Total Tayangan Laman

Translate

Sabtu, 21 Agustus 2010

Sejarah Michael di Spa Franchorchamps


Lupakan Hungaria yang telah lalu. Lupakan insiden antara Michael dan Rubens di Hungaroring. Lupakan juga grid penalti yang telah ditetapkan oleh steward di Hungaria pada Michael. Semua itu sudah menjadi kenangan, bagian masa lalu, pembelajaran atau apapun sebutannya yang akan mengiringi perjalanan hidup seorang Michael Schumacher, juara dunia F1 tujuh kali. 

Next stop adalah Spa Franchorchamps, Belgia. Sirkuit ini memiliki banyak kenangan bagi Michael Schumacher. Ia adalah pebalap tersukses di sirkuit ini selain Jim Clark. Di sirkuit ini semuanya berawal dan di sirkuit ini telah banyak kenangan manis yang telah diukir Michael. Grid penalti yang harus dijalani Michael minggu depan di sirkuit favoritnya ini tentu saja akan makin menambah beban beratnya yang terus saja mendapat hujatan akibat performannya di musim pertama masa kembalinya ia di F1. 

Lupakan penampilan buruk Michael selama musim ini. Waktu istirahat tiga minggu semoga berhasil memberikan waktu bagi Mercedes guna melakukan pengembangan yang diharapkan bisa sesuai bagi sang juara dunia tujuh kali ini agar ia bisa kembali memperlihatkan performanya dan membungkam semua ucapan miring dan negatif yang ditujukan padanya. Terlebih sang juara dunia ini telah menemukan apa yang telah menciptakan disharmoni antara dirinya dengan mobilnya yang telah membuat penampilannya jadi begitu buruk." Semoga saja hal itu bisa segera disikapi dan diakomodasi oleh tim untuk melakukan perbaikan dan pengembangan guna menciptakan mobil juara bagi sang juara.

Spa Franchorchamps sendiri diakui oleh Michael sebagai sirkuit favoritnya.
"Spa has always been my favourite race track and so for that reason alone, I am really looking forward to going back and racing there," he said. "It has been ages since I have last been there," begitu Michael, seperti yang kukutip dari Autosport .

Semuanya memang berawal dari sirkuit ini. Di Spa inilah publik F1 untuk pertama kalinya melihat sinar bintang baru F1 bernama Michael Schumacher. Dari sinilah semua sejarah itu bermula dan terus berlangsung hingga sekarang. Spa telah memberikan banyak kenangan manis bagi Michael Schumacher. Kemenangan pertamanya direbut di tempat ini, tempat dimana ia memulai debutnya. Dan di sirkuit ini pula ia meraih gelar dunia keenamnya.

Banyak sudah kenangan manis yang dirasakan Michael di sirkuit ini. Namun begitu Michael juga pernah mengalami pahitnya didiskualifikasi di sirkuit ini padahal saat itu ia telah tampil cemerlang. Di sirkuit ini pula ia pernah mengalami masa balapan tersingkat dalam karirnya pada tahun 2003 ketika balapannya harus berakhir akibat disundul oleh seorang pebalap muda asal Jepang.

Berikut adalah masa-masa di mana Spa pernah memalingkan wajahnya terhadap pebalap kesayangannya ini:
  • Spa, Belgia 1994. Michael start dari grid ke-2 dan berhasil menjuarai balapan tapi sayangnya ia didiskualifikasi karena penggunaan peranti ilegal pada skidblock di mobilnya. Dan ini mestinya bukanlah kesalahan yang harus ditimpakan pada Michael. 
  • GP Belgia 1998. Kali ini Michael memulai balapannya dari grid ke-4. Seperti biasanya penampilan Michael di sirkuit favoritnya ini pun bisa dibilang mengesankan. Ia berhasil memimpin balapan tapi tabrakan yang terjadi antara dirinya dengan Hakkinen akhirnya mengandaskan mimpinya untuk kembali mengukir sejarah manis di sirkuit yang paling menantang skill para pebalap ini. Kemenangan akhirnya direbut oleh seterunya, Damon Hill sementara adik kandungnya, Ralf Schumacher berhasil meraih podium kedua.
  • Belgia 2000. Michael sebenarnya sudah tampil cemerlang. Ia start dari P4 dan berduel dengan Hakkinen untuk meraih tampuk kepemimpinan lomba tapi di sirkuit keberuntangannya ini, ternyata Michael harus menyerah kalah dan mengakui keunggulan Mika saat The Flying Finn itu berhasil memenangkan duel di Les Combes. Michael pun harsu puas berada di podium kedua di belakang Hakkinen sementara adik Michael mendampinginya di podium ketiga.
  • Spa 2005. Salah satu musim tersulit bagi Michael. Ferrari dan Bridgestone benar-benar kalah saing dengan tim-tim pengguna Michellin, pabrikan ban pesaing Bridgestone. Ferrari sebagai satu-satunya tim besar pengguna Bridgestone rupanya tak berhasil mendapatkan hak istimewa itu karena pasokan Bridgestone ternyata tak berhasil menciptakan harmoni bagi paket F2005. Setelah kejadian memalukan di Indianapolis di mana tim-tim pengguna Michellin memboikot lomba dan akhirnya Michael dan Ferrari berhasil tampil "gemilang" lagi, Michael berharap bisa meraih penampilan terbaiknya kembali di Spa terlebih saat itu hujan tengah mengguyur Spa, kondisi yang biasanya amat mendukung performa Michael dan Bridgestone. Namun apa mau dikata, balapan baru saja berlangsung beberapa lap ketika Michael yang memulai balapan dari grid ke-6 tiba-tiba diseruduk oleh BAR-nya Sato. Tentu saja hasil itu membuat Michael kecewa dan geram pada pebalap Jepang ini tapi apa mau dikata, balapannya harus berakhir dan itulah yang benar-benar terjadi.
Itulah masa-masa ketika Michael tak mengalami disharmoni dengan Spa Franchorchamps. Tapi berikut ini adalah catatan sejarah dimana Michael dan Spa seperti satu kesatuan yang sulit dipisahkan. 
  • Spa, Belgia 1991. Di sinilah sejarah itu bermula. Michael dan Spa Franchorchamps. Balapan Michael memang harus berakhir tanpa hasil. Ia harus retire saat balapan baru saja dimulai, tapi di sinilah bakat besar Michael menjadi perbincangan. Di kualifikasi ia berhasil mengalahkan rekan setimnya yang jauh lebih senior dan berpengalaman . Padahal Michael mengaku tak mengenal sama sekali sirkuit ini. Pengenalannya dengan Spa dilakukan di atas sepeda sewaan. Dengan sepeda sewaan, Michael mengeliling trek, mengenal setiap kontur dan tikungan, membayangkan dirinya tengah berada di atas mobil balap F1, melibas setiap tikungan layaknya seorang juara dunia. Usahanya itu ternyata tak sia-sia. Pada penampilan perdananya itu ia tampil mengesankan saat kualifikasi dan berhasil menyabet grid ke-7. Hal itu pula yang rupanya menarik minat Flavio Briatore, bos tim Benetton untuk menculiknya di balapan berikutnya. Balapannya sendiri akhirnya dimenangkan oleh Senna tapi itulah awal di mana Senna harus mulai mewaspadai kehadiran bintang baru bernama Michael Schumacher yang kelak berhasil mencatatkan dirinya menjadi sejarah F1 sejajar dengan bintang asal Brazil ini.
  • Spa 1992. Setelah balapan pertamanya dengan Jordan berhasil memukau dunia. Di pertemuan kedua Michael dengan Spa Franchorchamps, Michael kembali mencatat sejarah baru bagi perjalanan karirnya. Ia akhirnya berhasil meraih kemenangan pertamanya di sirkuit tempat ia memulai debutnya ini. Kemenangan pertamanya dari rentetan kemenangan berikut yang akan mengiringi di sepanjang karirnya.
  • Spa 1993. Kali ini Michael memang hanya mampu finish di urutan kedua di belakang Hill tapi usahanya dalam meraih podium kedua itu sangat luar biasa bagi seorang bintang muda seperti dirinya. Untuk mencapai podium kedua itu, Michael harus bertempur melawan bintang-bintang F1 yang jauh lebih berpengalaman darinya. Dua juara dunia ditaklukkannya. Senna dan Prost. Hasilnya dari grid ketiga Michael sukses melaju menuju podium kedua.
  • Spa 1995 merupakan salah satu penampilan brilian seorang Michael Schumacher. Dari grid ke-16 ia berhasil melaju hingga meraih podium tertinggi. Sayangnya kebrilianan Michael ini harus ternoda oleh aksi kerasnya yang dinilai memblok Hill. Sepanjang karir balapnya sendiri, persaingan antara Hill dan Schumi memang amat panas dan tentu saja kisah persaingan mereka yang sengit selalu saja menarik. Bukankah semangat kompetitif yang telah ditampilkan oleh Schumi dan Damon itulah yang telah membuat F1 menjadi segar dan menarik?
  • Spa 1996 kembali menjadi bukti kepiawaian Michael. Ia memulai balapannya dari grid ke-3 dan behraisl menyalip Jacques Villeneuve dari Williams yang berhasil meraih pole di Eau Rouge saat balapan tinggal menyisakan dua belas lap lagi. Salah satu kemenangan terbaik Michael.
  • Spa, Belgia 1997, The Amazing Michael Schumacher kembali tampil perkasa di sirkuit keberuntugannya ini. Saat itu sepertinya takdir memang telah berpihak pada Michael Schumacher. Ia start dari grid ke-3 sementara Villeneuve kembali meraih pole tapi berkat hujan yang turun, Michael "The Rain Master" kembali memperlihatkan kepiawaiannya di atas trek basah. Hill dan Villenueve pun terpaksa harus mengakui keunggulan Michael di sirkuit favoritnya ini di atas trek basah, kondisi yang juga merupakan kondisi favoritnya. 
  • Spa 2002, salah satu musim terbaik Michael Schumacher. Setelah sukses merajai sesi kualifikasi, Michael kembali tampil perkasa di race. Kemenangannya di Spa itu pun menjadi catatan rekor baru bagi Michael dan F1 karena kemenangannya itu ternyata juga menjadi kemenangan kesepuluhnya dalam semusim memecahkan rekor sembilan kali menang dalam satu musim yang ditorehkan Nigel Mansel bersama Williams.
  • Spa, Belgia 2004. Kali ini Michael memang tak berhasil merajai Spa seperti sebelumnya. Di sesi kualifikasi ia hanya mampu mencatat waktu tercepat kedua. Dan di race pun ia tak berhasil merebut posisi pertama dari tangan Kimi seihngga ia harus finish di urutan kedua di belakang pebalap Finlandia itu. Namun hasil itu sudah cukup baginya untuk mengunci gelar juara dunianya yang keenam di sirkuit keberuntungannya ini.
 Jika dibilang Belgia merupakan sirkuit keberuntungan Michael sepertinya memang tak salah mengingat banyaknya hasil spektakuler yang berhasil dicatat Michael di sirkuit ini. Aku sendiri sampai sekarang masih berpendapat seandainya saja Belgia masuk ke dalam kalender balap 2006, kurasa bukannya tak mungkin pencapaian Michael di tahun itu bisa jauh lebih baik dan kurasa pula bukannya tak mungkin bila Michael berhasil merebut gelar dunia kedelapannya pada musim itu, seandainya saja Belgia masuk dalam kalender balap musim 2006 itu. Tapi siapa yang tahu juga? Semua itu memang merupakan rahasia langit yang takkan pernah tersibak karena semua itu tak pernah terjadi.

Minggu depan, Spa kembali mengisi kalender balap F1. Dengan berbagai catatan manis yang berhasil ditorehkan Michael di atas sirkuit ini, semoga saja Spa Franchorchamps bisa mengembalikan Michael ke puncak masa keemasannya. Terlebih di saat Michael tengah terpuruk di sepanjang musim ini, Spa memberikan harapan yang amat besar bagi Michael dan juga jutaan penggemarnya yang rindu melihat jagoannya ini kembali tampil perkasa merajai jagat Formula One. Dan Spa Franchorchamps merupakan tempat bersejarah yang memiliki nilai historis yang amat tinggi bagi seorang Michael Schumacher. Karenanya tak berlebihan bila semua penggemar Michael berharap bisa melihat kembali kialu bintang bernama Michael Schumacher itu kembali bercahaya di atas sirkuit yang telah menampilkan kilauan cahayanya untuk pertama kalinya pada sembilan belas tahun yang lalu itu.


Sumber gambar : telegraph.co.uk


Tidak ada komentar: