Total Tayangan Laman

Translate

Minggu, 16 Januari 2011

Michael Schumacher dan Mercedes

sumber gambar dari sini

Musim 2010 lalu memang merupakan musim yang tak terlalu mengesankan bagi Michael Schumacher. Juara dunia tujuh kali ini bukan hanya gagal menaklukkan rival-rivalnya di tim lawan, ia bahkan untuk pertama kalinya dikalahkan secara telak oleh rekan setimnya sendiri, Nico Rosberg hingga menimbulkan banyak kritikan yang ditujukan pada pebalap Jerman yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-42 pada 3 Januari silam. 

Bahkan tak jarang yang mempertanyakan mengapa juara dunia tujuh kali ini memutuskan kembali ke arena pertempuran F1 sehingga harus dipermalukan habis-habisan pada musim 2010 lalu dan mencoreng prestasi emas yang telah diukirnya di sepanjang karir balap F1-nya yang luar biasa itu. 

Michael Schumacher yang telah pensiun dari balapan F1 sejak akhir musim 2006 lalu mengumumkan kembalinya ia ke trek F1 pada akhir musim balap 2009 lalu dan bergabung dengan Mercedes GP yang tadinya bernama Brawn GP dan secara efektif kembali bertarung di gelanggang F1 pada awal musim 2010 yang lalu. Meski banyak yang skeptis dengan kemunculannya tapi tak sedikit pula yang mempercayai gabungan Michael dan Mercedes bisa menjadi kekuatan di F1 dan mungkin akan menciptakan era baru di F1. Namun sayangnya di musim pertama kebersamaan Michael dan Mercedes yang juga untuk kembali bertarung ke arena F1 sebagai sebuah tim utuh sejak tahun 1955, tak berjalan sesuai harapan. 

Musim 2010 memang tak berjalan baik seperti yang diharapkan. Michael lebih banyak kesulitan beradaptasi dengan mobilnya sehingga ia tak mampu mempertontonkan bakat balapnya yang telah mengubah wajah F1 modern sementara rekan setimnya yang lebih muda malah lebih bisa bersinkronisasi dengan MGP W01-nya. 

Namun semua itu kini sudah berlalu. Musim balap 2010 sudah berakhir dan musim balap 2011 sudah hampir tiba. Berbagai pihak sudah memprediksi musim balap 2011 bisa jadi lebih kompetitif dibanding tahun 2010 lalu terlebih di musim 2011 ini Mercedes pastinya sudah membangun mobil yang mungkin lebih sesuai dengan karakter dan keinginan sang juara dunia tujuh kali ini mengingat MGP W01 Michael di musim 2010 lalu sebenarnya merupakan pengembangan yang dilakukan Brawn GP pada pertengahan musim 2009 di mana saat itu mobil itu diperuntukkan untuk pebalap mereka, Jenson Button yang pada akhir 2009 memutuskan hijrah ke McLaren-Mercedes. 

Walaupun penampilan Michael di musim 2010 lalu tak terlalu mengesankan namun ternyata banyak pihak yang meyakini penampilan Michael di musim 2011 ini bisa jadi akan jauh lebih baik dibanding musim 2010 lalu. Dan walaupun dari segi usia, Michael bisa dibilang cukup udzur dibanding pebalap-pebalap muda pengisi grid F1 di musim 2011 ini namun dengan segudang prestasi dan kemampuannya sebagai pemecah rekor, tentu saja Michael tetap layak diperhitungkan di musim balap 2011 ini terlebih tim tempatnya bernaung bukanlah tim gurem yang tak tahu bagaimana cara membangun mobil juara. 

Mercedes belakangan ini memang lebih dikenal sebagai tim pemasok mesin untuk tim-tim balap F1 namun nama Mercedes sebenarnya sudah bukan hal baru di F1. Di masa silam Mercedes pernah tampil meramaikan jagat F1dan penampilan mereka bukan sekadar sebagai penggembira saja. 

Di era pertama kehadiran tim pabrikan Jerman ini di F1 telah mencatat serangkaian kesuksesan lewat Juan Manuel Fangio, juara dunia lima kali asal Argentina dan juga sempat meraih kemenangan bersama Stirling Moss, salah seorang pebalap legendaris yang luar biasa hebatnya namun sayangnya tak pernah menjadi juara dunia. 

Setelah kecelakaan parah yang menimpa pebalap Mercedes, Pierre Levegh di Le Mans pada 11 Juni 1955 hingga turut menewaskan 80 orang penonton, tim pabrikan besar asal Jerman ini pun shock dan memutuskan mundur dari dunia balap. 

Mercedes akhirnya kembali hadir meramaikan persaingan dunia balap lewat Peter Sauber dengan Sportscar-nya dimana saat itu ia didukung tiga pebalap muda berbakat yaitu Michael Schumacher, Heinz-Harald Frentzen, dan Karl Wendlinger. Di antara ketiga pebalap ini, dua di antara mereka sudah pernah membela Mercedes di jagat F1 yaitu Frentzen dan Wendlinger. 

Pada tahun 1993 Wendlinger berpasangan dengan JJ Lehto membela tim bentukan Sauber dengan dukungan mesin dari Mercedes. Namun hasil terbaik yang diraih tim saat itu adalah posisi keempat yaitu di Imola lewat JJ Lehto sedangkan Wendlinger mencapai finish keempat di Monza.

Pada tahun 1994 Karl dan Lehto masih dipertahankan untuk memperkuat tim. Tapi di musim ini pun Karl hanya mampu mengantarkan tim meraih hasil terbaik di posisi finish keempat di Imola. Kebersamaan Karl dan Mercedes tak bisa berlangsung lama. Di Monaco pebalap Australia ini mengalami kecelakaan parah sehingga membuatnya sempat koma selama 19 hari sehingga posisinya diberikan pada pebalap binaan Mercedes yang lain yaitu Heinz-Harald Frentzen. Namun Frentzen pun ternyata hanya mampu mengantarkan tim meraih hasil terbaik di urutan finish keempat di Magny Cours, Perancis dan membawa tim berada di urutan ke-8 klasemen konstruktor pada akhir musim.

Sejarah kesuksesan Mercedes di F1 mulai terjalin setelah tim ini bergabung dengan McLaren sebagai penyuplai tim Inggris yang bermarkas di Woking ini. McLaren dan Mercedes mencapai masa keemasannya di tahun 1998 dan 1999 dimana Mika Hakkinen berhasil menyabet dua gelar dunia.

Mercedes sendiri kini menyuplai tiga tim yaitu McLaren, Force Indoa dan tentunya Mercedes GP sendiri. Pabrikan asal Jerman ini kembali tampil sebagai sebuah tim utuh dan bukan sekadar pemasok mesin sejak akhir 2009 lalu dimana pabrikan Jerman ini memutuskan membeli tim Brawn GP yang saat itu baru saja sukses menyabet dua gelar dunia konstruktor dan pebalap lewat Jenson Button dan menetapkan dua pebalap Jerman sebagai ujung tombak mereka yaitu Michael Schumacher dan Nico Rosberg.

Nama Michael Schumacher dan Mercedes mungkin bukanlah jaminan kesuksesan di F1 tapi dengan sejarah kesuksesan dan sumber daya yang dimiliki oleh Mercedes ditambah bakat balap luar biasa dari seorang Michael Schumacher yang telah mengantongi tujuh gelar dunia dan 91 kali kemenangan di F1 tentunya tim Mercedes di musim 2011, musim kedua kebersamaan Michael dan Mercedes bukannya tak mungkin gabungan dua nama besar ini akan menciptakan sejarah baru di F1. Dan bukannya tak mungkin Michael sang pencetak rekor akan kembali menunjukkan bakat luar biasanya itu yang telah memukau publik F1 dan mengubah wajah F1 modern. 

Dengan keberhasilan Sebastian Vettel menyabet gelar dunia pertamanya di akhir musim 2010 lalu maka di musim 2011 ini grid F1 akan dihiasi lima orang juara dunia dan tentunya persaingan di tahun 2011 ini akan sangat kompetitif. Bila menilik usia mungkin Michael sudah terlalu tua dan tak sedikit pula yang beranggapan era Michael sudah berakhir terlebih grid F1 kini dihuni banyak pebalap-pebalap muda berbakat. Namun kemampuan Michael tetaplah layak diperhitungkan. Bahkan seorang Fernando Alonso pun tetap menganggap Michael sebagai lawan terberatnya dalam merebut gelar dunia di musim balap 2011 ini.

"Akan ada lima juara dunia yang bertarung di musim 2011 ini dan juara dunia yang paling berbahaya adalah Michael, " demikian pernyataan pebalap Ferrari, Fernando Alonso seperti dilansir dari Autosport pada hari Kamis lalu. 

"Michael merupakan juara dunia tujuh kali. Ia tak perlu membuktikan apa-apa lagi (mengingat ia telah mencatat banyak rekor baru di F1 yang sulit untuk dipecahkan dalam waktu dekat -red-). Ia memang mengalami musim yang sulit (di tahun 2010 lalu) tapi ia tetap seorang juara," tambah Alonso. 

Memang tak mudah bagi seorang pebalap seperti Michael yang telah absen cukup lama dari F1. Michael sudah tiga tahun tak membalap dan musim pertamanya kembali ke F1 menunjukkan hal itu namun Alain Prost, pebalap berjuluk 'The Professor' dan sudah mengumpulkan empat gelar dunia ini menyatakan keyakinannya bahwa Michael bisa membalikkan semua komentar-komentar miring dan pandangan skeptis itu. 

Juara dunia empat kali asal Perancis ini menyatakan memang tak mudah bagi pebalap manapun yang telah berhenti membalap lalu kembali ke arena tapi ia meyakini bila ada pebalap yang mampu meraih kesuksesan kembali setelah berhenti lama dari balapan, maka orang itu adalah Michael Schumacher. 

Mungkin terlalu dini untuk menyebut bahwa Michael Schumacher dan Mercedes akan menciptakan sebuah era baru di F1. Dan mungkin hanya waktu yang bisa menjawab semua ini. Apapun itu, Michael dan Mercedes memang merupakan gabungan istimewa di Formula One. Apapun yang terjadi nanti. Michael dan Mercedes keduanya tetap merupakan legenda di dunia F1 dan sampai kapanpun nama mereka akan tetap terukir dalam sejarah Formula One. 

Tidak ada komentar: