Total Tayangan Laman

Translate

Senin, 21 Desember 2009

Kuda Jingkrak yang Merana

Ferrari : 70 poin






pic taken from here

Sama seperti McLaren, tim kuda jingkrak ini pun mengalami kemerosotan dibanding tahun lalu akibat pertempurannya dengan McLaren musim lalu yang hingga tetes darah penghabisan menyebabkan keterlambatan dalam pengembangan mobil musim ini. Kuda Jingkrak makin merana setelah pembalap Brazil mereka yang tahun lalu nyaris menjadi juara dunia mengalami kecelakaan di Hungaria dan terpaksa absen hingga akhir musim. Sang juara dunia tujuh kali pun diminta turun gunung dan kembali membalap menggantikan Massa, tapi cedera leher yang diderita sang master tak memungkinkannya turun membalap. Alhasil, harapan tim pun ditujukan pada pembalap test mereka yang malah membuat tim menanggung malu. Akhirnya mereka pun merayu pembalap Italia dari Force India untuk membantu mereka hingga akhir musim. Tapi itu pun tak mampu membuat tim Maranello ini mencapai hasil yang lebih baik. Posisi ke empat di klasemen konstruktor merupakan hasil maksimal tim yang pernah merajai F1 di awal abad milenium ini.

7. Kimi Raikkonen : 48 poin


 pic taken from here 

Sejak Felipe Massa cidera, praktis nasib kuda jingkrak benar-benar berada di tangan juara dunia 2007 ini. Secara garis besar penampilan Kimi tahun ini masih sama seperti tahun lalu yang tak terlalu cemerlang seperti ketika ia merebut gelar dunianya tahun 2007 silam. Tahun ini karena pengembangan mobil yang lambat dan kemudian keputusan tim untuk menghentikan pengembangan dan memfokuskan diri pada pengembangan mobil tahun depan maka pencapaian The Flying Finn yang satu ini boleh dianggap sudah maksimal, terlebih dengan keberhasilannya meraih podium pertama di GP Belgia di saat tim memutuskan untuk menghentikan pengembangan mobil, maka podium pertama Kimi itu bisa dianggap sebagai penyelamat wajah tim besar seperti Ferrari di saat menghadapi masa suram tahun ini.

Sayangnya tahun 2010 Kimi bakal absen dari Formula One karena ia telah bertekad jika tak ada tim yang dapat menyediakan mobil yang mumpuni untuknya menyabet gelar dunia, ia memutuskan lebih baik cuti dari F1 dan dan dengan bergabungnya Jenson Button ke McLaren, sementara kursi Mercedes GP juga telah penuh oleh duo Jerman, sedangkan kontraknya dengan Ferrari juga telah berakhir sehingga kursinya diisi oleh Fernando Alonso, praktis tak ada lagi tim bagus yang mampu menyediakan tunggangan yang mumpuni seperti yang dikehendakinya, maka Kimi pun memenuhi janjinya untuk cuti dari F1 dan bergabung di ajang Rally.

Keputusan Kimi ini tentu saja membuat patah hati banyak penggemarnya terutama sahabatku yang sangat kecewa karena tak ada stasiun tv di negeri ini yang menampilkan ajang Rally. Kalau saja stasiun tv jeli melihat kerinduan para fans setia Kimi ini yang berharap dapat menyaksikan pembalap ini bertarung di ajang yang sangat berbeda dengan sirkuit F1, mungkin ada salah satu stasiun yang kemudian berminat untuk menayangkan ajang Rally sehingga mampu menghapus kerinduan para penggemar pembalap yang dijuluki The Iceman ini.


8. Felipe Massa : 22 poin
 Fastest Lap : GP Monaco

pic taken from here

Malang nian nasib Massa. Setelah tahun lalu ia gagal meraih gelar juara dunia pada detik-detik terakhir di hadapan publiknya sendiri, tahun ini ia malah harus memulai musim dengan usaha yang sangat keras karena mobil Ferrarinya seperti kuda ompong yang tak memiliki tenaga menghadapi tim debutan Brawn GP dan Red Bull. Seakan semua itu belum cukup menunjukkan keapesan Massa di pertengahan musim saat sesi kualifikasi GP Hungaria, ia mengalami cidera yang bukan hanya hamper mengandaskan karir balapnya tapi juga nyaris merenggut nyawanya. Untungnya, Tuhan masih bermurah hati, baik nyawa mau pun karir Massa masih terselamatkan namun ia terpaksa absen hingga akhir musim.

Seandainya saja Massa tak mengalami kecelakaan parah di kualifikasi Hungaria, bukan tak mungkin pembalap Brazil ini dapat mencapai hasil yang lebih baik, terlebih ia telah membuktikan kekencangannya dengan berhasil mencatat fastest lap di Monaco meski saat itu ia hanya mampu finish di tempat keempat di belakang rekan setimnya.

9. Luca Badoer

pic taken from here
Kesetiaan Luca Badoer sebagai test driver Ferrari akhirnya mendapat balasan dari tim kuda jingkrak ini. Setelah Felipe Massa mengalami kecelakaan dan Michael Schumacher yang telah mengantar tim ini menikmati tahun-tahun kesuksesan mereka, dipastikan tak dapat turun membela tim karena cidera leher yang dialaminya saat mengikuti balapan motor, maka tim pun mempercayakan tugas sebagai pendamping Kimi Raikkonen kepada test driver andalan Ferrari ini. Namun sayangnya, Luca Badoer tak dapat memanfaatkan kesempatan yang langka itu atau mungkin ia terlalu lama berkutat sebagai pembalap test sehingga penampilannya di dua seri yang diikutinya itu amat sangat tak memuaskan alias buruk sekali. Alhasil usai GP Belgia, Luca Badoer pun dikembalikan ke posisinya semula dan Giancarlo Fisichella pun direkrut dari Force India untuk menggantikan posisi Badoer hingga akhir musim.

Tidak ada komentar: