Total Tayangan Halaman

Translate

Minggu, 11 Maret 2012

Running to the Future

Michael Schumacher pebalap tersukses sepanjang sejarah Formula One. Tak ada yang bisa menampik pernyataan ini. Dengan sederetan rekor yang ditorehkannya dan hingga kini belum juga terpecahkan. Bahkan di usianya yang ke-43, Schumi menjadi pebalap tertua yang mengisi grid F1 tahun ini. Masalah usia inilah yang kerap disebut-sebut sebagai mundurnya performa Schumi selama dua tahun terakhir ini sejak kembalinya ia ke arena balap F1. Meskipun dalam berbagai kesempatan, Schumi lewat juru bicara-nya Sabine Kehm, menyatakan bahwa pebalap Jerman ini masih memiliki determinasi yang amat tinggi dan tak kalah fit dari pebalap-pebalap muda belia di arena tempur Formula One. 

Sepanjang karirnya di F1, bisa dibilang Schumi sudah kenyang dengan berbagai kritikan dan cercaan yang setara dengan pujian yang diterimanya. Hal yang normal terjadi pada orang-orang yang memang memiliki bakat istimewa seperti dirinya. Schumi memang seorang tokoh yang fenomenal. 

Tahun ini merupakan tahun terakhir dari masa kontrak tiga tahun antara Schumi dengan tim Mercedes. Masalah kontrak ini kerap kali menjadi bahan pembicaraan publik. Penampilannya selama dua tahun pertama masa kontraknya bersama Mercedes yang ternyata tak sesuai ekspektasi yang diembannya sebagai pebalap tersukses sepanjang sejarah Formula One kerap kali menimbulkan sentilan-sentilan yang terkadang kejam dan menusuk bahkan tak sedikit mantan rekan-rekan setimnya yang di masa lalu dilumatnya tanpa ampun angkat bicara, mengkritik performanya dan bahkan mengusulkannya untuk mundur saja dari F1 selamanya tanpa perlu menyelesaikan kontraknya dengan Mercedes berakhir. 

Tapi Schumi bukanlah Nigel Mansell yang saat comeback-nya ke F1 pada 1994 bersama tim lamanya, Williams, setelah memutuskan pensiun setelah meraih gelar juara dunianya pada tahun 1992 tak berjalan mulus, persis seperti yang Michael alami selama dua tahun ini, hingga membuat pebalap Inggris berjuluk “The Lion” itu frustasi dan akhirnya memilih mundur sebelum namanya sebagai juara dunia 1992 hancur lebur. Michael tak hirau soal kritikan, walau ia pun merasa kecewa dengan performanya sejak comeback-nya ke F1 yang memang tak sesuai harapannya. Tapi mundur begitu saja sebelum kontrak berakhir bukanlah tindakan seorang juara. Mundur begitu saja artinya lari dari tanggung jawab. Dan itu adalah tindakan pengecut! 

Buruknya performa bukanlah alasan untuk mundur. Bagi seorang juara sejati, buruknya performa seyogyanya disikapi dengan analisa mendalam dalam mencari kelemahan dan kelebihan setiap performanya. Mencari tahu di mana letak kelemahan itu dan terus melakukan perbaikan guna meraih hasil optimal. Karena Michael percaya sukses tidak datang dalam waktu semalam. Sukses adalah buah yang dihasilkan dari rangkaian kerja keras. Dan inilah kunci Michael Schumacher dalam menempatkan dirinya sebagai pebalap dengan rekor tujuh kali juara dunia, 91 kali kemenangan GP, dan 68 rekor pole position terbanyak. Semuanya bukan tercipta dalam waktu semalam! 

Tapi sayangnya, nama Michael Schumacher kerap merupakan jaminan mutu yang identik dengan kesuksesan. Karenanya belum berhasilnya Schumi dalam dua tahun masa comebacknya ke F1 ini dalam meraih podium membuat pebalap Jerman ini terus menjadi sasaran kritik berbagai pihak. Padahal seperti yang kerap diungkapkan Schumi dalam berbagai wawancara, sebenarnya bukan hanya publik, baik para penggemarnya maupun para pengkritiknya yang berharap bisa melihatnya lagi meraih kemenangan, dia sendiri pun berharap bisa kembali melompat di atas podium tertinggi Grand Prix Formula One! 

Di awal tahun ini, belum lagi gelaran GP dimulai, tapi soal kelangsungan Schumi bersama Mercedes sudah menjadi perbincangan mengingat tahun ini merupakan tahun terakhir masa kontraknya bersama Mercedes AMG. Tahun ini masalah kontrak ini pertama kali dikemukakan oleh Gerhard Berger yang pada 29 Januari 2012 lalu memperkirakan bahwa kontrak Schumi dengan Mercedes takkan diperpanjang yang diungkapkannya pada Auto Moto und Sport. Dan alasan yang dikemukakannya apalagi selain soal umur Schumi yang sudah kepala empat itu yang dianggapnya takkan bisa menandingi para pebalap muda belia. 

Seolah ingin membungkam Berger, di sesi ujicoba hari kedua di Jerez, Schumi tampil sebagai pebalap tercepat dengan 1:18.561, padahal ia menggunakan mobil Mercedes spec tahun lalu, W02 sementara yang lainnya menggunakan mobil terbaru mereka kecuali Pedro de la Rosa dari HRT yang juga masih menggunakan mobil tahun lalu. Schumi yang dinilaii sudah uzur ini masih sanggup melahap 132 lap, tujuh lap lebih sedikit dari Heikki Kovalainen yang menjadi pebalap paling sibuk hari itu dengan menyelesaikan 139 lap untuk mengujicoba mobil tim barunya, Caterham. 

Issue soal kontrak Schumi dengan Mercedes AMG kembali mengemuka saat Dieter Zetsche, CEO Daimler, induk perusahaan Mercedes pada pertengahan Februari lalu menyatakan bahwa Schumi masih merupakan ikon dari dunia motor sport. 

“He (Michael Schumacher) is still the icon of motor sport, “ungkap Dieter Zetsche, CEO Daimler kepada dpa. Petinggi Daimler ini juga menyatakan bahwa kerjasama dengan Schumacher merupakan “attractive opportunity”. 

Pernyataan positif petinggi Daimler ini tentu saja menerbitkan berita bahwa kontrak Schumi dengan Mercedes diperpanjang. 

Issue soal perpanjangan kontrak antara Schumi dengan Mercedes makin mengemuka saat media terkenal Jerman, Bild menyampaikan pernyataan bos tim Mercedes, Ross Brawn mengenai kemungkinan diperpanjangnya kontrak antara Michael dengan Mercedes. 

“We are not talking to any other drivers at the moment and I assume that he is not negotiating with other teams,” demikian pernyataan Brawn seperti yang dilansir dari media Jerman, Bild. 

“If Michael is still having fun while bringing in the results that we expect, then why not? I think after five or six races it will be obvious in which direction we are heading. He has certainly not said that he is toying with the idea to stop,” lanjut Brawn lagi yang makin memperkuat kemungkinan kontrak Schumi dengan Mercedes tidak berakhir di tahun ini. 

Menurut beberapa berita di Jerman, tim asal Jerman yang markas besarnya di Brackley, Inggris ini menawari perpanjangan kontrak dua tahun kepada Schumi yang artinya juara dunia tujuh kali ini masih akan membalap untuk tim Mercedes hingga akhir tahun 2014. Berita yang menerbitkan harapan dan sukacita dalam hati kaum loyalis Michael Schumacher. Betapa tidak, tentunya para penggemar Schumi tak ingin melihat jagoannya ini meninggalkan Formula One untuk kedua kalinya dengan kegagalan besar yang akan menodai catatan kesuksesannya selama ini, bahkan tanpa sempat satu kalipun sempat mencicipi kembali sampanye di podium tertinggi GP Formula One. Tidakkah ini akan menjadi akhir tragis bagi seorang Michael Schumacher? 

Tapi dengan teganya, beberapa hari kemudian, muncul berita pernyataan Brawn yang menepis berita soal diperpanjangnya kontrak antara Michael dengan Mercedes. 

“There’s nothing on the table like that at the moment but we’re open minded,” tegas Brawn pada Sky Sports menampik berita soal Mercedes telah memperpanjang kontrak dengan Michael Schumacher untuk dua tahun ke depan. “We don’t have other plans for drivers,” ungkap Brawn lagi membuat gemas fans setia Schumi yang amat berharap Mercedes bersedia memperpanjang kontrak dengan Schumi. Dalam media yang sama, Brawn menyatakan ingin melihat dulu apa yang terjadi tahun ini baru kemudian membahas soal kontrak itu sambil menambahkan ia berharap tahun ini bisa berjalan lebih baik dan mereka bisa memetik hasil yang lebih bagus sehingga baik Schumi maupun Mercedes bisa sama-sama puas untuk melanjutkan kembali kerjasama mereka. 

“We’ll see what happens this year then talk about it. I hope it goes well because that means we’ll be having good results and I think we’d both be happy to continue.” 

Terlepas soal issue kontrak antara Schumi dengan Mercedes dan masalah penampilan Schumi selama dua tahun terakhir ini, tapi nama besar Schumi masih tetap menarik minat terutama bagi supremo F1, Bernie Ecclestone yang berharap Schumi bisa berada di tim yang lebih bagus dengan mobil yang jauh lebih hebat yang sesuai dengan bakat dan nama besarnya selama ini. Dan saat ini tim dan mobil yang memenuhi syarat itu adalah Red Bull, dan rekan setim yang dinilai Ecclestone cocok bersanding dengan juara dunia tujuh kali ini tak lain tak bukan adalah rekan setim Schumi di ajang Race of Champions, sang juara dunia dua kali, Sebastian Vettel. 

Sudah seringkali supremo F1 ini mengungkapkan imajinasinya akan tim impiannya dimana Schumi dan Vettel berada di tim yang sama, Red Bull dan saling bersaing dengan mobil yang sama untuk melihat siapakah yang terbaik di antara dua pebalap Jerman beda generasi ini. Dan impian Ecclestone ini kembali menguak pada akhir Februari silam. 

“Bukankah lebih bagus kalau ia (maksudnya Michael Schumacher-red pindah ke Red Bull Racing)?,” ujar Ecclestone pada Reuters, “Saya ingin melihatnya berada di mobil yang bagus (dan) saya ingin melihatnya ada di mobil kedua Red Bull (bersaing dengan Vettel sebagai rekan setim). Saya rasa Sebastian (Vettel) tidak akan keberatan,” lanjut tokoh kunci yang sukses meramu Formula One menjadi tontonan olahraga motorsport paling spektakuler seperti saat ini. 

Tentu saja pendapat bos perhelatan F1 ini bukan tanpa alasan. Baik Schumi dan Vettel sama-sama dikenal cukup lama bersanding sebagai rekan setim membela tim Jerman di ajang Race of Champions sementara di F1 keduanya bersaing satu sama lain di tim yang berbeda, tapi dalam kondisi dan kapasitas mobil yang berbeda. Dan bila saja Schumi berada di tim yang bagus dengan mobil yang hebat, maka bila Schumi masih juga tidak berhasil meraih kemenangan, maka itu adalah murni karena kegagalan pribadinya dan bukan karena mobilnya, demikian kakek gaek yang dengan kecerdasan dan bakat bisnisnya telah meraup triliunan dolar selama menjadi bos utama perhelatan F1 ini mengemukakan opininya. 

Semua orang berhak mengemukakan opini pribadinya. Sang bos F1 pun sah-sah saja mengungkapkan tim impiannya. Semua kritikan maupun pujian yang ditujukan bagi Michael Schumacher tak lain tak bukan karena Michael Schumacher adalah sosok istimewa. Sedikit dari miliaran penduduk bumi yang memiliki kemampuan istimewa sebagai seorang mega bintang. Bahkan dibalik kritikan yang ditujukan para anti Schumi pun sebenarnya menunjukkan bahwa mereka pun tertarik pada seorang Michael Schumacher. Karena tanpa sesuatu yang bernama ketertarikan, mustahil seseorang membahas sesuatu itu yang dalam hal ini adalah Michael Schumacher. Dan bukannya tak mungkin bila para pengkritik Michael itu sebenarnya juga sangat merindukan Michael Schumacher bisa berada kembali di podium utama Formula One. Hal yang bukan hanya merupakan kerinduan para fans Schumi tapi juga merupakan harapan utama sang bintang itu sendiri yakni Michael Schumacher seperti yang diungkapkan juara dunia tujuh kali ini ketika ditanya apakah ia masih yakin bisa meraih gelar kedelapannya? 

“Absolutely. I’m still around to fight for the championship. Whether we can or cannot do that is something to be proven this year-or whenever,” tegas sang juara dunia tujuh kali ini. 

Sabtu, 10 Maret 2012

Something to Believe in

Race 19: Brazil (27 November 2011) 
Setelah penampilan solidnya di beberapa race terakhir sejak GP Belgia, perolehan poin Michael Schumacher kini hanya berjarak tujuh poin saja dari rekan setimnya. Namun menjelang race terakhir di Brazil ini, Schumi kembali menyatakan bahwa ia tak terlalu memikirkan untuk mengejar poin rekan setimnya, ia hanya berniat meraih poin untuk tim sebagai ungkapan terima kasihnya pada tim. “The team have worked very hard to improve our performance with the car that we have available to us and it would be fitting reward for them,” ujar Schumi. 

Penampilan Schumi di sesi latihan bebas hari Jum’at makin menumbuhkan optimisme untuk menutup musim dengan kenangan manis. Terlebih di sesi latihan bebas kedua, catatan waktu Michael berada di antara duo Ferrari. Ia hanya selisih 0.1 detik dari Alonso dan berada tepat di depan Massa, pebalap tuan rumah yang juga merupakan rekan setim Alonso. 

Hari Sabtu, performa Schumi masih memperlihatkan determinasinya, meskipun di sesi kualifikasi ia memilih tak mencatatkan waktu sehingga menempatkannya berada di grid ke-10 saat start. Tindakannya ini bukannya tanpa alasan karena keputusannya ini merupakan salah satu strategi Michael untuk balapan yang diperkirakan akan hujan. Untuk menjalankan strateginya ini tentu saja ia harus kembali memperlihatkan penampilan startnya yang gemilang. Hal ini dikemukakan oleh Ross Brawn, bos tim Mercedes yang menyatakan bahwa lap awal merupakan kunci bagi Schumi untuk meraih hasil yang baik. Hal ini seharusnya bisa diwujudkan mengingat Schumi kerap berhasil melompati dua posisi dari urutan startnya. 

Sayangnya start Michael kali ini tak sebagus biasanya. Ia sempat kehilangan posisinya dari di Resta namun ia berhasil meraih kembali P10-nya dari pebalap Force India itu dan tengah membidik posisi ke-9 milik Bruno Senna. Dengan kecepatan W02-nya seharusnya Schumi bisa meraih posisi ke-9 itu tapi sayangnya tindakan pebalap muda yang juga merupakan keponakan Ayrton Senna dalam melakukan pertahanan ini terlalu berlebihan. Saat Schumi berniat menyalip pebalap tuan rumah ini di garis start/finish, posisi Schumi sebenarnya sudah separuh di depan Senna saat pebalap muda Brazil ini mencoba mempertahankan posisinya yang sebenarnya tindakannya itu sudah terlambat. Dan naas, Schumi terkena puncture dari serpihan sayap depan Senna. Walaupun Senna akhirnya dikenai hukuman drive-through penalty atas perbuatannya itu, tapi balapan Schumi sudah hancur lebur. Ia bahkan terpaksa menjalani satu lap penuh dengan ban depan kanannya yang terkena puncture dan membuat posisinya merosot ke urutan belakang. 

Insidennya dengan Bruno Senna ini amat disayangkan Schumi. Juara dunia tujuh kali ini mengatakan insidennya dengan Senna itu menunjukkan kurangnya pengalaman yang dimiliki pebalap muda asal Brazil itu. Untuk memperbaiki posisinya yang sudah melorot jauh, Schumi berharap hujan yang pada hari Sabtu diprediksi akan turun saat balapan, tapi nyatanya hujan tak jua turun. Harapan Schumi untuk menutup musim 2011 dengan kenangan manis pun pupuslah sudah. 

Free Practice 1: 
Schumacher : 7th (1:15.162) 
Rosberg : 10th (1:15.321) 

Free Practice 2: 
Schumacher : 5th (1:13.723) 
Rosberg : 8th (1:13.872) 

Michael Schumacher’s Friday Quote: 
Michael Schumacher (5th, 1:13.723): "We had quite a good day here in Interlagos and were able to work through our schedule consistently, even if the track was pretty slippery. The lap times are traditionally very tight here so let's see what we can do in qualifying tomorrow. For the rest of the weekend, the weather forecast is for rain, so maybe we will see some surprises as we reach the end of the season." 

Free Practice 3: 
Schumacher : 8th (1:13.393) 
Rosberg : 7th (1:13.286) 

Qualifying: 
Schumacher : 10th (No Time) 
Rosberg : 6th (1:13.050) 

Michael Schumacher’s Saturday Quote: 
Michael Schumacher (10th, No Time): "The forecast says there is a high probability for rain during the race. With this in mind, we have kept all of our options open for tomorrow and we had a strategic approach to qualifying today. Still we need to find out why we weren't able to match our times from this morning. There will be a lot of data checking now, so that tomorrow it will be very different and we can attack for some points." 

Race: 
Schumacher : 15th 
Rosberg : 7th 

Michael Schumacher’s Sunday Quote: 
Michael Schumacher (15th): "It was a bit of a shame today with the incident with Bruno, which was caused perhaps due to some lack of experience, but then those things happen. Otherwise I think we could have had a nice race with some solid points. After the collision, all I could do was try to fight as much as possible, and hope for rain which did not come. In the first stint after the incident, my car was not well-balanced with a lot of oversteer. Unfortunately we could not change this at the pit stop which handicapped the balance in the second stint, whereas in the last stint the balance was good. We very much look forward to next season now. With all the effort that is being put into the development of the car, I am confident we can make another step forward to where Mercedes belongs; fighting at the top." 

Jumat, 09 Maret 2012

Bleed It Out

Race 18 : Abu Dhabi (13 November 2011) 
Hasil finish ke-lima yang diraih Schumi di GP India memberikan tambahan kepercayaan diri pada diri juara dunia tujuh kali yang berharap bisa finish di posisi yang sama pada sisa dua race terakhir yaitu di Abu Dhabi dan Brazil. Juara dunia tujuh kali ini berharap timnya bisa tampil bagus di GP Abu Dhabi ini terlebih ini merupakan partai kandang bagi Aabar, perusahaan investasi yang memiliki 40% saham tim Mercedes. 

Sementara itu, menjelang GP Abu Dhabi, muncul perselisihan di media Jerman soal komentar yang diucapkan Schumacher dengan media Swiss, di mana pebalap Jerman ini mengatakan bahwa Swiss adalah satu-satunya rumah yang dimilikinya. “Switzerland is the only home I have,” ujarnya saat wawancara dengan media Swiss, Neue Zuercher. Kontan ucapannya ini membuat berang media Jerman yang mempertanyakan nasionalismenya sebagai seorang Jerman padahal selama ini Schumacher disebut-sebut sebagai putra terbaik Jerman. Bahkan media terbesar Jerman, Bild sampai menurunkan berita ini sebagai headline dengan judul: “Schumi, what should we take this to mean?”

Tentu saja Schumi langsung menanggapi kegusaran media di tanah airnya ini. Schumi yang selama 15 tahun terakhir ini tinggal di rumahnya di Swiss sejak ia pindah ke tepi Danau Jenewa bersama istri dan dua anaknya dan ternyata merasa kerasan di sana, menjelaskan penafsiran media yang salah atas ucapannya. Yang dimaksudnya adalah sejak ia bersama istri dan kedua anaknya pindah ke Swiss dan merasa nyaman dengan rumahnya di tepi Danau Jenewa itu, maka ia merasa itulah satu-satunya rumah yang dimilikinya, hal inilah yang diungkapkannya dalam wawancaranya dengan media Swiss, “The fact that Switzerland is clearly the only home I have is probably because I left home when I was very young and have spent a lot of my life abroad,” ujar Michael pada media Swiss, Neue Zuercher. 

Pernyataannya inilah yang langsung menyulut kontroversi di media tanah airnya. Padahal ucapannya ini bukan berati ia menyatakan bahwa dirinya bukan orang Jerman. Ia menganggap media Jerman yang mempermasalahkan nasionalismenya sudah salah kaprah. Dengan berapi-api ia menegaskan bahwa dirinya adalah seorang Jerman. Ia adalah seorang warga negara Jerman dan kemana-mana ia selalu membawa paspor Jerman!

“Rubbish! Of course I’m German, I have a German passport, and I look forward to it every time I come to Germany,” tegas Schumi mengakhiri pertikaian media di negerinya soal nasionalismenya.

Entah apakah kontroversi ini mempengaruhinya atau tidak, nyatanya Schumi yang pada balapan-balapan terakhir tampil bagus hingga memunculkan spekulasi bahwa ia akhirnya bisa melewati perolehan finish rekan setimnya, nyatanya mengalami akhir minggu yang tak terlalu menggembirakan di Abu Dhabi ini. 

Saat qualifying, Schumi catatan waktu Schumi hanya mampu menempatkannya di urutan start ke delapan, kalah 0.8 detik dari rekan setimnya yang akan mengisi grid ke-7. Namun Schumi tetap berharap saat race bisa meraih hasil yang lebih baik terlebih bila startnya berjalan bagus seperti biasanya. Tapi sayang balapannya tak berjalan sesuai harapannya meski sebenarnya Schumi tampil bagus saat start dan berhasil menyalip Rosberg tapi setelah dua lap, Schumi terpaksa menyerahkan kembali posisinya kepada rekan setimnya itu. Bahkan Schumi sempat keteteran bersaing dengan dua pebalap Froce India, Adrian Sutil dan Paul di Resta hingga akhirnya ia harus puas hanya mampu finish ke-7 ketinggalan 20 detik lebih dari rekan setimnya, Rosberg. Selisih poin antara dirinya dengan Rosberg pun kembali melebar dan kini jadi selisih 7 poin. Tinggal tersisa satu balapan lagi. Sao Paolo, Brazil, dan Michael berharap bisa memetik hasil lebih baik di sirkuit Interlagos, Brazil. 

Free Practice 1: 
Schumacher : 15th (1:43.389) 
Rosberg : 8th (1:42.130)

Free Practice 2: 
Schumacher : 7th (1:40.553) 
Rosberg : 20 th (1:44.265)

Michael Schumacher’s Friday Quote: 
Michael Schumacher (7th, 1:40.553): "I am reasonably happy with our work in the two sessions today, and considering that we managed to work the car well, I'd say it was a good day. Obviously we have our limits to operate within, but we maximised what we have in hand, and the car felt very good. We now have to see how we can transform this work into our weekend and maybe grab some more points on a track which today was very consistent."

Free Practice 3: 
Schumacher : 10th (1:40.938) 
Rosberg : 5th (1:40.135)

Qualifying: 
Schumacher : 8th (1:40.662) 
Rosberg : 7th (1:39.773)

Michael Schumacher’s Saturday Quote: 
Michael Schumacher (8th, 1:40.682): "It was quite a tight qualifying today. I aborted my last lap in Q1 to save tyres, and having some fresh tyres left is the good news from Q3 as well. Overall it was a normal qualifying where we would probably not have much more in the pocket. I also expect a straightforward race and we will try to make the most out of opportunities that arise. The tyres should not be a big issue here, and we tested their behaviour in P2 yesterday which took place at the same time as the race. The fact that the track temperatures will drop during the race might be good for us as we struggle a bit with the tyre temperatures here." 

Race: 
Schumacher : 7th 
Rosberg : 6th

Michael Schumacher’s Sunday Quote:
Michael Schumacher (7th): "A reasonable race today and some reasonable points I would say. Considering that we did not manage to find the perfect balance yesterday, we managed to get the maximum out of our situation today. But then, I did lose some small parts of the car which cost us some balance, and towards the end I had a slow puncture, which is why I had to park my car at turn two. The tyres gave up rather early in the first stint but that was due to our tyre strategy yesterday when we wanted to save a fresh set for the race. I therefore had quite used tyres for the start. We now have to look into the data and make sure we are well prepared for the last race of the season which we want to finish as well as possible." 

Kamis, 08 Maret 2012

No More Sorrow

Race 17 : India (30 Oktober 2011) 
Usai mengalami balapan yang tak mengesankan di sirkuit Yeongam, Korea, Schumi berharap bisa meraih hasil positif di balapan perdana GP India yang kini memiliki sirkuit bernama Buddh International. Schumi menilai karakter sirkuit Buddh International cocok dengan mobilnya karenanya ia menilai seharusnya ia dan timnya bisa meraih hasil yang lebih baik dari sekadar finish di urutan ke-7 dan 8. Meski menurutnya sesi qualifying bisa jadi menyulitkan tapi belakangan ini ia merasa mobilnya jauh lebih tangguh saat balapan. Walau karakter sirkuit di India ini cocok sekali dengan mobilnya, tapi Schumi masih tak berani terlalu muluk mengharapkan kemenangan, karena menurutnya hal itu masih jauh dari jangkauan. Walau begitu ia tak menampik bahwa ia dan timnya tentu saja berharap bisa mencicipi kemenangan dan itulah yang tengah dilakukan oleh timnya saat ini. Fokus dan terus memperbaiki kinerja tim dalam menciptakan masa depan baru di Mercedes sehingga mereka bisa memetik buah kerja keras mereka ini secepatnya. 

“I think it is very important for all of us, that is what we are her for. All of us involved in teams know the taste of winning races and the championship, and that is what we are her for,” tegas Schumi mengenai harapan besar dari dirinya sendiri dan timnya yang ingin kembali merasakan kemenangan tapi sayangnya waktu mereka belum tiba. “We know we are in the situation we face right now-only way is to keep focused. We are building future of Mercedes and we wants to take fruits of that sooner rather than later,” ujar Michael dalam konferensi pers hari Kamis menjelang GP India. 

Penilaian Schumi mengenai qualifying ternyata benar. Catatan waktunya di sesi kualifikasi tak terlalu baik. Catatan waktunya hanya mampu menempatkannya di grid 12, selisih 0.8 detik dari rekan setimnya yang mengisi grid ke-7. Tapi Schumi tak terlalu khawatir dengan hasil yang diraihnya di babak kualifikasi ini. Namun berkat hukuman penalti turun 5 posisi yang diterima Petrov akibat perbuatannya pada Schumi di GP India, maka posisi start Schumi pun naik dari P12 ke urutan 11. 

Hari Minggu, saat balapan, lagi-lagi Schumi menampilkan start yang mengesankan. Di akhir lap pertama ia berhasil melompat ke P8 tepat di belakang rekan setimnya. Performa Schumi sepanjang balapan terus meningkat dan dengan strateginya akhirnya Schumi sukses finish ke-lima tepat di depan rekan setimnya. Hasil ini kembali memperkecil kembali selisih poin mereka menjadi hanya tinggal 5 poin saja. 

Free Practice 1: 
Schumacher : 5th (1:28.531) 
Rosberg : 6th (1:28.542)

Free Practice 2: 
Schumacher : 21st (1:31.804) 
Rosberg : 19th (1:31.098)

Michael Schumacher’s Friday Quote: 
Michael Schumacher (21st, 1:31.804): "This is a very interesting track with a challenging layout, and it's certainly enjoyable to drive. As we expected, off-line it is extremely dusty but the racing line became quite grippy over the day. This morning, I was happy with the balance of the car, however this afternoon was more challenging for us. We weren't really able to get into working properly for various reasons, including the red flag, and therefore tomorrow we need to work on the set-up for both qualifying and the race." 

Free Practice 3 : 
Schumacher : 11th (1:27.217) 
Rosberg : 8th (1:26.873)

Qualifying: 
Schumacher : 12th (1:26.337) 
Rosberg : 7th (1:25.451) 

Michael Schumacher’s Saturday Quote: 
Michael Schumacher (12th, 1:26.337): "Qualifying today was not really very good for us. At first I hit some traffic, and then on my final run in Q2, there was again vibrations on the set of tyres which I used which was not helpful. Saying that, this certainly does not explain the time gap to Nico so we need to understand what the reason was for that and get on top of it. As for the race tomorrow, this should work out better for me, and my aim undoubtedly is to score some points. I'm not really sure which side of the grid will be the better one, so I will just take it from there and try to gain as much as possible." 

Race:
Schumacher : 5th 
Rosberg : 6th

Michael Schumacher’s Sunday Quote:
Michael Schumacher (5th): "I am obviously happy about the race today. We achieved the maximum that we could hope for, and as a team we maximised our potential. Fifth and sixth places are a great result for us. On top of that, my car was very nicely sorted for the race and very stable. At the start, everything worked out according to my strategy as I deliberately didn't want to use KERS in the first two corners and save it for the long straight where I knew that I could make up some positions. In the second stint, I managed to maintain my tyres so I could stay out longer and that was enough for fifth place. What's really important at the moment is that we keep pushing and trying to improve, and that is what we achieved today. To the organisers of the first Indian Grand Prix, I would like to send a big compliment; I'm sure that I am not the only one to say that this was a very positive debut."