Total Tayangan Laman

Translate

Rabu, 16 Februari 2011

Get Well Soon, Robert.

Gambar Robert Kubica dipinjam dari Wikipedia

Hidup memang ironis. Belum lama berselang ketika Kubica menarik perhatian publik F1 setelah ia berhasil mencatat waktu tercepat di hari terakhir sesi latihan bebas bagian pertama pra musim 2011 di Valencia yang berlangsung sejak tanggal 1-3 Pebruari silam. Beberapa hari kemudian Kubica kembali menjadi perbincangan tapi kali ini adalah berita duka. Pada hari Minggu tanggal 6 Pebruari Kubica dikabarkan mengalami kecelakaan saat tengah berlaga di ajang rally di Andora hingga ia harus dilarikan ke rumah sakit. Kelangsungan karir balap Kubica pun sempat berada di ujung tanduk. Akibat kecelakaan parah yang dialaminya ini, tangan kanan Kubica sempat dikabarkan harus diamputasi untuk menyelamatkan nyawanya. Namun untungnya dunia kedokteran sudah berkembang pesat sehingga tim dokter berhasil menemukan solusi menyelamatkan hidupnya sehingga pebalap Polandia ini tak perlu kehilangan tangan kanannya meski kemungkinan besar ia terpaksa absen di sepanjang musim 2011 ini.

Kecelakaan yang menimpa Kubica pun membuat Renault, tempat di mana Kubica bernaung mendapatkan kritikan dari berbagai pihak karena membiarkan Kubica mengikuti ajang rally yang dinilai berbahaya padahal musim balap F1 sudah hampir dimulai. Namun Renault meski merasa kehilangan pebalapnya yang bertalenta ini menyatakan bahwa alasan tim membiarkan Kubica mengikuti rally adalah karena ajang itu juga merupakan salah satu olahraga yang dicintai Kubica. Sementara Jakub Gerber, co-driver Kubica di Skoda Fabia yang tak mengalami luka serius seperti yang menimpa Kubica mengajukan kritiknya pada FIA, lembaga yang mengatur ajang olahraga motorsport yang dinilai kurang meningkatkan masalah safety di ajang rally seperti di F1. Dibanding F1 yang kini sudah jauh lebih aman memang tingkat safety di ajang rally dinilai masih amat minim.


Penyelamatan yang dilakukan terhadap Kubica pun dinilai lamban yang mengakibatkan kondisi Kubica yang terhimpit di dalam mobilnya makin parah. Setelah kecelakaan ambulans memang segera datang disusul petugas kebakaran. Mereka membutuhkan waktu lebih dari setengah jam untuk mengeluarkan Kubica. Namun kabarnya tim penyelamat pertama tak memiliki perlengkapan untuk menyelamatkan Kubica sehingga mereka harus menunggu tim penyelamat kedua. Ditambah lagi helicopter tak bisa mendarat di tempat kejadian sehingga Robert Kubica harus diangkut dengan ambulans untuk kemudian dinaikkan ke dalam helicopter yang lalu membawanya ke rumah sakit. Akibatnya banyak waktu yang terbuang. Sementara Jakub Gerner, co-driver Kubica berhasil menyelamatkan diri melalui jendela karena pintu mobil mereka macet dan tak bisa dibuka. Kekurangan dalam hal penyelamatan inilah yang menjadi bahan kritikan Gerner kepada FIA agar bisa meningkatkan segi safety di rally seperti yang dilakukan di F1.

Garner sendiri ketika ditanya penyebab kecelakaan itu apakah karena masalah mekanik ataukah human error alias kecerobohan Kubica, co-driver Kubica ini membela Kubica dengan mengatakan bahwa setiap pebalap pasti akan memacu kendaraan secepat mungkin dalam sebuah kompetisi untuk memenangkan balapan, begitu pula dengan Kubica, "Robert adalah tipe orang yang berpikir keras, selalu memperhatikan langkah di depannya. Ia sangat presisi, cepat, dan rapi. Seorang pebalap yang komplit," ungkap Gerner.

Sementara Mauro Morena yang berada tepat di belakang mobil yang dikendarai Kubica dan menyaksikan secara langsung apa yang menimpa Skoda Fabia di depannya mengatakan bahwa kejadian itu sangat mengerikan. Kubica sendiri saat dilarikan ke rumah sakit dikabarkan mengalami luka yang sangat serius dan hampir membuat lumpuh tubuh bagian kanannya.

Meski kabarnya Kubica membutuhkan waktu pemulihan setidaknya selama setahun yang artinya menutup peluangnya untuk membalap di musim 2011 ini namun mantan bos Renault, Flavio Briatore yang menjenguknya di Santa Corona, rumah sakit di Italia tempat Kubica dirawat memperkirakan bahwa Kubica setidaknya bisa membalap lagi dalam waktu enam bulan.

"Kubica merupakan orang yang sangat istimewa dengan kemampuan pemulihan yang luar biasa," ujar mantan bos Renault yang juga merupakan manager Mark Webber dan Alonso ini setelah mengunjungi Kubica. Berdasarkan kemampuan Kubica yang dinilai Flav amat luar biasa dalam memulihkan diri dan kebugaran pebalap Polandia itu, membuat Flav berani bertaruh bahwa Kubica bisa pulih ke performa terbaiknya dalam waktu lima atau enam minggu.

Namun salah satu dokter dalam tim dokter yang menangani Kubica, DR. Igor Rossello, seorang spesialis tangan menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan kapan Kubica bisa balapan lagi. Meski ia juga mengaku bahwa pebalap biasanya merupakan pasien istimewa yang memiliki kemampuan pemulihan jauh lebih cepat dibanding pasien biasa. Namun semuanya itu menurutnya bergantung pada tekad si pasien sendiri.

Sebagai contoh sang dokter mengajukan nama Alessandro Nannini yang mengalami luka parah namun hanya dalam waktu 3 tahun setelah lengan kanannya terluka dalam kecelakaan pesawat pada 1990 ia bisa kembali berlaga di ajang DTM karenanya bukannya tak mungkin Kubica pun bisa kembali berlaga di F1 dalam waktu yang singkat meski waktunya masih belum bisa diperkirakan secara pasti.

Kecelakaan yang menimpa Robert Kubica di ajang rally pada 6 Pebruari silam itu memang amat parah dan mengerikan namun sebenarnya Kubica pun pernah mengalami kecelakaan parah di F1 yang sempat membuatnya terpaksa absen beberapa race.

Di GP Kanada 2007, Kubica yang saat itu masih bergabung membela BMW Sauber mengalami kecelakaan menjelang hairpin di lap 27. Saat itu ia sempat bersinggungan dengan Toyota-nya Trulli. Dalam kecepatan 300.13 km/h (186.49mph) mobil Kubica menabrak barrier sehingga sempat dikabarkan kaki Kubica patah. Namun beberapa saat kemudian,bos BMW, Mario Thiessen mengabarkan bahwa Kubica tak mengalami luka yang cukup serius. Dan semua ini berkat tingkat safety yang bisa dinilai cukup tinggi dalam olahraga motorsport.

Meski begitu tak urung pula kecelakaan yang menimpa Kubica ini membuatnya terpaksa absen di GP USA dan posisinya digantikan oleh Sebastian Vettel. Kubica baru berlaga kembali di GP Perancis di mana ia berhasil meraih P4 di sesi kualifikasi dan menerima ITV Broadcaster Martin Brundle's driver of the day award.

Karir Kubica di F1 sendiri bisa dibilang cukup mengesankan. Pebalap kelahiran 7 Desember 1984 di Krakow, Polandia ini pertama kali membalap di F1 pada GP Hungaria 2006 menggantikan Jacques Villeneuve yang mengalami sakit kepala setelah kecelakaannya di GP Jerman. Pada debutnya ini Kubica berhasil tampil cemerlang dengan meraih P9 saat kualifikasi, mengalahkan rekan setimnya, Nick Heidfeld yang juga dikenal cukup kencang sementara saat race ia sukses meraih finish ke-7 namun didiskualifikasi setelah balapan karena berat mobilnya dinilai tak sesuai dengan ditetapkan dalam regulasi.

Seusai penampilan debutnya, kontrak Kubica bersama BMW Sauber kembali diperpanjang setelah Villeneuve memilih mundur dari F1. Kubica meraih kemenangan pertamanya saat GP Kanada pada tahun 2008 yang membuatnya sempat memuncaki klasemen pebalap saat itu. Tahun 2008 itu memang bisa dianggap sebagai salah satu tahun terbaik dalam karir Robert Kubica di mana pada tahun itu pula Robert berhasil meraih pole position pertamanya di GP Bahrain.


Pada tahun 2010 lalu, Kubica memulai kerjasama pertamanya dengan Renault dan berhasil tampil mengesankan. Di GP Australia tahun lalu ia sukses meraih podium kedua di antara Jenson Button dan Felipe Massa sementara ia juga sukses meraih podium ketiga sebanyak tiga kali yaitu di Monaco dan Belgia. Bahkan di Kanada, di mana ia meraih kemenangan pertamanya, tahun lalu ia meski gagal mengulang kesuksesannya meraih podium pertama seperti pada tahun 2008 silam namun di sirkuit dengan nama pebalap legendaris Kanada, Gilles Villeneuve ini, pebalap Polandia ini sukses mencatatkan fastest lap di lap 67 yang juga merupakan fastest lap pertamanya.

Tentu saja merupakan kehilangan besar bagi F1 bila sampai Robert Kubica harus mengakhiri balapnya dan pastinya juga sangat tak adil bagi pebalap Polandia ini. Meski ia tak setenar pebalap-pebalap papan atas lainnya namun bukan berarti Kubica tak memiliki talenta yang bisa mengantarkannya meraih gelar dunia dan sebenarnya pula kesempatan itu bisa saja datang untuk Kubica di tahun 2011 ini mengingat betapa bagusnya penampilannya bersama R31 di sesi latihan bebas bagian pertama yang digelar di Valencia pada 1-3 Pebruari silam. Namun sayangnya seperti yang sudah terjadi, Kubica terpaksa harus memendam lagi impiannya untuk memperebutkan gelar dunia demi memulihkan kondisinya setelah mengalami kecelakaan. Dan tragisnya posisinya kemungkinan akan diberikan kepada mantan rekan setimnya di Sauber, Nick Heidfeld yang tampil mengesankan petinggi Renault pada sesi latihan bebas bagian kedua pra musim 2011 yang dilangsungkan di Jerez pada 10-13 Pebruari kemarin dan di hari terakhir sesi latihan bebas di Jerez itu Heidfeld berhasil mencatat waktu tercepat yang menjadikannya sebagai calon kuat pengganti Kubica.


Meski Kubica terpaksa harus absen di musim 2011 ini semoga saja kecelakaan parah yang dialaminya di ajang rally itu tak merenggut kemampuan balap Kubica dan semoga pebalap Polandia yang oleh majalah F1 Racing pada edisi beberapa tahun lalu sempat dijuluki sebagai setengah biarawan setengah pembunuh yang maksudnya di balik sikap tenang pebalap Polandia ini tersimpan bakat luar biasa yang bisa membuat Kubica menjadi lawan tangguh, bisa kembali berlaga meramaikan jagat balap Formula One.

Demi memberikan dukungan bagi kesembuhan Kubica, tim-tim di F1 terutama Renault pada ajang sesi latihan bebas di Jerez menuliskan kalimat penyemangat dalam bahasa Polandia bagi Kubica di body mobil mereka yang bertuliskan: Polish 'szybkiego powrutu de zdrowia Robert' yang artinya Get Well Soon Robert atau Lekas Sembuh, Robert. Ya semoga saja Robert Kubica bisa segera pulih dan kembali membalap.      

Tidak ada komentar: