Total Tayangan Laman

Translate

Sabtu, 07 Agustus 2010

Good Time, Bad Time - Track Record Michael di GP Hungaria

Keapesan yang harus diterima Michael di GP Hungaria kemarin sebenarnya bukanlah yang pertama dalam karir balapnya yang cemerlang. Hungaroring sepertinya memang bukanlah salah satu sirkuit keberuntungan Michael Schumacher meski pada tahun 2001 ia berhasil merebut gelar dunia ke-4 nya di sirkuit ini tapi di sirkuit ini pula ia pernah dipermalukan oleh calon penantangnya, Fernando Alonso yang sukses meraih kemenangan pada 2003 sementara Michael yang keteteran dengan Ferrari GA2003 di P8 terpaksa merelakan diri untuk dioverlap satu kali oleh pebalap Spanyol itu.

Berikut adalah catatan mengenai masa-masa manis dan pahit Schumi di Hungaroring sepanjang karirnya di F1. 



Bad moments:
  • GP Hungaria 1992. Tahun debut Michael di F1. Setelah tampil gemilang bersama Jordan di Belgia, tim Benetton langsung menculik pebalap Jerman ini sehingga setelah tampil memukau di GP perdananya bersama Jordan, Michael pun langsung mengganti seragamnya dari Jordan ke Benetton pada balapan berikutnya. Namun sejak awal, GP Hungaria tak terlalu bersikap manis pada pebalap kelahiran  3 Januari 1969 ini. Di tahun debutnya ini ia memulai start di P4 tapi ia gagal menyelesaikan lomba setelah bertabrakan dengan Brundle yang mengakibatkan sayapnya hancur berantakan seberantakan balapannya saat itu.
  • Hungaria 1993, Michael memulai start di P3 tapi lagi-lagi ia gagal menyelesaikan lomba akibat masalah engine. Bahkan ia sempat spin dua kali sebelum mengakhiri balapannya di lap 26. Sementara Damon Hill, pesaing Michael berpesta di podium pertama yang diikuti oleh Patrese dan Berger yang masing-masing mengisi podium kedua dan ketiga.  
  • Di Hungaria 1995 masalah fuel pump menghempaskan impian Michael meraih hasil yang lebih baik setelah pada sesi kualifikasi ia hanya mampu mencatatkan waktu tercepat ketiga. Peluang Michael untuk menjuarai GP Hungaria 1995 sebenarnya cukup besar meski tak ada yang tahu bila ia tak mengalami masalah dengan fuel pump-nya yang membuat balapannya berakhir di lap 73, apakah ia akan bisa mengalahkan Damon Hill yang akhirnya kembali sukses finish di urutan pertama. Yang jelas kejadian itu kembali menambah kenangan buruk Michael di GP Hungaria.
  • Balapan Michael di Hungaria 1996 bisa saja menjadi salah satu kenangan manis untuknya kalau saja ia tak mengalami gangguan pada TCU (Throttle Control Unit) yang membuatnya harus retire di lap 70. Ia sendiri sebenarnya berhasil meraih pole saat kualifikasi tapi akibat masalah gas itu, posisinya jadi melorot, podium pun gagal diraihnya.
  • Di Hungaria 1997 kembali Michael meraih pole di sirkuit Hungaroring ini tapi strategi 3 stopnya ternyata tak berjalan sebaik yang diharapkannya sehingga ia pun harus puas dengan finish di tempat keempat di belakang Villeneuve, Hill, dan Herbert.
  • Hungaria 2000 merupakan duel klasik antara Michael dengan seteru abadinya, Mika Hakkinen. Michael sendiri sukses merebut pole tapi sayangnya saat lomba ia kalah duel dengan Mika sehingga hanya mampu meraih P2 di belakang Mika.
  • Pada GP Hungaria 2002 Michael menjalankan perannya sebagai pelindung rekan setimnya dengan baik. Ia hanya sukses meraih P2 di sesi kualifikasi dan ia tetap mempertahankan posisiny itu sambil terus melindungi Rubens dari gempuran lawan mereka dan Michael sukses menjalankan perannya sebagai pelindung Rubens yang kemudian sukses menjuarai balapan sementara Michael cukup bahagia dengan finish kedua di belakang Rubens.
  • Hungaria 2003. Ya, di sinilah Michael dipermalukan untuk pertama kalinya oleh seorang pebalap muda asal Spanyol, Fernando Alonso. Balapannya saat itu tak berjalan baik. Ia harus memulai start dari grid 8 dan sepanjang balapan keteteran menjaga posisinya agar tetap di P8 untuk menjaga kesempatannya tetap meraih poin. Dan akhirnya Michael pun harus rela dioverlap Alonso satu kali setelah stewart mengibaskan bendera biru yang menandakan Michael harus memberi jalan pada pemimpin lomba yaitu Alonso. Kejadian itu tentu saja membuat media bersorak kegirangan melihat seorang Michael Schumacher tak berdaya menghadapi pemuda Spanyol itu dan terpaksa harus menekan egonya untuk memberikan jalan pada Alonso yang saat itu merajai Hungaroring. Michael pun akhirnya cukup bersyukur dengan finish di P8 dan meraih satu poin yang tersisa.
  • Di GP Hungaria 2005 Michael kembali sukses merebut pole. Ia sempat memimpin balapan dan menahan Kimi sayangnya usai pit keduanya ia harus kehilangan posisinya dan hanya bisa puas dengan meraih podium kedua di belakang pebalap Finlandia itu sementara adik kandungnya, Ralf Schumacher membuntutinya di P3.  
Good moments:
  • Hungaria 1994, Michael sukses meraih pole dan mempertahankan posisinya hingga akhir race dan bahkan ia berhasil memperlihatkan manuver hebatnya mengatasi traffice untuk merebut kemenangan.
  • Di Hungaria 1998 Michael hanya mampu meraih P3 saat sesi kualifikasi tapi berkat strategi tiga pitnya yang brilian dan didukung performa yang maksimal akhirnya Michael berhasil menjuarai balapan dan mempecundangi Mika dan Coulthard yang pada start mengisi front row. DC akhirnya harus puas finish kedua di belakang Michael sementara Mika hanya mampu finish di P8 dengan selisih satu lap dari Michael Schumacher.
  • Hungaria 2001. Lagi-lagi Michael hanya sukses meraih urutan tercepat ketiga di sesi kualifikasi tapi berkat performa Ferrari ditambah skill balap Michael, ia pun sukses meraih kemenangan yang diikuti oleh rekan setimnya di belakangnya. Keperkasaan Ferrari yang berhasil finish 1-2 makin manis dengan keberhasilan Michael mempertahankan gelar dunia keempatnya di sirkuit yang letaknya tak terlalu jauh dari sungai Danube ini.
  • Hungaria 2004 memperlihatkan keperkasaan Michael dan Ferrari. Memulai balapan dari pole, Michael sukses menjaga posisinya sebagai pemimpin balapan hingga akhir race. Kemenangan ke-12 nya dari 13 balapan pada musim itu. Satu-satunya yang lepas dari sepanjang 13 balapan musim itu adalah kegagalannya di GP Monaco di mana ia ditabrak oleh Juan Pablo Montoya saat berparade dalam kawalan Safety Car di terowongan Monte Carlo. Akhirnya Jarno Trulli tampil meraih kemenangan tunggalnya di sepanjang karirnya di F1.
  • Di Hungaria 2006 Michael memang tak sukses meraih kemenangan tapi aksinya yang luar biasa dalam mengatasi segala aral melintang yang harus dihadapinya sepanjang lomba hari itu hingga akhirnya ia hanya mampu meraih P8 tetap membuat kejadian ini sebagai salah satu kenangan manis sekaligus getir untuknya di Hungaria. GP Hungaria 2006 itu sendiri merupakan balapan terpanas musim itu. Michael dan Alonso yang saling bersaing dalam perebutan gelar dunia sama-sama terkena grid penalty. Posisi yang diambil Alonso di kualifikasi jauh lebih baik dari Michael Schumacher yang terpaksa memulai balapannya dari grid ke-11. Harapan Michael untuk merebut posisi kepemimpinan klasemen dari Alonso terbuka ketika pada lap 51 Alonso terpaksa retire akibat masalah mur rodanya yang tak terpasang sempurna saat pit. Namun sayangnya, Michael gagal memanfaatkan peluang itu karena ia tengah keteteran mengatasi mobilnya. Ia pun terpaksa harus puas dengan finish di P8 dan meraup satu poin. Akhirnya yang berhasil tampil sebagai juara di balapan Hungaria yang kacau balau itu adalah Jenson Button. Tapi aku sendiri tak tahu kejadiannya, karena begitu balapan Michael kacau balau dan ia sempat retire setelah bersinggungan dengan Giancarlo Fisichella menjelang akhir-akhir race, tapi untungnya catatan waktu Michael cukup untuk membuatnya tercatat finish di P8. Tapi aku keburu mengira balapan Michael telah berakhir sehingga aku sudah mematikan tv-ku. Aku baru tahu Jenson akhirnya berhasil merebut kemenangan pertamanya itu dari sahabatku yang mencoba menghiburku atas hasil buruk yang harus diterima Michael. Tapi sudah terlambat karena ketika kunyalakan tv kembali semua seremonial di podium telah berakhir. Dan ekspresi Jenson dalam meraih kemenangan pertamanya itu baru kulihat lewat surat kabar esok paginya. Moment paling aneh untukku. Di satu sisi aku kecewa karena kegagalan Michael memanfaatkan peluangnya untuk meraih posisi teratas di klasemen dari tangan Alonso dan membuka peluangnya untuk merebut kembali gelar dunianya yang dicuri Alonso pada tahun sebelumnya, tapi di satu sisi aku senang karena Button akhirnya berhasil meraih kemenangan pertamanya. Aku sendiri menempatkan moment ini sebagai salah satu kenangan yang manis untuk Michael di GP Hungaria karena meski ia gagal meraih kemenangan dan gagal merebut posisi Alonso sebagai pemimpin klasemen, tapi ia berhasil mendapatkan hasil yang jauh lebih baik dari Alonso yang harus retire dan gagal meraih satu poin pun.

 sumber gambar dari : guardian.co.uk dan  carversation

Tidak ada komentar: