclaren tentunya berharap bisa memetik hasil yang jauh lebih baik di GP Monaco. Namun sayangnya ternyata kerja keras McLaren masih belum cukup. Di sesi latihan bebas pertama dan kedua kejutan malah datang dari Ferrari lewat Alonso yang tampil sebagai pebalap tercepat pertama di dua sesi latihan bebas ini sementara duet McLaren hanya berada di urutan ketujuh lewat Hamilton sedangkan Button ada di posisi ke-9. Di sesi latihan bebas kedua hasil yang didapat kedua pebalap yang masing-masing telah mengantongi satu gelar dunia ini tak jauh berbeda. Hamilton kembali hanya mampu mencatat waktu tercepat ketujuh di sesi latihan bebas kedua sementara Button ada di urutan tercepat kesembilan, catatan waktunya bahkan masih kalah cepat dari pebalap Force India-Mercedes, Adrian Sutil yang bertengger di posisi ke-8.

Pada sesi latihan bebas yang terakhir, Lewis memberikan harapan setelah berhasi lmencatatkan waktu tercepat keempat di belakang Kubica, Massa, dan Webber sementara Button masih terpuruk di urutan ke-10 dan lagi-lagi di belakang Adrian Sutil. Meski hasil yang didapatnya tak mengesankan tapi Button seperti biasa tetap berusaha optimis sambil mengungkapkan data dimana Mclaren biasanya memiliki sejarah yang mengesankan di Monaco dimana tim ini telah mengantongi 15 kali kemenangan di negeri kerajaan kecil pimpinan Pangeran Albert, putra dari Grace Kelly dan Pangeran Rainier ini. Tentu saja sejarah mengesankan ini diharapkan bisa kembali terulang bagi salah satu dari dua pebalap tim Silver Arrows ini untuk makin memperpanjang kesuksesan tim McLaren menaklukkan sirkuit jalan raya Monaco yang legendaris ini.

Sayangnya ternyata sejarah mengesankan tim ini tak bisa mendongkrak penampilan kedua pebalap ini. Di sesi qualifying Hamilton hanya mampu meraih P5 sementara button ada di P8 selisih tipis 0.047 detik dari Michael Schumacher yang kembali sukses mempecundangi Jenson Button di sesi qualifying dengan catatan waktu 1:14.590.

keapesan Jenson ternyata kembali berlanjut hingga race. Balapan belum lama berlangsung ketika Hulkenberg mengalami kecelakaan saat di terowongan sehingga memaksa Safety Car keluar. Di tengah iring-iringan di bawah pimpinan Safety Car inilah MP4-25-nya Jenson meledug saat balapan baru memasuki lap ketiga. Tentu saja hasi lini mengecewakan Button yang bukan hanya tak berhasil meraih tambahan poin tapi ia pun harus rela posisinya di puncak klasemen tergeser ke urutan keempat. Dalam pernyataan persnya Jenson mengungkapkan bahwa mobilnya memang sudah mengalami masalah tapi ia dan timnya berpikir takkan terjadi masalah sampai akhirnya Safety Car keluar dan menyebabkan mobil Jenson mengalami overheat sebelum akhirnya meledug dan menghempaskan harapan Jenson untuk bisa mendapatkan tambahan poin demi mempertahankan posisinya di puncak klasemen.

Sementara balapan Hamilton meski tak segemilang RBR tapi ia masih jauh lebih beruntung dibanding rekan setimnya. Ia mengawali balapannya dari grid kelima dan sukses mempertahankan posisinya ini hingga akhir race


sumber gambar dari: life.com

Any Given Sunday
Hamilton lagi sakit mata apa kelilipan, ya?

Hasil buruk di dua lap sebelumnya rupanya memecut McLaren untuk bangkit dan tak rela terus menerus dipecundangi lawan-lawannya. Hasilnya mereka pun tampil mengesankan di dua sesi latihan bebas GP Turki. Di sesi latihan bebas pertama Lewis tampil tercepat diikutti oleh Jenson di urutan kedua sementara di sesi latihan bebas kedua ganti Jenson yang tampil sebagai pebalap tercepat pertama dengan torehan waktu 1:28.280 sedangkan Lewis ada di urutan tercepat keempat dengan catatan waktu 1:28.672. Atas hasil ini Jenson menyatakan kepuasannya atas mobilnya yang memang terasa bagus di sirkuit ini walaupun begitu ia mencatat bahwa masih diperlukan beberpa pengembangan untuk menghadapi sesi qualifying dan race mengingat RBR masih merupakan lawan yang amat tangguh dan selalu tampil mengesankan saat qualifying. Jenson juga menambahkan bahwa ia agak mengalami kesulitan saat di turn 8, area yang dianggapnya cukup tricky dan ia berharap timnya bisa melakukan pengembangan yang bisa memberikan solusi baginya untuk mengatasi area ini. "It should be the top four teams that we normally see, and possibly Renault as well, so I don't think qualifying tomorrow will be boring. There should be good battles," ujar juara dunia 2009 ini. 

Seperti yang sudah diduga sebelumnya, di sesi qualifying RBR tampil mendominasi sesi qualifying. Di Q1 dan Q2 Sebastian Vettel tampil sebagai yang terkencang. Tapi di akhir sesi qualifying Webber yang justru tampil tercepat dan meraih pole dengan catatan waktu 1:26.295 sementara Hamilton mengejar di belakangnya selisih 0.138 detik dari Webber. Rekan setim Webber, Vettel yang merajai Q1 dan Q2 hanya bisa meraih P3 sedangkan Button ada di P4 dikuntit rapat oleh Michael Schumacher yang mengisi grid ke-5.

Meski mengaku agak frustasi di sesi akhir qualifying tapi Jenson tetap menganggap P4 yang diraihnya tak terlalu buruk terlebih ternyata McLaren berhasil mendekati kecepatan Red Bull seperti yang diharapkan oleh tim pimpinan Martin Whitmarsh ini. “Nevertheless, we seem to be closer to the Red Bulls than I expected this weekend, so that’s a positive, and I reckon we can challenge them in the race,” yakin Jenson.

Tak dinyana harapan Jenson itu menjadi kenyataan saat race pada hari Minggu. Selepas start duet RBR dan McLaren berjalan mulus namun Vettel berhasil menyalip Hamilton sehingga ia berada tepat di belakang rekan setimnya sendiri sementara Hamilton turun posisi ke urutan ketiga dikuntit Jenson di tempat keempat. Persaingan RBR ternyata makin memanas sementara duo McLaren tetap tenang sambil terus waspada menunggu lawan di depan mereka lengah dan melakukan kesalahan.

Kesempatan itu akhirnya datang di lap 39 saat persaingan dua jagoan RBR makin panas. Berkat pertikaian antara dua pebalap RBR ini dimana Vettel akhirnya out sementara Webber terpaksa masuk pit untuk mengganti sayapnya yang patah, Hamilton dan Button pun langsung melesat mengambil alih posisi kedua pebalap RBR itu.

Perang saudara ala RBR hampir saja menimpa kubu McLaren juga ketika Button memiliki kecepatan yang dimungkinkan untuk menyalip Hamilton tapi kemudian lewat radio Button diberi peringatan bahwa bahan bakar yang dibawanya sudah kritis sehingga ia harus menghemat bahan bakarnya dan mengurangi tensi serangannya terhadap Hamilton. Hasilnya McLaren pun berhasil meraih finish satu-dua.

sumber gambar dari : examiner.com

Easier To Run
"Udah ah malu nih difoto mulu, ntar dibilang banci tampil lagi."

Usai meraih “durian runtuh” di GP Turki, McLaren dengan semangat tinggi menyambut GP Kanada. Di sesi latihan bebas pertama pebalap McLaren, Jenson Button tampil sebagai yang tercepat dengan waktu 1:18.127 diikuti Michael Schumacher di tempat kedua selisih 0.158 detik dari Button sementara Hamilton menghuni tempat tercepat ketiga di belakang Michael dengan catatan waktu 1:18.352. Namun hasil baik ini tak berlanjut di sesi latihan bebas kedua. Di sesi latihan bebas kedua yang dipuncaki oleh Vettel ini menempatkan Hamilton di urutan ketujuh dengan 1:17.522 sementara Button ada di urutan ke-11 dengan 1:17.961. 

Meski posisinya di sesi latihan bebas terakhir pada Sabtu pagi tak terlalu banyak perubahan seperti di sesi latihan kedua namun Jenson berhasil naik beberapa posisi ke urutan ke-8 sementara rekan setimnya, Hamilton kembali tampil sebagai yang tercepat dengan waktu 1:16.058.

Dominasi Hamilton rupanya berlanjut hingga ke sesi qualifying. Di sesi final qualifying Lewis berhasil mencatat waktu tercepat dan meraih pole diikuti oleh Webber dan Vettel sementara Button hanya mampu meraih P5 di belakang Alonso. 

Meski hanya meraih P5 namun Jenson menjanjikan balapan akan serukarena rupanya beberapa tim menggunakan ban yang berbeda di Q3 dan tentu saja perang strategi masing-masing tim dalam menerapkan tyre management akan membuat balapan berlangsung ketat dan menarik. Namun ada cerita tambahan mengenai Hamilton. Pebalap Inggris ini didenda 10 ribu dollar karena terlambat masuk pit setelah meraih pole di GP Kanada ini. Ya, mungkin denda sebesar itu tak terlalu berarti bagi Hamilton dibanding kegembiraannya setelah berhasil meraih pole apalagi kalau di race nanti ia sukses menjuarai GP.

Perkiraan Jenson rupanya menjadi kenyataan. Balapan berlangsung amat ketat dan seru. Di turn 1 Jenson bersenggolan dengan Massa yang untungnya tak memberikan dampak yang serius bagi Button. Di lap 7 ia masuk pit dan selepas dari pit ban Prime-nya berhasil bersinergi dengan tunggangannya. Button pun mengakui mobilnya mulai terasa lebih baik hingga ia mampu bertarung melawan Vettel dan setelah itu berduel dengan Alonso hingga akhirnya ia sukses meraih P2 dan berusaha mendekati Lewis yang berhasil mempertahankan posisi pertamanya sejak start hingga akhir race. Pesta McLaren dari Turki pun berlanjut di Kanada dimana mereka lagi-lagi sukses meraih podium pertama dan kedua lewat Hamilton yang tampil dominan di Kanada ini dan kesuksesan Button yang berhasil finish kedua di belakang Hamilton.

sumber gambar dari: life.com

Flying Without Wings
Lomba minum champagne?

Kemenangan 1-2 McLaren di dua GP berturut-turut rupanya membuat tim-tim lawan tak ingin tinggal diam. RBR sebagai pesaing terdekat McLaren melakukan serangan balik di Valencia. Meskipun di sesi latihan pertama penampilan duo McLaren masih terlihat tangguh dimana Lewis menjadi pebalap tercepat kedua setelah Rosberg diikuti Jenson di urutan ketiga sementara duet RBR: Vettel dan Webber berada di urutan tercepat ke-6 dan 7. Namun di sesi latihan bebas kedua, Vettel yang telah "memberikan" kemenangan ke kubu McLaren di GP Turki, mencatat waktu tercepat kedua setelah Alonso sementara Webber ada di urutan ketiga. Sedangkan Hamilton hanya mampu mencatat waktu tercepat ke-5 sementara Button terjerembab di urutan ke-9.

Di sesi latihan bebas ketiga pada hari Sabtu menjelang qualifying Vettel mulai memperlihatkan superioritas RBR kembali sementara duet McLaren tersungkur di urutan ke-9 lewat Button yang mencatat waktu 1:38.769 unggul tipis 0.047 detik dari rekan setimnya, Hamilton yang berada di urutan ke-10. Vettel kembali meraja di sesi qualifying dengan meraih pole, diikuti rekan setimnya sementara Hamilton mengisi grid ke-3 di belakang duo RBR itu. Sedangkan Button hanya mampu meraih P7 padahal menurutnya ia bisa meraih setidaknya posisi keempat kalau saja tak mengalami oversteer di tikungan terakhir.

Meski begitu ia yakin bila tak terjebak traffic dan startnya bagus maka ia bisa meraih hasil yang lebih baik saat race nanti karena ia merasa mobilnya sangat bagus dan kompetitif. Keyakinan Jenson ini ternyata terbukti. Walau Hamilton gagal menjegal laju Vettel yang sukses mempertahankan posisi pertamanya sejak start hingga akhir race, tapi berkat kecelakaan yg menimpa Webber memberikan keuntungan bagi Hamilton yang sukses merebut podium kedua. Meskipun Lewis mendapat penalti namun ia tetap tak mampu terkejar oleh Button yang lama tertahan di belakang Kobayashi sehingga posisinya di tempat kedua hingga akhir race. Sementara Button memulai balapan dengan cemerlang dari grid ketujuh hingga berhasil meraih podim ke3.

Di lap pertama ia sempat berduel dengan Kubica yang start dari grid ke-6. Bahkan pada detik-detik terakhir sebelum RBR-nya Webber melayang dan menghantam Lotus-nya Heikki Kovalainen, Button dan Kubica sempat saling bertarung menggempur Webber Webber masing-masing dari sisi luar dan dalam. Seperti rekan setimnya, Button pun terkena penalti karena saat SC keluar akibat kecelakaan Webber, saat itu Jenson sudah berada di dekat pintu masuk pit dan ia tak lagi sempat mengerem atau menghindar sehingga ia memilih masuk pit meski akibatnya ia harus terkena penalti akibat masuk pit saat ada SC di lintasan. Namun selain Button, banyak juga pebalap yang terkena penalti, salah satunya adalah Kubica. Button sempat tertahan lama di belakang Kobayashi sehingga kehilangan banyak waktu dan tak mampu mengejar ketika rekan setimnya menjalani penaltinya.


sumber gambar dari : f1fanatic

Sunny Came Home
Wah, pasto bisa kalah nih kalo duo McLaren ini bikin album

Balapan di kandang tentu memberikan energi positif yang berbeda. Begitu pun yang dialami Button dan Hamilton. Dengan keberadaan Hamilton dan Button di urutan pertama dan kedua di klasemen pebalap dan McLaren di puncak klasemen konstruktor tentunya publik Inggris berharap dua juara dunia mereka ini bisa meraih kemenangan di negeri mereka sendiri ini. 

Di sesi latihan bebas pertama Hamilton bersaing dengan Vettel namun catatan waktunya masih kalah cepat dari pebalap RBR itu sehingga ia hanya berada di urutan ke-2 di belakang Vettel sementara catatan waktu yang dibuat Button hanya mampu menempatkannya di urutan ke-8 di depan Schumacher. 

Pada sesi latihan bebas kedua yang dipuncaki Webber, catatan waktu yang dibuat kedua pebalap McLaren ini malah jauh lebih buruk. Hamilton hanya mampu mencatat waktu tercepat ke-8 sementara Jenson terjerembab di urutan ke-13. Hasil ini tentu mengecewakan Button. Namun Jenson berharap bisa mengulang hasil spt di GP Turki 2009 dimana saat itu ia tampil buruk di sesi latihan Jum'at tapi saat race ia berhasil memenangi balapan. Jenson berharap bisa mengulang kenangan manis itu di Silverstone di hadapan publik Inggris. 

Di sesi qualifying Mclaren harus mengakui keunggulan RBR setelah Vettel meraih pole sementara Webber menyusul di P2. Sementara grid ke-3 diisi oleh Alonso. Keunggulan ketiganya sudah nampak sejak sesi latihan bebas ketiga. Sementara Hamilton harus puas berada di P4 sedangkan Jenson terpaksa menanggung malu karena gagal menembus Q2 di hadapan publiknya sendiri dan hanya menempati P14.

Saat race start Jenson berjalan baik. Ia memulai balapan dari grid ke-14 tapi di akhir race ia berhasil naik 10 posisi dan finish keempat. Ia memiliki peluang untuk meraih podium ketiga tapi sayangnya ia tak berhasil menyalip Rosberg untuk meraih podium ketiga mendampingi Lewis yang sukses merebut podium kedua di home race mereka ini. Meski mengaku kecewa karena gagal meraih podium namun Jenson menyatakan cukup puas dengan balapannya hari itu dan sukses naik 10 posisi dari urutan startnya. Ia berharap bisa tampil dengan mobil yang lebih tangguh di balapan berikutnya di Hockenheim, Jerman.


sumber gambar dari situs ini

No Worries
Soal tinggi menang Sutil tapi soal prestasi...?

Pada latihan bebas hari Jum'at di Hockenheim kubu McLaren dihinggapi beberapa masalah sehingga hasil yang dicapai kedua pebalapnya tak terlalu mengesankan. Di sesi latihan bebas pertama Jenson mencatat waktu tercepat ketiga sementara Lewis terjerembab di urutan ke-17. Namun di sesi latihan bebas kedua yang sempat diwarnai hujan ganti Jenson yang tersungkur d urutan 15 sedangkan Lewis mencatat waktu tercepat ketujuh di belakang Michael Schumacher. Sementara itu mulai terdengar kabar bahwa hujan yang lebih deras akan turun pada hari Sabtu. 

Jenson dalam pernyataan persnya berharap cuaca pada hari Sabtu pagi lebih cerah saat sesi latihan terakhir sehingga dengan kondisi trek yang kering, tim bisa melakukan set up untuk membuat kinerja MP4-25 lebih sempurna. "We still need to look at the data to see how much of an improvement it's giving us, but there's no negative to it, which is great." 

Sabtu pagi lagi-lagi duet McLaren mencatat hasil yang tak terlalu mengesankan. Namun di sesi qualifying catatan waktu keduanya jauh lebih baik. Jenson meraih P5 di belakang Webber dengan 1:14.427 lebih cepat 0.139 detik dari Lewis yang meraih P5 di belakang Jenson. 

Saat start tak dinyana Ferrari yg malah tampil lebih baik.  Alonso sukses merebut pole Vettel diikuti Massa dan mendorong pebalap RBR itu ke posisi tiga. Sementara McLaren yang mendapat suplai tenaga dari Mercedes hanya mampu mengantarkan Lewis finish ke-4 diikuti Jenson di posisi kelima. Namun tambahan 22 poin yang diraih kedua pebalap McLaren ini masih cukup untuk memperkokoh posisi mereka di urutan pertama dan kedua di klasemen pebalap sementara McLaren pun masih aman di puncak klasemen konstruktor dengan 301 poin unggul tipis 29 poin dari Red Bull yang berada di posisi kedua konstruktor. Namun dengan keberhasilan kedua Ferrari di Hockenheim ini membuat tim kuda jingkrak itu mulai mendekati posisi kedua tim ini di urutan ke-3 dengan 206 poin.


sumber gambar dari : life.com

Rise And Fall
"Gimana soal rencana bikin duo, jadi gak?"

Hasil pas-pasan yang diraih McLaren di balapan kandang pabrikan mereka tentunya membuat tim yang memiliku sejarah panjang peraih gelar dunia ini berharap bisa melakukan serangan balik di balapan selanjutnya di Hungaria. Di negeri ini Jenson Button memiliki sejarah manis dimana ia berhasil merebut kemenangan pertamanya pada 2006 silam jadi tentu saja Jenson berharap bisa mengulang suksesnya itu terlebih kali ini ia memiliki tunggangan yang lebih kompetitif dan mumpuni untuk mengantarnya mewujudkan harapannya itu. Sayangnya harapan itu hanya tinggal harapan. Alih-alih meraih kemenangan, hasil yg dicapai kedua pebalap tim Silver Arrows ini malah jauh dari harapan.

Di sesi qualifying Jenson lagi-lagi gagal menembus Q2 dan ia akan memulai balapan dari grid 11 sementara catatan yang dibuat Hamilton pun tak terlalu istimewa dan hanya menempatkannya di posisi kelima di belakang Massa. Jenson dalam pernyataan persnya menyatakan ia mengalami kesulitan dengan pilihan ban option-nya yang tak berhasil mendapatkan balance dan grip namun dengan adanya dua set ban baru untuk race nanti, Jenson berharap bisa meraih hasil yang lebih baik dan ia sendiri berjanji akan mengerahkan segnap kemampuan terbaiknya untuk mendapatkan tambahan poin sebanyak-banyaknya demi perebutan gelar dunia. Namun McLaren hanya mendapatkan tambahan 4 poin dari Button yang berhasil finish di urutan ke-8 di depan Kobayashi. Sementara langkah Hamilton harus terhenti di lap 23 akibat masalah gearbox. Hasil yang amat mengecewakan untuk tim sekelas McLaren.


sumber gambar dari sini

Here It Comes Again
"tahun depan gue jadi team mate loe aja ya," bisik Webber

Buruknya penampilan McLaren di Hungaria membuat tim ini akhirnya bangkit di Belgia. Tak ingin lagi dipermalukan rival-rivalnya McLaren sudah tampil meyakinkan sejak sesi latihan bebas. Di sesi latihan pertama meskipun masih kalah cepat dari F10-nya Alonso tapi McLaren masih memiliki harapan dan keyakinan tinggi untuk meraih hasil yang jauh lebih baik dibanding di Hungaria, dua minggu sebelumnya.

Pada sesi qualifying Lewis meraih P2, ia kalah cepat 0.085 detik dari Mark Webber yang meraih pole setelah mencatat waktu tercepat 1:45.778. Sementara Button berada di urutan ke-5 tepat di belakang Vettel. Sementara grid ke-3 diisi oleh Alonso. 

Saat race hujan membasahi sirkuit, kondisi yang biasanya menguntungkan McLaren. Jenson yang telah meraih dua kemenangan di musim 2010 ini di trek basah, kali ini malah harus tersingkir di lap 15 setelah ia mengalami kecelakaan dengan Vettel. Sementara balapan Vettel pun berantakan. Meski Button meyakini tak ada maksud dari Vettel atas kecelakaan itu tapi Jenson mengaku kecewa atas kejadian tersebut karena ia gagal mendapat tambahan poin untuk mempertahankan gelar dunianya.

Namun Jenson memilih melupakan hasil buruk ini dan memfokuskan diri ke balapan selanjutnya di Monza. "I love that track (Monza), and I'll be doing my best to score a lot of points there", janji Button.

Sementara itu hasil yang lebih baik diraih oleh rekan setim Button. Walau harus memulai balapan dari grid kedua di balakang Webber namun juara dunia 2008 ini berhasil membalikkan keadaan dan bertukar posisi dengan Webber. Penampilan Hamilton di Spa Franchorchamps hari itu memang sangat mengesankan. Ia tampil konsisten dan amat kencang bahkan di lap 32 ia mencatat fastest lap dan akhirnya ia sukses finish terdepan diikuti oleh Webber dan Kubica. Sementara tiga kompetitor Hamilton lainnya terjerembab. Button gagal melanjutkan lomba akibat kecelakaan. Begitu pula dengan Alonso yang mengalami kecelakaan di lap 37. Sementara Vettel pun tak mendapat tambahan poin setelah hanya mampu finish di P15. Dengan kemenangan ini Lewis mengambil alih kembali puncak klasemen pebalap dari Webber yang merebutnya dari Lewis di GP Hungaria, dua minggu sebelumnya.

sumber gambar dari sini

High Voltage


"Bodo ah orang mo ngomong apa"

Janji Jenson yang diucapkannya usai gagal finish di GP Belgia ternyata sungguh dibuktikannya di Monza. Sejak sesi latihan bebas Jenson telah memperlihatkan kemampuan terbaiknya untuk membawa MP4-25 menjadi lawan yang kompetitif. latihan bebas hari Jum'at kedua pebalap McLaren mencoba tingkat downforce yang berbeda untuk melihat tingkat mana yang paling tepat di sirkuit ini. Jenson yang memilih bertahan dengan paket f-duct dan higher downforce mencatat hasil mengesankan.

Pada latihan bebas pertama catatan waktu yang dibuat Button 1:23.693 menempatkannya sebagai pebalap tercepat diikuti Vettel di urutan kedua dan Hamilton di tempat ketiga selisih 0.274 detik dari Button. Namun di sesi latihan kedua yang dipuncaki Vettel itu menempatkan Hamilton di urutan ke-4 sementara Button di urutan ke-5. Hari Sabtu pagi Hamilton berhasil menjadi pebalap tercepat di sesi latihan bebas yang terakhir dengan waktu tercepat 1:22.498 sementara Button mencatat waktu tercepat kelima di depan Nico Rosberg dengan 1:22.724.

Namun di sesi qualifying paket MP4-25 Jenson yang bekeja lebih baik dibanding paket downforce rekannya. Di sesi akhir qualifying Jenson meraih P2 ia hanya lebih lambat 0.122 detik dari Alonso yang sukses meraih pole di kandang Ferrari ini. Saat race, Button hampir saja mempecundangi Ferrari di kandangnya. Selepas start ia sukses mengambil alih posisi pole dari Alonso, ia tetap memimpin balapan sampai akhirnya ia harus masuk pit. Usai mengganti ban ternyata Jenson malah tak mendapat grip sehingga ia akhirnya kalah duel dengan Alonso dan finish kedua di belakang Alonso sementara rekan setim Alonso, Massa finish ketiga.

Meski mengaku agak kecewa karena gagal juara tapi Jenson cukup puas dengan podium kedua yang didapatnya terlebih rekan setimnya gagal melanjutkan lomba akibat kerusakan mesin sehingga praktis hari itu McLaren hanya mendapat tambahan poin hanya dari Jenson saja. Button sendiri sebenarnya mengalami kerusakan diffuser juga tapi hal itu baru diketahuinya setelah balapan usai. Entah apakah hak ini pula yang menyebabkannya agak keteteran saat digempur duo Ferrari.


sumber gambar dari : telegraph.co.uk

Hit The Floor
Ritual tolak bala ala McLaren???

Kegagalan Lewis hampir terbalaskan di Singapore ketika pada sesi latihan bebas ketiga ia tampil sebagai pebalap tercepat ketiga di belakang Vettel dan Alonso dengan catatan waktu 1:49.000 sementara Jenson terpuruk di urutan ke-13 padahal di dua sesi latihan bebas sebelumnya pada hari Jum'at, catatan waktu yang ditorehkan Jenson jauh lebih baik dibanding rekan setimnya. Pada sesi latihan bebas yang pertama catatan waktu yang dibuat Jenson menempatkannya di urutan tercepat ke-6 sementara Lewis hanya mampu mencatat waktu tercepat ke-18. Di sesi latihan bebas kedua Jenson berhasil memperbaiki catatan waktunya hingga menempatkannya di urutan ke-3 di belakang duet RBR sedang Lewis ada di urutan kelima.

Usai sesi latihan pada hari Jum'at yang sempat diwarnai hujan ini Jenson menyatakan bahwa kinerja mobilnya menjanjikan. Kecepatannya pun terasa bagus. Namun Jenson mengungkapkan bahwa yang paling penting di sesi qualifying adalah menemukan track space. "If you hit traffic, you've got to still keep pushing, especially in Q1, when the circuit will be at its busiest," ujar juara dunia 2009 ini. Jensonjuga mengungkapkan harapannya agar hujan tak turun saat balapan. Walaupun dua kemenangan Jenson musim ini diraih saat sirkuit diguyur hujan namun di atas sirkuit jalan raya yang sempit di Singapore bukanlah kondisi yang ideal untuk balapan bila hujan turun terlebih race di Singapore berlangsung malam hari.

Saat sesi qualifying catatan waktuyang dibuat Hamilton jauh lebih baik dari Button. Ia berhasil meraih P3 di belakang Alonso dan Vettel dengan waktu 1:45.571 sementara Button yang lebih lambat 0.373 detik dari Lewis mengisi grid keempat. Seusai sesi qualifying Jenson menyatakan agak kesulitan dengan bannya. Di sektor pertama qualifying ia mengaku sempat merusakkan ban belakangnya ditambah lagi bannya tak mendapat temperatur yang cukup sehingga ia harus berjuang keras mengatasi kendala ini.

Meski hanya meraih P4 di belakang rekan setimnya namun Jenson mengaku cukup puas dengan hasil yang dicapainya pada musim 2010 ini dibanding hasil yang didapatnya pada tahun 2009 dimana saat itu Jenson hanya mampu meraih P11 di sesi qualifying. Jenson hanya berharap saat race nanti ia bisa menyaingi Vettel mengingat kecepatan RBR pada beberapa race belakangan ini tak terlalu mengesankan sementara Jenson merasa kecepatan MP4-25 nya di Singapore kali ini sangat bagus bahkan walaupun dengan bahan bakar penuh. Tapi ia juga mengungkapkan yang paling utama di race ini adalah mendapat start yang bagus.

Namun saat race Jenson harus mengakui keunggulan RBR. Ia bukan hanya gagal menyaingi Vettel yang sukses finish kedua di belakang Alonso tapi ia juga kalah bertarung dengan Webber yang memulai start dari P5 di belakang Button tapi berhasil finish ke-3 di depan Button yang finish ke-4, posisi yang sama yang didapatnya di qualifying. Sementara balapan Lewis di GP Singapore kali ini tak sebaik tahun 2009 dimana ia berhasil tampil sebagai juara. Kali ini balapannya terpaksa terhenti di lap 35 akibat mengalami kerusakan dengan mobilnya. Tentu saja kegagalan ini amat mengecewakan namun McLaren memiliki kesempatan untuk menebus kegagalan ini di race selanjutnya di Suzuka, Jepang.


sumber gambar dari : F1-grandprix.com

Sunday Morning
Ih, 'pala botak dipegang-pegang

Pada sesi latihan bebas pertama GP Jepang Jenson sempat mengalami masalah balance sehingga ia harus berjuang mengatasi understeer di sektor pertama sehingga catatan waktunya amat buruk dibanding rekan setimnya yang mencatat waktu tercepat kelima sementara Jenson terpuruk di urutan 12 diapit dua pebalap Ferrari. Namun setelah tim melakukan perubahan dan mobil sudah terasa lebih responsif Jenson berhasil memperbaiki catatan waktunya di sesi latihan bebas kedua dimana ia meraih urutan tercepat ke-6 sementara catatan waktu Hamilton malah jadi lebih buruk, ia terpuruk di urutan 13.

Pada hari Sabtu cuaca buruk melanda Suzuka sehingga hanya dua pebalap saja yang sempat mencatat waktu di sesi latihan terakhir ini yaitu Algueruari dan Glock. Cuaca buruk terus berlanjut hingga menjelang sesi qualifying berlangsung sehingga FIA memutuskan mengundurkan sesi qualifying ke hari Minggu pagi, hari yang sama dengan race.

Hari Minggu cuaca di Suzuka jauh lebih cerah dibanding hari sebelumnya. Di Minggu pagi yang cerah ini RBR kembali mendominasi lewat Vettel yang meraih pole diikuti Webber di P2 sementara Hamilton menguntit duo RBR itu di P3 sedangkan Button hanya mampu meraih P6 di belakang Alonso. Namun saat race Jenson tampil lebih baik dibanding rekan setimnya. Di awal race Jenson sempat kesulitan menyaingi kecepatan mobil-mobil di depannya tapi setelah masuk pit dan mengganti ban penampilan juara dunia 2009 ini menjadi lebih baik. Mobilnya berhasil mendapat grip walau kecepatannya masih kalah dari RBR dan Ferrari namun ia sukses finish keempat di depan rekan setimnya yang finish di urutan kelima.


sumber gambar dari : guardian.co.uk

In The Shadows
"Kok Ferrari masih kenceng aja, yah?" sesal Hamilton

Setelah di tiga race terakhir penampilan Lewis kalah cemerlang dari rekan setimnya, pada GP perdana di Korea ia bangkit dan melakukan serangan balik. Kecepatan Lewis ini sudah tampak sejak sesi latihan bebas pada hari Jum'at. Di sesi latihan bebas pertama Lewis menjadi pebalap tercepat sementara Button hanya mampu mencatat waktu tercepat ke-5 di belakang Vettel. Di sesi latihan bebas kedua Lewis mencatat waktu tercepat ke-3 di belakang Webber dan Alonso sementara Button ada di urutan kelima. Namun di sesi qualifying lagi-lagi Vettel yang berhasil meraih pole diikuti Webber dan Alonso di posisi posisi kedua dan ketiga diikuti Hamilton di P4 sedangkan Button hanya mampu meraih P7 di belakang Felipe Massa. Sementara itu mulai terdengar berita bahwa cuaca buruk akan melanda saat race nanti dan itu benar-benar terjadi. 

Meski hujan deras sudah membayangi sejak balapan belum dimulai namun ternyata balapan tetap berlangsung. Tapi cuaca yang makin memburuk membuat balapan dihentikan sementara setelah balapan baru berlansung beberapa lap.

Belum lama berselang setelah lomba akhirnya dilanjutkan, Webber mengalami nasib apes. Ia melintir lalu menabrak Nico Rosberg di lap 18 sehingga keduanya gagal melanjutkan lomba. Ketika balapan menyisakan 10 lap lagi nasib naas kembali mendera pebalap RBR lainnya. Sebastian Vettel terpaksa retired di lap 45 akibat masalah engine. Sementara nasib baik justru menaungi Hamilton dan duo Ferrari. Lewis sempat mencuri posisi race leader sebelum akhirnya ia melintir dan posisinya direbut lagi oleh Alonso yang sukses mempertahankannya hingga akhir race dan menjuarai GP perdana Korea ini disusul Hamilton yang finish kedua dan Massa di urutan ketiga di belakangnya ada Michael Schumacher yang sukses finish keempat. Sedangkan Jenson Button gagal mendapat tambahan poin setelah ia hanya mampu finish ke-12. Akibatnya peluang juara dunia 2009 ini untuk mempertahankan gelarnya makin sulit mengingat hanya tersisa dua race di Brazil dan Abu Dhabi.


Sumber gambar dari situs ini

Walk on By
ciluuuk, baaa.....

Setelah gagal meraup poin di Korea kans Jenson untuk mempertahankan gelarnya makin menipis. Terlebih di sesi qualifying GP Brazil lagi-lagi juara dunia 2009 ini gagal menembus Q3 setelah catatan waktu yang dibuatnya masih kurang cepat dan bisa menempatkannya di P11 sementara Hamilton meraih P4 di belakang Hulkenberg, Vettel, dan Webber. Saat race McLaren akhirnya harus mengakui keunggulan Red Bull yang sukses meraih gelar dunia konstruktor untuk pertama kalinya setelah Vettel dan Webber sukses finish 1-2. Hamilton sebenarnya memiliki peluang meraih podium ketiga namun Ferrari tampil lebih kencang dan konsisten sehingga Hamilton terpaksa harus puas hanya bisa finish keempat di belakang F10-nya Alonso. 

Sementara Button yang memulai balapan dari grid 11 tampil lebih baik dibanding saat qualifying dan berhasil finish ke-5 di belakang rekan setimnya. Sayangnya hasil ini tak cukup untuk menjaga kansnya dalam mempertahankan gelarnya. Hasil yang ironis mengingat pada tahun 2009 ia berhasil meraih gelar dunianya di sirkuit Sao Paolo ini tapi di tahun 2010 ini ia justru harus kehilangan gelar di sirkuit Sao Paolo ini pula. 

Walau kans kedua pendekar McLaren ini dalam perebutan perebutan gelar amat tipis bahkan kans Jenson sudah tertutup namun peluang McLaren merebut tempat kedua di klasemen konstruktor masih terbuka lebar. McLaren pastinya akan berusaha keras merebut tempat kedua ini bersaing dengan musuh lamanya, Ferrari di race pamungkas di Yas Marina, Abu Dhabi.


Sumber gambar dari : okezone.com

In the End
Duo McLaren 'ngeroyok' Vettel di Abu Dhabi

Kegagalan McLaren menghambat laju RBR merebut grlar dunia konstruktor di GP Brazil membuat tim Woking ini berkonsentrasi penuh merebut posisi kedua di klasemen konstruktor di Abu Dhabi sekaligus memberikan senjata mumpuni di race terakhir bagi pebalapnya, Hamilton yang meski peluangnya untuk meraih gelar dunia lebih kecil dibanding Webber, Vettel, dan Alonso namun bukan berarti kesempatan itu tak mungkin terjadi.

Hamilton sendiri menjelang race terakhir di Yas Marina berharap mendapat keajaiban seperti yang terjadi pada Raikkonen tahun 2007 silam. Saat itu peluang pebalap Finlandia yang kini berkarir di WRC itu lebih kecil dari kans Lewis untuk meraih gelar dunia. Namun di race terakhir yang kala itu berlangsung di Brazil, Hamilton yang sudah berada di atas angin ini justru gagal meraihnya sedangkan Kimi yang peluangnya lebih kecil yang sukses merebut gelar dunia. Berkaca pada kejadian itulah Hamilton berharap bisa mendapat keberuntungan seperti yang dialami pebalap Finlandia ini.

Penampilan dua pebalap McLaren ini sudah terlihat menjanjikan sejak sesi latihan bebas pertama dimana Lewis mencatat waktu tercepat kedua di belakang Vettel dengan 1:43.369 sementara Button yang lebih lambat 0.416 detik menyusul di urutan ketiga disusul Mark Webber di tempat keempat. Pada sesi latihan bebas kedua Jenson yang sejak tiga race terakhir mengalami masalah balance dengan mobilnya sehingga kerap membuat bagian depan mobilnya terkunci kembali mengalami hal serupa sehingga catatan waktu yang dibuatnya hanya cukup untuk menempatkannya di urutan ke-8 sedangkan Hamilton tampil luar biasa dan menjadi pebalap tercepat dengan waktu 1:40.888. Esoknya di sesi latihan bebas di tengah persaingan perebutan gelar dunia antara duo RBR dan Alonso, McLaren lebih memfokuskan diri merebut tempat kedua di konstruktor sementara Ferrari lebih sibuk mendukung Alonso merebut gelar dunia. Walau MP4-25 masih kalah kencang dari RB6 namun McLaren masih lebih solid dibanding F10. McLaren berhasil menempatkan menempatkan Hamilton di urutan tercepat ketiga dan Button di urutan kelima. Sedangkan Ferrari hanya terwakilkan oleh Alonso yang mencatat waktu tercepat ke-4 sementara rekan setimnya, Felipe Massa masih berkutat di deretan papan tengah dan hanya mampu mencatat waktu tercepat ke-12 di antara duet Williams, Hulkenberg dan Barrichello.

Sorenya di sesi qualifying aroma pertempuran memperebutkan gelar dunia kian terasa. Di akhir sesi qualifying Vettel sukses menggenapkan perolehan polenya yang kesepuluh musim ini diikuti Hamilton di posisi kedua sedangkan Button mengisi tempat ke-4 di belakang Alonso. Sementara Webber mengisi grid kelima diikuti Massa di posisi ke-6.

Hari Minggu saat race yang penuh drama, Vettel akhirnya sukses menjadi juara dunia baru setelah ia berhasil menjuarai race terakhir di Abu Dhabi ini sementara pesaing terdekatnya, Alonso hanya bisa finish ke-7 dan kalah empat poin dari Vettel. Sementara McLaren pun menutup musim 2010 dengan hasil menggembirakan dengan keberhasilan dua pebalapnya menyabet podium. Hamilton sukses meraih podium kedua sementara Button di podium ketiga dan mengantarkan McLaren merebut tempat kedua di klasemen konstruktor di belakang Red Bull mengalahkan musuh bebuyutannya, Scuderia Ferrari. Ketangguhan McLaren di race terakhir ini makin diperkuat dengan keberhasilam Lewis Hamilton mencetak fastest lap di lap 47.

Walaupun musim 2010 ini adalah milik RBR namun McLaren pun telah memperlihatkan penampilan yang tak kalah tangguh. Di sesi qualifying meski RBR mendominasi sesi ini sejak awal hingga akhir musim, tapi McLaren sempat mencuri satu pole lewat Hamilton di GP Kanada. Bahkan tim berjuluk silver arrows ini sukses merebut lima kemenangan di musim 2010 ini. Dua kemenangan lewat Jenson Button di GP Australia dan China sementara Hamilton membawa McLaren berpesta di Turki, Kanada, dan Belgia. Bahkan Hamilton pun sukses membukukan lima kali fastest lap sepanjang musim ini yakni di China, Spanyol, Belgia, Brazil, dan Abu Dhabi sementara Jenson mencatat satu kali fastest lap di Valencia.

Akhir kata seperti yang diungkapkan Jenson, walaupun penampilan McLaren di musim 2010 silam naik turun namun semua ini merupakan pembelajaran yang akan menjadi modal bagi tim silver arrows ini di musim 2010 yang akan mulai bergulir Maret.

"... there have been a lot of good days and a lot of good experiences that we can use to benefit our 2011 campaign," ujar sang juara dunia 2009 ini berfilsafat.


Sumber gambar dari : f1fanatic