Total Tayangan Halaman

Translate

Selasa, 27 November 2012

The Lucky Number Seven

Bagi kebanyakan orang angka tujuh mungkin bukanlah suatu hal yg istimewa. Tujuh hanyalah sebuah bilangan dari deretan angka. Tapi bagi seorang Michael Schumacher, tujuh bagaikan sebuah takdir. Sebentuk bilangan yang menjadi rentetan angka menakjubkan dalam catatan statistik karir balapnya.

Berikut adalah beberapa hal seputar angka tujuh dalam rangkaian prestasinya di ajang balap Formula One yang kini menjadi sebuah legenda.

- 7 gelar dunia Formula One. Di luar semua kontroversi, pro-kontra, bagaimanapun 7 gelar dunia pebalap merupakan catatan rekor spektakuler yang pastinya membutuhkan kerja keras, disiplin, kemampuan/skill individu, determinasi, dan semangat pantang menyerah khas seorang juara sejati.

- 77 fastest lap. Sebagai pebalap tersukses F1, sulit rasanya menisbikan bakat istimewa seorang Michael Schumacher. Sejarahlah yang telah membuktikan bahwa Michael Schumacher memang merupakan pebalap yang sangat kencang.

- 7UP, Jordan 191, Ford V8, Spa Francorchamps, Belgia 1991, race start: 7th
Rangkaian angka tujuh pertama dari sebuah legenda.

Seperti yang sudah menjadi rahasia umum, Michael Schumacher memulai debut F1-nya bersama tim Jordan di GP Belgia 1991.

Mengendarai Jordan 191 yang didukung mesin Ford V8, Michael berhasil memukau publik di sesi kualifikasi dengan meraih posisi start di p7. Sayangnya di balapan, Michael harus retire di lap pertama karena masalah dengan mobilnya.
Meski begitu Jordan 191 yang didominasi warna hijau dengan logo besar 7UP, sponsor utama Jordan bersama Fuji Film ini tetap memiliki tempat istimewa dalam hatinya.
"You never forget your first taste of F1," ujarnya mengenang mobil F1 pertamanya ini.

- Mild Seven, Benetton, Ford, Renault RS7, 1994 dan 1995.
Gelar dunia pertama dan keduanya (dari total 7 gelarnya) direbut bersama Benetton.

Tahun 1994 Benetton didukung mesin Ford Zetec V8, Michael sukses merebut gelar dunia pertamanya yang berhasil dipertahakannya di tahun 1995 masih bersama Benetton yang kali ini mempercayakan mesin Renault RS7 V10 sebagai dapur pacunya. Meski didukung dua pabrikan berbeda tapi baik B194 maupun B195 sama-sama didominasi warna biru dengan logo Mild Seven sebagai sponsor Benetton kala itu.

- 7 gelar dunia, 72 kemenangan bersama kuda jingkrak, Ferrari, 2000-2004
Masa keemasan Michael Schumacher dan Ferrari.

Setelah berkali-kali nyaris meraih gelar dunia ketiga (yang paling menyesakkan adalah pertarungan di musim 1997), dengan beragam momen-momen pahit juga manis, akhirnya Michael Schumacher mampu meraih lima gelar dunia beruntun sejak 2000-2004 bersama Ferrari yang menggenapkan total perolehan gelar dunianya menjadi 7 kali.

Selama sembilan tahun kebersamaan mereka, Michael Schumacher sukses melompat sebanyak tujuh puluh dua kali di atas podium utama bersama tim kuda jingkrak ini.

- Last Race: GP Brazil 2012, Interlagos, Sao Paolo, Mercedes, car no. 7.

Akhirnya setelah melalui 307 balapan sepanjang 21 tahun karirnya di F1, Michael tiba juga di titik perhentiannya di dunia olahraga yang dicintainya ini. Sirkuit Interlagos, Brazil menjadi sirkuit terakhir yang menyaksikan kepergian sang petarung tangguh ini menggenapkan jumlah startnya menjadi 308 balapan.

Masa tiga tahun comeback-nya ke F1 bersama Mercedes memang jauh dari harapan. Ia hanya mampu naik podium satu kali di Valencia usai finish ke-3 dan sempat meraih pole di Monaco 2012, sayangnya akibat insiden tabrakannya dengan Senna di Spanyol, maka Michael terkena penalti turun lima grid dari posisi pole saat start yang sekaligus juga mengandaskan harapannya meraih kemenangan bersama .Mercedes.

Walau Michael lebih banyak didera masalah dengan mobilnya, tapi aksi terakhirnya di Interlagos, Brazil hari Minggu kemarin memperlihatkan bahwa Michael Schumacher memang merupakan seorang petarung terbaik, jika bukan pebalap terbaik, seperti ucapan para pengkritiknya.

Start dari grid 13, selepas start Michael sempat melesat ke p11 tapi kemudian masuk pit mengganti ban yang membuat posisinya melorot ke urutan paling buncit. Belum lama berselang, Michael harus masuk pit lagi karena terkena puncture (hal yang persis sama terjadi di GP Brazil 2006 yang kala itu merupakan GP terakhirnya sebelum akhirnya ia memutuskan kembali ke F1 bersama Mercedes pada tahun 2010) dan membuatnya tetap berada di p20.

Tapi ia memperlihatkan semangat tempur khas seorang Michael Schumacher yang tak kenal menyerah. Perlahan tapi pasti posisinya terus merangsek naik. Sirkuit Interlagos yang terus menerus diguyur hujan merupakan, setting panggung terbaik bagi seorang bintang besar macam Michael Schumacher, Sang Rain Master, hingga akhirnya ia berhasil membawa mobil Mercedesnya dengan no. urut 7 ini menuju garis finish di urutan ke-7.

Entah apakah semua rentetan angka tujuh itu merupakan takdir atau tidak. Satu hal yang tak bisa dipungkiri, betapa ajaibnya semua rangkaian angka tujuh ini berperan dalam karir balap f1 seorang Michael Schumacher.

Berawal dari start ke-7 di atas mobil hijau dengan tulisan 7UP dan berakhir dengan finish di urutan ke-7 di atas mobil silver metalik dengan no. mobil 7.

Sabtu, 25 Agustus 2012

Michael Schumacher Menuju Kemenangan Ke-92-nya di Spa Francorchamps

Sebulan lamanya deru hingar bingar Formula One sejenak terhenti walau berbagai kisah dari dunia balap paling spektakuler sedunia ini tetap berlangsung, tapi bagi penggemar F1 dan pelaku F1 sendiri tentunya yang paling berharga adalah pertarungan di sirkuit. Untungnya penantian itu akan segera berakhir. Seminggu lagi, tepatnya tanggal 2 September 2012, para pecinta dan pelaku F1 akan kembali berdenyut dan kali ini sirkuit Spa Francorchamps, Belgia yang mendapatkan kehormatan sebagai panggung utama bagi para bintang F1 memperlihatkan pesona mereka setelah sebulan lamanya mereka beristirahat, merevisi ulang kekuatan dan semangat tempur mereka. Hal yang benar-benar patut dinanti oleh para penggemar dunia balap jet darat.

Spa Francorchamps bukan hanya sirkuit kecintaan para pebalap F1 di mana kebanyakan pebalap F1 mengaku Spa Francorchamps merupakan salah satu sirkuit terbaik di dunia. Perpaduan antara keindahan pemandangan alam khas Eropa Barat dengan lay out sirkuit yang bukan hanya mampu memacu adrenalin tapi juga menguras seluruh skill individu para pebalap itu sendiri. Tapi bagi penggemar Michael Schumacher, Spa Francorchamps tentunya amat berkesan terlebih bagi sang juara dunia tujuh kali ini sendiri. 

Ada banyak kisah heroik dan manis bagi Michael Schumacher di sirkuit kebanggaan publik Belgia ini. Debut pertamanya, kemenangan pertamanya, gelar dunia dan berbagai kemenangan manis direngkuhnya di sirkuit ini. Tak heran bila Michael Schumacher mentahbiskan sirkuit Spa Francorchamps ini bagaikan "ruang tamu-nya" dan merupakan sirkuit nomor satu di dunia baginya.

Tahun ini Spa Francorchamps pun bersiap menjadi pelaku dan saksi sejarah baru bagi seorang Michael Schumacher. Tahun lalu di saat penampilannya tak terlalu mengesankan, Spa Francorchamps bagaikan titik balik bagi Schumi yang menandakan dua puluh tahun keikutsertaannya di balap F1. Sejak balapan di Belgia, perolehan poin Michael di paruh kedua musim balap tahun lalu melesat bahkan hampir mengungguli rekan setimnya. Tahun ini, Michael kembali berniat mengukir kembali kenangan manisnya bersama sirkuit Spa Francorchamps terlebih balapan di Belgia pekan depan akan menandai keikutsertaannya dalam balap F1 yang ke-300. Tak heran bila Michael berharap untuk tampil mengesankan di GP Belgia pekan depan.

Tahun lalu, Mercedes berhasil mengejewantahkan harapan Michael untuk tampil spektakuler di peringatan 20 tahun kiprahnya dalam dunia balap F1. Tahun ini Michael berharap Mercedes bisa kembali memenuhi harapannya itu dalam peringatan GP ke-300-nya. Bukan harapan kosong sebenarnnya, mengingat tipe high speed dari sirkuit Spa Francorchamps ini seharusnya amat cocok dengan mesin Mercedes.

"The fact that I will also take part in my 300th grand prix at Spa was somehow almost inevitable and we will have to celebrate it in the right way. I'm proud to be just the second driver in the history of the sport to reach this milestone and there's no question that we are looking to have a particularly nice weekend", ujar juara dunia tujuh kali ini seperti dilansir dari Autosport.

"We delivered a good performance in Spa last year; I'll be doing everything possible to drive a strong race," tegasnya.

Tahun ini meski penampilan Michael masih tak secemerlang seperti aksinya di babak pertama karir F1-nya, namun dengan finish ketiga yang diraihnya di GP Eropa, Valencia ditambah performa tim Mercedes yang sebenarnya jauh lebih baik dibanding dua tahun sebelumnya, meski di beberapa balapan terakhir performa Mercedes merosot jauh, semoga saja dengan masa cuti sebulan telah memberikan suntikan semangat baru bagi tim pabrikan asal Jerman yang bermarkas di Inggris ini sehingga mampu melakukan pengembangan dan terobosan baru di balapan GP Belgia nanti. 

Dua tahun terakhir ini kiprah Michael Schumacher memang tak terlalu cemerlang sehingga membuat pebalap-pebalap muda termasuk Sebastian Vettel mulai meremehkannya, tapi Michael Schumacher tetaplah Michael Schumacher. Sebagai seorang pejuang tulen, Michael Schumacher tak pernah berhenti kehilangan semangat juangnya. Asalkan timnya, Mercedes mampu memberikan senjata yang tepat maka dunia akan melihat kembali aksi memukau ayah dua orang anak ini.

Sebagai seorang penggemarnya, aku sendiri tak pernah berhenti berharap bahwa kilau bintang pujaan ini akan bersinar kembali seperti pertama kali ia memukauku dengan aksi spektakulernya. Dan kuharap Spa Francorchamps bersedia kembali menjadi panggung yang mampu memperlihatkan kilau bintang besar ini dan bila saja Mercedes mampu memberikan tunggangan sebaik saat di GP China (untuk Nico Rosberg, rekan setim Michael Schumacher), bukannya tak mungkin Spa Francorchamps akan kembali menorehkan sejarah baru bagi Michael Schumacher untuk meraih kemenangan ke-92-nya.

Jumat, 17 Agustus 2012

Merdeka ... atau ... mati?!

Tujuh belas Agustus, tanggal keramat bagi bangsa Indonesia. Rasanya aneh bila sebagai bagian dari rakyat Indonesia tak mengetahui tanggal bersejarah ini, terlebih biasanya jauh-jauh hari gema momen Agustus-an sudah berdengung sebelum tanggal Tujuh Belas itu sendiri, meski tahun ini gemanya tak seramai tahun-tahun sebelumnya mengingat tahun ini Tujuh Belas Agustus bertepatan dengan Ramadhan dan hanya berjarak beberapa hari saja menjelang Hari Raya Idul Fitri, sehingga kebanyakan anak bangsa lebih sibuk menyiapkan momen Idul Fitri.

Unik juga sebenarnya, mengingat bagi umat muslim, Idul Fitri berarti hari kemenangan, pas sekali dengan makna dari tanggal Tujuh Belas Agustus itu bagi bangsa Indonesia sebagai hari yang menandai kemerdekaan bangsa Indonesia yang artinya juga merupakan hari kemenangan. Kemenangan bangsa Indonesia dalam upaya panjangnya merebut kemerdekaan dari penjajahan bangsa asing. Kemenangan bangsa ini dalam memperjuangkan harkat martabat bangsa ini sebagai negeri baru yang berdaulat. Kemenangan bangsa ini dalam meraih entitas baru sebagai bangsa merdeka yang memiliki hak sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain. Dengan status baru sebagai negara merdeka, maka Indonesia memiliki kebanggaan untuk berdiri sejajar sama tinggi dengan bangsa-bangsa merdeka lainnya.

Enam puluh tujuh tahun sudah berlalu sejak Indonesia mengumandangkan kemerdekaannya ke seluruh dunia. Enam puluh tujuh tahun lalu Indonesia sempat mengguncang dunia. Sebuah negeri kecil di belahan Khatulistiwa yang begitu berani menetapkan garis hidup mereka sendiri. Berani memperjuangkan legalitasnya untuk hidup setara dengan bangsa lain sebagai bangsa merdeka. Berani menjadi pionir bagi negeri-negeri jajahan lain dalam memperjuangkan hak mereka sebagai manusia merdeka. Indonesia kala itu memang merupakan negeri impian. Indonesia, sang jamrud Khatulistiwa menyebarkan aroma semerbak ke seluruh penjuru dunia. Negeri indah, kaya raya, yang selama ratusan tahun tak berdaya melawan raksasa imperialis namun  memiliki tekad baja seperti Daud melawan Goliath. Indonesia menjelma menjadi legenda kepahlawanan yang membuat bangsa-bangsa lain berani berjuang membebaskan diri dari cengkeraman imperialis.

Merdeka. Kata berjuta makna yang dipekikkan bangsa ini enam puluh tujuh tahun lalu dengan rasa penuh haru. Impian yang menjadi nyata. Sebagai negara merdeka, Indonesia memiliki nilai sama dengan bangsa lain. Memiliki hak yang sama dengan bangsa lain sebagai negara merdeka. Itulah impian dari bangsa ini saat memproklamirkan kemerdekaannya enam puluh tujuh tahun lampau. Ironisnya, kata 'merdeka' itu masih tetap menjadi impian bagi negeri ini sekalipun sudah enam puluh tujuh tahun lamanya menyatakan diri sebagai negara merdeka.

Lantas apakah itu merdeka? Menjelang usianya yang ke-enam puluh tujuh, Indonesia yang dulu merupakan negeri impian dengan keberaniannya dalam memperjuangkan haknya sebagai manusia merdeka seperti para penjajahnya, kini bagaikan macan ompong dengan sejuta problem nasional yang sepertinya kian hari kian menumpuk bahkan keutuhan negeri ini yang terkenal dengan jajaran pulaunya dari Sabang sampai Merauke terancam terkoyak. Merdeka yang dulu dengan penuh kebanggaan dipekikkan bangsa ini kini bagaikan kata tanpa arti bagi jutaan anak bangsa ini yang masih mengais asa di bumi merdeka ini? Nyatanya pula kemerdekaan kini hanya tinggal jargon kosong. Lagu Hari Merdeka yang merupakan lagu wajib setiap perayaan Tujuh Belas Agustus pun tak lagi terasa keindahan dan kedalaman makna syairnya. Merdeka rupanya hanyalah kalimat mantera yang sejak dulu senantiasa membuai bangsa ini karena nyatanya negeri ini masih saja terjajah. Diperbudak oleh kerakusan, kearoganan, kemunafikan, kepicikan yang sebenarnya merupakan sifat dasar dari manusia. Sayang memang, enam puluh tujuh tahun lalu, para pendiri bangsa ini dengan kebesaran hati mereka bersatu padu memperjuangkan kemerdekaan negeri ini dari cengkeraman imperialis, namun sedihnya ternyata musuh utama bukanlah raksasa imperialis itu tapi hati manusia bangsa ini sendiri. Raksasa imperialis berhasil dihancurkan, tapi malangnya musuh utama bangsa ini yakni setan kekuasaan tetap membelit negeri ini hingga makna kemerdekaan itu bagaikan setitik cahaya di ujung lorong panjang nan kelam. Merdeka... atau... mati?! Entah sampai kapan pekik ini harus terus dikumandangkan bangsa yang telah menghirup udara merdeka ini akan terus didengungkan. Merdeka... atau... mati?!, renungan yang senantiasa menghias negeri ini bahkan hingga di hari jadinya yang ke- enam puluh tujuh. Entah perlu berapa puluh tahun lagikah bagi bangsa ini untuk benar-benar merasakan makna hakiki dari merdeka?

Sabtu, 28 Juli 2012

Resensi Cerpen All Over karya: Guy de Maupassant

Comte de Lormerin bagai diseret gelombang masa lalu saat melihat sepucuk surat dengan tulisan tangan yang amat dikenalnya. Seseorang yang dulu begitu dekat dengannya. Lise de Vance.

Dalam suratnya, Baronne de Vance atau yang semasa gadis dikenal bernama Lise namun Lormerin memiliki panggilan kesayangan untuknya yaitu Lison, mengatakan bahwa suaminya, di sini Lise mengingatkan Lormerin bahwa dulu, ia ia suka mengolok-olok suami Lise yang tua itu dengan sebutan "rumah sakitnya," sudah meninggal lima tahun yang lalu. Kini Lise kembali ke Paris untuk menikahkan putrinya yang sudah berusia delapan belas tahun.

Lise juga menyatakan keinginannya untuk bertemu kembali dengan Lormerin. Karenanya melalui surat itu, Lise mengundang Lormerin untuk makan malam bersamanya dan juga putrinya. Di akhir suratnya Lise menyapa Lormerin dengan panggilan kesayangannya, Jaquelet.

Jantung Lormerin berdegup kencang. Ia kembali terkenang pada wanita yang pernah menghiasi hatinya itu. Little Lise-nya yang juga suka dipanggilnya "Ashflower". Ia terkenang kembali dengan kecantikan Lise. Warna rambutnya juga matanya yang berwarna keabu-abuan. Tak dapat disangkal. Lormerin memang mencintai Lise. Ia suka saat Lise memanggilnya Jacquelet, nama kesayangan yang diberikan Lise untuknya.

Semua kenangan tentang Lise seolah menyerbu ingatan Lormerin. Ia pun teringat satu peristiwa ketika di suatu malam musim semi, Lise menemuinya, ia baru pulang dari pesta dansa. Lise masih mengenakan gaun malamnya, sementara Lormerin sendiri mengenakan jaket, dan mereka menyusuri Bois de Boulogne. Lormerin masih ingat aroma yang tercium dari parfum Lise atau mungkin itu aroma tubuh Lise. Tapi yang paling tak bisa dilupakannya adalah ketika Lise menangis saat melihat rembulan. Saat ia bertanya mengapa, Lise menjawab bahwa ia tak tahu mengapa, tapi sinar rembulan dan air danau yang memantulkan bayangan rembulan itu membuatnya terkesan dan setiap kali ia melihat hal-hal puitis macam itu, ia merasa hatinya tersentuh karenanya ia menangis.

Saat itu Lormerin tersenyum tapi hatinya pun telah terpikat pada Lise dan semua segi kelembutannya.

Sayangnya kisah cinta mereka berlangsung sangat singkat. Lise yang menikahi seorang baron yang sudah amat tua terpaksa meninggalkan Paris mengikuti suaminya.

Tapi kini Lise sudah kembali ke Paris. Lormerin merasa bersemangat membayangkan pertemuannya kembali dengan Lise. Seharian itu pikirannya hanya penuh dengan bayangan pertemuannya kembali dengan Lise. Namun alangkah terkejutnya ia saat bertemu dengan wanita itu yang sama sekali asing baginya.

Ia hanya terpaku menatap wanita tua yang tersenyum dan memanggilnya "Jaquelet". Ia tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi? Kemana perginya wanita yang dicintainya? Wanita dengan rambut pirang dan mata abu-abunya dan memanggilnya "Jaquelet" dengan indahnya?

"Aku akan memanggil Renee," ujar wanita tua itu. Lormerin masih diam terpaku.

Lormerin kembali berbinar saat menatap gadis muda yang baru muncul kemudian itu. Wajah itu amat dikenalnya. Wanita yang berhasil dipikatnya dua puluh lima tahun lalu. Hanya saja yang wajah gadis di depannya ini terlihat jauh lebih muda, lebih segar, dan lebih kekanak-kanakkan.

Ia merasa bingung dengan apa yang ada di depannya. Yang manakah Lise yang sebenarnya?

Wanita yang tua berkata, "Kau telah kehilangan semangat hidupmu yang lama, temanku yang malang."

"Aku telah kehilangan banyak hal lainnya," sahut Lormerin.

Lormerin pulang dengan kekecewaan dan kebingungan. Gadis yang muda itu benar-benar mirip dengan wanita yang dicintainya dua puluh lima tahun yang lalu, tapi ia merasakan sesuatu pada wanita yang lebih tua. Perasaan cinta seperti yang dirasakannya bertahun-tahun yang lalu. Ia mencintainya dengan semangat yang lebih membara bahkan setelah dua puluh lima tahun kemudian.

Lormerin menatap cermin besar seperti biasanya untuk mengagumi dirinya sendiri. Tapi kini ia melihat sesuatu. Wajah seorang pria tua dengan rambut kelabu. Ia melihat lebih dekat dan melihat bayangan yang mengerikan. Kerutan-kerutan di wajahnya yang selama ini tak disadarinya hingga saat ini.

Ia terduduk, menatap bayangan wajahnya sendiri dan dalam kesenyapan ia bergumam, "Semua sudah berlalu, Lormerin!"

Cerita ini amat menarik. Ada sedikit nuansa humor sedikit sarkastis di dalamnya. Tokoh Lormerin merupakan gambaran keangkuhan masa muda yang bahkan tak pernah menyadari waktu yang telah berlalu mengikis semua kebanggaan masa muda itu. Ia selalu terkenang akan masa lalu dan terus menerus mengagumi ketampananannya di masa muda tanpa sadar kemudaannya telah memudar.

Sedikit lucu membayangkan seorang tokoh pria tua yang tetap tak menerima kenyataan saat bertemu dengan mantan kekasihnya yang seiring waktu wajahnya pun telah menua tapi ia tetap bersikukuh meyakini bahwa mantan kekasihnya itu adalah si wanita yang lebih muda yang tak lain merupakan putri kandung mantan kekasihnya itu.

Satu nilai yang kupetik dari cerita ini adalah hidup terus berjalan. Masa lalu memang sesuatu yang indah untuk dikenang, bahkan ada pentingnya juga mengenang masa lalu, menggelorakan kembali semangat di dada tapi juga seyogyanya tak lupa akan masa kini. Waktu yang terus berjalan dan semua kenangan itu berjalan seiring membentuk masa depan dan pijakan di masa kini.