Total Tayangan Laman

Translate

Sabtu, 03 Maret 2012

Points of Authority


Race 13: Italia (11 September 2011)
Selain Spa Franchorchamps di Belgia, sirkuit Monza di Italia juga merupakan salah satu sirkuit yang banyak memberikan kenangan manis bagi Schumi. Terlebih Schumi cukup lama bergabung dengan tim asal Italia, Ferrari yang tentunya amat mengenal sirkuit berkarakter cepat ini. Di sirkuit ini terbilang Schumi cukup andal, terbukti dari rekor lima kemenangan yang ditorehkannya di sirkuit yang amat bersejarah dalam olahraga F1 ini terutama dengan kisah kematian Wolfgang Von Trapp yang sekaligus juga merenggut nyawa banyak penonton.

Bagi Schumi saat mengenang kemenangan-kemenangannya di sirkuit ini ia mengungkapkan bahwa meraih kemenangan di Monza merupakan salah satu moment yang sensasional terutama sekali karena atmosfer tifosi di sana. Dan tentu saja akan amat mengesankan bila ia bisa kembali meraih kemenangan di sirkuit ini, tapi Schumi dengan logis menyadari bahwa hal itu belum bisa dicapainya menilik dari kekuatan timnya saat ini. Meski banyak pihak menilai karakter jalur lurus dan cepat ala Monza yang amat terkenal ini cocok sekali dengan power dapur pacu mesin Mercedes dibanding di sirkuit-sirkuit lainnya, tapi Schumi tetap menilai timnya saat itu belum bisa menandingi rival-rivalnya.

Walau begitu, Schumi tetap tak menampik timnya telah berkembang cukup pesat dan melakukan pengembangan, terbukti dari hasil cemerlang yang diraihnya di Belgia, di mana ia harus start dari posisi buncit, tapi dengan kepiawaian dan gerak cepat timnya, Schumi berhasil finish kelima. Tentu saja Schumi berharap bisa mengulang hasil positif yang dicapainya itu di sirkuit Monza, Italia ini. Tapi untuk meraih podium apalagi kemenangan, Michael cukup sadar diri tak tak bersikap takabur.

Michael memulai akhir pekan di Monza dengan cukup baik. Hari Jum’at sore saat sesi latihan bebas kedua, Schumi tampil sebagai pebalap tercepat ketiga di belakang Vettel dan Hamilton. Awal yang menjanjikan. Esoknya, hari Sabtu kembali Schumi tampil bagus. Di sesi kualifikasi ia berhasil meraih P7, selangkah di depan rekan setimnya. Optimisme menyambut balapan pun makin besar.

Minggu saat balapan, Schumi kembali memperlihatkan tontonan menarik yang memperlihatkan kualitasnya sebagai juara dunia. Ia dengan W02nya yang kalah jauh dibanding spec McLaren berhasil menahan Lewis Hamilton hingga membuat pebalap Inggris itu gregetan dan mengadu pada timnya yang ditindaklanjuti oleh timnya dengan melaporkan FIA. Tapi Schumi tak hirau dengan segala macam tetek bengek soal FIA, terlihat sekali ia amat menikmati balapan hari itu, meski aksinya membuat kebat-kebit penggemar setianya, tapi yang lebih tak menentu tentu saja perasaan bosnya, Ross Brawn yang amat paham dengan kemampuan Schumi, tapi dengan regulasi baru yang melarang pebalap melakukan dua gerakan sekaligus untuk mempertahankan posisinya bisa menjadi boomerang bagi Schumi. Dan inilah yang diadukan oleh Hamilton pada timnya setelah berkali-kali usahanya menyalip Schumi selalu saja gagal.

Di lap 13 Hamilton hampir berhasil menyalip Schumi, tapi Schumi berkat superior speed Mercedes-nya berhasil mempertahankan posisinya dengan amat baik. Saat mengenang kembali aksinya usai balapan, Schumi dengan bersemangat menceritakan perjuangannya dalam mempertahankan posisinya menghadang Hamilton seperti kisah Daud melawan Goliat. Ia sadar baik dirinya maupun Lewis sama-sama menggeber tunggangan mereka masing-masing hingga titik batas. Tapi tentu saja W02nya tak sebanding dengan MP4-26-nya Lewis Hamilton. Ia serasa harus membuat mobilnya sebesar truk agar bisa menghadang laju Hamilton yang terus berupaya menyalipnya.

Brawn yang merasa khawatir pebalapnya akan mendapat sanksi akibat keluhan Lewis yang disampaikan ke timnya membuat bos tim Mercedes ini berkali-kali mengingatkan Schumi dan memberikan celah bagi Lewis di tikungan bernama Ascari. Akhirnya Schumi menuruti pula saran sahabatnya ini dan melepaskan Lewis yang sudah gregetan di lap 28, pebalap Inggris ini pun langsung melesat meninggalkan Schumi setelah ia memberi celah bagi Hamilton di tikungan yang diberinama Ascari sebagai penghormatan atas kiprah pebalap Italia itu.

Walaupun Schumi hanya mampu finish ke-8 tapi aksi Schumi ini mendapat pujian dari Brawn. “Michael drove a fantastic race, we know we haven’t got the fastest car but we have seen everything we know about Michael Schumacher,” tukas Brawn pada media Inggris, BBC. Ia juga menjelaskan bahwa FIA telah berkali-kali memperingati timnya atas aksi Michael itu agar berhati-hati.

“It is a balance between racing and not overstepping the mark. They (FIA) asked us to be careful, which we were. It was great racing – and great for F1,” kata Brawn.

Tentu saja aksi Michael ini meskipun mendapat kritikan dan serangan dari kubu McLaren mulai dari Hamilton, yang bersangkutan dan gregetan karena kesulitan menyalip Schumi, hingga Martin Whitmarsh dan tak terkecuali Jenson Button, rekan setim Hamilton mengkritik aksi Schumi itu dengan dalih tindakan Schumi itu amat berbahaya. Tapi tidak demikian menurut Chairman Daimler, induk semang perusahaan Mercedes, Dieter Zetsche yang amat menikmati aksi Michael di Monza itu dan memuji aksi Michael itu sebagai “pure racing.”

“Michael did a great job with a car that is still not yet quite at the same level as our best competitors,” puji Zetsche atas aksi Schumi itu melalui Autosport.

“It was a thrilling battle over 20 laps; it was pure racing – I was so excited that I almost wanted to climb inside the tv! It was absolutely of the highest class,” seru Zetsche antusias.

Free Practice 1:
Schumacher          : 11th (1:26.699)
Rosberg                : 18th (1:27.492)

Free Practice 2:
Schumacher          : 3rd   (1:24.347)
Rosberg                : 22nd (1:29.184)

Michael Schumacher’s Friday Quotes: (Italian GP)
"It's always a special feeling to be here in Monza. It began yesterday when I did my lap of the circuit, saw the tifosi and enjoyed the particular atmosphere of this track. Then going out in the car today, it's nice to feel what comes across from the fans - it reminds me of being at my home races. In terms of the character of the circuit, we are usually good on braking and traction, and there are not so many of the medium and high-speed corners in which we have not been so strong this year. It certainly looks good in terms of my position today, and I'm pleased with that; but we will only find out tomorrow what it is really worth." 

Free Practice 3:
Schumacher          : 7th (1:24.114)
Rosberg                : 6th (1:23.875)

Qualifying:
Schumacher          : 8th (1:23.777)
Rosberg                 : 9th (1:24.477)

Michael Schumacher’s Saturday Quotes: (Italian GP)
"Qualifying today went mostly according to plan. I don't think we could have taken much more; maybe I could have ended up one place higher. I didn't have an ideal fast lap as I tried to use the slip stream from Lewis but then he locked up in the second chicane which made me lock up too. However I will be on soft tyres tomorrow which should be better for my race. As our race pace looked quite good yesterday, I was more focusing on the race and trying to use the tyres in the right way. For tomorrow, I will try to get a good start and take it from there." 

Race:
Schumacher          : 5th
Rosberg                : DNF (kecelakaan saat start)

Michael Schumacher’s Sunday Quotes: (Italian GP)
"It was an exciting race today, both for me and I think for all of our fans, and that is why I am happy. The fighting against Lewis was big fun, and my mirrors seemed to be very small at times. We are both known for driving on the limit, and that is what we did. I had to make my car as wide as a truck, and had to stretch the possible as much as I could, but in the end, as expected, he was still faster. The start was ideal, I held back on purpose at first in order to use the grip perfectly afterwards, and then the left side was all free. To make the most of your possibilities is the maximum possible at times, and that is why I had fun today, especially knowing that there is more to come in the future, with all the support we have from Mercedes."

Tidak ada komentar: