Total Tayangan Laman

Translate

Senin, 06 Juni 2011

Schumacher Siap Bertempur Kembali di Kanada

"I know that good things come to those who wait. I am absolutely sure we are on the right track and that we are doing all we can to be successful in the end," pernyataan ini diungkapkan Michael Schumacher dalam wawancaranya dengan situs resmi F1 usai sesi kualifikasi di GP Spanyol tahun ini setelah mengalami akhir pekan yang buruk di Istanbul, Turki.

Sebagai salah seorang penggemar berat Michael Schumacher, tentu saja aku amat mengamini pernyataan jagoanku ini. Karenanya, meski performa Michael masih belum secemerlang aksinya di masa lalu, aku tak ingin putus harapan dan akan terus menanti mimpiku jadi kenyataan. Melihat Michael Schumacher kembali melompat di podium teratas Grand Prix Formula One.

Meski rasanya mustahil bisa melihat Schumacher meraih kemenangan di race berikutnya yaitu di Montreal, Kanada, tapi kurasa hal itu bukannya tak mungkin. Minggu lalu, aku berharap bisa melihat suatu mukjizat di Monaco, mengingat trek di Monaco tidak mudah dan balapan di Monaco selalu mengesankan, dan meski sejarah Schumi di Monaco tak selalu manis, tapi aku berharap mukjizat seperti yang dirasakan Olivier Panis di Monte Carlo, Monaco pada tahun 1996 bisa kembali terulang pada Michael Schumacher. Sayangnya harapan tinggal harapan. Walaupun di sesi kualifikasi, Michael berhasil meraih P5 mengalahkan rekan setimnya, tapi sayangnya saat race, Mercedes W02 Michael masih belum bisa mendukung juara dunia tujuh kali ini untuk kembali meretas kemenangan. Michael gagal melanjutkan lomba akibat airbox-nya mengalami masalah, tapi aku tak ingin putus harapan.

Race selanjutnya akan berlangsung di sirkuit Gilles Villeneuve, Kanada. Dan sepanjang sejarah karir balap F1 Michael Schumacher, sirkuit ini selalu bersikap ramah bagi Schumacher dan bahkan adik kandung Michael, Ralf Schumacher pun sempat merasakan manisnya champagne di podium utama sirkuit yang dinamai seperti nama pebalap legendaris Ferrari asal Kanada, Gilles Villeneuve ini.

Michael sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk kembali bertempur di Kanada pekan ini. FIA sebelumnya telah memutuskan memperbolehkan penggunaan DRS di dua tempat sekaligus di sirkuit Gilles Villeneuve, Kanada, hal ini merupakan yang pertama kalinya, karena pada enam balapan sebelumnya penggunaan DRS ditentukan hanya di satu zona saja. Hal ini tentunya akan membuat aksi salip-menyalip makin seru dan Michael menyambut baik keputusan FIA tersebut.

"The circuit itself is very much a stop-and-go-scenario with much of the focus on top speed and braking," ujar Schumacher.

"It is really difficult to have an idea of how our car will perform in Montreal," lanjut juara dunia tujuh kali ini seraya mengungkapkan hasil mengecewakan di Monaco minggu lalu yang dinyatakannya merupakan akhir pekan yang berat bagi timnya, tapi ia seperti biasa berusaha untuk tetap optimis dan meyakini bahwa timnya selalu memetik setiap pelajaran dari setiap race yang mereka jalani. "We will learn our lessons and be ready to fight again in Canada," tegas pebalap yang telah mengoleksi 91 kali kemenangan ini.

Michael juga menambahkan bahwa Montreal merupakan kota yang luar biasa untuk dikunjungi dan baginya GP Kanada merupakan salah satu balapan yang memiliki atmosfir yang sangat baik. Pernyataan Michael ini memang bukan sekadar omong kosong belaka karena sepanjang sejarah pagelaran GP Kanada di Montreal, Michael Schumacher merupakan pebalap tersukses di negeri daun maple ini.

Montreal mulai menjadi tuan rumah perhelatan Formula One sejak tahun 1978. Sebelumnya, GP Kanada sempat digelar di Ontario dan Quebec. Sepanjang sejarah GP Kanada, Michael Schumacher berhasil meraih tujuh kali kemenangan di sirkuit Gilles Villeneuve ini sedangkan Ferrari merupakan tim konstruktor tersukses di Kanada dengan 13 kali kemenangan. Sementara pebalap F1 lainnya hanya bisa meraih kemenangan sebanyak tiga dan dua kali saja di Kanada ini. Nelson Piquet, mantan rekan setim Schumacher di Benetton pada tahun 1991, merupakan pebalap kedua setelah Michael Schumacher dalam rekor kemenangan di GP Kanada dengan menorehkan tiga kali kemenangan, sementara Jacky Ickx, Jackie Stewart, bahkan Senna hanya mampu menorehkan dua kali kemenangan saja. 

Sedangkan Gilles Villeneuve, pebalap Kanada yang tewas dalam kecelakaan saat sesi kualifikasi di GP Belgia pada tahun 1982 merupakan pebalap pertama yang meraih kemenangan di Montreal. Untuk menghormatinya, maka namanya diabadikan sebagai nama sirkuit di Montreal ini.

Berikut adalah jejak-jejak kenangan Michael Schumacher di Sirkuit Gilles Villeneuve, Kanada.

Montreal, Kanada 1992
Kenangan manis pertama Michael Schumacher di Montreal, Kanada. Ia memulai balapan dari grid ke-5 tapi sukses meraih podium kedua mendampingi Berger (McLaren-Honda) dan Alesi yang membalap untuk Ferrari. 

Ayrton Senna yang membalap untuk McLaren-Honda berhasil meraih pole didampingi Riccardo Patrese di front row. Di barisan kedua ada Nigel Mansell, rekan setim Patrese di Williams-Renault berdampingan dengan Gerhard Berger yang mengisi grid ke-4 sementara Michael Schumacher berada di P5. 

Pada lap 14 Mansell mencoba menyalip Senna di tikungan terakhir tapi mobilnya melintir dan mogok di jalur utama. Mansell pun terpaksa keluar dari balapan sementara Senna masih selamat tapi hal itu tak berlangsung lama. Di lap 37 Senna, sang pemimpin lomba harus retired karena masalah elektrik di mobilnya. Mangsa berikutnya adalah Patrese yang harus retired akibat kegagalan gearbox-nya. Gerhard Berger, rekan setim Senna pun langsung melenggang memimpin lomba hingga akhir balapan disusul oleh Michael Schumacher yang membalap untuk Benetton-Ford dan Alesi dari Ferrari melengkapi di podium ketiga. 

Montreal, Kanada 1993
Lagi-lagi Schumi hanya mampu meraih podium kedua. 

Schumi memulai balapan dari grid ketiga di belakang Alain Prost yang membela Williams-Renault dan Damon Hill, rekan setim Prost. Saat start Hill berhasil mengalahkan Prost dan mengambil alih posisi terdepan dari tangan pebalap Perancis itu sementara mobil Benetton Schumi mendadak melambat hingga disalip oleh Berger dan Senna yang memulai balapan dari grid ke-8 dan sukses menyalip Brundle lalu Alesi. Sedangkan Hill masih memimpin. Tak lama kemudian, Schumi akhirnya berhasil pulih dan sukses menyalip Berger. Sementara di barisan depan, pertarungan juga tengah memanas. Prost kembali berhasil mengambil alih posisi terdepan dari tangan Hill. Posisi kini Prost memimpin diikuti Hill, Senna, Schumacher, Patrese, dan Berger. 

Di tengah race mendadak Williams-nya Hill mengalami masalah hingga akhirnya ia disalip Senna. Tak lama mobil Senna mengalami electrical problem hingga memaksanya retired, Schumi pun segera mengambil alih posisi Senna. Balapan akhirnya dimenangkan oleh Prost yang finish terdepan disusul Michael Schumacher dan Damon Hill di urutan kedua dan ketiga. 

GP Kanada 1993 ini juga merupakan balapan terakhir yang dikomentatori oleh mantan juara dunia F1 James Hunt yang setelah pensiun dari F1 beralih profesi menjadi komentator F1. Hunt meninggal karena serangan jantung sekitar 48 jam setelah balapan di GP Kanada 1993 ini.

Montreal, Kanada 1994
Trivia kesuksesan pertama Michael Schumacher di Montreal, Kanada. Tahun 1994 ini Schumi sukses meraih pole, fastest lap, dan podium pertamanya di Montreal, Kanada.

Di sesi kualifikasi, Schumi sukses mengungguli Alesi dan Berger yang membalap untuk Ferrari dan meraih pole pertamanya di Kanada. Sementara pesaing terdekat Schumi dalam perebutan gelar musim itu, Damon Hill berada di grid ke-4 disusul rekan setimnya, David Coulthard di P5.
Penampilan Benetton-Ford saat itu memang tengah cemerlang. Schumi pun tampil kencang di atas Benetton B194-nya tanpa bisa terkejar. Ia pun sukses meraih kemenangan pertamanya di Montreal, Kanada disusul Hill dan Alesi di urutan kedua dan ketiga.

"The car performed fantastic. I had all the gears this time and I could do what I wanted. I think it would be good for Formula One if Nigel (Mansell) returned. It would bring more competition and I would like that," ujar Michael setelah meraih kemenangan pertamanya di GP Kanada bersama Benetton-Ford seraya mengungkapkan kesediaannya agar Nigel Mansell kembali ke trek F1 mengingat setelah kematian Ayrton Senna di San Marino, Imola pada tahun 1994 itu praktis tak ada juara dunia yang mengisi grid F1 berhubung Mansell dan Prost yang meraih gelar dunia pada 1992 dan 1993 sudah pensiun.

Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, Kanada 1995
Michael Schumacher kembali meraih pole dan mencetak fastest lap tapi sayangnya masalah gearbox menenggelamkan harapannya untuk mengulang kesuksesannya meraih kemenangan.

Saat kualifikasi Michael berhasil mengalahkan pesaing terdekatnya, Damon Hill. Ia merebut pole disusul Hill di P2 sementara David Coulthard dan Jean Alesi di urutan ketiga dan keempat. Selepas start Michael langsung memimpin dari pole hingga ia didera masalah dengan dengan gearbox-nya. Namun Schumacher bisa dibilang beruntung, karena ia masih bisa finish kelima sementara rival utamanya, Damon Hill yang juga mengalami masalah dengan gearbox gagal menyelesaikan lomba dan harus retired di lap 50.

Balapan hari itu akhirnya dimenangkan oleh Jean Alesi yang membalap untuk Ferrari. Kemenangan Alesi ini langsung disambut meriah oleh fans yang langsung menyerbu ke dalam trek begitu Ferrari-nya Alesi menyentuh garis finish, padahal saat itu semua pebalap masih melaju di trek sehingga penyelenggara lomba pun segera mengibarkan black flag. Semua pebalap pun segera menghentikan mobil mereka. Pada balapan ini terjadi peristiwa yang selamanya akan terus dikenang. Alesi tengah melakukan victory lap-nya ketika mobilnya kehabisan bensin. Ia keluar dari mobilnya dan berdiri di atas mobilnya. Schumacher yang berada di belakangnya segera menghentikan mobilnya dan memberikan tumpangan bagi Alesi. Sambil membawa Alesi di atas mobil Benetton-Renault-nya, Schumacher menyupiri Alesi kembali ke pit.

Pada hari Minggu sore itu, rumor yang menyatakan bahwa Michael telah menandatangani kontrak jutaan dolar dengan Ferrari untuk menggantikan Alesi pada musim balap 1996 sudah ramai terdengar.

Montreal, Kanada 1996
Tahun pertama Schumi bersama Ferrari tapi kali ini Kanada memberikan kenangan pahit bagi Michael. Start dari P3 tapi harus retired. No podium for Schumacher.

Michael meraih P3 di kualifikasi, kalah kencang dari duo Williams. Hill meraih pole disusul rekan setimnya, Jacques Villeneuve, putra dari Gilles Villeneuve. Namun mobilnya mengalami masalah sejak warm-up lap. Schumi yang saat itu sudah mengantongi dua gelar dunia bersama Benetton pun terpaksa retired di lap 41 karena mengalami masalah dengan as mobilnya sementara rekan setimnya, Eddie Irvine telah lebih dahulu retired di lap pertama karena masalah suspensi.

Montreal, Kanada 1997
Kanada tersenyum lagi pada Michael Schumacher. Dari pole Schumi melesat meraih kemenangan keduanya di sirkuit Gilles Villeneuve, Kanada ini.

Balapan hari itu sempat diwarnai kecelakaan parah yang menimpa Olivier Panis hingga membuat kaki pebalap asal Perancis itu patah dan tak bisa membalap di tujuh race berikutnya. Balapan hari itu diakhiri oleh kibaran red flag pada lap 54 akibat kecelakaan hebat yang menimpa Panis.

Sementara Schumi meski sempat kehilangan posisi terdepan yang direbut oleh Coulthard namun akhirnya berhasil merebut kembali kepemimpinan lomba dari tangan DC dan mempertahankannya hingga akhir race. Sedangkan DC yang sempat mempimpin mengalami koplingnya bermasalah sejak pit keduanya. Meski begitu DC berhasil finish ketujuh dan bahkan sempat mencatat fastest lap.

Montreal, Kanada 1998
Lagi Schumi meraih kesuksesan besar di Kanada.Walau gagal meraih pole, namun Schumi sukses mencetak fastest lap, dan akhirnya ... meraih kemenangan ketiganya di Kanada.

Saat kualifikasi, McLaren-Mercedes memperlihatkan tunggangan mereka jauh lebih kencang dari Ferrari. David Coulthard sukses meraih pole disusul rekan setimnya, Mika Hakkinen di P2. Sementara Michael Schumacher hanya meraih P3. Meski begitu hasil ini cukup mengejutkan Schumi yang tak menyangka dengan karena Ferrari saat itu memang bukan tandingan McLaren tapi lap time yang dibuat Schumi hanya selisih 0.2 detik dari waktu tercepat yang ditorehkan Coulthard. Malam sebelum sesi kualifikasi, Irvine, rekan setim Schumi sempat mengeluarkan pernyataan bahwa GP Kanada merupakan momen yang amat krusial bagi Ferrari. Pernyataan Irvine ini pun diamini oleh Schumi.

Balapan di Kanada 1998 ini menjadi balapan yang dikenang akibat kecelakaan hebat di lap pertama yang melibatkan Alexander Wurz (Benetton) dan Jean Alesi (Sauber) yang merembet ke Johnny Herbert dan Jarno Trulli. Mobil Wurz bahkan samapi berputar sebanyak tiga kali namun untungnya pebalap Austria ini tak mengalami cedera. Bendera merah pun dikibarkan. Balapan dihentikan sejenak. Alesi, Wurz, dan Trulli pun terpaksa menggunakan mobil cadangan sementara kru tim Sauber berhasil memperbaiki mobil Herbert hingga pebalap Inggris ini tak perlu menggunakan mobil cadangan.

Saat start diulang, kali ini kubu McLaren yang ditimpa apes. Gearbox Hakkinen macet sementara tak jauh di belakangnya terjadi kecelakaan. Mobil Ralf Schumacher, adik kandung Michael yang membela tim Jordan melintir di tengah trek hingga membuat kecelakaan beruntun di belakangnya. Mobil Trulli terlempar ke atas mobil Alesi. Total ada 5 mobil yang terpaksa retired di start bagian kedua ini: Hakkinen retired karena gearbox, Ralf akibat melintir, Alessi dan Trulli, keduanya terpaksa keluar dari balapan akibat kecelakaan, pebalap terakhir yang retired di start kedua ini adalah Toranosuke Takagi yang membalap untuk tim Tyrell-Ford retired karena masalah transmisi.

Balapan hari itu memang diwarnai begitu banyak insiden. Safety car pun sempat harus masuk ke trek akibat kecelakaan yang melibatkan antara Salo dan Herbert. Sementara sang pole sitter, David Coulthard pun terpaksa menyerah setelah mengalami masalah transmisi. Keluarnya safety car yang ketiga kalinya ini digunakan Michael Schumacher untuk masuk pit. Ketika ia kembali, yellow flag dikibarkan yang artinya tak boleh ada overtaking tapi Schumacher sempat berseteru memperebutkan tempat dengan rekan senegaranya, Heinz-Harald Frentzen yang berbuah penalti 10 detik stop and go untuk Schumacher. Saat kembali ke trek, Schumacher berada di belakang Hill tapi Schumi berhasil menyalip seteru abadinya ini untuk merebut posisi kedua di lap 38. Schumi berhasil merebut posisi terdepan saat Giancarlo Fisichella melakukan strategi satu kali pit stop-nya di lap 45. Meski Schumi melakukan strategi dua kali pit tapi ia tetap berhasil mengamankan 16 detik dan finish di depan Fisichella.

Montreal, Kanada 1999
Meraih pole tapi terpaksa retired akibat menabrak tembok.

Di race kali ini terjadi peristiwa bersejarah yang amat unik dan menjadi kenangan pahit sekaligus menggelikan bagi para mantan juara dunia. Damon Hill, Michael Schumacher, dan Jacques Villeneuve, ketiga mantan juara dunia ini sama-sama menghantam tembok yang semula memiliki slogan Bienvenue au Quebec yang artinya Selamat Datang di Quebec. Tapi tembok itu kemudian lebih dikenal sebagai "Wall of Champions"- tembok para juara dunia. Tiga juara dunia F1 ditambah seorang juara dunia FIA GT Champion ditaklukkan oleh tembok ini.

Sebelumnya Ricardo Zonta, sang juara dunia FIA GT Champion terlebih dahulu melintir dan menabrak "Wall of Champion" ini hingga membuat safety car masuk trek. Tak lama Damon Hill yang membalap untuk tim Jordan pun membawa mobilnya ngusruk menabrak sang tembok perkasa ini di lap 14. Beberapa saat kemudian, di lap 29 giliran sang juara dunia dua kali, Michael Schumacher yang takluk di depan "Wall of Champion". Di lap 34 Jacques Villeneuve melengkapi jumlah korban para juara dunia yang bertekuk lutut di hadapan sang "wall of champions" ini dan membuat Safety Car kembali ke trek untuk ketiga kalinya.

Montreal, Kanada 2000
Pole Schumacher yang kelima dan kemenangan yang keempat di Kanada.

Di sesi kualifikasi Schumacher berhasil mengungguli McLaren dan merebut pole. DC mengisi grid kedua disusul Rubens Barrichello, rekan setim Schumi dan Hakkinen ada di grid keempat. Namun Schumi tak mendapat banyak hambatan dari rival-rivalnya. Saat parade lap sebelum start, mobil Coulthard macet. DC bukannya start dari belakang tapi ia memilih tetap membawa mobilnya ke posisi startnya saat balapan akan dimulai sehingga menimbulkan sedikit kekacauan karena mobil-mobil yang berada di urutan belakang dari posisi startnya telah siap di tempat mereka masing-masing sementara DC yang karena mengalami macet menjadi mobil terakhir yang mengisi grid. Akibatnya DC pun terkena penalti 10 detik stop and go di lap 11 sehingga membuat posisinya pun melorot ke urutan urutan 10. DC masih harus mengalami musibah lain. Ketika ia mencoba menyalip Jos Verstappen, posisi keduanya terlalu dekat sehingga mobil mereka saling bersentuhan. Verstappen pun melintir dan posisinya melorot ke urutan 19 sementara DC pun terpaksa merumput sebelum akhirnya berhasil kembali ke trek di urutan ke-12.

Sementara itu rekan setim Michael, Barrichello mengalami pertarungan yang cukup seru dengan Jacques Villeneuve. Saat start JV melakukakan start yang cukup bagus. Ia berhasil menyalip Hakkinen dan Barrichello untuk merebut posisi ketiga di belakang Schumi dan DC. Barrichello berusaha untuk menyalip Villeneuve kembali tapi ternyata posisinya tak terlalu menguntungkan. Alih-alih berhasil menyalip JV, Barrichello malah disalip Hakkinen sementara JV tetap berhasil mengamankan posisinya di P3.

Barrichello akhirnya berhasil menyalip JV di lap 17 tapi ia sudah ketinggalan 19 detik di belakang Schumi. Di lap 44 hujan mulai turun. Pit Ferrari sempat kacau ketika kedua pebalap mereka sama-sama masuk pit. Schumi masuk pit lebih dulu, Rubens menyusulnya sehingga mengakibatkan antrian di pit Ferrari. Schumi berhasil mengamankan posisinya saat kembali dari pit sementara Rubens rejoin di belakang Fisichella namun tetap di depan Hakkinen. Pada lap 50 Fisichella melakukan kesalahan, Rubens pun segera menyambar tempatnya dan finish kedua di belakang Schumacher.

Montreal, Kanada 2001
Sejarah baru. Finish satu-dua untuk kakak beradik, Schumacher bersaudara. Tapi kali ini Ralf yang lebih unggul dari kakaknya.

Perseteruan Schumacher bersaudara sudah dimulai sejak sesi kualifikasi. Michael lebih unggul di sesi kualifikasi dan merebut pole sementara Ralf meraih P2. Saat start, Michael sempat mengambil alih posisi terdepan dari tangan adiknya namun saat Michael masuk pit, Ralf langsung merebut kembali posisi terdepan dari kakaknya. Ralf berhasil mempertahankan posisinya hingga akhir race dan meraih kemenangan mengungguli kakaknya. Sementara Michael cukup puas berada di podium kedua mendampingi adiknya. Hakkinen melengkapi kegembiraan Schumacher bersaudara di podium ketiga. Usai race, Hakkinen sempat berseloroh dan menyatakan kalau saja ada tiga Schumacher maka bukan tak mungkin, podium akan direbut oleh tiga Schumacher bersaudara.

Montreal, Kanada 2002
Kalah kencang dari JPM saat kualifikasi tapi di race, Schumi berhasil mengungguli rekan setim adiknya itu dan merebut kemenangannya yang kelima di Kanada.

Safety Car sempat masuk trek saat mobil JV mogok dan berhenti di tempat yang dinilai berbahaya. Sementara itu persaingan merebut podium pertama antara Schumi dengan Montoya sangat sengit. Montoya akhirnya harus menyerah dan mengakui keunggulan F2002 Michael Schumacher. Di lap 56 JPM retired akibat masalah mesin. Schumi pun melenggang menuju podium utama tanpa hambatan. DC menyusul di urutan kedua dan Barrichello melengkapi di podium ketiga. Sementara Schumacher yang satunya lagi, Ralf hanya mampu finish ketujuh.

Montreal, Kanada 2003
Ralf kembali sukses mengungguli kakaknya di kualifikasi dan meraih pole, tapi saat race, Michael menaklukkan adiknya dan merebut kemenangan.

Saat sesi kualifikasi duet Williams amat tangguh. Ralf sukses merebut pole disusul rekan setimnya, Juan Pablo Montoya mengisi grid kedua. Sementara Michael berada di urutan ketiga.

Saat race pengereman Michael sempat terganggu tapi tak menghalanginya untuk menaklukkan duo Williams. Michael berhasil merebut posisi terdepan dari tangan adiknya dan meraih kemenangannya yang keenam di Kanada disusul adik kandungnya sendiri, Ralf Schumacher di urutan kedua dan Montoya finish di belakang Ralf.

Finish 1-2 bagi Schumacher bersaudara ini merupakan yang kedua kalinya.

Montreal, Kanada 2004
Lagi-lagi Ralf berhasil merebut pole tapi di race Michael sukses merebut kemenangan dari tangan adiknya sendiri.

Akhir musim yang tak mengesankan untuk Williams. Ralf Schumacher kembali sukses merebut pole disusul Jenson Button dan Jarno Trulli di P2 dan P3 sementara Michael hanya mampu meraih P6. Namun tim Williams didiskualifikasi dari lomba karena saluran rem milik mereka dianggap ilegal. Selain Williams, tim Toyota pun terkena diskualifikasi. Hasil ini tentu saja mengecewakan. Terlebih meski Ralf gagal merebut kemenangan karena kalah dari kakaknya yang kembali berhasil merebut kemenangan dari tangannya, namun podium kedua Ralf terpaksa melayang akibat timnya didiskualifikasi.

Kalau saja tim Williams tak didiskualifikasi, maka Kanada akan kembali mencetak sejarah finish satu-dua yang ketiga kalinya bagi Schumacher bersaudara ini.

Montreal, Kanada 2005
Di kualifikasi kalah kencang dari Jenson tapi tetap berhasil mempertahankan podium kedua.

Jenson Button yang membalap untuk BAR-Honda sukses merebut pole dari tangan Michael Schumacher yang harus puas mengisi grid kedua. Sementara duet Renault, Alonso dan Fisichella mengisi grid ketiga dan keempat, tapi saat race keduanya terpaksa retired. Fisichella karena masalah hidrolik sementara Alonso, suspensinya yang bermasalah setelah ia melebar saat melewati chicane dan kemudian menabrak "wall of champions."

Sementara itu sang pole sitter, Jenson Button pun terpaksa mengakhiri balapannya di lap 46 karena kecelakaan. Saat itu Button yang mendapat tekanan dari Schumi melakukan kesalahan di chicane terakhir. Ia melibas kerb terlalu keras hingga memaksanya menabrak "wall of champions". Kecelakaan Jenson ini membuat Safety Car masuk trek. Kesempatan ini langsung dipergunakan semua pebalap untuk masuk pit kecuali Montoya yang tetap bertahan.

Beberapa saat kemudian, ketika Safety Car masih berada di trek, barulah Montoya masuk pit padahal lampu merah di pintu pit masih menyala yang menandakan larangan bagi pebalap untuk masuk pit. Akibatnya Montoya yang tengah berada di urutan kedua di belakang Raikkonen pun terkena black flag alias didiskualifikasi. Sementara Schumi yang semula berada di belakang Montoya mendapat keuntungan dengan finish kedua di belakang Raikkonen.

Montreal, Kanada 2006
Start dari P5 tapi sukses merebut podium kedua di antara dua rivalnya yang jauh lebih muda, Alonso dan Raikkonen.

Di sesi kualifikasi Alonso sukses merebut pole disusul rekan setimnya, Fisichella, sementara Raikkonen menempati P3 dan Michael ada di grid kelima di belakang Trulli yang membalap untuk Toyota. Schumi sempat tertahan lama di belakang Trulli sebelum akhirnya ia berhasil menyalip pebalap Italia itu, tapi sayangnya jaraknya dengan Alonso yang memimpin lomba sudah terlalu jauh. Alonso memimpin disusul Raikkonen, tapi menjelang dua lap terakhir, Schumi berhasil menyalip Raikkonen untuk merebut podium kedua.

Montreal, Kanada 2010
Meski tak berhasil tampil secemerlang tahun-tahun sebelumnya, tapi Schumi sempat mencatat waktu tercepat kedua di belakang Jenson Button saat sesi latihan bebas kedua sementara rekan setimnya, Rosberg berada di urutan keempat di belakang pebalap McLaren lainnya, Hamilton.

Setelah tiga tahun absen dari Formula One, Michael Schumacher kembali meramaikan jagat F1 lewat tim Mercedes GP. Namun kali ini Schumi belum berhasil memperlihatkan performa terbaiknya. Sepanjang tahun kemarin, Schumi mengalami kesulitan dengan mobilnya yang tak mampu bersinergi dengan ban Bridgestone. Meski sempat mencatat waktu tercepat kedua di sesi latihan bebas tapi Schumi kembali harus kecewa dengan performa mobilnya. Di sesi kualifikasi Schumi gagal menembus Q3. Ia hanya mampu meraih P13 sementara rekan setimnya, Rosberg sukses merebut P10. Usai sesi kualifikasi, Schumi menyatakan kekecewaannya atas hasil yang diraihnya di sesi kualifikasi tersebut. Ia mengaku tak mendapat grip dan mengalami serangkaian masalah. "I am obviously dissapointed after today's qualifying. We simply did not have the balance or grip and overall we had a lot of problems with braking and handling. The car was just not performing as we expected," ujar juara dunia tujuh kali ini.

Saat race Schumi sempat mengalami puncture usai pit pertamanya dan terjebak traffic hingga ia pun hanya mampu finish ke-11 dan gagal mendapat poin sementara Rosberg berhasil finsih ke-6. Hasil yang lagi-lagi mengecewakan Schumi. "At the start, everything went great and we made up places as we had been hoping for. The first stop was perfectly timed so it was looking quite promising. Then I had puncture on the front right tyre after my first pitstop, I stuck on traffic and nothing mre to do because today our weapon weren't very sharp," demikian ungkapan kekecewaan sang peraih 91 gelar juara GP F1 ini.


Di tahun keduanya bersama Mercedes kali ini pun, Michael belum juga memiliki kesempatan memperlihatkan aksi luar biasanya seperti di masa lalu. Namun semoga saja, GP Kanada tahun 2011 ini akan menjadi titik balik dari kebangkitan Michael Schumacher kembali. Dengan serangkaian kenangan manis yang pernah diukir Michael di sirkuit kebanggaan rakyat Kanada ini, semoga saja Montreal kembali berbaik hati dan menambah deretan panjang kenangan manis Michael Schumacher di sirkuit Gilles Villeneuve ini. Seperti yang diungkapkan Michael. Hal yang baik pasti akan datang bagi yang tekun menantinya. Michael telah lama menanti momen emasnya saat ia bisa kembali memecahkan rekor dan menambah koleksi kemenangan grand prix-nya. Dan semoga saja hal itu bisa terjadi di Kanada pekan ini.

Tidak ada komentar: