Total Tayangan Laman

Translate

Jumat, 02 Maret 2012

Private Emotion



Race 12 : Belgia (28 Agustus 2011)
Sirkuit Spa Franchorchamps 20 tahun yang lalu, di mana sejarah itu bermula. Debut seorang pemuda Jerman bernama Michael Schumacher yang bergabung dengan tim asuhan Eddie Jordan. Awal dari serangkaian kesuksesan seorang pria Jerman yang hingga saat ini telah mengoleksi 91 kemenangan GP, 154 podium, 168 pole, dan yang paling spektakuler, 7 gelar juara dunia F1. Saat itu Michael turun bersaing dengan nama-nama besar macam Ayrton Senna, Alain Prost, Nigel Mansel, masih pula ada nama Nelson Piquet yang sebulan kemudian menjadi rekan setimnya di tim Benetton, tentu saja semula tak ada yang terlalu hirau dengan kehadiran pemuda Jerman ini yang hadir ke F1 sebagai pengganti pebalap Jordan, Bertrand Gatchot yang masuk bui karena kecerobohannya sendiri.

Konon debut Schumi di Jordan ini tak lepas dari andil Mercedes. Karenanya tak heran pula bila kini Schumi ingin sekali membalas peran serta Mercedes yang telah memberinya kesempatan emas meraih sejumlah kesuksesan itu walaupun usaha Schumi ini masih menemui banyak kendala. Memang amat disayangkan, dulu di masa mudanya Michael malah membawa tim lawan Mercedes meraih masa kejayaannya, dan Mercedes sendiri bagai ibu yang baik, walau ingin sekali menarik Schumi dalam pelukannya tapi tak sampai hati, mengingat saat itu Schumi tengah berada di puncak keemasannya yang diraihnya lewat proses dan waktu yang panjang dan Mercedes tak tega merenggut itu dari Michael. Perlu waktu yang lama bagi Mercedes hingga akhirnya bisa membawa Schumi pulang, tapi sayangnya ada jeda waktu yang cukup panjang sejak Schumi terakhir kali aktif di F1. Meski begitu, Mercedes tetap menaruh kepercayaannya pada Schumi dan sang juara dunia tujuh kali yang sangat loyal ini memang memiliki hasrat yang amat tinggi untuk membalas budi pada Mercedes, sang ibu yang selalu setia mendukungnya selama ini.

Di debut pertamanya ini, Michael Schumacher meraih P7 saat kualifikasi, membuat sebagian mata terbelalak dan mulai memperhatikannya, sayangnya saat lomba, ia gagal menyelesaikan lomba karena mobilnya mengalami masalah. Meski begitu, Michael Schumacher sudah mulai mempesona dunia. Setahun kemudian, di sirkuit ini pula, Michael kemenangan GP F1 pertamanya bersama Benetton, yang pertama dari total 91 kemenangan yang telah diraihnya selama karirnya di F1, rekor yang belum terpecahkan hingga saat ini.

GP Belgia 2011 merupakan peringatan 20 tahun karir F1 Michael Schumacher di Formula One jadi tentu saja GP kali ini amat sangat berarti bagi seorang Michael Schumacher. Sirkuit Spa Franchorchamps sendiri amat berkesan bagi Michael Schumacher. Banyak balapan spektakuler yang dialaminya di sirkuit ini. Ada banyak sekali kenangan manis Schumi yang terukir di sini. Tak heran bila ia mengatakan Spa Franchorchamps serasa ruang keluarga baginya.

0“To me, Spa remains my ‘living room’, because it has been the stage for so many things which have been remarkable for my sporting career. This is whay this time I would like to specifically send a big thank to you all my fans for their loyalty and support, which I was happy to receive during those 20 years and also since my comeback” ujarnya dalam wawancara hari Kamis menjelang GP Belgia 2011 yang menjadi penanda 20 tahun karirnya di Formula One sekaligus merupakan kesempatan baginya untuk berterima kasih bagi jutaan fans setianya yang selalu mendukungnya selama 20 tahun karir balap F1 nya.

Saat mengenang pertama kali ia melakukan debut F1 nya di sirkuit ini. Tatkala ia harus bersaing melawan nama-nama besar pebalap Formula One kala itu, Michael menyatakan bahwa semua superstar F1 ini adalah manusia biasa sama seperti dirinya. Karenanya ia sama sekali tak gentar. Dan baginya itulah yang menarik dari Formula One. Challenge! Dan persaingan ini yang telah memotivasi sehingga tercipta balapan yang sangat menarik.

“At the end of the day we are all humans, we all have limits and you drive within those and there is no reason why it is impossible to beat those guys in the past and neither these guys that are here right now. That’s the good thing about Formula One. It is always a challenge and it is always a motivating challenge that is great fun,” tukas juara dunia tujuh kali ini mengenang tahun-tahun awalnya di olahraga yang dicintainya ini.

Sebagai manusia biasa tentu saja di balik serangkaian kesuksesan yang ditorehkannya terselip pula sejumlah kesalahan. Tapi baginya itulah nilai kehidupan. Kesalahan merupakan guideline dalam menjalani hidup. Ini pulalah yang memandunya dalam menghadapi hidup dan karirnya selama ini. Apapun komentar miring dan kritikan pedas yang mengiringi karir F1nya selama ini, ia tetap merasa tetap bersemangat dan puas atas pencapaiannya selama ini.

“But then in life you have to make some mistakes in order to understand it is a mistake and to sort of set your guidelines and, all in all, I guess the vest that I’m wearing, that I’m wearing inside me, is pretty white, and I’m pretty happy about this. I don’t have many regrets and overall, I certainly feel very excited and proud of what was happened.”

Sebagai peringatan 20 tahun karir balap F1nya tentu saja Schumi berharap banyak pada balapannya di Spa kali ini, terutama di balapan-balapan sebelumnya Schumi mendapat banyak sekali cerca dan kritik atas hasil buruk yang dicapainya. Tapi big bossnya, Norbert Haug dalam wawancaranya dengan Autosport menjanjikan bahwa Schumi akan mengalami akhir pekan yang mengesankan di Spa Francorchamps ini dan ia yakin di sini Schumi siap meredam semua kritikan yang ditujukan padanya selama ini. Terlebih di mata Haug, Michael masih “lapar” akan kemenangan dan bila ditinjau dari lima balapan terakhir, ia melihat catatan waktu Michael dengan Nico sebenarnya seimbang, bahkan terkadang Michael tampil jauh lebih kencang dibanding Rosberg. Dan bila ditilik dari data statistik, menurut Haug tak ada yang melakukan overtaking sebanyak yang dilakukan Michael Schumacher. Tidak juga Sebastian Vettel yang seringkali berada di depan sekali.

“If you look at the overtaking statistics, Michael is leading, nobody has overtaken more than him. This is quite something, you could say. It’d be difficult for (Sebastian) Vettel, starting at the front all the time,” ujar Haug pada Autosport. Dan “kelaparan” yang masih terpancar dari diri Schumi akan kemenangan itu jelas sekali terlihat di Kanada. Michael merupakan orang yang ambisius, meski tak terlalu ambisius, tapi Michael jelas memperlihatkan bahwa ia masih memiliki semangat dan hasrat yang besar akan balapan dan menurut Haug itu jelas terpancar lewat mata Schumi.

“If you look through the data dan look through the lap times, and if you make the effort to look at it, ther have been quite a few races when he had similar or better speed in the race as Nico (Rosberg) has,” terang Haug pada Autosport. “It was much more balanced than the qualifying results were suggesting,” petinggi Mercedes ini melanjutkan dalam beberapa balapan Schumi tampil amat mengesankan saat lap-lap awal dan menurutnya hanya pebalap hebat yang bisa melakukan aksi seperti itu. Baginya Michael masih bisa mengejutkan orang-orang, bahkan di saat-saat seperti sekarang ini dimana kebanyakan orang berpikir bahwa karir Michael sudah tamat, tapi Haug sendiri tak ingin melakukan kesalahan itu. Dibutuhkan komposisi yang tepat untuk mengendus spirit yang masih menyala dalam diri Michael, dan hal itu nyata terlihat di Kanada di mana Schumi tampil amat cemerlang.

“Maybe strange to say, but Michael can surprise people, even after this period of time when some people write him off, we will definitely not make that mistake to write him off. You need to smell it, you need to have right ingredients and you see a race like Canada and I think it was excellent,” tegas Haug memuji kiprah pebalap utamanya ini.

Dan pujian Haug ini beralasan sekali. Di GP Belgia ini Schumi kembali tampil memukau baik bagi fansnya maupun yang selalu setia mengkritiknya.

Pada Jum’at pagi di sesi latihan bebas pertama, saat itu hujan turun dengan amat deras, Michael si Rain Master ini pun berhasil tampil paling kencang disusul rekan setimnya, tapi Michael tak berbangga hati dengan hasil ini, karena baginya catatan waktunya itu tak bisa dijadikan tolok ukur mengingat kondisi yang tak mendukung saat itu sehingga tim-tim papan atas tak sempat mengeluarkan seluruh kekuatannya.

Di sesi kualifikasi, Schumi dalam perayaan ke-20 tahun karirnya di F1 mengalami apes. Hal yang langka sekali bagi Schumi terjadi di sirkuit yang biasanya sangat bersahabat dengannya ini. Tapi itulah yang terjadi. Schumi tak sempat mencatatkan waktu karena ban belakang kirinya terlepas saat Q1 sehingga ia mengalami kecelakaan. Akibatnya ia pun terpaksa harus start dari urutan paling buncit. P24. Tapi seperti biasa Michael tetap menyikapi hasil ini secara positif. Di lomba nanti ia memilih banyak sekali set ban yang masih baru sehingga akan amat membantunya dalam meraih posisi yang lebih baik saat balapan.

Hari Minggu, Spa Franchorchamps kembali bermurah hati pada Schumi. Start Michael berjalan mulus. Meski di sepanjang lomba terjadi banyak kecelakaan dan kekacauan di sekitarnya yang bisa menghancurkan akhir pekannya tapi untungnya ia bisa melewati semuanya itu. Bahkan Schumi berhasil naik sebanyak 19 posisi. Hari yang emosional bagi Schumi tapi hasil yang dicapainya amat sepadan dengan keapesan yang dirasakannya saat kualifikasi hari sebelumnya. Terlebih berkat strategi gemilang, ia sukses finish tepat di depan rekan setimnya, meski hampir terjadi perang saudara di kubu Mercedes, dan Rosberg tampak jelas sekali di balik spion Schumi, namun dengan set ban baru miliknya Schumi berhasil melesat meninggalkan Rosberg yang perlahan mulai mengecil di kaca spion sang juara dunia ini. Viva Schumi!

Free Practice 1:
Schumacher          : 1st (1:54.355)
Rosberg                : 2nd (1:54.829)

Free Practice 2:
Schumacher          : 11th (1:51.922)
Rosberg                : 6th   (1:51.242)

Michael Schumacher’s Friday Quotes: (Belgian GP)
"It was a special feeling to be out on track today for the first practice sessions of this anniversary weekend in Spa. A lot of things have changed here in the past twenty years, but the weather certainly hasn't! Today was another typical Spa day, with mixed conditions and very little dry running. The conditions meant that we couldn't do much work on the set-up, although we made the most of the limited time when the circuit was dry. Even so, it will be tricky to find the right set-up compromise for Sunday, because the weather here is always so unpredictable."

Free Practice 3:
Schumacher          : 10th (2:11.667)
Rosberg                : 7th   (2:10.837)

Qualifying:
Schumacher          : 24th (No Time)
Rosberg                : 5th (1:50.552)

Michael Schumacher’s Saturday Quotes: (Belgian GP)
 "Well, obviously I would have wished for a different end to today's qualifying, but it is difficult to drive on three wheels - even if I should have the experience to do so in Spa. Seriously, this is certainly something that should not occur, but then this is also Formula One; we are working at the highest level but still things can happen. At first, I wasn't sure what had happened, as I just felt myself lose the back end suddenly which is why I instantly apologised to the team. But then I saw the wheel off the car and understood the reason why I had lost control. Trying to find the good in the bad, I'd probably say that I still have some fresh sets of tyres left, and that there is only one direction to go tomorrow: forward." 

Race:
Schumacher          : 5th
Rosberg                : 6th

Michael Schumacher’s Sunday Quotes: (Belgian GP)
"A wonderful ending to a wonderful weekend here in Spa. I think more than fifth place would not have been possible today but making up 19 places was a good feeling. With all my family, friends and fans here, it was an extra motivation, and I would like to thank all of them for their support. They saw an exciting race with a great strategy from our team. So all in all, for me, there was a lot of emotion and a lot of overtaking today. At the beginning I was a bit afraid that some of the flying parts might hit and damage my car, but I was lucky that nothing happened. After that, I had big fun hunting and making my way forward."

Tidak ada komentar: