Total Tayangan Laman

Translate

Sabtu, 10 Desember 2011

Schumacher & Vettel, Duet Lintas Generasi


Sejak Michael Schumacher kembali ke ajang balap Formula One pada 2010 silam, ia memang belum sempat lagi satu kali pun menginjak podium F1, meski timnya Mercedes GP yang pada tahun depan akan berganti nama menjadi Mercedes AMG, bukanlah tim sembarangan. Penampilan terbaik Schumacher bersama Mercedes sepanjang dua tahun ini adalah hasil finish ke-4 di GP Kanada tahun ini.

Berbanding terbalik dengan Schumacher, sementara itu pamor bintang baru Jerman, Sebastian Vettel tengah terang benderang. Keberhasilan Vettel mempertahankan gelar dunianya tahun ini untuk yang kedua kalinya menjadikannya pebalap pertama yang berhasil meraih dua gelar dunia berturut-turut sejak tahun 2006 yang diraih Fernando Alonso bersama Renault. Sejak tahun 2006 juara dunia Formula One terus berganti, diawali oleh Raikkonen pada tahun 2007, setahun berikutnya Hamilton yang menyabet gelar dan pada tahun 2009, Jenson Button bersama Brawn GP yang sukses meraih gelar dunia dari tangan Hamilton. 

Namun bagaimana bila dua juara dunia asal Jerman itu disatukan dalam satu tim? Hasilnya adalah kemenangan yang mereka raih di ajang RoC pada hari Sabtu, 3 Desember yang lalu untuk tim Jerman. Memang duet mereka di ajang RoC atau Race of Champions ini bukanlah kali pertama. Dan kemenangan mereka pada hari Sabtu lalu ini juga bukanlah yang pertama kalinya. Di ajang RoC awal Desember silam, Schumacher dan Vettel berhasil mempersembahkan gelar dunia RoC bagi tim Jerman untuk yang kelima kalinya. 

Race of Champions adalah ajang balap yang diikuti pebalap-pebalap dari berbagai ajang balap mobil. Untuk tahun 2011, ajang RoC yang digelar di Dusseldorf, Jerman ini setidaknya ada sembilan pebalap F1 yang ikut berpartisipasi di ajang ini. Selain Michael Schumacher dan Sebastian Vettel yang membela tim Jerman, tercatat pula nama Jenson Button yang mendukung tim Great Britain. Selain itu ada pula Romain Grosjean yang berpasangan dengan Sebastian Ogier membela tim Prancis. Bahkan terdapat pula pebalap veteran F1, David Coulthard. 

Duet pebalap Jerman ini berhasil melaju ke final setelah berhasil mengalahkan tim Inggris (Great Britain) yang diisi oleh Jenson Button dan Andy Priaulx. Saat melawan Button, Schumacher sempat kalah tapi kemudian Vettel berhasil menumbangkan Button setelah pebalap Inggris itu melintir yang mengantarkan tim Jerman melaju ke final menghadapi tim Nordic yang dipunggawai oleh Tom Kristensen dan Juho Hanninen dan sukses merebut gelar juara RoC bagi tim Jerman untuk kelima kalinya.

Kemenangan di RoC mungkin tak semeriah saat menjuarai ajang F1, tapi tetap saja kemenangan ini pastinya amat berarti, terlebih lawan-lawan mereka merupakan pebalap-pebalap yang berasal dari berbagai ajang balap mobil dan pastinya bukanlah pebalap sembarangan. 

Bagi Michael sendiri kemenangannya bersama Vettel di ajang RoC ini amat istimewa terlebih kemenangannya di RoC ini merupakan salah satu dari sedikit kemenangan yang diraihnya belakangan ini. Ia juga mengungkapkan Sebastian Vettel dan dirinya merupakan rekan setim yang klop dan bisa saling mendukung dan bekerja sama hingga akhirnya berhasil meraih kemenangan bagi tim nasional Jerman.

"It's always a pleasure for us to be here and especially to win it. Sebastian and I are good mates and we work well each other and help each other. In the end it worked out right for us," ujar Michael Schumacher usai meraih kemenangan.

"Unlike him (Sebastian Vettel), this is one of the few wins I've had this year- apart from a few in karts," lanjut juara dunia F1 tujuh kali ini.

"There are so many great drivers here and we are all good in our own area. So this is just a nice competition and the social moments that we get to spend together behind the scenes are very special."

Sehari setelah kemenangan beregu mereka, keduanya lalu kembali harus berhadapan di kategori perorangan. Bila sebelumnya mereka bertanding secara tim, di hari Minggu, mereka harus saling bertarung satu sama lain. Di babak perdelapan final, Michael Schumacher berhasil mengalahkan juniornya, Sebastian Vettel dan melaju ke babak semi final. Sayangnya langkah Schumacher untuk bisa menuju babak final terhenti setelah di babak semifinal ia dikalahkan oleh pebalap Le Mans, Tom Kristensen. Namun di babak final, Kristensen harus mengakui keunggulan pebalap Rally, Sebastian Ogier. 

Meski kalah dari Ogier tapi rupanya Kristensen tetap berbangga hati, karena ia berhasil mengalahkan dua pebalap Jerman, Schumacher dan Vettel di hadapan publik mereka sendiri. Dan bagi Kristensen bisa mengalahkan duo pebalap Jerman itu terlebih di tanah mereka sendiri merupakan pencapaian yang luar biasa baginya. "It's almost better than Christmas," seru Kristensen.

Gambar dipinjam dari : France24

Tidak ada komentar: