Total Tayangan Laman

Translate

Selasa, 22 Maret 2011

Optimisme Kubu Mercedes GP

Setelah mengalami musim yang sulit pada penampilan debut mereka kembali di F1 sebagai tim utuh, tahun ini Mercedes GP mulai dihinggapi optimisme menghadapi race perdana di Australia pada 27 Maret mendatang. Di sesi-sesi awal pra musim balap 2011 tim ini sempat dihadapi serangkaian kendala yang membuat tim pabrikan Jerman ini pesimis bisa berbicara banyak di musim 2011 ini namun tim ini terus berupaya keras untuk menciptakan paket yang lebih tangguh. Hasilnya kedua pebalap mereka sukses mencatat fastest lap di akhir sesi test di Barcelona.

Michael Schumacher mencatat fastest lap di sesi akhir test di lintasan kering dan esoknya rekan setimnya, Nico Rosberg di atas lintasan basah akibat hujan kembali meniupkan optimisme di kubu Mercedes GP makin tinggi setelah pebalap Jerman ini pun mencatat fastest lap di hari terakhir ujicoba di Barcelona sebelum semua tim bersiap menyambut race perdana di Melbourne, Australia.

Michael sendiri walaupun bersemangat dengan pesatnya pengembangan yang dilakukan Mercedes sehingga membuat W02 lebih tangguh tak seperti di penampilan mereka pada awal-awal sesi ujicoba namun ia tak ingin terlalu takabur. Meski begitu Michael tetap memuji kerja keras timnya dalam melakukan pengembangan sehingga menciptakan mobil yang dianggapnya kini telah siap bersanding dengan tim-tim papan atas lainnya seperti Renault, Ferrari, dan McLaren. Namun Michael mengungkapkan ia ingin menunggu beberapa balapan dulu untuk melihat apakah mobilnya mampu bertarung untuk merebut kemenangan di musim 2011 ini.

"We are going in the right direction. Definitely," ujar Schumacher dalam sebuah wawancara dengan media Jerman pada hari Selasa, pekan lalu. Meski ia mengatakan bahwa mobilnya bukanlah mobil tercepat di musim balap 2011 ini dan melihat Red Bull, sang juara dunia bertahan tetap merupakan tim yang tangguh di musim ini namun ia juga mengakui bahwa Mercedes jauh lebih baik dibanding tahun lalu. "We should be in a good position this year," ujar juara dunia tujuh kali ini namun ia juga menambahkan bahwa meskipun timnya sudah berhasil membuat mobil yang bisa memenangi balapan tapi ia lebih suka menunggu hingga beberapa balapan untuk mengukur kekuatan timnya yang sesungguhnya. "Anyway, with the car we will be able to fight for the top places and that is a good news. The team did a great job," puji pebalap Jerman ini atas kerja keras tim Mercedes.

Hampir senada dengan Michael, rekan setimnya pun mengungkapkan optimismenya akan penampilan tunggangan barunya di tahun ini yang jauh lebih baik dibanding tahun lalu. Rosberg bahkan menyatakan bahwa paket baru W02 yang telah memberikan harapan segar bagi timnya ini sebagai "giant step forwards."

Begitu pula dengan Ross Brawn, sang bos tim Mercedes GP yang merasa "nervous" atas lompatan besar yang telah diciptakan oleh timnya ini hingga membuatnya sulit untuk tetap tenang. "It was hard to keep calm, and I was constantly reminding the team to stick to the plan. In situations like that, it's tempting to react and waste resources," ujar engineer jenius yang merupakan otak di balik era keemasan Ferrari pada akhir tahun 1990an hingga awal 2000an silam dan telah mengantarkan Michael Schumacher meraih tujuh gelar dunia ini.

Seperti Michael, Brawn pun menyatakan sulit untuk menilai apakah pengembangan yang dilakukan timnya ini sudah cukup atau tidak. Namun Brawn meyakini sistem exhaust seperti yang diadopsi W02 tahun ini akan memberikan dampak yang besar bagi kompetisi F1 musim ini. 

Sebelumnya bersama Brawn GP, Ross Brawn sempat menimbulkan kontroversi di awal debut timnya ini dengan diffuser ganda mereka yang membuat tim ini tampil mendominasi lewat Jenson Button di balapan-balapan awal musim 2009 dan meski belakangan tim-tim lain menyontek double diffuser-nya namun Brawn dan Button sukses meraih gelar dunia pertama mereka di akhir musim 2009 itu. Kini bersama Mercedes GP, Brawn kembali mencoba menggebrak teknologi F1 dengan system exhaust.

Brawn sendiri menyatakan keyakinannya bahwa forward exhaust akan memberikan dampak yang lebih signifikan dibanding double diffuser yang diperkenalkanya pada musim 2009 meski ia yakin sistem exhaust ini takkan menimbulkan kontroversi seperti diffuser ganda karena tak seperti diffuser ganda, Brawn merasa tak ada area abu-abu (grey area) dalam regulasi mengenai design exhaust sehingga ia menganggap hal ini tak akan menimbulkan kontroversi.

Di samping itu Brawn juga mengungkapkan pendapatnya bahwa di F1 yang paling utama adalah keberanian para engineer untuk melakukan terobosan-terobosan baru dalam menginterpretasi aturan regulasi yang ditetapkan. "It is very, very rare for people to cheat in F1 and what all the engineers do, and what I expect my engineers do, is to challenge the boundaries of what you can do. And obviously the double diffuser is one of those boundaries," ujar Brawn.

Bagi Brawn sistem exhaust merupakan ide yang cemerlang namun Brawn belum tahu apakah akan ada masalah dalam aturan regulasi mengenai penggunaan sistem exhaust ini.

Untuk mencapai sukses di F1 melakukan terobosan dalam hal teknologi memang merupakan syarat mutlak. Selain Mercedes tenryata Renault pun tahun ini melakukan inovasi besar dalam hal exhaust exit yang telah diperkenalkan tim pabrikan Perancis ini sejak sesi awal ujicoba musim ini. Tim ini bahkan telah melakukan berbagai macam versi untuk mendukung terobosannya ini selama ujicoba musim dingin tahun ini. Belakangan, McLaren pun kabarnya telah melakukan pengembangan sistem exhaust untuk tunggangan terbaru mereka setelah penampilan tim ini amat buruk di sesi ujicoba dan berharap terobosan mereka pada sistem exhaust dan pengembangan atas floor mobil baru mereka bisa menyelamatkan mereka di race perdana di sirkuit Albert Park, di Australia nanti.

Namun rupanya optimisme Brawn dan dua pebalap Mercedes ini tak senada dengan petinggi Mercedes, Norbert Haugh. Ketika ditanya pendapatnya atas hasil cemerlang dua pebalapnya di akhir sesi ujicoba di Barcelona, dua minggu lalu, Wakil Presiden Mercedes untuk bidang Motorsport ini menyatakan, Schumacher dan Rosberg bukanlah satu-satunya pebalap yang mencatat waktu tercepat di Spanyol."Most drivers during the test in Barcelona practiced a qualifying lap," imbuh Haugh dalam wawancaranya dengan media Jerman, SID. Meski begitu Haugh juga menambahkan bahwa jika saja mereka punya waktu lebih, bukannya tak mungkin paket baru W02 yang baru ditampilkan Mercedes GP di akhir sesi ujicoba bisa tampil lebih meyakinkan. "One or two in the field could probably have gone faster, but probably he (Schumacher) and Rosberg could have as well."

Sebelumnya Haugh juga sempat mengomentari kelangsungan Michael di Mercedes yang menurutnya akan tetap dipertahankannya jika harganya tepat - "if the price is right."- Namun ketika disinggung mengenai komentarnya mengenai "price is right,"-nya ini, Haugh menegaskan bahwa hal ini bukanlah konsumsi publik meskipun ia sadar komentarnya ini menimbulkan perbincangan hangat seputar seberapa besar kesepakatan antara Mercedes dengan Schumacher.

Haugh hanya berkomentar, "Kami sangat puas dengan Michael dan sangat bangga atas bakat dan pengalamannya dan jika ia ingin tetap bertahan di F1 (bersama Mercedes) setelah tahun 2012, tentunya kami dengan senang hati bersedia membicarakan ini dengan dengannya." Di akhir kata ia menegaskan, "We have no doubt that Michael Schumacher is still absolutely competitive."

Hari ini Haugh kembali menegaskan timnya agar tak terlalu meletakkan optimisme yang berlebihan. Baginya Mercedes belum bisa berpuas diri karena balapan memang belum lagi dimulai. Hasil bagus yang dicatat oleh Schumacher dan Rosberg pada sesi akhir ujicoba di Barcelona memang mengesankan namun hal itu dinilainya masih harus dibuktikan di race nanti. 
"We knew that there was something in the pipeline but between knowing and delivering there is always a question mark," kata Haugh kepada Autosport hari in.

Meski Mercedes dianggap bisa menjadi kuda hitam diantara superioritas yang mungkin akan diperlihatkan oleh Red Bull dan Ferrari namun Haugh tak ingin terlalu takabur. Ia bahkan tak ingin menganggap timnya sebagai favorit. Ia hanya berharap timnya bisa melakukan pengembangan yang lebih baik ke depannya untuk menghadapi persaingan. Namun yang jelas ia lebih suka membuat target yang realistis.

"We are not seeing ourselves as the favourites, but we hope we have developed further in comparison with the competitors and are heading in the right direction. We need to see, and we need to have realistic targets."

sumber gambar dari wikipedia

Tidak ada komentar: