Total Tayangan Laman

Translate

Selasa, 11 November 2008

Button Tak Akui Kehebatan Hamilton


Button Tak Akui Kehebatan Hamilton

Kompas, Selasa, 11 November 2008 | 11:00 WIB
JAKARTA, SELASA — Lewis Hamilton bersama McLaren-Mercedes tampil memesona sepanjang musim 2008 ini. Tak heran, pembalap berusia 23 tahun tersebut akhirnya meraih gelar juara meskipun dia mendapat perlawanan ketat dari jagoan Ferrari, Felipe Massa, di mana pada klasemen akhir mereka hanya berselesih satu poin.

Meskipun demikian, Jenson Button punya pandangan yang "miring" tentang kesuksesan rekan senegaranya tersebut yang tercatat sebagai juara dunia termuda di ajang Formula 1. Menurut pembalap Inggris itu, Hamilton sukses lantaran menggunakan McLaren, bukan karena kehebatan individu—jika mengendarai Honda seperti dirinya, Hamilton pasti tak bisa jadi juara.

Pernyataan Button ini dilandasi performa buruk tim Honda yang membuatnya hanya mampu mengumpulkan tiga poin dari 18 seri yang dilombakan sepanjang musim ini—terburuk sejak tahun 2001. Raihan Button itu jauh lebih jelek dibandingkan dengan rekan setimnya, Rubens Barrichello, yang mampu mengumpulkan total 11 angka.

"Lewis memang menjadi juara dunia. Namun, dia tidak bisa melakukan seperti yang saya perbuat di Honda. Maksud saya, dia tidak pernah berada di kendaraan yang jelek. Saya pikir, kamu belajar dari hal itu dan agar menjadi pembalap yang bagus, kamu harus mencoba bekerja bersama mobil yang jelek," ungkap Button kepada surat kabar Sunday UK, The People.

Pada musim ini hanya para pembalap Force India dan Super Aguri F1 yang berada di bawah Button. Namun, juara GP Hongaria dua tahun lalu itu mengatakan bahwa dirinya tak mungkin meraih hasil buruk tersebut jika berada di posisi Hamilton.

"Jika saya menggunakan mobil Lewis Hamilton, saya juga pasti menjadi juara dunia," tutur pembalap berusia 28 tahun yang predikatnya sebagai pembalap top Inggris dicopot oleh Hamilton sejak tahun lalu. (CRS/LOU)

Tidak ada komentar: