Total Tayangan Halaman

Translate

Senin, 20 Februari 2012

Only Time (Review Balapan Michael Schumacher di 2011)

Musim 2011 bagi Michael Schumacher dan Mercedes memang masih belum memperlihatkan hasil yang sepadan dengan nama besar keduanya. Bila di tahun pertama kembalinya Schumi di arena balap F1, sang juara dunia tujuh kali ini babak belur dilibas rekan setimnya, Nico Rosberg yang sempat beberapa kali mencicipi podium kedua, sementara Schumi, sang pemecah rekor berbagai statistik sepanjang sejarah F1 tak sekalipun sempat menjejakkan kakinya di atas podium, bahkan perolehan poin Michael dan Rosberg terpaut jauuuuhhh sekali. Tapi semua itu masih bisa dimaklumi, Michael Schumacher sempat vakum 3 tahun sejak ia terakhir membalap di GP Brazil pada tahun 2006 silam, dan F1 sudah berkembang pesat sejak itu, terlebih pula, Mercedes, timnya bernaung kini, meski memiliki nama besar sebagai pabrikan besar dunia, namun tunggangan tim Mercedes saat itu merupakan hasil pengembangan dari tim Brawn GP yang bila dirunut ke belakang merupakan tim dadakan usai Honda, pabrikan terkenal asal Jepang memilih menarik diri dari F1. Jadi, ada banyak pemakluman atas hasil buruk Michael Schumacher dan Mercedes di tahun perdana kemitraan pertama mereka di ajang F1.

Mengingat nama besar Schumacher dan Mercedes, maka ada banyak asa yang menggunung terhadap dua nama besar ini di tahun kedua mereka yaitu pada musim 2011 lalu. Terlebih dengan penambahan jumlah saham Daimler AG yang merupakan induk perusahaan Mercedes di tim ini sehingga total saham yang dimiliki Daimler sebesar 60% sementara 40% sisanya dimiliki oleh Aabar Investment.

Sempat terpercik harapan akan kembalinya Super Schumi merajai jagat Formula One saat sang juara dunia tujuh kali ini mengukir catatan waktu tercepat di sesi latihan pra musim. Tak urung, catatan gemilang Schumacher di sesi final test pra musim di Barcelona, Spanyol pun memberikan harapan pula bagi sang superstar F1 ini untuk kembali merasakan manisnya berada di podium yang masih jauh sekali dari jangkauannya sejak ia kembali ke ajang olahraga ini. Bahkan ayah dua orang anak ini pun sempat memuji meski masih belum berani menyatakan tunggangan timnya merupakan yang terbaik, ia saat itu masih tetap merasa Red Bull masih memiliki mobil terbaik, namun Schumi kala itu berani menyatakan bahwa Mercedes bisa menjadi yang kedua.

Sayangnya, harapan tinggal harapan. Seiring waktu berlalu, saat balapan demi balapan digelar. Hasil spektakuler Schumi di sesi uji coba pra musim 2011 tak bisa terulang di sepanjang 19 balapan yang digelar tahun 2011 silam. Walau begitu ada banyak catatan bagus yang ditorehkan Schumi pada tahun keduanya bersama Mercedes. Walaupun ia masih juga belum bisa meraih podium, namun penampilan Schumi di beberapa race menunjukkan kualitasnya sebagai seorang pebalap kelas atas. Berikut adalah sepenggal kiprah Michael Schumacher bersama Mercedes di sepanjang tahun 2011 silam.

Sesi Ujicoba Pra Musim 2011

Sedianya sesi ujicoba pra musim 2011 akan dilangsungkan di Valencia (2-3 Pebruari), Jerez (10-13 Pebruari), Barcelona (18-20 Pebruari), dan terakhir di Bahrain yang untuk pertama kalinya akan menggelar sesi ujicoba pra musim balap yang semula dijadwalkan pada tanggal 3-6 Maret sebelum balapan perdana musim 2011 akan berlangsung di negeri tersebut pada 13 Maret. Namun berhubung terjadi krisis politik di negeri tersebut sehingga situasi di sana dinilai tidak kondusif maka sesi ujicoba di Bahrain pun urung dilangsungkan. Bahkan balapan di sana pun turut dibatalkan. Sebagai gantinya, Barcelona mendapat dua kali jatah menggelar sesi ujicoba pra musim balap dimana sesi final ujicoba berlangsung pada tanggal 8-9 Maret.

Valencia (2-3 Pebruari 2011)
Hari pertama sesi ujicoba pra musim di Valencia ini bukan saja menjadi hari pertama tanda gema F1 mulai kembali berkumandang pada tahun 2011 itu, tapi hari itu juga dipilih oleh beberapa tim F1 untuk memperkenalkan mobil baru mereka. Di antaranya Red Bull, Toro Rosso, William, dan Mercedes yang menjadikan hari pertama sesi ujicoba itu sebagai hari launching tunggangan mereka untuk tahun 2011 yaitu Mercedes W02.

Hari itu Nico Hulkenberg yang menjadi test driver Force India menjadi pusat perhatian dengan merajai catatan waktu tercepat tapi popularitas Hulkenberg tak berlangsung lama karena sang juara dunia bertahan, Sebastian Vettel langsung mengambil alih dengan catatan waktu tercepatnya 1:13.769. Sang juara dunia bertahan ini menyelesaikan 93 lap di hari perdana sesi ujicoba. Sementara duo Mercedes di hari pertama itu hanya sempat beberapa lap saja menjajal tunggangan terbaru mereka.

Diawali oleh Rosberg yang menjajal W02 untuk pertama kalinya tapi harinya tak terlalu menggembirakan. Ia menjadi penyebab dikibarkannya red flag karena ia memarkir mobilnya di jalur start-finish. Anak Keke Rosberg ini hanya sempat menyelesaikan 9 lap saja dengan catatan waktu 2 detik lebih lambat dari Karthikeyan yang membalap untuk tim HRT dan menempatkan pebalap Mercedes itu di urutan ke-13.

Sorenya Michael Schumacher mengambil alih menjajal W02. Pebalap asal Jerman ini mencoba ban baru Pirelli dan sama seperti Rosberg, Schumacher pun hanya menjajal 15 lap saja dengan catatan waktu terbaiknya 1:16.450 yang menempatkannya di urutan ke-9.

Esoknya, catatan waktu yang ditorehkan Schumi pun hanya mampu menempatkannya di urutan ke-9, terpaut 1.3 detik dari Kubica dari Renault yang menjadi bintang pada hari kedua sesi ujicoba tersebut. Meski begitu, Schumacher mengaku puas dengan perkembangan W02 yang pada hari itu bebas masalah sehingga ia berhasil menyelesaikan 110 lap.
“I felt totally comfortable in the car immediately and noticed how much I missed driving since November,” ujar pebalap Mercedes ini.

Get the Engine Started

Jerez  (10-13 Pebruari)
Pada sesi ujicoba di Jerez, Michael Schumacher sempat menjadi bintang saat ia menjadi pebalap tercepat pada hari kedua sesi ujicoba. Ia mencatat waktu tercepat pertama dengan 1:20.352 disusul Massa dari Ferrari di urutan kedua dengan 1:20.413 dan Button dari McLaren di posisi ketiga. Meski begitu, Michael tak terlalu puas dengan hasil yang dicapainya itu, karena menurutnya catatan waktu tercepatnya itu tercipta berkat bahan bakar sedikit yang dibawanya tambahan pula ia menggunakan ban super soft.

Esoknya, di hari Sabtu, Michael mencatat waktu tercepat kedua dan total menyelesaikan 226 lap sepanjang sesi ujicoba. Hasil ini membuat Ross Brawn, bos tim Mercedes sekaligus salah satu tokoh kunci di balik serangkaian kesuksesan Michael Schumacher selama ini menyampaikan pujian terhadap pebalapnya ini yang dinilainya memberikan sejumlah masukan berharga bagi tim untuk melakukan pengembangan sebelum mereka menuju Barcelona untuk melakukan sesi ujicoba ketiga.
“Michael had the better of the reliability in Jerez where he completed 226 laps in total, and this has provided us with the wealth of data to study prior to Barcelona,” kata Brawn memuji penampilan Schumacher.

Meski begitu, Brawn pun tak menampik penampilan Mercedes yang memang masih berada di titik kritis dan mengalami kesulitan dalam hal daya tahan mobil. “Reliability is our main challenge at the moment,” aku Brawn, namun bos tim Mercedes ini pun tetap menyatakan keyakinannya terhadap penampilan timnya di tahun 2011 ini.

Barcelona (18-21 Pebruari dan 8-12 Maret)
Keyakinan Brawn itu terjawab pada sesi final ujicoba pra musim 2011 di Barcelona, Spanyol. Pada tanggal 11 Maret 2011, Michael Schumacher kembali menghiasi headline setelah ia mencatat waktu tercepat. Hasil yang dicapai Michael tersebut berkat pengembangan yang dilakukan tim sebelum sesi ujicoba di Barcelona.

Pada hari Kamis malam, kubu Mercedes di Barcelona mendapat kiriman dari markas besar mereka di Brackley. Kiriman tersebut adalah paket terbaru W02 yang telah mengalami pengembangan berdasarkan masukan kedua pebalap mereka sejak debutnya di Valencia.

Esoknya, pada hari Jum’at, Michael Schumacher mendapat kehormatan menjadi yang pertama menjajal W02 yang telah mengalami pengembangan di area front wing, brake ducts, dan perubahan di bagian bargeboards. Hasilnya, Michael Schumacher sukses menjadi yang tercepat hari itu dengan catatan waktu 1:21.249 dan menyelesaikan 67 lap. Disusul Alonso yang menyelesaikan 141 lap di tempat kedua sementara Rosberg yang hanya menjajal 22 lap saja menjadi yang tercepat ketiga di belakang Alonso.

Hasil yang dicapai Schumacher pada hari Jum’at, 11 Maret itu tak pelak menempatkan Schumacher menjadi pebalap paling cepat di sepanjang sesi final ujicoba di Barcelona walaupun dari jatah lima hari sesi ujicoba itu, Schumacher hanya turun selama dua hari saja yaitu pada tanggal 10 dan 11 Maret saja sementara rekan setimnya, Rosberg yang turun di tiga hari sesi ujicoba berada di urutan ke-4 dari total keseluruhan catatan waktu selama lima hari sesi ujicoba itu dengan waktu terbaiknya 1:21.788 pada hari ke-4 sesi ujicoba.

Walau Michael berhasil menjadi yang tercepat pada hari itu, namun lagi-lagi juara dunia tujuh kali ini tak mau terlalu sesumbar. Ia tetap menyatakan W02 masih belum bisa menandingi Red Bull meski hari itu Vettel yang merupakan pebalap Red Bull, catatan waktunya hanya berada di urutan ke 8 di belakang Alguersuari dari Toro Rosso. Tapi menurut Michael, Red Bull masih amat kuat. Meski menilik dari hasil hari itu, Michael merasa timnya bisa meraih kemenangan di satu atau dua race namun untuk menjadi juara dunia, sang legenda hidup F1 ini merasa timnya masih harus menunggu. Menurut juara dunia tujuh kali ini, tim-tim besar seperti Red Bull, Ferrari, dan McLaren masih menyembunyikan potensi mereka, dan semua kekuatan baru bisa terlihat di race perdana di Australia.

Race 1 : Australia (27 Maret 2011)
Race perdana musim 2011 akhirnya dimulai di Melbourne, Australia. Dengan semangat baru, seluruh tim memulai kesibukan ala Formula One tak terkecuali tim Mercedes yang digadang-gadang akan berhasil memecahkan kebuntuan mereka dan mampu meraih kemenangan di tahun kedua kembalinya mereka sebagai tim di ajang Formula One sejak mereka mengundurkan diri sebagai tim balap pada tahun 1950-an yang mana pada saa itu tim pabrikan Jerman ini sempat merajai F1 lewat kiprah pebalap Argentina, Juan Manuel Fangio.

Sayangnya penampilan gemilang tim Mercedes di sesi ujicoba Barcelona seolah menguap tak berbekas. Pada balapan perdana di Australia ini, Mercedes GP tak memperlihatkan greget seperti yang mereka tampilkan di sesi final ujicoba Barcelona. Di sesi latihan bebas pertama, Schumacher masih seperti tahun sebelumnya, kembali terbenam oleh rekan setimnya yang lebih muda. Namun di sesi latihan bebas kedua pada hari Jum’at sore, Schumacher berhasil membalikkan keadaan. Ia lebih unggul 0.858 detik dari Rosberg.

Namun esoknya, di hari Sabtu, Schumacher kembali mengalami hari yang tak terlalu mengesankan. Pada sesi latihan bebas ketiga di Sabtu pagi, ia masih lebih lambat 0.336 detik dari Rosberg dan saat sesi kualifikasi, lagi-lagi Michael kalah dari rekan setimnya. Ia gagal menembus Q3 dan akan memulai balapan dari P11 sementara Rosberg berada di P8. Namun mengingat catatan start Michael yang biasanya bagus dan bisa melompat beberapa posisi, sehingga hal ini tak terlalu merisaukan. Tapi apa daya, selepas start, di lap pertama, Schumi bertabrakan dengan Jaime Alguersuari dari Toro Rosso yang mengisi grid ke-12 di turn 3. Padahal start Michael sudah amat bagus. Ia berhasil menyalip Kobayashi yang start dari P9. Insiden ini memaksa Michael kembali ke pit karena mengalami puncture di ban kanan depannya sehingga membuat posisinya melorot ke urutan paling buncit. Dampak lanjutan dari tabrakan di lap pertama itu ternyata masih ada, floor W02 Michael mengalami kerusakan sehingga akhirnya tim memutuskan untuk memanggil Schumi masuk kembali ke garasi demi alasan keamanan.

Sementara Alguersuari masih bisa melanjutkan lomba meski sempat masuk pit untuk mengganti sayap depannya dan finish di urutan ke-13 namun dengan didiskualifikasinya duo Sauber akibat mobil mereka tak sesuai dengan regulasi, membuat posisi finish Alguersuari naik ke urutan 11 di belakang duet Force India, Adrian Sutil dan Paul di Resta. Apesnya Mercedes masih berlanjut dengan gagalnya pebalap muda mereka, Nico Rosberg yang juga harus retire akibat bertabrakan dengan Rubens Barrichello dari Williams. Tim Mercedes pun terpaksa pulang tanpa sempat meraih satu poin pun di race perdana musim balap 2011 ini.

Tentu saja hasil ini amat mengecewakan kubu Mercedes yang tampil cemerlang pada sesi ujicoba sebelum race perdana di Australia. Kekecewaan itu tersirat dalam wawancara Michael dengan BBC usai balapan di Australia.

“After winter testing coming to the first race we had expected certainly a different performance so naturally there is some disappointment,” ungkap Michael Schumacher pada BBC.

“I mean the times we did in testing were very clear and we had a good interpretation. We haven’t matched this performance here and we need to understand why that is and that is going to be the major job we have in front of us,” lanjut Schumi.

Sebelumnya usai sesi kualifikasi duet pebalap Mercedes ini terancam terkena penalti bersama Lewis Hamilton dari McLaren Mercedes, karena ketiganya saat kualifikasi dinilai menghambat pebalap lain. Hamilton dan Rosberg tergambar lewat video menghalangi Petrov (Renault) dan Perez (Sauber) saat Q2 sementara Schumi terekam menghadang laju Heidfeld saat Q1. Untungnya, ketiganya lolos dari ancaman penalty. Johnny Herbert, mantan pebalap F1 yang menjadi steward FIA di balapan Australia memutuskan untuk hanya memberikan peringatan saja pada ketiga pebalap tersebut dan menilai tak perlu memberikan penalty terhadap ketiganya.

Free Practice 1:
Schumacher          : 8th (1:28.690)
Rosberg                : 4th (1:28.152

Free Practice 2:
Schumacher          : 6th   (1:26.590)
Rosberg                : 10th (1:27.448)

Michael Schumacher’s Friday Quotes :

“My first impressions of the 2011 season are quite positive. We learned a lot today, and are more or less where we thought we would be, although it was quite windy and tricky to drive. We will sort out some issues on our car for the rest of the weekend but I am still happy with what we have seen here so far. I would like to give a compliment to the Pirelli tyres which worked very well here today.”

Free Practice 3 :
Schumacher          : 10th (1:26.856)
Rosberg                : 8th   (1:26.520)

Qualifying:
Schumacher          : 11th (1:25.971)
Rosberg                : 7th   (1:25.421)

Michael Schumacher’s Saturday Quotes :

“Clearly that was not an ideal start to the season, and I cannot deny that I am disappointed. It’s not about that KERS only worked intermittently or that I could probably have made it to Q3, but it is because our performance did not turn out as we expected. From our testing experience, we were around the pace of Ferrari, however this did not translate today. We faced more problems here than at the test with several issues throughout the whole weekend. We now have to look deeply into it to understand why it turned out to be like this, because for the moment we are not where we wanted to be.”

Race :
Schumacher          : Retired (lap 19) accident with Alguersuari (Toro Rosso).
Rosberg                : Retired (lap 22) accident with Barrichello (Williams)

Michael Schumacher’s Sunday Quotes:

“The start of the season certainly has not worked out as we had hoped, and we will tick this race off now and concentrate on the next one in Malaysia. I am very sorry for our guys here and at the factory who have worked so hard and so well over the winter, but for some reason we could not bring their work into results this weekend. As for the race itself, I had quite a good start but was then hit in turn three which punctured the right rear tyre and resulted in damage to the floor. As the damage was quite substantial, we decided to stop the car for safety reasons. It was an even bigger shame that Nico was then knocked out of the race as he could have scored some good points for the team. I still believe we have potential, as we saw during winter testing, and I am convinced we will fight back.”

Sabtu, 31 Desember 2011

Setitik Fiksi Dalam Realita


Hercule Poirot, salah satu tokoh detektif  terkenal ciptaan Agatha Christie, kerap berkata, "Gunakanlah sel-sel kelabumu yang kecil," kepada sahabatnya, dr Watson setiap kali menghadapi kasus yang pelik.

Otak yang disebut Poirot dengan sel-sel kelabu yang kecil ini memang salah satu keajaiban karya Sang Pencipta. Ada yang pernah mengatakan, otak merupakan dasar kehidupan, bukannya jantung, karena saat sel-sel neuron dalam otak mati maka sel-sel itu tak lagi bisa menyampaikan perintah ke seluruh anggota tubuh lainnya untuk bekerja, akibatnya jantung pun berhenti berdetak dan saat jantung berhenti bekerja maka suplai darah sebagai inti kehidupan pun berhenti mengalir, tapi masalah kebenarannya, entahlah.

Bahkan seorang atheis pun pernah mengungkapkan retorika aneh mengenai hubungan otak dengan Tuhan dengan bertanya, "Mana yang benar? Otak yang menciptakan Tuhan ataukah Tuhan yang menciptakan otak?"

Apa pun itu, otak memang merupakan masterpiece Sang Pencipta yang kusebut sebagai Tuhan. Aku pernah membaca, memori dan daya kerja otak manusia konon jauh lebih besar dari motherboard komputer sebesar lapangan bola sekalipun. Ajaib kan?

Ketika sahabatku mengusulkan untuk membuat project menuangkan apa yang ada dalam pikiran kami masing-masing setiap harinya dalam bentuk tulisan, aku pun langsung antusias. Berpikir dan menulis memang merupakan hal yang sulit dipisahkan. Meski penulis bukanlah pemikir apalagi penemu yang jenius, walau ada pula penulis yang juga merupakan penemu, tapi menurutku tak ada penulis di dunia ini yang tak suka berpikir. Bagiku pribadi, sebuah karya tulis sebenarnya merupakan hasil pemikiran mendalam seorang penulis, jadi bisa dibilang berpikir merupakan modal utama seorang penulis.

Tapi tanpa harus menjadi penulis apalagi penemu, seorang manusia sejak lahirnya sebenarnya sudah ditakdirkan untuk selalu berpikir, bermain-main dengan sel-sel kelabunya yang kecil.

Aku pernah membaca dalam sebuah buku yang mengatakan, "Pikiran dapat menciptakan neraka menjadi surga dan surga menjadi neraka." Bagiku inilah keajaiban daya pikir, keajaiban sel-sel kelabu kita yang kecil ini. Karena itulah aku melabeli project ini dengan "my grey area", karena dalam "my grey area" ini, ingin kuungkapkan semua yang sempat melintas dalam pikiranku, dalam sel-sel kelabuku yang kecil ini.

1 Desember 2011 

Siang:
Tingkat pendidikan tak serta-merta membuat seseorang menjadi cerdas. Karena cerdas yang sesungguhnya bukanlah mengenai betapa hebatnya seseorang yang dengan mudahnya memecahkan soal-soal pelik eksakta. Tapi kecerdasan seseorang seharusnya diimbuhi dengan kebesaran jiwanya untuk menghayati kehidupan lain di sekitarnya. Karena cerdas adalah tingkatan yang seharusnya bukan melulu soal peningkatan sel-sel otak, tapi juga jiwa. Karena tanpa perkembangan jiwa, bagaimana orang itu bisa disebut sebagai manusia?
Sore menjelang malam:
Tiba-tiba terpikir olehku, manusia, betapapun dingin seseorang dan bagaimanapun datarnya ekspresi seseorang, tapi kenyataannya tak pernah ada manusia yang miskin emosi, apalagi ekspresi. Karena emosi dan ekspresi adalah bagian dari jati dirinya sebagai makhluk hidup. Tanpa emosi, maka ia tak bisa dikatakan sebagai makhluk hidup. Karena sebagai makhluk hidup, ia memiliki hati yang menggerakkan emosinya dalam merasa, tersentuh, dan tenggelam dalam gelombang yang disebut sebagai kehidupan. Jadi hidup adalah soal menggerakkan hati dalam berpikir, bergerak, menggali kedalaman jiwa dalam perjalanan menuju kepada Sang Pencipta. 

2 Desember 2011
Si kaya dan si miskin = simbiosis ironisme. Si miskin berpikir bagaimana menjadi kaya. Si kaya berpikir bagaimana memanfaatkan si miskin untuk membuatnya semakin kaya. 

3 Desember 2011
"Challenge yourself and you'll be amaze with how much will you get." Kalimat tenar yang entah diciptakan oleh siapa. But for me: "Challenge yourself and you'll be drown in dehidrate." 

4 Desember 2011
Yeah! Michael Schumacher win the RoC National Cup for Germany team with Sebastian Vettel. Kemenangan ke-5 buat tim Jerman di RoC. Hopefully this is the good sign for next year. Really miss to see Michael win the Formula One race again. 

5 Desember 2011 
Sebel banget, ada anak abg tanggung nan songong. Ngerokok dalam angkot, ditegor malah ngepulnya makin jadi. Ngga keselek rokoknya tuh, biar nyaho! 

6 Desember 2011

Menjelang tengah hari: 
Langit Jakarta terus diliputi mendung, cuaca terasa lembab, dan otakku serasa membeku. Aku lelah berpikir. Orang bilang, hidup untuk dinikmati. Apa itu artinya mengistirahatkan otak? Jadi, tiba-tiba terpikir, bagaimana rasanya menjadi katatonik? Apakah otaknya juga terasa membeku? Ataukah sel-sel otaknya yang lebih suka berdiam? 

7 Desember 2011 
Ada banyak yang ingin kuungkapkan pada dunia, tapi sayangnya walaupun dunia begitu luas, tak cukup banyak yang bisa kunyatakan pada dunia.

8 Desember 2011
Ada sejuta kata yang bertebaran di sepanjang atmosfir, tapi hanya satu yang mampu kuungkapkan saat ini. KALUT...

9 Desember 2011
Christopher Melky,juara olimpiade sains dibunuh pengangguran. Ironis. Ada begitu banyak anak berbakat di Indonesia yang kemungkinan besar bisa memberi perubahan bagi bangsa ini tapi sayangnya angka kemiskinan di negeri ini jauh lebih tinggi. Ironisnya, kalau saja Melky tak tewas dibunuh, ada kemungkinan saat dewasa nanti ia bisa memberi perubahan bagi negeri ini yang bisa saja berimbas pada naiknya nilai kehidupan si pengangguran kalau saja ia tak membunuh si anak cerdas itu.

10 Desember 2011
Beberapa hari ini otakku rasanya blank. Rasanya pingin cepat-cepat berganti tahun, ngga sabar pingin nonton F1 lagi. Menatap layar tv dengan perasaan tegang sepanjang balapan sambil komat-kamit berdoa semoga jagoanku, Michael Schumacher bisa juara F1 lagi dan lebih gembira lagi kalo Schumi bisa nyabet gelar ke-8nya bersama Mercedes AMG.

11 Desember 2011
Aku tahu pikiranku bisa menipu dan ketakutanku mungkin saja hanya salah satu permainan pikiranku, tapi aku tetap tak bisa mengenyahkan ketakutanku, karena aku tak bisa berhenti berpikir, karena aku lebih takut membayangkan apa yang terjadi padaku saat aku berhenti berpikir.

12 Desember 2011

Sore: 
Langit mendung, angin kencang, hujan mengintai, dan nyatanya tetes-tetes pertama hujan benar-benar turun menetesi keningku. Menyegarkan, tapi sekaligus meresahkan, membuatku dan kebanyakan orang-orang di sekelilingku, mempercepat langkah kami agar tak sampai basah kuyup diguyur hujan.

13 Desember 2011
New day has come. Langit cerah, cuaca hangat nyaris terik siap menyengat, mengikis sisa-sisa hujan kemarin. Ah, very lovely day.

14 Desember 2011

Siang: 
 Matahari bersinar terang, cukup panas meski tak terlalu terik. Tapi ditambah kemacetan dan lalu lintas Jakarta yang semrawut lumayan bikin mangkel. Ngga heran RSJ di Jakarta full booked. Hehe.

15 Desember 2011

Siang:
Apa yang seharusnya terkubur mungkin memang seharusnya terkubur. Kebenaran memang selalu menyakitkan dan ada kalanya tak mengetahui jauh lebih baik, seperti seorang bayi yang terjaga kemurniannya dalam ketidakmengertian dan ketidakberdayaannya.
Sore: 
Dalam hidup mungkin ada banyak persimpangan jalan tapi semua jalan mengarah ke depan. Tak ada jalan mundur menuju ke arah belakang. Jalan mana yang kita pilih hari ini, mungkin baru akan kita ketahui ujungnya di masa depan dan saat itu pula baru kita rasakan dampak dari pilihan kita. Saat itu terjadi, mungkin kita akan menyesali jalan yang kita pilih dan mungkin kita akan menangisi jalan yang sudah kita pilih, lalu berharap waktu bisa diputar ulang. Berharap kita memiliki kesempatan memilih jalan yang berbeda, tapi sekalipun kita sampai mencucurkan air mata darah, kita takkan mungkin kembali ke belakang dan hanya bisa terus berjalan ke depan. Karena hidup merupakan proses perjalanan seorang manusia ke arah Sang Penciptanya.

16 Desember 2011
Saat terbangun kupikir semua akan berbeda, tapi ternyata tidak. Semua masih sama hanya apa yang baru kuketahui yang membuatku merasa berbeda dari biasanya.

17 Desember 2011
Otak dan hati tak selalu berjalan seiring, meski kadang hati membius nalar namun logika pada akhirnya mampu memaksa hati kembali berpijak.

18 Desember 2011
"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau." (Yer1:5)

Belakangan ini aku benar-benar tertegun dengan semua yang terjadi dalam hidupku. Semua doa yang kupikir takkan pernah terjawab ternyata terjawab secara ajaib. Aku benar-benar tertegun menyadari sesungguhnya Tuhan memiliki rencana pada setiap ciptaan-Nya bahkan sejak ciptaan itu belum terbentuk. And I really really feel blessed by His grace.

19 Desember 2011
Satu hari berlalu lagi dan satu hari baru siap menyapa. Cuaca pagi ini sedikit aneh. Sedikit terasa hangat berkat matahari yang bersinar cerah tapi angin yang berhembus kencang membuat cuaca terasa dingin dan lembab. Seaneh cuaca pagi ini begitu pula perasaanku yang terasa aneh.

20 Desember 2011
Lidah anatomi sederhana tanpa tulang. Terletak tersembunyi dalam rangka bernama mulut. Namun lidah begitu ajaib. Pada satu orang lidah bisa menggemakan kidung indah, bagai embun menenteramkan hati, tapi pada gema lidah yang sama bisa pula mengorekkan luka. Lidah, anatomi yang benar-benar ajaib.

21 Desember 2011
Sepuluh hari menjelang berakhirnya tahun 2011. Ada banyak yang bersliweran dalam benakku, tapi aku kesulitan mengumpulkan kepingan-kepingan semangatku yang rasanya makin menciut mengiringi waktu yang serasa bagaikan sprinter olympiade.

22 Desember 2011
Berapa persenkah kadar kewarasan yang dibutuhkan seseorang untuk dicap sebagai manusia waras?

23 Desember 2011
Hari ini rasanya lemes banget. Makin dekat ke akhir tahun, rasanya makin nelangsa. Lelah berusaha mengais semangat demi mewujudkan resolusi yang belum terpenuhi.

24 Desember 2011
Ada kalanya kumulai pagiku dengan sepatah kata yang menyeruak dalam benakku seperti pagi ini. Dari sepatah kata ini, tiba-tiba menyeruak untaian kata-kata lain yang membentuk barisan kalimat. Saat untaian kata ini makin bergemuruh bagaikan lautan kata yang kupikir akan segera menenggelamkanku, segera kuambil sehelai kertas dan pena, bersiap menuangkan lautan kata dalam benakku sebelum aku benar-benar tenggelam, tapi saat aku sudah bersiap menulis, aku hanya bisa terpaku menatap kertas putih di depanku. Kuhela nafasku, mencoba menuangkan satu kata pertama, tapi sia-sia. Satu menit berlalu, dua menit, tiga menit, empat menit, lima menit. Aku masih termangu menatap lembaran putih bersih di depanku. Akhirnya aku menyerah. Kuhembuskan nafasku dan segera bangkit, menyambar handuk dan berlari ke kamar mandi, bersiap memulai rutinitas pagiku yang membosankan.

25 Desember 2011
 It;s Christmas time!

26 Desember 2011
Lima hari lagi menjelang berakhirnya tahun 2011. Heran, karena setiap menjelang akhir tahun aku suka sekali menghitung hari-hari yang tersisa.

27 Desember 2011
Sakit kepala kembali menderaku, sakit umum yang amat biasa tapi terasa mengganggu. Entah apa yang bisa disalahkan atas sakit kepalaku. Terlalu banyak berpikir? Kurasa tidak. Mungkin karena cuaca aneh yang tidak jelas hari ini. Hari dimulai dengan mendung, tapi siang ini panas terik.

28 Desember 2011
Hari ini langit cerah, matahari lumayan terik. Meski aku sebenarnya lebih suka hujan, tapi setelah hujan lebat semalam rasanya cuaca hangat siang ini jauh lebih nyaman.

29 Desember 2011
Alarm memaksa mataku terbuka. Ingin rasanya berbaring lebih lama dan terlelap kembali hingga kantukku terpuaskan, tapi waktu tak pernah cukup bermurah hati. Seandainya Tuhan menciptakan malam jauh lebih panjang.

30 Desember 2011
Emosi benar-benar menguras energi, tapi manusia tanpa emosi? Mungkinkah? Waraskah?

31 Desember 2011
Saat terjaga, hujan sudah turun. Saat tersadar, ada sesuatu yang aneh bergejolak dalam hati. Hari terakhir di tahun 2011. Rintik-rintik hujan yang terus turun mengiringi matahari yang makin meninggi. Kelabu, tapi memberikan secercah harapan? Kebetulankah? Ataukah ini syarat dari Tuhan akan penyertaan-Nya di tahun mendatang? Sebuah janji Sang Khalik akan hari depan yang sekelabu apa pun akan tetap diiringi harapan. Selamat menjelang tahun baru.

Sabtu, 10 Desember 2011

Schumacher & Vettel, Duet Lintas Generasi


Sejak Michael Schumacher kembali ke ajang balap Formula One pada 2010 silam, ia memang belum sempat lagi satu kali pun menginjak podium F1, meski timnya Mercedes GP yang pada tahun depan akan berganti nama menjadi Mercedes AMG, bukanlah tim sembarangan. Penampilan terbaik Schumacher bersama Mercedes sepanjang dua tahun ini adalah hasil finish ke-4 di GP Kanada tahun ini.

Berbanding terbalik dengan Schumacher, sementara itu pamor bintang baru Jerman, Sebastian Vettel tengah terang benderang. Keberhasilan Vettel mempertahankan gelar dunianya tahun ini untuk yang kedua kalinya menjadikannya pebalap pertama yang berhasil meraih dua gelar dunia berturut-turut sejak tahun 2006 yang diraih Fernando Alonso bersama Renault. Sejak tahun 2006 juara dunia Formula One terus berganti, diawali oleh Raikkonen pada tahun 2007, setahun berikutnya Hamilton yang menyabet gelar dan pada tahun 2009, Jenson Button bersama Brawn GP yang sukses meraih gelar dunia dari tangan Hamilton. 

Namun bagaimana bila dua juara dunia asal Jerman itu disatukan dalam satu tim? Hasilnya adalah kemenangan yang mereka raih di ajang RoC pada hari Sabtu, 3 Desember yang lalu untuk tim Jerman. Memang duet mereka di ajang RoC atau Race of Champions ini bukanlah kali pertama. Dan kemenangan mereka pada hari Sabtu lalu ini juga bukanlah yang pertama kalinya. Di ajang RoC awal Desember silam, Schumacher dan Vettel berhasil mempersembahkan gelar dunia RoC bagi tim Jerman untuk yang kelima kalinya. 

Race of Champions adalah ajang balap yang diikuti pebalap-pebalap dari berbagai ajang balap mobil. Untuk tahun 2011, ajang RoC yang digelar di Dusseldorf, Jerman ini setidaknya ada sembilan pebalap F1 yang ikut berpartisipasi di ajang ini. Selain Michael Schumacher dan Sebastian Vettel yang membela tim Jerman, tercatat pula nama Jenson Button yang mendukung tim Great Britain. Selain itu ada pula Romain Grosjean yang berpasangan dengan Sebastian Ogier membela tim Prancis. Bahkan terdapat pula pebalap veteran F1, David Coulthard. 

Duet pebalap Jerman ini berhasil melaju ke final setelah berhasil mengalahkan tim Inggris (Great Britain) yang diisi oleh Jenson Button dan Andy Priaulx. Saat melawan Button, Schumacher sempat kalah tapi kemudian Vettel berhasil menumbangkan Button setelah pebalap Inggris itu melintir yang mengantarkan tim Jerman melaju ke final menghadapi tim Nordic yang dipunggawai oleh Tom Kristensen dan Juho Hanninen dan sukses merebut gelar juara RoC bagi tim Jerman untuk kelima kalinya.

Kemenangan di RoC mungkin tak semeriah saat menjuarai ajang F1, tapi tetap saja kemenangan ini pastinya amat berarti, terlebih lawan-lawan mereka merupakan pebalap-pebalap yang berasal dari berbagai ajang balap mobil dan pastinya bukanlah pebalap sembarangan. 

Bagi Michael sendiri kemenangannya bersama Vettel di ajang RoC ini amat istimewa terlebih kemenangannya di RoC ini merupakan salah satu dari sedikit kemenangan yang diraihnya belakangan ini. Ia juga mengungkapkan Sebastian Vettel dan dirinya merupakan rekan setim yang klop dan bisa saling mendukung dan bekerja sama hingga akhirnya berhasil meraih kemenangan bagi tim nasional Jerman.

"It's always a pleasure for us to be here and especially to win it. Sebastian and I are good mates and we work well each other and help each other. In the end it worked out right for us," ujar Michael Schumacher usai meraih kemenangan.

"Unlike him (Sebastian Vettel), this is one of the few wins I've had this year- apart from a few in karts," lanjut juara dunia F1 tujuh kali ini.

"There are so many great drivers here and we are all good in our own area. So this is just a nice competition and the social moments that we get to spend together behind the scenes are very special."

Sehari setelah kemenangan beregu mereka, keduanya lalu kembali harus berhadapan di kategori perorangan. Bila sebelumnya mereka bertanding secara tim, di hari Minggu, mereka harus saling bertarung satu sama lain. Di babak perdelapan final, Michael Schumacher berhasil mengalahkan juniornya, Sebastian Vettel dan melaju ke babak semi final. Sayangnya langkah Schumacher untuk bisa menuju babak final terhenti setelah di babak semifinal ia dikalahkan oleh pebalap Le Mans, Tom Kristensen. Namun di babak final, Kristensen harus mengakui keunggulan pebalap Rally, Sebastian Ogier. 

Meski kalah dari Ogier tapi rupanya Kristensen tetap berbangga hati, karena ia berhasil mengalahkan dua pebalap Jerman, Schumacher dan Vettel di hadapan publik mereka sendiri. Dan bagi Kristensen bisa mengalahkan duo pebalap Jerman itu terlebih di tanah mereka sendiri merupakan pencapaian yang luar biasa baginya. "It's almost better than Christmas," seru Kristensen.

Gambar dipinjam dari : France24

Rabu, 17 Agustus 2011

Indonesiaku

Hari ini genap 66 tahun Indonesia menjadi sebuah negara merdeka. Negara yang memiliki kedaulatan penuh dalam menentukan arah tujuan bagi bangsa dan rakyatnya. Enam puluh enam tahun yang lalu, nama Indonesia berkumandang ke seluruh dunia sebagai negara merdeka dan berdaulat lewat proklamasi kemerdekaan yang diserukan oleh Bung Karno didampingi Bung Hatta dan disaksikan oleh beberapa tokoh perintis kemerdekaan Indonesia.

Sebagai bagian dari negara merdeka bernama Indonesia ini tentunya nama Indonesia begitu fasih baik dalam lafal maupun pikiran kita. Tapi tahukah kita apa Indonesia itu? Sejarah perjuangan Indonesia mungkin pula begitu lekat dalam hafalan tapi bagaimana Indonesia tercipta, mungkin tak sedikit dari kita yang tak mengetahuinya.

Akupun semula sama sekali tak mengetahui sejarah nama Indonesia ini dan bagaimana nama ini menjadi sebuah identitas negara merdeka. Suatu hari di tengah kemacetan pagi yang sepertinya sudah menjadi menu sarapan sebagian besar warga Jakarta, ibukota Republik Indonesia, aku yang tak berniat merusak mood-ku dengan menggerutui kemacetan yang sudah terasa sebagai kelumrahan sebuah kota besar macam Jakarta, mencoba menikmati kemacetan dengan mengamati sekelilingku. 

Pandanganku langsung terpaku pada tulisan dengan huruf kapital berwarna merah pada stiker yang tertempel di kaca depan sebuah Colt Diesel kuning di dekat mobil yang kutumpangi. Tulisan itu sangat sederhana tapi memiliki arti yang mendalam. INDONESIAKU.

Aku tersenyum dalam hati saat membaca tulisan super nasionalis itu. Aku tak tahu apakah aku termasuk kategori orang yang kurang nasionalis karena senyum sinisku yang tersungging saat membaca tulisan itu. Dalam hatiku, tetap menyala semangat besar saat melihat, menyaksikan, atau mendengar hal-hal luarbiasa sehubungan dengan Indonesia (kecuali soal korupsinya yang juga super luar biasa) tapi sebagai sebuah bagian dari negeri ini, mungkin aku bukan satu-satunya yang miris dan sinis melihat masa depan negeri bernama Indonesia.

Namun tulisan ini terasa membekas dalam benakku, hingga iseng-iseng dan setengah skeptis aku membuka google dan mengetikkan kata Indonesia. Sebenarnya aku hanya penasaran saja, apa kira-kira yang bisa kudapatkan tentang Indonesia. 

Tapi ternyata aku malah mendapat materi yang sama sekali tak pernah kuduga. Asal muasal nama Indonesia. Sejarah yang tak pernah tercantum dalam buku-buku sejarah maupun pelajaran kenegaraan selama aku sekolah padahal sejarah lahirnya nama Indonesia amat luar biasa dan bagaimana nama ini diperjuangkan oleh para perintis kemerdekaan sebagai identitas bangsa kita, bisa jadi akan membangkitkan kembali semangat nasionalisme kita sebagai warga negara Indonesia. 

Ada pepatah, tak kenal maka tak sayang, maka tak ada salahnya di hari perayaan kemerdekaan negeri tercinta kita yang ke-66 tahun ini, kita mulai menggali kembali kecintaan kita pada negeri ini dan membangkitkan lagi semangat nasionalisme kita (yang mungkin hancur lebur berkat sikap sewenang-wenang beberapa pihak ditambah budaya tak tahu malu para politisi kita yang sama sekali jauh dari sikap negarawan sejati) dengan mengenal sejarah nama Indonesia hingga menjadi identitas sebuah negara merdeka. Identitas kita semua, bangsa Indonesia.

Nama Indonesia ternyata memiliki sejarah perjalanan yang cukup berliku, seperti sejarah bangsa ini dalam memperebutkan kemerdekaannya dari pemerintahan kolonialisme Belanda dan Jepang. 

Adalah James Richardson Logan, seorang pengacara kelahiran Berwickshire-Skotlandia, 10 April 1819 yang menciptakan nama Indonesia ini. Nama yang begitu akrab di telinga kita, rakyat Indonesia, tapi sama sekali tak kita ketahui sejarah kelahiran nama ini dan betapa berartinya nama ini bagi para pendiri negara kita dalam memperjuangkan kemerdekaan negeri ini. Kemerdekaan untuk kita semua, warga negara Indonesia.

Saat berumur 20 tahun, James Richardson Logan, lulusan sekolah hukum di Edinburg ini bersama saudara kandungnya, Abraham meninggalkan negeri mereka dan tiba di Penang, Malaysia pada tahun 1840. Mereka sempat pindah ke Singapura pada 1842 tapi James memutuskan kembali ke Penang pada 1853. Ia lalu membeli dan menjadi penyunting Penang Gazette, sebuah majalah journal ilmiah sementara Abraham tetap tinggal di Singapura dan mendirikan Singapore Free Press.

Pada tahun 1849 George Samuel Windsor Earl bergabung dengan majalah journal ini. Sebenarnya pula ide dasar nama Indonesia lahir dari pemikiran Windsor Earl (1813-1865), seorang etnolog asal Inggris yang juga merupakan mentor sekaligus kolega James Logan.

George Samuel Windsor Earl juga dikenal sebagai penulis buku The Eastern Seas dimana terminologi "Eastern Seas" mengacu pada kepulauan yang sekarang bernama Indonesia, Singapura, Brunei, Filipina, dan Malaysia. Pada 1939 Earl juga pernah menulis buku yang menjadi panduan pelayaran di Laut Arafura. Observasinya atas laut dalam ini bahkan digunakan oleh Charles Darwin dan Alfred Russel Wallace.

Pada tahun 1850, George Windsor Earl tengah mencari terminologi etnografis untuk menerangkan penduduk di kepulauan Hindia atau kepulauan Melayu. "... that branch of the Polynesian race inhabiting the Indian Archipelago" atau "the brown race of the Indian Archipelago." 

Ia lalu menciptakan nama "Indunesia" dan menuangkannya dalam artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian And Malay-Polynesian Nations di majalah JIAEA (Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia) volume IV.

Menurut Earl sudah saatnya bagi penduduk di kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama tersendiri karena sebutan Hindia dinilainya kurang tepat dan seringkali menimbulkan kerancuan dengan penyebutan India yang lain.

Nama Indunesia ciptaan Earl ini merupakan gabungan dua kata, "Indu" atau "Hindu" dan "Nesos" yang berasal dari bahasa Yunani, artinya "Pulau." Tapi Earl kurang sreg dengan terminologi ciptaannya ini karena ia menganggap kata "Indunesia" terlalu umum. Earl lalu menawarkan terminologi lain, "Malayunesians" yang dianggapnya lebih tepat karena penduduknya yang merupakan ras Melayu. Sementara istilah Indunesia dinilainya bisa digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa).

Logan menanggapi serius usulan koleganya ini. Ia juga menilai kepulauan ini memang harus memiliki nama yang khas karena istilah "Indian Archipelago" terlalu membingungkan. Tapi ia menilai istilah Malayunesia, usulan Earl juga kurang tepat dan lebih suka dengan nama Indunesia tapi ia mengubah sebutan itu menjadi "Indonesia". Menurut Logan istilah "Indonesian" lebih tepat dibanding kata "Malayunesians", terutama untuk pemahaman geografis dibanding secara etnologi.

Nama Indonesia pun lahir lewat tulisan Logan yang tercantum di halaman 254 pada majalah jurnal yang sama yaitu majalah JIAEA volume IV.

"Mr Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but I reject it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian islands or the Indian Archipelago. We thus get Indonesian for Indian Archipelagian or Archipelagic, and Indonesians for Indian Archipelagians or Indian Islanders."

Sejak itu pula, James Logan konsisten menggunakan nama Indonesia ini dalam tulisan-tulisannya hingga nama ini meluas ke kalangan ilmuwan etnologi dan geografi.

R. E. Elson dalam bukunya yang berjudul The Idea of Indonesia menulis bahwa James Logan adalah orang pertama yang menggunakan kata "Indonesia" untuk menerangkan kawasan ini. Logan menggunakan kata "Indonesia" atau "Indonesians" untuk menerangkan penduduk yang tinggal di kawasan ini. Dia membagi "Indonesia" dalam empat daerah, dari Sumatera hingga Formosa.

Namun nama "Indonesia" ini tak langsung populer. Terminologi ciptaan Logan ini baru terkenal saat Logan sudah tutup usia dalam usianya yang ke-50 tahun pada tanggal 20 Oktober 1869 di Penang dan dimakamkan di sana. Begitu pula dengan mentornya, George Windsor Earl yang tutup usia pada tahun 1965 dan dimakamkan di Penang.

Beberapa tahun setelah kematian Logan dan Earl, nama "Indonesia" mulai digunakan beberapa ilmuwan sosial meski nama ini masih belum terkenal luas.

R.E. Elson mencatat bahwa pada tahun 1877, E.T. Hamy, seorang antropolog Perancis menggunakan kata "Indonesians" untuk menerangkan kelompok-kelompok pra-Melayu di kepulauan ini. Pada tahun 1880 seorang antropolog Inggris A.H. Keane mengikuti jejak Hamy menggunakan istilah "Indonesia."

"Indonesia" baru mulai terkenal secara luas setelah seorang ahli etnografi terkenal dari Berlin, Jerman bernama Adolf Bastian menggunakan terminologi hasil buah pikir Logan ini. Bastian setuju dengan pendapat James Logan dan ia pun menggunakan nama "Indonesia" dalam karya klasiknya, Indonesien Oder die Inseln des Malayischen Archipel yang terdiri atas 5 jilid dan diterbitkan pada1884-1894.

Bastian yang merupakan salah satu tokoh akademisi terkemuka Eropa membuat nama Indonesia populer di kawasan itu. Bahkan ia mendorong professor-professor di Belanda untuk menggunakan terminologi ini. G.A. Wilken, professor di Universitas Leiden dan merupakan pengagum Bastian pada tahun 1885 pun menggunakan nama "Indonesia" untuk menerangkan Hindia Belanda. Selain Wilden, beberapa professor lain pun mulai mengikuti jejaknya dan turut mempopulerkan nama "Indonesia" ini termasuk H. Kern (ahli bahasa kuno), G.K. Nemann, C.M. Pleyte, Christiaan Snouck Hurgronje maupun A.C. Kruyt.

Dengan meluasnya nama "Indonesia" di Belanda, maka terminologi ciptaan Logan ini pun sampai pula ke telinga para tokoh pejuang kemerdekaan Hindia Belanda yang tengah dibuang ke negeri kincir angin itu. Bahkan pada awal abad 20 istilah "Indonesier" sebagai kata benda dan "Indonesich" untuk kata sifatnya, sudah tenar digunakan oleh para pemrakarsa politik etis, baik di Belanda maupun di negeri jajahannya, Hindia Belanda.

Sebelum nama Indonesia digunakan para pendiri negeri ini sempat muncul usulan dari Eduard Douwes Dekker (1820-1887) atau yang juga dikenal dengan nama samarannya, Multatuli, sempat mengajukan nama "Insulinde" artinya "Kepulauan Hindia". Nama ini berasal dari bahasa latin Insula yang berarti pulau, tapi nama ini kurang populer.

Puluhan tahun kemudian, cucu keponakan Multatuli, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950) atau yang juga dikenal dengan nama Dr. Setiabudi mengusulkan nama yang sama sekali tak ada unsur "India". Dia mengajukan nama "Nusantara" sebagai nama negeri ini menggantikan nama Hindia Belanda. Nama "Nusantara" ini sebenarnya bukanlah istilah baru bagi sejarah bangsa ini karena nama ini diambil Dr. Setiabudi dari kitab Pararaton yang dikenal merupakan catatan sejarah pada jaman Kerajaan Majapahit. Kitab ini ditemukan di Bali pada akhir abad 19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.

Namun istilah Nusantara pada masa Majapahit sebenarnya ditujukan bagi pulau-pulau di luar pulau Jawa mengingat istilah ini berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti luar atau seberang dan menjadi lawan kata dari Jawadwipa (pulau Jawa).

Karena itu pula Dr. Setiabudi memberikan arti baru bagi istilah "Nusantara" ini yaitu "nusa di antara dua benua dan dua samudra." Jadi dengan definisi "Nusantara" ala Dr. Setiabudi ini mencakup pula pulau Jawa di dalamnya sehingga istilah ini pun jadi sesuai secara letak geografis negara kepulauan ini.

Namun rupanya nama Indonesia yang dipopulerkan Adolf Bastian-lah yang jauh lebih populer terutama pertama kali oleh kalangan tokoh pemuda Hindia Belanda yang berada di negeri Belanda. Karena nama "Indonesia" populer lewat Bastian maka sempat pula timbul kesalahan pada masa itu yang mengira bahwa Bastian merupakan orang yang telah menciptakan nama "Indonesia" padahal bukan. Tapi memang tak bisa dipungkiri, Adolf Bastian merupakan orang yang telah membawa nama "Indonesia" terkenal. Indonesia yang pertama kali muncul dalam jurnal regional lewat tulisan Logan mendunia lewat Bastian hingga akhirnya nama inipun digunakan sebagai identitas sebuah negara merdeka.

Soewardi Soerjaningrat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ki Hadjar Dewantara merupakan orang pribumi pertama yang menggunakan nama "Indonesia" saat ia dibuang ke negeri Belanda pada tahun 1913. Ia dibuang ke sana karena tulisannya yang mengkritisi sikap pemerintah Hindia Belanda yang memaksa warga di negeri jajahan mereka itu memberikan sumbangan sebagai dana bagi perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis. Sikap pemerintah Hindia Belanda ini tentu saja menimbulkan reaksi keras dari kalangan nasionalis, salah satunya adalah Soewardi Soerjaningrat. Ia menulis "Een voor Allen maar Ook Allen voor Een" yang artinya "Satu untuk semua, tetapi semua untuk satu juga." Namun tulisan paling kritis Ki Hadjar yang paling terkenal hingga membuat telinga para pejabat Hindia Belanda panas adalah "Als ik eens Nederlander was" yang artinya "Seandainya Aku Seorang Belanda." Tulisannya ini dimuat dalam surat kabar De Expres pimpinan Douwes Dekker pada tahun 1913.

Ki Hadjar dalam tulisannya itu menulis antara lain, " Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas menyuruh si Inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa Inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikitpun baginya."

Karena tulisannya ini Ki Hadjar pun ditangkap dan atas persetujuan Gubernur Jenderal Idenburg, ia diasingkan ke Pulau Bangka (atas permintaan Ki Hadjar sendiri) tapi kedua rekannya, Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo protes hingga akhirnya mereka bertiga diasingkan ke Belanda pada tahun 1913. Usia Ki Hadjar saat itu baru 24 tahun.

Di Negeri Belanda, Ki Hadjar seperti tokoh-tokoh pemuda Hindia Belanda lainnya aktif dalam kelompok pergerakan demi memperjuangkan kemerdekaan di tanah air yang terhimpun dalam wadah bernama Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia) belakangan dengan populernya nama "Indonesia" ciptaan Logan di kalangan nasionalis maka nama kelompok pergerakan ini pun berubah menjadi Perhimpunan Indonesia.

Saat di Negeri Belanda, Ki Hadjar Dewantara yang waktu itu masih bernama Soewardi Soerjaningrat mendirikan biro pers dengan nama Indonesische Pers-Bureau di Den Haag pada bulan Nopember 1913. Biro pers ini semula didirikan Ki Hadjar sebagai mata pencaharian pribadi karena tunjangan dari pemerintah Belanda kepada keluarga Ki Hadjar kurang memadai. Belakangan kantor berita ini pun digunakan sebagai alat propaganda dan perjuangan pergerakan kemerdekaan para tokoh muda Indonesia di negeri Belanda.

Langkah Ki Hadjar ini pun menjadi tonggak baru para tokoh Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Tiga tahun setelah Ki Hadjar mengelola kantor berita ini, Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia) juga menerbitkan media perjuangannya, berupa majalah bulanan bernama Hindia Poetera yang kelak berubah nama menjadi Indonesia Merdeka.

Empat tahun setelah IP, biro pers bentukan Ki Hadjar ini, lahir pula kantor berita pertama di Indonesia bernama ANETA (Algemeen Nieuwsen Telegraaf-Agentscbap atau Keagenan Umum Berita dan Telegraf) yang didirikan pada tahun 1917 oleh wartawan Belanda, Dominique W. Berretty.

Setelah Ki Hadjar Dewantara mendirikan biro pers dengan menggunakan nama "Indonesia", tokoh-tokoh pergerakan perjuangan Indonesia lainnya yang ada di negeri Belanda pun mulai menggunakan terminologi ciptaan Logan ini. Nama "Indonesia" pun mulai menjadi salah satu alat perjuangan para nasionalis muda dalam meraih kemerdekaan di tanah air.

Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, yang kala itu masih merupakan seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, Belanda menjadi ketua organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda, Indische Vereeniging mengubah majalah mereka Hindia Poetera menjadi Indonesia Merdeka.

Dalam tulisannya, Bung Hatta menegaskan, "Negara Indonesia merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut 'Hindia Belanda'. Juga tidak 'Hindia' saja karena dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya."

Sementara itu di tanah air, nama Indonesia pun mulai digunakan oleh tokoh-tokoh pergerakan di dalam negeri. Dr. Soetomo mendirikan Studie Club pada tahun 1924. Kelompok-kelompok organisasi masyarakat yang semula menggunakan nama Hindia pun mulai menggantinya dengan nama Indonesia.

Puncaknya pada tanggal 28 Oktober 1928 nama Indonesia pun secara resmi ditetapkan sebagai nama negara yang akan merdeka ini dalam rapat pemuda-pemudi Indonesia yang terkenal dengan tiga keputusannya yaitu Sumpah Pemuda. Indonesia dan pergerakan perjuangannya atas penjajahan Belanda mulai memasuki babak baru. Indonesia kini telah memiliki nama sebagai salah satu dasar utama dalam pembentukan sebuah negara. Nama yang mencirikan identitas. Terbebas dari embel-embel nama negara kolonialis penjajahnya. Bahkan dalam rapat pemuda-pemudi Indonesia pada tahun 1928 itu selain penetapan nama Indonesia dinyatakan pula bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa. Sebuah ikatan yang akan mempersatukan gugusan pulau di negeri kepulauan ini menjadi satu kesatuan utuh dalam memperjuangkan sebuah negara merdeka.

Meski begitu, pemerintah Hindia Belanda, saat itu masih tak mengakui nama baru ini. Sebelum Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat atau DPR jaman pemerintahan kolonialis Hindia Belanda) yakni Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada pemerintah Belanda agar nama "Indonesia" diresmikan sebagai pengganti nama "Nederlandsche Indie", tapi tentu saja mosi ini ditolak pemerintah Belanda.

Tiga tahun kemudian, pada tanggal 8 Maret 1942, Indonesia jatuh ke tangan Jepang. Nama Hindia Belanda pun tak lagi digunakan. Jepang memberikan istilah To-Indo (Hindia Timur) bagi negeri jajahan baru mereka ini. Usia pendudukan Jepang di bumi Indonesia tak berlangsung lama. Setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia Kedua, kekosongan politik di tanah air digunakan oleh tokoh-tokoh pemuda dengan "memaksa" dua tokoh utama perjuangan Indonesia, Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta untuk memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Nama Indonesia sebagai sebuah negara merdeka resmi berdiri dan lagu Indonesia Raya yang pertama kali sempat diperdengarkan dalam kongres pemuda tahun 1928 akhirnya secara resmi pula berkumandang ke seluruh dunia sebagai lagu kebangsaan negara baru bernama Republik Indonesia.

Tahun ini negeri tercinta kita ini telah memasuki usia ke-66 tahun kemerdekaannya. Usia yang mungkin masih belia bagi sebuah negara, tapi usia ini terbilang matang bagi seorang manusia secara pribadi. Usia emas seorang manusia yang telah melalui begitu banyak kisah dalam perjalanan hidupnya. Usia yang membuat seorang manusia menjadi pribadi yang kaya akan pengalaman hidup.

Sama seperti negeri ini, usia 66 tahun merupakan usia yang sudah cukup matang bagi bangsa ini untuk bisa benar-benar menikmati kemerdekaannya. Kemerdekaan yang harus direbut dengan susah payah oleh para pahlawan negeri ini tak selayaknya dihancurkan oleh segelintir pihak.

Para pendiri negeri ini telah susah payah mengumandangkan nama Indonesia ke seluruh penjuru dunia sebagai sebuah negara merdeka dan berdaulat bukan sebagai negara kacau balau yang diisi oleh elite politiknya yang rakus dan korup hingga membuat Indonesia terkenal menjadi salah satu negara terkorup di dunia.

Para pendiri bangsa ini rela memberikan segala yang mereka miliki bahkan nyawa mereka sekalipun demi melihat negeri dan rakyat yang mereka cintai hidup di alam merdeka. Hidup di negeri yang berdaulat penuh lepas dari tindasan kaum imperialis dan kolonialis. Dan seharusnyalah pula para elite politik masa kini kembali berkaca ke masa lalu.

Sejarah bukanlah sekadar dongeng masa lalu pengantar tidur. Sejarah bukan pula untuk dilupakan karena sejarah seharusnya menjadi cermin bagi langkah kita di masa depan. Sebenarnya pula, langkah kita masa kini merupakan sejarah bagi masa depan.

John F. Kennedy memang pernah berkata, "Jangan tanyakan apa yang bisa negara berikan untukmu, tapi tanyakan apa yang bisa kau berikan bagi negaramu," tapi seharusnya pula negara memberikan kedamaian dan ketenangan dan keadilan sosial dalam arti sebenar-benarnya bagi rakyatnya. Karena tanpa rakyat, mustahil suatu negara bisa berdiri. Sama sulitnya dengan rakyat tanpa keberadaan negara.

Kurasa di antara dua ratus juta lebih penduduk negeri ini pastinya ada juga beberapa gelintir yang masih memiliki kecintaan yang murni pada negeri ini. Kecintaan yang bukan didasarkan pada materi, kedudukan, apalagi arogansi pribadi. Pada segelintir orang inilah nasib negara ini berada. Dan pada segelintir orang inilah kurasa masih ada harapan bagi berdirinya sebuah negara yang merdeka dan berdaulat, Indonesia Raya seprti yang dicita-citakan para pahlawan dan pendiri negeri ini.

Bukankah terlalu ironis bila negeri yang kemerdekaannya diperjuangkan dengan susah payah di atas tetesan darah dan air mata para pahlawan kita justru malah hancur di tangan anak negerinya sendiri?

Dan bersama mereka inilah, orang-orang yang masih memiliki hati tulus murni demi tegaknya Indonesia Merdeka seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa kita ini, aku ingin dengan bangganya menyebut negeri ini sebagai Indonesiaku. Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Indonesia yang bebas dari intrik-intrik politik kotor nan menjijikan. Indonesia yang bebas korupsi. Indonesia yang mampu mensejahterakan rakyatnya dan bukan para elite dan kelompoknya saja. Indonesia yang cerdas dan cermat dalam mengelola dan menjaga alamnya yang berlimpah. Indonesia yang mampu berdiri setara dengan bangsa-bangsa besar lainnya di dunia seperti impian para pendiri negeri ini. Indonesia yang sejahtera. Indonesia yang bisa menjadi kebanggaan setiap anak negerinya sehingga tanpa rasa malu bisa menyebut tanah airnya dengan penuh kebanggaan. Indonesiaku. Indonesiamu. Indonesia Raya. Dan semoga semua ini bukanlah mimpi di siang bolong.