Total Tayangan Laman

Translate

Minggu, 25 April 2010

Schumi Juga Manusia

pic taken from here 

Sebagai seorang manusia tentunya Schumi memiliki kekurangan meski pada masa keemasannya Schumi tampil perkasa hingga tak sedikit yang mentahbiskannya sebagai titisan Zeus, pemimpin para dewa yang bersemayam di gunung Olympus.

Keberhasilan dan keperkasaan Schumi itu lah yang menyebabkan kemandulan Schumi dalam empat race di awal kembalinya ke ajang F1 ini menimbulkan kritikan tajam pada manusia super yang satu ini. Tapi seharusnya semua pihak yang mengkritiknya menyadari bahwa tiga tahun lamanya Schumi cuti dari balapan F1 dan F1 bukan lagi seperti F1 ketika ia masih bercokol di dalamnya. Terlebih dengan aturan dan regulasi baru yang sepertinya ikut pula menghambat masa adaptasinya kembali di F1.

Schumi memang hanya manusia yang memiliki berbagai kelemahan tapi bukan berarti Schumi tak bisa meraih kembali kesuksesan seperti di masa-masa keemasannya dulu. Sebagai seorang manusia tentunya Schumi memerlukan waktu untuk beradaptasi dan meraih kembali performanya yang telah dibiarkannya "tertidur" selama tiga tahun jadi mengapa harus menekan seorang Schumi dengan berbagai komentar miring dan pedas baginya hanya karena ia di satu waktu dulu pernah mendominasi ajang olahraga jet darat ini sehingga sempat membuat banyak pihak bosan dengan kemenangannya dan anehnya kini saat ia tengah mengalami masa paceklik kemenangan, banyak pihak yang justru mengkritik kemandulannya ini seolah mereka merindukan kemenangan seorang Super Schumy????!!!!

Apapun komentar miring dan pedas bagi Schumi menunjukkan bahwa seorang Schumi masih memiliki tempat istimewa di dunia F1 sehingga banyak pihak baik pemujanya maupun pengkritiknya mengharapkan kembalinya seorang Super Schumi yang pernah merajai ajang jet darat ini. Tapi berilah waktu bagi Schumi maka kemenangan itu pastinya akan kembali singgah pada dirinya karena seorang Schumi pastinya tak pernah lupa bagaimana cara memenangi balapan. Seorang Ecclestone saja mau bersabar dan menanti Schumi kembali menemukan performa balapannya untuk kemudian meraih kemenangan (berita lengkapnya di sini) jadi mengapa masih ada saja pihak yang meragukan seorang Schumi?

Meskipun faktor usia mungkin merupakan salah satu hal yang melemahkan Schumi dalam pertarungan di musim ini tapi pengalaman Schumi yang kaya dan kemampuannya dalam membangun tim tetap merupakan hal istimewa seorang Schumi dan tim manapun pastinya sangat berharap merasakan sentuhan magic seorang Schumacher hanya saja biarlah waktu yang bicara dan memberikan kesempatan bagi seorang Schumacher menunjukkan kembali sihirnya di dunia F1 yang sempat menyihir jutaan penggemarnya.

Dan walaupun di empat balapan awal musim ini, Schumi sepertinya keteteran dan kalah telak dari rekan setimnya yang jauh lebih muda tapi seharusnya para pengkritik Schumi melihat rekam jejaknya secara keseluruhan. Di sesi kualifikasi dan race mungkin Schumi memang terlihat melempem tapi bila dilihat dari sesi latihan, sebenarnya Schumi telah memperlihatkan kemampuannya yang brilian yang telah mengantarkannya meraih tujuh gelar dunia. Di sesi latihan bebas pertama di Bahrain yang merupakan GP pembuka awal musim, Schumi yang masih beradaptasi memang masih kalah dari Rosberg junior tapi di sesi latihan kedua, Schumi tampil gemilang dengan menjadi yang terkencang ketiga tak beda jauh dari rekan setimnya yang berada di urutan pertama. Begitu pun di sesi latihan ketiga meskipun ia masih kalah kencang dari rekan setimnya tapi perbedaannya tak terlalu mencolok.

Di sesi latihan kedua GP Australia, Schumi berhasil menjadi yang terkencang keempat di belakang Hamilton, Button, dan Webber sementara rekan setimnya hanya mampu mencatatkan waktu tercepat ke sepuluh. (Kehebatan Schumi selengkapnya bisa dilihat di sini). Dan keberhasilan Schumi itu kembali diperlihatkan di sesi latihan bebas ketiga dengan menjadi yang terkencang ketiga di belakang Webber dan Alonso sementara rekan setimnya berada di urutan kelima di belakang Vettel. Dan meskipun di sesi kualifikasi, Schumi hanya mampu meraih P7 di belakang rekan setimnya yang ada di grid ke-6, Schumi sebenarnya bisa saja meraih hasil yang lebih baik mengingat sepanjang sesi latihan bebas ia mencatatkan waktu yang kompetitif tapi sayangnya insiden di lap pertama ketika ia bersenggolan dengan Alonso sehingga ia harus kembali ke pit untuk mengganti sayapnya yang patah mengandaskan kesempatannya meraih kemenangan pertamanya. Haug, petinggi Mercedes pun meyakini kemungkinan Schumi meraih kemenangan pertamanya musim ini di Australia kalau saja ia tak bersenggolan dengan Alonso di lap pertama. (Berita selengkapnya bisa dibaca di sini).

Pada pergelaran GP Malaysia, seminggu setelah perhelatan GP Australia, Schumi masih juga memperlihatkan kansnya untuk meraih hasil optimal. Di dua sesi latihan bebas ia memang masih kalah kencang dari rekan setimnya namun waktunya masih bisa dibilang kompetitif sehingga di sesi latihan ketiga, Schumi memperlihatkan ia sedikit lebih kencang dari rekan setimnya. (Hasil lengkapnya di sini).

Walaupun hasil akhir sesi kualifikasi GP Malaysia menempatkan Schumi di posisi ke-8 sementara rekan setimnya menghuni grid ke-2 yang artinya berada di front row pada race di Malaysia tapi ingat juga ketika Schumi melibas trek Sepang yang basah diguyur hujan di sepanjang sesi kualifikasi, Schumi bahkan sempat menjadi yang terkencang pada sesi kualifikasi ke-2. Bukankah hal ini membuktikan kepiawaian Schumi belum sepenuhnya punah? Sayangnya di race, Schumi terpaksa retired karena masalah mur di rodanya.

Memang Schumi masih kerap mengalami nasib apes saat race tapi bukan berarti itu menjadi justifikasi bahwa performa Schumi telah menurun. Mungkin yang diperlukan oleh Schumi adalah waktu. Waktu untuk membuktikan bahwa Schumi masih memiliki kekuatan untuk memperlihatkan pesonanya yang sempat mengharu biru jagat F1. Jadi berilah Schumi waktu dan tetaplah bersabar menanti kilauan bintang seorang Schumacher kembali menyinari galaksi Formula One.

So I always keep my eyes on Super Schumi coz I believe he still the star that never lost his shines....

Tidak ada komentar: