Total Tayangan Laman

Translate

Senin, 04 Januari 2010

Kembalinya Sang Master


pic taken from here

Setelah come back nya ke F1 bersama Ferrari pada GP Eropa 2009 yang lalu gagal karena cedera lehernya, ternyata kecintaannya pada dunia balap tak pernah pudar dalam diri seorang Michael Schumacher. Hingga akhirnya di penghujung tahun 2009, kembalinya Schumi ke ajang F1 di musim 2010 bersama Mercedes GP telah resmi sehingga beritanya itu bukan hanya sekadar isapan jempol belaka terlebih ternyata Schumi menyatakan bahwa ia dikontrak Mercedes selama tiga tahun karena ia tak ingin hanya kembali untuk satu musim saja. Hal yang tak mencengangkan sebenarnya karena Schumi merupakan pembalap yang meyakini betapa kontinuitas sangat diperlukan untuk menciptakan sebuah tim tangguh dengan performa yang mumpuni dan kontrak kerja selama setahun takkan mampu menunjang hal tersebut.

Meski kehadirannya kembali di dunia F1 ini disambut positif semua pihak yang selalu mendukungnya dan mungkin namun juga tak sedikit pandangan skeptis yang ditujukan pada pembalap gaek ini terlebih usia sang rain master ini telah menua, 3 Desember kemarin, juara dunia tujuh kali ini genap berumur 41 tahun.

Namun usianya yang tua bukan merupakan hambatan bagi Schumi untuk mengakhiri pertapaannya dan kembali turun gunung ketika sahabatnya, Ross Brawn, petinggi Mercedes GP yang telah membantu Schumi meraih tujuh gelar dunianya (2 bersama Renault dan 5 bersama Ferrari) memintanya bergabung dengan tim yang dibangunnya itu. Tentu saja kehadiran Schumi bukan hanya sekadar penyemarak semata meski Schumi telah menyatakan bahwa kehadirannya di Mercedes bukan sebagai pembalap utama dan hanya menjadi pendamping Rosberg junior, tapi semua orang tahu kepiawaian Schumi. Aku pribadi tentu saja berharap Schumi bisa melakukan hal yang lebih baik lagi dari pada sekadar menjadi pendamping putra Keke Rosberg itu. Dan kuyakin meski Schumi telah lebih dewasa dan jauh lebih arif daripada ketika perebutan gelar dunia tahun 1997 di Jerez, namun semangat tempur Schumi pastinya akan tergelitik juga dan nadinya akan berdenyut lebih kencang ketika jantungnya memompa lebih deras tatkala ia berada di balik setir dan membawa mobilnya menuju kecepatan tanpa batas.

Tentu saja kehadiran Schumi bersama Mercedes bukan hanya akan mampu mendongkrak popularitas tim ini yang telah berhasil menggebrak pada penampilan perdana mereka dengan meraih gelar dunia di tahun pertama tim ini, tapi pengalaman dan kemampuan Schumi tentu saja akan makin membantu performa tim ini. Terlebih Nico Rosberg juga memiliki kemampuan mechanical yang cukup tinggi dibanding rekan-rekan seprofesinya yang lain. Bahkan ketika Rosberg akan bergabung dengan tim Williams, ia sempat diberikan tes dan hasilnya kemampuan mekanikalnya itu sangat tinggi. Tentu saja duet maut Schumi dan Rosberg ini patut menjadi perhitungan lawan-lawan mereka di tahun 2010 ini.

Musim 2010 kuyakin akan menjadi jauh lebih menarik. Bukan hanya karena kembalinya Schumi yang telah membuatku jatuh cinta pada dunia F1 tapi aku lebih tertarik karena lawan-lawan Schumi yang jauh lebih muda sama sekali tak memperlihatkan kegentaran mereka menghadapi sang master ini namun juga mereka pastinya menyadari bahwa Schumi bukanlah macan tua ompong yang akan dengan mudahnya ditaklukkan. Tidak! Mereka yang muda-muda itu menyadari bahwa Schumi masih merupakan saingan yang sangat kuat bahkan di usianya yang telah berkepala empat itu justru memiliki kematangan yang lebih tinggi dan merupakan kehormatan juga bagi para pembalap muda itu pastinya karena dapat belajar sekaligus berduel dari legenda Formula One ini.

Tahun 2010 ini merupakan tahun pembuktian bagi Jenson yang telah berhasil memecahkan kebuntuannya sepanjang karirnya yang naik turun di F1 dengan menyabet gelar dunia di musim 2009 lalu. Dan Jenson mendapat ujian yang cukup berat. Di timnya ia harus bersaing melawan rekan senegaranya yang juga telah mengantongi satu kali gelar juara dunia. Sementara itu kehadiran Schumi bersama tim lamanya tentunya membuat mahkota Jenson terancam. Belum lagi, di tahunnya yang ketiga pastinya membuat Sebastian Vettel, yang kerap menjadi tandem Schumi di Race of Champions, pastinya telah memiliki lebih banyak lagi pengalaman setelah gagal meraih gelar dunia pada musim lalu. Tahun ini, Vettel pastinya akan berusaha lebih keras lagi untuk merebut gelar juara dunia pertamanya, terlebih pembalap muda Jerman ini meski bersahabat dengan Schumi telah makin memanaskan suasana persaingan setelah ia menyatakan bahwa ia tak gentar dengan kehadiran Schumi.

Bagiku sendiri, sejujurnya aku lebih suka bila bisa melihat Schumi berhasil meraih gelar dunia kedelapannya yang gagal diraihnya saat ia mengumumkan pengunduran dirinya dari F1 di tahun 2006. Tapi aku juga berharap Button bisa memperlihatkan kemampuan balapnya jauh lebih baik lagi dan membuktikan bahwa gelar dunia yang direbutnya tahun lalu memang pantas untuknya. Di lain pihak, aku juga sudah tak sabar melihat kemilau dari sebuah bintang baru bernama Sebastian Vettel.

Intinya, aku benar-benar tak sabar melihat musim balap 2010 kembali bergulir dan menjadi salah satu saksi dari sebuah sejarah baru di dunia Formula One.



Tidak ada komentar: