Total Tayangan Laman

Translate

Selasa, 14 Juni 2011

Hamilton Tersungkur, Vettel Melintir, dan Button Juara

 Entah apa yang ada di benak Vettel saat menatap Button yang tengah tersenyum lebar ini?

Memasuki GP Kanada, kepercayaan diri Hamilton sangat besar untuk menyaingi Vettel dalam perebutan gelar dunia. Hamilton yang di race sebelumnya, di Monaco sempat menuai kritik akibat gaya balapnya yang dinilai membahayakan pebalap lain telah menuai buahnya dengan dua kali penalti dari empat insiden yang dialaminya. Insiden dengan Massa dan Maldonado menjadi insiden yang paling parah. Meski begitu Hamilton tetap berhasil mendapai poin dengan finish di urutan ke-6 sementara Massa harus retired dan Maldonado yang nyaris meraih poin pertamanya di F1 harus finish di urutan 18. 

Walau race di Monaco telah tiga minggu usai tapi kritik dari berbagai pihak masih mendera juara dunia 2008 itu. Bahkan dua mantan juara dunia F1, Emerson Fitipaldi dan Niki Lauda memberikan kritik yang lumayan pedas dan keras. Hamilton sendiri mencoba melupakan tragedi di Monaco yang makin runyam dengan komentar bernada rasis yang dikutipnya dari film Ali G., dan bersiap memusatkan perhatiannya pada race selanjutnya di Kanada. 

Sirkuit Gilles Villeneuve, Kanada semula dinilai merupakan tempat yang akan menguntungkan bagi McLaren-Mercedes dan dianggap merupakan salah satu titik kelemahan sang pemuncak klasemen, Red Bull Racing. Hal ini memang sudah terlihat sejak sesi latihan bebas. Red Bull tak terlalu bersinar, tapi menariknya pesaing berat Red Bull bukanlah McLaren melainkan Ferrari lewat Alonso yang tampil cemerlang di sepanjang sesi latihan bebas dan menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas kedua. 

Vettel ternyata berhasil membalikkan keadaan. Di sesi latihan bebas yang terakhir ia tampil sebagai yang terkencang disusul Alonso dan Rosberg sementara dua pebalap McLaren-Mercedes, Button dan Hamilton berada di urutan kelima dan keenam. Di sesi kualifikasi, Vettel kembali meraih pole dan menjanjikan balapan yang amat ketat bila dilihat dari gap yang tak terlalu jauh dengan catatan waktu yang ditorehkan pebalap lain di belakangnya. Alonso dan Massa merebut P2 dan P3 disusul Webber di urutan ke-4. Sementara Hamilton berada di urutan ke-5 disusul Rosberg di P6, unggul dari Button yang menghuni grid ke-7 di depan Michael Schumacher yang berada di urutan ke-8. 

Sebelum race dimulai, sirkuit Gilles Villeneuve, Kanada sudah menjanjikan balapan yang akan menegangkan berkat cuaca yang tak bersahabat. Hujan sudah mengguyur sejak sebelum start sehingga balapan dimulai dengan dipandu oleh Safety Car. Setelah SC mulai masuk pit, pertarungan mulai terjadi. Belum lama SC masuk pit, insiden sudah mulai terjadi antara Hamilton dan Webber hingga membuat Webber sempat melintir tapi keduanya masih bisa melanjutkan lomba. Tapi insiden yang berikutnya mengandaskan Hamilton. 

Di lap 7 Hamilton yang berada di belakang Button mencoba menyalip rekan setimnya itu dari sisi dalam tapi Button segera menutup jalannya hingga tabrakan antara keduanya pun tak terhindarkan. Safety Car pun kembali masuk ke trek untuk menyingkirkan mobil Hamilton yang terparkir di Turn 5. Sementara Button masih bisa melanjutkan lomba. 

Insiden ini kembali menuai kritik atas Hamilton tapi pebalap Inggris itu menganggap Button-lah yang telah menabraknya, tapi Button mengaku tak tahu menahu akan keberadaan Hamilton yang amat dekat dengannya saat itu. Button bahkan sampai bertanya pada kru McLaren lewat radio tim mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Meski begitu Button tetap meminta maaf atas apa yang terjadi pada Hamilton. Meski rekan setim merupakan lawan utama yang harus dikalahkan tapi tentunya amat menyulitkan bila terjadi insiden antar rekan setim seperti yang terjadi pada skuad McLaren di Kanada hari Minggu kemarin. 

Balapan Hamilton berakhir sementara balapan Button pun kacau balau. Setelah insiden dengan rekan setimnya, Button harus masuk pit dan kembali di urutan ke-12. Tak lama kemudian di lap 12 Button mendapat kabar dari timnya bahwa ia terkena drive through penalty tapi bukan karena insidennya dengan Hamilton melainkan karena melanggar batas kecepatan saat Safety Car berada di trek di awal lomba. Sebenarnya Hamilton pun terkena penalti yang sama dengan Button karena kedua pebalap McLaren itu melakukan kesalahan yang sama, tapi karena Hamilton telah keluar dari lomba maka hanya Button yang harus menjalankan hukuman itu. Saat kembali ke trek, posisi Button pun melorot ke urutan 14. 

Hujan yang turun ternyata makin parah hingga membuat Safety Car kembali ke trek untuk memandu balapan, tapi tak lama kemudian di lap 25 FIA memutuskan untuk menghentikan sementara balapan karena situasi saat itu dinilai terlalu berbahaya. Vettel masih memimpin disusul Kobayashi dan Massa yang belum melakukan pit untuk mengganti ban. 


Setelah ditunda hampir dua jam, balapan kembali digelar dengan tetap dipandu SC dan perintah dari FIA bagi seluruh pebalap yang masih berada di trek untuk menggunakan ban basah.

Balapan mulai kembali panas setelah SC kembali ke pit. Tapi SC harus kembali ke trek setelah Jenson Button dan Fernando Alonso bertabrakan di lap 44. Alonso langsung kandas dan menyusul Hamilton sementara Button harus kembali ke pit untuk mengganti bannya yang terkena serpihan mobil Alonso. Sekembalinya dari pit, posisi Button melorot jauh di P21.

Menjelang akhir lomba, hujan mulai mereda. Sementara itu Button mulai menggila. Ia menyalip banyak pebalap di depannya hingga akhirnya ia berada di P4 tepat di belakang Webber yang tengah kesulitan menyalip Schumacher yang tampil cemerlang hingga nyaris meraih podium kedua di belakang Vettel.

Button akhirnya berhasil menyalip Webber saat pebalap Australia itu melakukan kesalahan di chicane yang sama dengan saat ia mencoba menyalip Schumacher. Selanjutnya adalah menyalip Michael Schumacher dan itu tak sulit bagi Button dengan MP4-26-nya yang lebih tangguh dibanding W02 milik juara dunia tujuh kali itu, maka Button pun bisa dengan mudahnya meraih P2 dari Schumi dan melesat mendekati Vettel yang sepanjang lomba tak menemui hambatan berarti untuk meraih kemenangan ke-6 di musim ini barulah mendapat lawan sepadan saat Button mulai mendekatinya. MP4-26 Button memang jauh lebih kencang dibanding RB7 milik Vettel. Mendapat tekanan dari Button akhirnya sang juara dunia bertahan ini melakukan kesalahan di final lap. Vettel melintir, Button pun segera mengambil kesempatan ini untuk merebut posisi Vettel dan meraih kemenangan pertamanya di musim ini.

Tentu saja kemenangan Button ini terasa sangat istimewa terlebih juara dunia 2009 ini harus mengalami banyak kesulitan di sepanjang lomba. Dua kali mengalami tabrakan. Mendapat penalti dan harus masuk pit sampai lima kali. Tapi untungnya Button tak kenal menyerah. Ia terus berjuang hingga akhirnya berhasil meraih kemenangan.

Walau mengalami insiden tak mengenakkan dengan rekan setimnya, tapi Button mengaku hal itu ternyata tak mempengaruhi hubungan mereka. Button yang berbeda dengan beberapa pihak yang menghujani Hamilton dengan kritikan, sebaliknya Button justru membela rekan setimnya ini. Lewis menurut Jenson merupakan tipe pebalap petarung dan itulah sebabnya Lewis kerap menjadi headline. Jenson juga menilai Lewis merupakan pebalap yang amat berbakat dan salah satu pebalap terbaik di F1. Bahkan Jenson mengaku bahwa alasannya berada di McLaren adalah karena ingin bertarung dengan pebalap berbakat seperti Hamilton.

"Lewis is in the headlines a lot, and a lot of it is because he is bloody good," komentar Button membela rekan setimnya seperti dikutip oleh Press Association. "He's a race, a fighter. For me that is the reason why I wanted to be here against and with a driver that is super talented, one of the best drivers Formula 1 has ever seen," tegas Jenson seraya menambahkan ketidaksetujuannya dengan pernyataan Niki Lauda dan mengakui gaya membalap Lewis memang agresif tapi itu dinilainya karena Lewis mencoba mencari celah dan terkadang aksi Lewis tepat tapi ada kalanya juga Lewis salah langkah dan menurut Jenson semua pebalap juga seperti itu hanya saja Lewis kerap menempatkan dirinya di situasi yang tak menguntungkannya itu jauh lebih banyak dibanding yang lainnya.

Button bahkan mengaku Lewis merupakan salah satu orang pertama yang memberikan selamat padanya saat ia berhasil menjuarai GP Kanada hari Minggu kemarin. Dan hal ini sepertinya menegaskan bahwa insiden antara mereka di lap-lap awal balapan kemarin sudah berhasil diatasi keduanya.

Sementara itu balapan di Kanada kemarin yang berhasil dimenangkannya dinilai Jenson merupakan balapan terbaiknya di F1. Bahkan bosnya di McLaren, Martin Whitmarsh menganggap kemenangan Jenson itu merupakan kemenangan terbaik dalam sejarah F1. Aksi Jenson dinilainya luar biasa. Jenson harus menerima berbagai masalah. Tabrakan dua kali sampai harus berkali-kali masuk pit untuk mengganti bannya yang terkena serpihan mobil usai bertabrakan dengan Alonso dan sebelumnya akibat insiden dengan rekan setimnya, ia terpaksa masuk pit untuk mengganti front wing-nya dan membuat posisinya melorot ke urutan 21 tapi Jenson tetap fokus dan secara luar biasa berhasil merangkak naik hingga merebut kemenangan.

"I think it was one of the best wins in the history of F1," ujar Whitmarsh memuji Jenson. "I think it was incredible. Absolutely fantastic. There were puncture, he had to change the front wing and from 21st I don't know how many times he had to overtake people. He just drove fantastically well."

Kemenangan ini menurut Whitmarsh sepenuhnya merupakan hasil kerja keras dan bakat Jenson Button sendiri.

"He kept focused. He applied as much pressure as he had to to get past and really did a fantastic job. This was 90 per cent him and 10 per cent the car. He did a great, great, great job," tandas Whitmarsh yang bergembira atas kemenangan pebalapnya ini.

Sumber gambar : okezone.com

Tidak ada komentar: