Total Tayangan Laman

Translate

Senin, 20 Desember 2010

RBR - Renault : Road To The Double World Champion

Red Bull Racing-Renault : 498 points

foto ini dipinjam dari situs ini

Drivers:
Sebastian Vettel : 256 points
Mark Webber   :  242 points

Setelah tahun lalu gagal bersaing dengan Brawn GP dalam perebutan gelar dunia ternyata tak membuat Red Bull Racing patah arang. Mereka berhasil menyelesaikan PR musim dingin dengan amat baik dan behrasil mempersembahkan tunggangan yang luar biasa di sepanjang musim 2010 ini. Terbukti mereka berhasil menempatkan kedua pebalap mereka sebagai pole sitter di 15 sesi qualifying dari total 19 sesi yang digelar pada musim ini. Meskipun saat race, kedua pebalap mereka kerap gagal meraih podium utama tapi secara keseluruhan Red Bull tampil amat kompetitif hampir di sepanjang race.

Meski begitu penampilan tangguh RBR ini ternyata memiliki kelemahan juga di atas trek terutama saat basah, terbukti di GP Australia dan China, misalnya, di mana Jenson Button dari McLaren berhasil merebut podium utama dari Sebastian Vettel yang berhasil menggebrak di dua sesi awal pembuka musim balap 2010 ini dengan menjadi yang terkencang di dua sirkuit itu pada sesi qualifying.

First dream on Sakhir, Bahrain

Vettel diapit duo Ferrari usai sesi qualifying

 Untuk pertama kalinya sirkuit Sakhir di Bahrain dipercaya menjadi race pembuka pada musim 2010 ini. Di race pembuka ini keperkasaan Red Bull memang belum nampak. Di sesi latihan bebas pertama Mark Webber hanya mampu mencatat waktu tercepat ke-9 sementara Sebastian Vettel berada di urutan ke-13, kalah kencang dari Nico Hulkenberg, rookie Williams-Cosworth. Di sesi kedua pun catatan waktu yang ditorehkan kedua pebalap RBR belum tampak spektakuler. Pada sesi latihan bebas kedua ini, ganti Vettel yang jauh lebih kencang dari rekan setimnya. Vettel berhasil menjadi yang tercepat kelima di belakang Jenson Button dengan catatan waktu 1:56.459 sementara Webber hanya mampu berada di urutan ke-17 di belakang Jaime Alguersuari yang membalap untuk Toro Rosso-Ferrari. Tapi seiring waktu, RBR berhasil membenahi kinerja dua tunggangan mereka sehingga pada sesi latihan bebas ketiga, catatan waktu kedua peblap mereka jauh lebih baik. Di sesi latihan yang terakhir ini Webber berhasil menjadi yang terkencang ketiga sementara Vettel berada di belakang Michael Schumacher yang kembali ke kancah pertarungan F1 lewat tim Mercedes GP.

Red Bull akhirnya bisa sedikit tersenyum di sesi qualifying setelah pebalap muda mereka, Sebastian Vettel yang mereka rekrut dari "saudara" mereka, Toro Rosso pada 2009 lalu berhasil menjadi yang terkencang di sesi qualifying dengan torehan waktu 1:54.101 sementara Mark Webber berada di urutan ke-6 dengan catatan waktu 1:55.284.

Sayangnya hasil bagus di sesi qualifying ini tak berhasil dipertahankan. Posisi Sebastian Vettel malah melorot di urutan ke-4 sementara Fernando Alonso yang memulai debutnya bersama Ferrari tahun ini sukses merajai Sakhir, Bahrain dan merebut podium pertamanya untuk tim Kuda Jingkrak itu. Webber sendiri hanya berhasil finish di urutan ke-8 tepat di belakang Michael Schumacher dan Jenson Button. Meski hanya berhasil meraup empat belas poin dari race pertama ini, tapi Red Bull tetap optimis, jalan menuju gelar dunia masih terbentang jauh di depan.

Fooled by rain
Kalau saja Webbo bisa lebih kencang, ia pasti takkan cemberut
 (gbr diambil dari situs ini)

Optimisme Red Bull itu memang bukan sekadar mimpi kosong belaka terlebih di race berikutnya di Melbourne, Australia, lagi-lagi pebalap favorit mereka, Sebastian Vettel kembali berhasil meraih pole dan tampil sangat kompetitif di tiga sesi qualifying. Kesuksesan itu makin terasa manis setelah Webber berhasil menjadi pebalap tercepat kedua sehingga RBR akan memulai balapan dari front row.

Di sesi latihan bebas sebenarnya catatan waktu Webber jauh lebih kencang dari Vettel, bahkan pebalap Australia ini menjadi pebalap tercepat di sesi latihan terakhir pada hari Sabtu, beberapa saat sebelum sesi qualifying. Tapi hal ini tak mengurangi harapan besar di kubu RBR untuk menyaksikan kedua pebalap mereka bisa mempertahankan posisi satu-dua mereka hingga akhir race. Tak penting siapa yang menang sepanjang kedua pebalap ini bisa tampil kompetitif dan membawa RBR menuju puncak tertinggi. Bagaimanapun balapan baru berlangsung dua seri dan jalan menuju perebutan gelar masih amat jauh.

Tapi lagi-lagi optimisme RBR yang membubung itu kembali terhempaskan. Kali ini cuaca yang membuat impian indah kubu RBR ini buyar. Hujan yang mengguyur sirkuit Albert Park sejak awal race menjadi pengganjal kedua pebalap RBR untuk merajai sirkuit di Melbourne ini. Sebastian Vettel yang tampil perkasa di sesi qualifying bahkan terpaksa kandas di lap 25 dan gagal melanjutkan lomba karena mengalami masalah dengan remnya setelah sempat melintir sebelum balapannya benar-benar berakhir.

Sementara Webber lagi-lagi meraih hasil finish yang tak terlalu menggembirakan. Mendekati lap-lap akhir, ia terlibat dalam perebutan posisi keempat dengan Alonso dan Hamilton. Di dua lap terakhir, Hamilton yang terlalu bernafsu untuk merebut tempat Alonso malah tergelincir dan menyeret Webber sehingga posisi mereka berdua malah melorot jauh. Hamilton masih beruntung karena bisa finish di P6 sementara Webber terpaksa harus puas hanya meraih dua poin untuk RBR setelah finish di urutan ke-9 di belakang Rubens Barrichello sementara bintang di Albert Park pada hari MInggu, 28 Maret 2010 ini adalah Jenson Button yang sukses dengan strategi ban basahnya dan mengantarkannya meraih kemenangan pertamanya di musim 2010 sekaligus kemenangan pertamanya untuk tim barunya, McLaren-Mercedes.

Sejauh ini RBR masih juga belum berhasil meraih podium tapi hal itu tak mengendurkan semangat skuad Red Bull Racing.

The first from everything
Smileeeeeeee.....
(gbr dipinjam dari situs ini)

Tak mau tenggelam terlalu lama dalam kesedihan akibat hasil buruk yang mereka raih di dua seri pembuka musim, RBR berusaha bangkit kembali di race berikutnya yang berlangsung di Malaysia. Kedua pebalap mereka tampil cukup kompetitif di sesi latihan. Meski Vettel hanya mampu menjadi yang terkencang kedua di sesi latihan kedua tapi pada sesi latihan ketiga harapan kembali membubung di kubu Red Bull setelah Webber berhasil menjadi yang tercepat di sesi latihan terkahir itu sementara Vettel pun tampil baik dengan menjadi yang terkencang ke-3 di belakang Lewis Hamilton.

Keperkasaan Webber di sesi latihan terakhir itu ternyata berlanjut hingga sesi qualifying di mana ia sukses meraih pole dengan catatan waktu 1:49.327 sementara rekan setimnya, Vettel berada di grid ketiga, selisih 0.116 detik dari Nico Rosberg yang meraih grid kedua di belakang Webber.

Meski hanya meraih grid ke-3 tapi tak membuat kepercayaan diri Vettel merosot. Terbukti saat race ia akhirnya berhasil membuka kemenangan pertama RBR untuk musim 2010 ini. Vettel finish terdepan diikuti oleh Webber dan Rosberg. Red Bull pun berpesta dengan tambahan 43 poin di klasemen. Posisi Vettel di klasemen pun naik ke urutan kedua dengan total 37 poin berkat tambahan 25 poin yang diraihnya, selisih dua poin dari Felipe Massa yang bertengger di puncak klasemen menggantikan Alonso yang melorot ke urutan ke-3 setelah mobilnya gagal melanjutkan lomba di lap 54.

Again, fooled by rain
Gagal maning... gagal maning....
 (gbr dicomot dari situs ini)

Kemenangan satu-dua yang diraih Red Bull di Sepang, Malaysia membuat kubu RBR memiliki tambahan semangat dalam menghadapi race berikutnya yang akan digelar di Shanghai, China. Di negeri tirai bambu ini RBR bersaing ketat dengan McLaren-Mercedes sejak sesi latihan pertama. Di dua sesi latihan hari Jum'at, pebalap McLaren menjadi yang terkencang. Jenson tercepat di sesi latihan pertama sementara Hamilton menjadi yang terkencang di sesi latihan bebas kedua. Tapi pada hari Sabtu, RBR membalikkan keadaan. Di sesi latihan bebas terakhir Red Bull tampil perkasa lewat Mark Webber yang meraih catatan waktu tercepat, unggul 0.241 detik dari Hamilton yang menempati urutan tercepat kedua di belakang Webber sementara Vettel membuntuti Hamilton di urutan ketiga. Namun Vettel masih lebih cepat 0.056 detik dari Button yang meraih urutan tercepat ke-4 dengan 1:35.747.

Keperkasaan Red Bull itu kembali berlanjut hingga sesi qualifying. Kali ini Vettel yang berhasil menjadi yang tercepat dengan waktu 1:34.558, ia lebih cepat 0.248 detik dari rekan setimnya, Mark Webber yang menempati grid ke-2 sementara dua pebalap McLaren, saingan berat mereka di sesi latihan, Jenson Button hanya bisa meraih urutan ke-5 sedangkan Hamilton menempati grid ke-6 di belakang rekan setimnya.

Sayangnya hujan yang mengguyur sirkuit Sinopec di Shanghai, China ini mengandaskan impian Red bull untuk melanjutkan sukses mereka seperti di Malaysia. Posisi satu-dua yang mereka raih di sesi qualifying jadi berbalik ke kubu McLaren. Seperti di Australia, hujan memberikan keuntungan bagi McLaren. Jenson button yang sukses meraih kemenangan di Australia yang diguyur hujan, kembali memetik kemenangan di China berkat strategi tyre management McLaren yang gemilang. Sementara McLaren berpesta dengan kemenangan satu-dua yang diraih pebalap mereka, RBR malah harus mengerutkan keningnya setelah Vettel hanya mampu finish di P6 sementara Webber ada di urutan ke-8.

Banteng merah berpesta di negeri matador
Si baju merah di antara serdadu banteng merah
(gbr dipinjam dari situs ini)

Meski meraih hasil buruk di Shanghai, China tapi Red Bull kembali menunjukkan mental juaranya dengan tak mau larut dalam kegagalan. Memasuki sesi latihan pertama di Catalunya, Spanyol, Red Bull masih bertengger di urutan tercepat ke-4 dan 5 sementara posisi puncak kembali ditempati kubu McLaren lewat Hamilton yang sukses mencatatkan waktu tercepat pertama diikuti oleh Button di urutan kedua dan yang tak diduga, Michael Schumacher menjadi yang terkencang ke-3 diikuti oleh Webber dan Vettel di urutan keempat dan lima. Tapi di dua sesi latihan berikutnya, RBR mulai membalas sakit hati mereka ke tim Silver Arrows ini.

Di dua sesi latihan berikutnya Vettel tampil meraja sehingga meniupkan kembali optimisme Red Bull untuk meraih kemenangan di negeri matador ini terlebih Webber pun tampil kompetitif. Meski di sesi latihan bebas Webber hanya mampu berada di urutan terkencang kedua di belakang Vettel tapi ia berhasil membalas di sesi qualifying dengan meraih pole, unggul 0.106 detik dari rekan setimnya, Vettel yang berada di urutan kedua setelah hanya mampu mencatatkan waktu 1:20.101.

Saat race, tanpa banyak hambatan, Webber berhasil mempertahankan posisinya hingga finish. Kemenangan Webber ini membawa posisinya di klasemen naik ke peringkat ke-4 setelah sebelumnya berada di urutan ke-8. Sementara Vettel yang finish di urutan ketiga di belakang Alonso pun bherasil menaikkan posisinya di klasemen ke urutan ketiga setelah Lewis Hamilton gagal finish saat balapan hanya menyisakan beberapa lap lagi. Perolehan poin RBR di klasemen konstruktor pun berasing ketat dengan Ferrari yang berada di urutan kedua, selisih 3 poin dari RBR sementara McLaren-Mercedes masih berada di puncak klasemen dengan keunggulan tipis 6 poin dari RBR.

Nothing can't stop us, now

hei, yang menang kan Webber koq Kubica yang maju?
(gambar dari situs ini)

Judul lagu yang pernah dipopulerkan Rick Price ini kiranya cocok untuk menggambarkan kehebatan RBR di GP Monaco yang penuh drama. Berbagai kecelakaan yang terjadi sejak start dimulai hingga balapan hampir berakhir membuat Safety Car rajin keluar masuk memimpin balapan, namun meskipun balapan di Monaco ini penuh drama tapi rupanya hal itu tak bisa menghentikan Red Bull untuk kembali meraih podium 1-2 di sirkuit jalan raya ini.

Di sesi latihan bebas, meskipun kedua pebalap RBR ini tak berhasil menjadi yang tercepat di sesi qualifying, lagi-lagi RBR kembali meraih pole lewat Mark Webber sementara Vettel berada di urutan ketiga di belakang Robert Kubica.

Seperti yang telah diungkapkan di atas, meski balapan di Monaco dipenuhi drama yang membuat Safety Car mondar-mandir di sirkuit tapi hal ini tak bisa menghentikan RBR untuk berpesta. Mark Webber pun menjadi pebalap pertama yang melintas garis finish diikuti oleh Vettel dan Kubica.

RBR Sunday Heat
"Seb, jalannya liat-liat donk!," omel Webbo
(gambar dipinjam dari situs ini)

For becoming world champion, you have to beat your team mate, first. Agaknya petuah ini amat berarti bagi kedua pebalap RBR ini. Kesuksesan Webber meraih podium pertama di Monaco membuatnya bertengger di posisi puncak klasemen pebalap diikuti oleh rekan setimnya, Sebastian Vettel. Agaknya hal ini makin memanaskan persaingan antara kedua pebalap RBR ini. Kedua pebalap yang memiliki kans sama besar untuk mencatatkan sejarah baru dalam karir balap mereka terlebih RBR yang merupakan tim paling demokratis di F1 2010 ini tak pernah memberlakukan team order untuk mendukung salah satu pebalapnya membuat keduanya saling bersaing keras bukan hanya untuk memenangi balapan tapi juga untuk meraih gelar dunia pertama mereka.

Persaingan antar rekan setim yang terjadi di kubu RBR ini memang bukanlah yang pertama di F1. Senna-Prost yang meski saling berseteru dan berusaha saling mengalahkan ini pernah membawa McLaren mencapai puncak kesuksesannya pada tahun 1980-an. Keduanya sama-sama berbakat dan persaingan keduanya memberikan dampak positif bagi McLaren karena dengan persaingan mereka maka mereka saling berusaha mengoptimalkan talenta mereka yang akibatnya masing-masing memberikan seluruh kemampuan mereka untuk membawa tim mereka meraih kemenangan. Tapi persaingan antar rekan setim seperti ini bisa juga berdampak negatif bagi tim. Dan hal itu terjadi di GP Turki 2010 ini.

Sengitnya persaingan kedua pebalap RBR ini sudah tampak di sesi latihan bebas. Pada latihan bebas kedua Webber menempati urutan tercepat kedua di belakang Jenson Button, unggul 0.212 detik dari Vettel yang mencatatkan waktu tercepat ketiga di belakang Webber. Tapi di sesi latihan bebas ketiga, ganti Vettel yang tampil menjadi pebalap tercepat sementara Webber berada di urutan tercepat keempat di belakang Hamilton.

Pertempuran kedua pebalap RBR ini makin memanas di sesi qualifying. Sebastian Vettel sukses merajaiQ1 dan Q2. Di Q1 Vettel mencatatkan waktu tercepatnya 1:27.067 sementara di Q2 catatn waktunya 1:26.729. Tapi di Q3 Webber berhasil menghempaskan Vettel. Ia tampil jauh lebih kencang dan berhasil meraih pole sementara catatan waktu Vettel hanya bisa menempatkannya di urutan ketiga di belakang Hamilton.

Saat race, Vettel yang penuh percaya diri berhasil menggeser Hamilton ke posisi ketiga sementara ia berhasil naik satu posisi ke urutan kedua mendekati rekan setimnya yang masih nyaman di posisi terdepan. Menyadari tunggangannya amat kencang dan memiliki peluang untuk menyalip rekan setimnya, Vettel pun terus menekan Webber dan berusaha untuk menyalipnya. Peluang itu nyaris berhasil diraih pemuda asal Jerman ini, sayangnya ia terlalu bernafsu untuk sesegera mungkin menyingikrkan rekan setimnya sementara rekan setimnya tak rela posisinya diambil semudah itu oleh Vettel akibatnya kedua pebalap RBR ini malah bertabrakan. Vettel harus menelan pil pahit akibat usahanya yang terlalu gegabah itu. Ia gagal melanjutkan lomba dan gagal mendapat tambahan poin untuk klasemen kejuaraan dunia sementara rekan setimnya meski terpaksa merelakan kemenangan kepada Hamilton yang memetik keuntungan dari "perang saudara" RBR ini diikuti oleh Jenson Button yang meraih podium kedua, sementara Webber meski sempat terpaksa masuk pit kembali untuk mengganti sayap mobilnya masih bisa sedikit terhibur setelah berhasil finish ketiga di belakang duo McLaren yang ganti berpesta berkat "kudeta" Vettel yang gagal.


 

Time After Time
"Ciluk baa," kata Webbo. "Ssst, lagi difoto nih , gaya yang bener donk," seru Vettel
 (foto ini dicomot dari situs ini nih).

Setelah insiden "perang saudara" di Istanbul, Turki, RBR seperti biasa tak ingin terus larut atas hasil mengecewakan yang diraih mereka di Turki. Mereka lebih memilih untuk fokus pada race selanjutnya di Kanada. Vettel dan Webber pun tetap berusaha untuk berkepala dingin demi menghindari insiden Turki kembali terulang.

Di sesi latihan bebas pertama RBR tak terlalu memperlihatkan keperkasaannya. Vettel hanya mampu mencatatkan waktu tercepat kelima sementara Webber berada di urutan tercepat ke-14. Tapi di sesi latihan bebas kedua, Vettel kembali membawa RBR ke dalam arena persaingan dengan menjadi yagn tercepat sementara Webber menempati urutan tercepat keempat. Pada sesi latihan bebas yang terakhir, Webber menjadi pebalap tercepat kedua setelah Hamilton sementara Vettel ada di urutan kelima di belakang Michael Schumacher. Dengan hasil ini, RBR tetap optimis bisa meraih hasil optimal di race sebagai ganti hasil buruk yang mereka raih di Turki.

Peluang RBR untuk merajai GP Kanada hampir saja tercipta tapi sayangnya catatan waktu kedua pebalapnya pada sesi akhir Q3 berhasil dikalahkan oleh Lewis Hamilton yang sukses meraih pole dengan waktu 1:15.105 sementara Webber yang mencatatkan waktu 1:15.373 hanya bisa menempatkannya di urutan kedua diikuti oleh rekan setimnya Vettel yang meraih grid ke-3 dengan 1:15.420.

Kanada rupanya merupakan milik Hamilton. Selepas start ia tetap tangguh berada di posisi terdepan yang berhasil dipertahankannya hingga akhir race. RBR yang berharap bisa membayang-bayangi langkah Hamilton untuk meraih kemenangan rupanya tak berjalan mulus. Mereka bukan saja tak berhasil menghadang langkah Hamilton untuk meraih kemenangan, kedua pebalap mereka bahkan tak mampu mempertahankan posisi dua dan tiga yang mereka raih saat sesi qualifying. Kanada rupanya benar-benar milik McLaren. Setelah Hamilton tampil superior di posisi terdepan, rekan setimnya, Button pun mengikuti langkah suksesnya. Ia berhasil menyalip Vettel dan meraih podium kedua di belakang rekan setimnya. Sementara Vettel harus puas dengan tambahan 12 poin setelah hanay bisa finish di urutan keempat di belakang Alonso. Begitu pula dengan Webber yang finish kelima tepat di belakang rekan setimnya ini dan hanya mendapatkan tambahan sepuluh poin. Hasil yagn tak terlalu mengesankan untuk RBR tapi Red Bull takkan berdiam diri. Mereka pastinya akan membalas di race selanjutnya di Valencia.

Gives You Wings
Ayo, yang minumnya kelar duluan, jadi juara dunia!
 (foto lucu ini nemu dari situs ini)

Pembalasan RBR atas hasil buruk yang mereka terima di Kanada terwujud di Valencia. Peluang pembalasan dendam RBR ini sudah terlihat sejak sesi latihan bebas. Seperti biasa penampilan kedua pebalap RBR di sesi latihan bebas sangat kompetitif. Meski di latihan bebas pertama Vettel dan Webber masing-masing hanya mampu mencatat waktu tercepat keenam dan ketujuh tapi di sesi latihan bebas kedua dan ketiga RBR memperlihatkan superioritas mereka. Di sesi latihan bebas kedua Vettel memang masih kalah cepat 0.056 detik dari Alonso yang meraih posisi terdepan tapi di sesi latihan bebas ketiga atau yang terakhir, Vettel berhasil membalikkan keadaan dengan menjadi yang terkencang pertama sementara rekan setimnya, Mark Webber berada di urutan ketiga, selisih 0.261 detik dari Vettel. Begitu pun di sesi qualifying, Vettel kembali berhasil meraih pole dengan waktu 1:37.587 diikuti oleh rekan setimnya di urutan kedua. Catatan waktu Webber lebih lambat 0.075 detik dari Vettel.

Kegemilangan Vettel terus berlanjut hingga di race. Ia berhasil mempertahankan posisinya hingga akhir race sementara rekan setimnya gagal melanjutkan lomba setelah mengalami kecelakaan hebat dengan Heikki Kovalainen di lap 8. Kecelakan yang membuat RBR-nya Webber terjun bebas menerjang Lotus-Cosworth-nya Kovalainen ini sendiri menimbulkan kekacauan di trek. Setelah kecelakan Webber ini, Safety Car pun keluar dan kekacauan ini pun terjadi yang melibatkan banyak pebalap di antaranya Button, Barrichello, Hulkenber, Kubica, Petrov, Sutil, Liuzzi, Buemi, dan De la Rossa mendapatkan penalti 5 detik. Sebelumnya Hamilton pun terkena drive through penalty namun ia tetap berhasil mempertahankan posisi keduanya setelah ia menjalani hukumannya dan sukses finish kedua di belakang Vettel akibat lamanya Button tertahan di belakang Kobayashi yang akhirnya berhasil finish ketiga di belakang rekan setimnya setelah pebalap Jepang itu masuk pit.

Habis Gelap Terbitlah Terang
"Lagi bokek nih, jual yang mana dulu, ya?", tanya Webber
(foto lucu Webbo ini dari situs ini nih)

Ungkapan ini sepertinya benar-benar cocok menggambarkan keberhasilan Webber di Silverstone setelah ia mengalami nasib buruk di Valencia di mana RBR-nya sampai melayang sebelum akhirnya terhempas menerjang Lotus-nya Heikki. Bila di Valencia, Webber dinaungi nasip apes maka di Silverstone ganti rekan setimnya, Vettel yang harus dirundung nasib buruk.

Di sesi latihan bebas, seperti biasa kedua pebalap RBR ini memperlihatkan superioritas RBR-Renault mereka. Keduanya bergantian merajai sesi latihan bebas. Di latihan bebas pertama Vettel menjadi yang tercepat dan Webber yang di sesi latihan bebas pertama hanya berada di urutan keempat tercepat membalasnya di sesi latihan bebas kedua. Ia tampil gemilang dengan waktu terepat 1:31.234 diikuti oleh Alonso dan Vettel di urutan ketiga dengan waktu 1:31.875.

Pada latihan bebas terakhir keduanya tampil meyakinkan dengan Vettel yang berhasil menjadi pebalap tercepat pertama diikuti oleh Webber di urutan kedua. Hal ini terus berlanjut hingga sesi qualifying di mana Vettel sukses meraih pole-nya yang kelima untuk musim ini dengan waktu 1:29.615 sementara Webber menguntit di belakangnya selisih tipis 0.143 detik dari Vettel.

Tapi kegemilangan Vettel tak berlanjut di race. Sebaliknya rekan setimnya yang malah tampil luar biasa di sirkuit yang pernah menjadi landasan pesawat terbang di masa Perang Dunia kedua ini. Webber meraih kemenangan ketiganya di musim ini sementara Vettel harus puas hanya mampu finish di urutan ketujuh di belakang Kamui Kobayashi dari Sauber-Ferrari.

Private Emotion
Lho, mukanya koq pada gelap semua?
 (gambar dipinjam dari situs ini nih)

Menghadapi GP Jerman tentunya terasa sangat istimewa bagi Vettel yang merupakan pebalap muda asal negeri yang juga merupakan negara asal juara dunia tujuh kali, Michael Schumacher ini. Tampil di depan publik sendiri tentunya memberikan suntikan semangat tersendiri bagi Vettel dan pebalap asal Jerman lainnya seperti Michael Schumacher, Rosberg Jr., Hulkenberg, Sutil, dan Glock. Terlebih dengan hasil buruk yang diraih Vettel di Inggris tentunya membuatnya sangat ingin menebusnya di tanah kelahirannya ini.

Pada sesi latihan bebas pertama, seorang pebalap Jerman, tapi bukan Vettel tampil menggebrak sebagai pebalap tercepat. Sementara Vettel hanya berada di urutan ke-11 selisih 3.034 detik dari Adrian Sutil yang tampil sebagai pebalap tercepat pertama di sesi latihan bebas pertama ini dengan waktu 1:25.701. Sementara Mark Webber, rekan setim Vettel pun catatan waktunya tak terlalu memuaskan setelah hanya mampu berada di urutan tercepat ke-14 dengan waktu 1:29.048.

Vettel bangkit di sesi latihan bebas kedua. Meski ia masih kalah cepat 0.029 detik dari Alonso yang berada di urutan pertama tapi Vettel berhasil membalikkan keadaan di sesi latihan bebas ketiga di mana ia sukses menjadi yang tercepat di sesi latihan bebas terakhir ini diikuti oleh Alonso di tempat kedua dan Webber di urutan ketiga, selisih 0.605 detik dari Vettel yang mencatat waktu 1:15.103.

Di sesi qualfiying Vettel tampil makin percaya diri. Ia kembali sukses meraih pole dengan waktu 1:13.791 diikuti oleh Alonso di tempat kedua sementara Webber berada di urutan keempat di belakang Felipe Massa. Hasil ini tentu saja bukan hanya menggembirakan Vettel tapi juga para pendukungnya yang pastinya berharap pemuda Jerman ini bisa memenangi race di negerinya sendiri.

Tapi sayangnya selepas start, Vettel harus kehilangan posisinya yang diambil oleh Alonso. Meski ia telah menggeber RBR-nya hingga berhasil meraih fastest lap tapi ia akhirnya harus mengakui keunggulan Ferrari. Ia pun harus puas finish di urutan ketiga di hadapan publiknya sendiri sementara Ferrari berpesta setelah dua pebalapnya meraih kemenangan satu-dua. Bagaimanapun hasil yang diraih Vettel masih jauh lebih baik dibanding rekan setimnya, Webber yang mengalami akhir pekan yang tak terlalu menggembirakan setelah ia hanya bisa finish keenam di belakang Jenson Button.

Points of Authority
"wee, akhirnya bisa nyolong podium pertama dari Seb," ledek Webbo
 (foto aneh Webbo ini ada di situs ini)

Setelah meraih hasil yang tak terlalu menggembirakan di Hockenheim, RBR berhasil mengembalikan posisi mereka di Budapest, Hungaria yang menjadi saksi superioritas RBR. Sejak sesi latihan bebas, RBR sudah tampil perkasa dan menggentarkan rival-rivalnya. Sebastian Vettel tampil merajalela di sesi latihan bebas pertama dan kedua sementara di sesi latihan bebas ketiga, gantian Webber yang tampil sebagai pebalap tercepat pertama dengan waktu 1:19.574 sedangkan Vettel yang kalah 0.484 detik berada di urutan tercepat kedua di belakang Webber.

Di sesi qualifying persaingan antar rekan setim RBR ini kembali terjadi. Tapi kali ini Vettel yang memenangi pertempuran. Ia meraih pole-nya yang ketujuh di musim ini dengan torehan waktu 1:18.773 sementara Webber berada di urutan kedua di belakangnya selisih 0.411 dari Vettel. Tapi sayangnya lagi-lagi Vettel harus kehilangan posisi terdepannya saat race. Rekan setimnya melibas dan merebut posisinya disusul oleh Alonso sementara Vettel meskipun ia sudah menggeber tunggangannya semaksimal mungkin hingga ia meraih fastest lap di lap terakhir tapi hal itu tak mampu membawanya merebut kembali posisinya yang direbut rekan setimnya. Ia pun terpaksa puas hanya menghuni podium ketiga di belakang rekan setimnya, Webber dan Alonso.

Dust In The Rain
"Seb, diledekin tuh sama Webbo," kata orang di sebelah Vettel
(gambar ini ketemu dari situs ini)

Setelah hanya mampu meraih podium ketiga di Hungaria, persaingan Vettel di klasemen pebalap makin ketat. Memasuki GP Belgia ia hanya terpaut 6 poin dari Hamilton yang berada di urutan kedua klasemen sementara rekan setim Vettel makin kokoh di posisi puncak klasemen dengan 161 poin, unggul 10 poin dari Vettel yang menghuni tempat ketiga dengan total 151 poin. Untuk meraih hasil yang lebih baik, tak ada kata lain bagi Vettel selain meraih kemenangan di GP Belgia agar dapat meraih poin maksimal. Tapi sayangnya pencapaian Vettel di Spa Franchorchamps tak terlampau menggembirakan.

Sejak latihan bebas catatan waktu Vettel meski masih kompetitif tapi tak terlalu istimewa dibanding Mark Webber, rekan setimnya yang meskipun di sesi latihan pertama dan kedua catatan waktunya tak terallau mengesankan tapi berhasil menutup sesi latihan terakhir sebagi yang tercepat pertama denganw aktu 1:46.106 sementara Vettel berada di urutan tercepat ketiga di belakagn Hamilton dengan waktu 1:46.396.

Di sesi qulaifying kembali rekan setim Vettel yang tampil lebih gemilang. Webber mencatatkan waktu tercepat 1:45.778 yang berhasil mengantarkannya meraih pole ke-12 RBR musim ini sementara Vettel berada di urutan keempat, kalah kencang dari Hamilton dan Kubica yang meraih P2 dan P3 tapi ia masih lebih kencang 0.079 detik dari Button yang hanya mampu mencatat waktu tercepat 1:46.206 di sesi latihan terakhir sehingga hanya menempatkannya di P5 tepat di belakang Vettel.

Saat race nasib apes rupanya masih betah menggelayuti pebalap muda Jerman ini. Di tengah sirkuit yang basah diguyur hujan, Vettel kembali melakukan kesalahan fatal yang mengakibatkan kecelakaan antara dirinya dengan Jenson Button sehingga mengakibatkan juara dunia 2009 ini gagal melanjutkan lomba di lap 15 sementara Vettel masih bisa melaju meski ia terpaksa harus kehilangan banyak waktu dan walau ia sudah berjuang keras hingga akhir race, tapi ia hanya berhasil finish di urutan ke-15 yang artinya ia gagal meraih tambahan satu poin pun. Sementara rekan setimnya, Webber masih lebih beruntung walaupun ia harus kehilangan posisi pertamanya yang direbut Hamilton tapi ia masih bisa tersenyum di atas podium kedua. Tentu saja hasil di Spa Francorchamps ini tak menggembirakan kubu RBR tapi tak ada yang bisa mereka lakukan selain memperbaiki kinerja mereka agar dapat meraih hasil yang lebih baik di Monza, Italia.

Red Bull vs Prancing Horse
"Ya ampun, koq Ferrari bisa kenceng sih?", seru Vettel
 (gbr diambil dari situs ini)

Hasil buruk yang diraih RBR pada dua minggu sebelumnya di Belgia memacu RBR untuk tampil lebih baik di Monza, Italia. RBR kembali memperlihatkan "tanduk"-nya di sesi latihan bebas terakhir menjelang sesi qualifying GP Italia. Di tiga sesi latihan bebas catatan waktu Vettel pun bisa dibilang menjanjikan. Pada sesi latihan bebas pertama meski ia masih kalah kencang dari Button yang merajai sesi latihan bebas tapi catatan waktu yang diraih Vettel tak terlalu buruk. Dan itu terbutkti di sesi latihan bebas kedua dimana Vettel berhasil mengembalikan dominasi RBR dengan menjadi pebalap terkencang. Pada sesi latihan bebas ketiga atau yang terakhir, Vettel kembali hanya berhasil mencatatkan waktu tercepat kedua dengan waktu 1:22.545 kali ini ia kalah dari pebalap McLaren lainnya, Hamilton yang mencatatkan waktu tercepat 1:22.498.

Tapi di sesi qualifying, kejutan justru datang dari tim tuan rumah, Ferrari yang berhasil meraih pole lewat Alonso disusul oleh Button dan Massa sementara Webber hanya mampu meraih waktu tercepat keempat dengan waktu 1:22.433. Vettel sendiri hanya mampu meraih P6 dengan waktu 1:22.675 kalah cepat 0.052 detik dari Hamilton yang berada di P5.

Saat race meski sempat terjadi pergantian posisi antara Button dan Alonso tapi di akhir race posisi 1-3 tak berbeda dengan hasil di sesi qualifying. Yang istimewa meskipun Vettel gagal meraih podium tapi ia berhasil naik 2 posisi dan ia pun masih bisa tersenyum tipis setelah berhasil finish keempat sedangkan Webber bertukar posisi dengan Vettel setelah hanya mampu finish keenam, turun 2 posisi dari hasil yang didapatnya saat qualifying.

When The Sun Falls Down
Biar kalah yang penting gaya
(foto Webber mejeng ini ada di situs ini)

Memasuki race di GP Singapore, RBR berhasil mengemblaikan dominasinya pada saat sesi latihan bebas. Di sesi latihan bebas pertama, Mark Webber tampil sebagai pebalap tercepat dengan 1:54.589 diikuti oleh Michael Schumacher di tempat kedua selisih 0.119 detik dari Webber. Sementara Vettel berada di urutan tercepat keempat dengan 1:55.137. Tapi di dua sesi latihan berikutnya, ganti Vettel yang tampil merajalela. Pada sesi latihan bebas kedua Vettel menjadi yang tercepat dengan waktu 1:46.660 sementara rekan setimnya berada di urutan kedua, kalah kencang 0.627 detik dari Vettel. Di sesi latihan bebas ketiga Vettel kembali menjadi yang terkencang dengan waktu 1:48.028 diikuti oleh Alonso dan Hamilton di urutan kedua dan ketiga, sedangkan Webber berada di urutan tercepat keenam, selisih 1.184 detik dari rekan setimnya.

RBR melalui Vettel masih tampil gemilang saat sesi qualifying. Di sesi penentuan sebelum race ini, Vettel mencatat waktu tercepat 1:45.457 tapi sayangnya catatan waktu yang ditorehkan Vettel ini dipatahkan oleh Alonso yang tampil lebih kencang 0.067 detik darinya dan berhasil meraih pole sementara Vettel harus puas memulai start dari grid kedua di samping Alonso. Sedangkan Mark Webber barada di urutan kelima, ia lebih lambat 0.053 detik dari Button yang berada di urutan keempat dengan waktu 1:45.944.

Saat race ternyata Alonso dan Ferrari tak mampu terpatahkan oleh Vettel yang akhirnya harus puas finish di urutan kedua di belakang Alonso sementara Webber berhasil naik 2 posisi dan finish ketiga tepat di depan Jenson Button. Meski tak berhasil meraih podium utama tapi keberhasilan Vettel dan Webber meraih podium kedua dan ketiga cukup menggembirakan kubu RBR sebagai bekal tambahan semangat tim menuju race berikutnya di Suzuka, Jepang.

RBR Wheel On Fire
"S u z u k a... dibaca apa, Webbo?"
(foto aneh Vettel ini dari situs ini)

Menjelang GP Jepang persaingan di antara kedua pebalap RBR kian memanas. Keduanya memiliki kans untuk meraih gelar dunia pertama mereka meskipun Webber yang memiliki peluang lebih besar dengan posisinya di puncak klasemen pebalap. Persaingan kedua pebalap RBR ini sduah terasa sejak sesi latihan bebas. Vettel tampil meraja di sesi latihan bebas pertama dan kedua sementara Webber menguntit di belakangnya. Akibat cuaca yang amat buruk, sesi latihan bebas ketiga pun ditiadakan dan hanya dua pebalap saja yang sempat mencatatkan waktu yaitu Jaime Alguersuari dari Toro Rosso dan Timo Glock yang tampil di bawah bendera tim Virgin-Cosworth.

Cuaca buruk yang melanda sesi latihan terakhir ternyata terus berlanjut hingga sesi qualifying sehingga FIA pun akhirnya memutuskan untuk mengundurkan sesi kualifikasi ke hari Minggu pagi, beberapa jam saja sebelum race. Tapi rupanya semua kekacauan akibat cuaca itu tak mempengaruhi RBR untuk tampil mendominasi baik di sesi qualifying maupun saat race.

Seperti di sesi latihan bebas, di sesi qualifying pun Vettel tampil luar biasa dan berhasil meraih pole-nya yang ke-8 di musim ini. Ia mencatakan waktu 1:30.785 unggul 0.068 detik dari rekan setimnya, Mark Webber yang akan memulai balapan di grid kedua berdampingan dengan Vettel sementara di tempat ketiga ada Lewis Hamilton yang mencatat waktu 1:31.169.

Saat race kedua pebalap RBR ini melesat tak terbendung oleh pebalap lain di belakang mereka. Vettel terus memimpin hingga akhir race sementara Webber akhirnya finish di urutan kedua di belakang rekan setimnya sedangkan Hamilton terpaksa turun dua posisi setleah hanya berhasil finish kelima. Podium ketiga akhirnya diraih Alonso diikuti Jenson Button yang finish keempat di belakang pebalap Ferrari ini. Tambahan 43 poin bagi Red Bull pun makin mengukuhkan RBR di puncak klasemen konstruktor sementara Vettel makin memperkecil jarak perolehan poinnya dari rekan setimnya di klasemen pebalap.

Torn
Ini foto pebalap F1 apa pelatih ikan pesut, ya?

Kesuksesan RBR di Jepang sebenarnya masih bisa berlanjut di Korea setelah Vettel kembali berhasil meraih pole diikuti oleh rekan setimnya yang meraih P2 di belakangnya. Tapi berbeda dengan saat GP Jepang dimana cuaca buruk terjadi menjelang sesi kualifikasi dimulai. Kali ini hujan deras justru turun ketika race sehingga keadaan di sirkuit kacau balau dan balapan pun sempat ditunda akibat keadaan sirkuit saat itu dinilai bisa membahayakan keselamatan para pebalap.

Kesialan RBR dimulai ketika Mark Webber harus retire di lap 18 akibat kecelakan yang turut menyeret Nico Rosber dari Mercedes GP. SEmentara Vettel kala itu masih tangguh sebagai race leader meskipun mendapat ancaman dari Alonso dan Hamilton yang menguntit di belakangnya. Mimpi Vettel untuk mengukir hasil manis seperti di Jepang pun buyar setelah kegagalan mesin menimpanya di lap 45 sehingga ia terpaksa harus mengakhiri balapan tanpa meraup satu poin pun. Kubu RBR pun berkabung dalam duka setelah kedua pebalap mereka gagal melanjutkan lomba dan mereka pun batal mendapatkan tambahan poin. Sementara pesaing mereka, Ferrari justru bertempik sorak kala tungangan Vettel meleduk sehingga pintu bagi pebalap baru mereka, Alonso untuk meraih kemenangan di gelaran perdana GP Korea ini pun terbuka lebar. Di belakang Alonso, pebalap McLaren, Hamilton pun bersorak karena berhasil finsih kedua diikuti oleh Massa yang meraih podium ketiga. Sementara hasil baik pun dipetik Michael Schumacher yang sukses finish keempat di belakang Massa.

Kesalahan Webber di Korea ini pun harus dibayar mahal oleh pebalap Australia ini karena ia terpaksa kehilangan kesempatan meraih gelar dunia pertamanya setelah posisinya di puncak klasemen diambil alih oleh Alonso berkat kemenangannya di negeri ginseng ini.

Have a Little Faith
Lho, Vettel, kenapa tuh Alonso sama Webbo murung?
(gambar tragis ini dicomot dari situs ini)

Setelah mengalami mimpi buruk di Korea, kubu RBR memperlihatkan mental juara mereka dengan tak membiarkan hasil buruk di Korea itu mempengaruhi mereka. Buktinya di Sao Paolo mereka berhasil bangkit kembali dan tampil mendominasi di sepanjang sesi latihan bebas pertama dan kedua. Di dua sesi latihan bebas hari Jum'at itu seperti biasa Vettel tampil sebagai pebalap tercepat diikuti oleh Mark Webber, rekan setimnya. Pada sesi latihan bebas yang terakhir pada hari Sabtu, Vettel masih kalah kencang 0.309 detik dari Kubica yang berhasil mencatatkan waktu tercepat 1:19.191 sementara Webber berada di urutan ke-11 tepat di depan Michael Schumacher.

Saat sesi final qualifying kejutan justru datang dari rookie Williams, Nico Hulkenberg yang sukses meraih pole pertamanya dengan waktu tercepat 1:14.470, ia lebih kencang 1.049 detik dari Vettel yang meraih P2 sementara Webber menguntit Vettel di P3 dengan catatan waktu 1:15.637. Harapan RBR untuk kembali meraih poin maksimal pun kembali terbuka lebar untuk memantapkan mereka meraih gelar dunia pertama mereka.

Harapan RBR tersebut menjadi kenyataan. Saat race Vettel berhasil tampil gemilang dan finish di urutan terdepan diikuti Mark Webber dan Alonso di tempat kedua dan ketiga. Keberhasilan kedua pebalap RBR ini pun mengukuhkan Red Bull Racing sebagai juara dunia konstruktor 2010 sementara pesaing terdekat RBR di klasemen konstruktor, McLaren hanya berhasil mengumpulkan 22 poin setelah kedua pebalap mereka hanya mampu finish di urutan keempat lewat Hamilton dan Jenson Button di tempat kelima. Di sisi lain kemenangan Vetel ini makin memantapkan posisinya di klasemen pebalap meskipun rekan setimnya, Webber memiliki kans yang lebih besar untuk meraih gelar dunia. Tapi ternyata kondisi ini tetap tak membuat RBR memberlakukan team order terhadap Vettel agar memberikan dukungan sepenuhnya pada Webber untuk menghambat laju Alonso yang memiliki kans lebih besar untuk meraih gelar dunia ketiganya mengingat ia hanya perlu finish kelima di GP terakhir di Abu Dhabi.

Make It Happen
"Yes, juara dunia nih!," seru Vettel
 Sebagai GP terakhir, Abu Dhabi menyajikan segala yang diperlukan untuk membuat tampilan race terakhir ini menjadi ajang yang paling menarik. Meskipun RBR telah meraih gelar dunia konstruktor di GP Brazil tapi pastinya akan lebih istimewa bila salah satu dari pebalap mereka sukses meraih gelar dunia pebalap mengingat kedua pebalap mereka memiliki peluang yang sama besar untuk bisa meraih gelar dunia pertama bagi keduanya walaupun kans itu bergantung pada hasil akhir yang bisa diraih pebalap Ferrari, Alonso yang masih bernafsu untuk menambah koleksi dua gelar dunia yang telah diperolehnya pada tahun 2005 dan 2006.

RBR sebenarnya bisa lebih tenang bila saja memberikan dukungan sepenuhnya pada Mark Webber yang memiliki kans lebih besar dari Vettel untuk meraih gelar dunia pertamanya, menggenapkan gelar dunia konstruktor yang telah mereka raih di Sao Paolo tapi ternyata RBR memiliki skenario yang berbeda. Mereka lebih suka membiarkan kedua pebalap mereka bersaing secara adil. Meskipun Vettel memiliki peluang yang jauh lebih kecil dibanding Webber tapi ia datang ke Yas Marina dengan kepercayaan diri penuh.

Di sesi latihan bebas pertama Vettel telah memperlihatkan determinasinya yang tak surut oleh berbagai spekulasi di bursa taruhan. Ia tampil sebagai pebalap terkecang sementara rekan setimnya ada di urutan tercepat keempat dan pesaingnya dalam perebutan gelar, Alonso ada di urutan keenam. Di sesi latihan bebas kedua Vettel hanya mampu mencatatkan waktu tercepat kedua di belakang Hamilton sementara Alonso ada di urutan tercepat ketiga dan Webber di urutan keempat. Tapi di sesi latihan bebas terakhir Vettel kembali tampil meraja sebagai pebalap tercepat dengan waktu 1:40.696 lebih cepat 0.133 detik dari Webber yang berada di urutan kedua sementara Alonso ada di urutan keempat.

Dominasi Vettel ternyata berlanjut hingga sesi qualifying dimana Vettel sukses meraih pole-nya yang kesepuluh di tahun ini dari total 19 race yang digelar musim ini sementara Mark Webber hanya mampu meraih P5 di belakang Jenson Button. Namun meski Vettel berhasil meraih pole tapi peluangnya untuk meraih gelar dunia pertamanya masih terhambat oleh Alonso yang berhasil meraih P3 dan tanpa perlu usaha sekeras Vettel yang harus memenangkan balapan di Abu Dhabi ini, Alonso hanya perlu finish minimal di urutan kelima untuk memastikan gelar dunia jatuh ke tangannya.

Kendati Vettel sebagi pebalap muda masih kerap melakukan kesalahan pada balapan-balapan sebelumnya yang berakibat merugikan dirinya sendiri tapi di balapan penentu ini, Vettel berhasil memperlihatkan kualitasnya sebagai pebalap papan atas. Sepanjang race ia tampil tenang dan memilih untuk bersikap nothing to lose saja dan hanya memfokuskan diri untuk tampil sebaik-baiknya tanpa perlu membebani dirinya dengan tuntutan untuk meraih gelar dunia.

Balapan makin menegangkan setelah posisi Vettel sebagai race leader sempat diambil alih oleh Hamilton dan Button sementara pesaing terdekat Vettel sendiri masih berkutat di belakang Vitaly Petrov, rookie dari Renault, tim yang mengantarkan Alonso meraih dua gelar dunia.

Setelah melewati perjuangan dan kerja keras akhirnya RBR dan Vettel pun berpesta saat Vettel berhasil meraih kemenangan di race terkahir musim balap 2010 ini terlebih kemenangan Vettel ini pun ternyata mengukuhkannya sebagai juara dunia 2010 mengalahkan Alonso yang akhirnya hanya bisa finish di urutan ketujuh di belakagn Petrov yang melakukan pertahanan dengan gemilang dari gempuran pebalap sekelas Alonso meskipun ia hanya seorang rookie. Sementara pesaing terdekat Vettel yang lainnya sekaligus rekan setimnya, Mark Webber finish di urutan ke-8 tepat di belakang Alonso dan mengantarkan pebalap Australia ini berada di urutan ketiga klasemen pebalap.

Tidak ada komentar: