Total Tayangan Laman

Translate

Selasa, 12 April 2011

F1 Imajinasi Vettel

Vettel memang telah membuktikan kepiawaiannya sebagai pebalap terbukti dengan gelar dunia yang direbutnya pada akhir musim 2010 lalu dan tahun ini dua kali kemenangan beruntun Vettel di Australia dan Malaysia memberikan sinyalir pebalap muda Jerman ini bisa menjadi pebalap pertama dalam lima tahun terakhir yang berhasil mempertahankan gelar dunianya dua kali berturut-turut. Terakhir kali yang meraih dua kali gelar dunia berturut-turut adalah Fernando Alonso yang saat itu membalap bersama Renault pada tahun 2005-2006 setelah itu gelar dunia direbut oleh pebalap yang berbeda hingga tahun 2010 lalu gelar dunia jatuh ke tangan Vettel.

Sebelum GP Malaysia kemarin, Vettel sempat mengemukakan F1 dalam imajinasinya. Kala itu pebalap Red Bull ini ditanya mengenai pebalap, tim, dan sirkuit favoritnya termasuk sirkuit balapan jalan raya baru yang ingin sekali dijajalnya.

Untuk rekan setim dalam F1 imajinernya, Vettel ditanya siapa mantan juara dunia yang ia inginkan sebagai rekan setimnya, juara dunia ini langsung menjawab, "Jochen Rindt!" Alasannya, tentu saja bukan karena Rindt sama-sama orang Jerman, tapi karena menurutnya, Rindt merupakan orang yang asyik dan sangat inspiratif bagi pebalap berusia 23 tahun ini dan merupakan kehormatan bisa membalap dengan juara dunia 1970 ini di tim yang sama. Di sisi lain, berada di tim yang sama dengan Rindt yang meski merupakan orang Jerman tapi ia membalap di bawah bendera Austria, akan menjadi tantangan besar yang membuatnya bisa mengenal pribadi Rindt lebih dekat.

Pilihan Vettel ini memang tepat, hingga saat ini Rindt merupakan satu-satunya pebalap F1 yang berhasil meraih gelar dunia saat ia sudah meninggal. Rindt tewas dalam kecelakaan saat sesi latihan menjelang GP Italia 1970. Saat itu Rindt sudah mengantongi lima kemenangan dari total 10 GP yang digelar kala itu dan ia berada di puncak klasemen. Jackie Ickx sebenarnya bisa saja mengalahkan Rindt dan merebut gelar dunia setelah Rindt tewas namun Ickx yang memiliki kebesaran jiwa yang sudah amat jarang dimiliki pebalap jaman sekarang tak ingin merebut gelar dunia dari tangan "orang yang sudah mati". Hingga akhir karirnya di F1, Ickx merupakan salah satu pebalap hebat yang tak berhasil mengoleksi satu gelar duniapun.

Sementara untuk timnya, Vettel memilih Lotus. Tentu saja tim Lotus yang dimaksud adalah tim Lotus masa silam bentukan Colin Chapman yang telah melegenda dan sudah tentu bos tim-nya yang diinginkan Vettel memimpin timnya adalah Colin Chapman. Sedangkan era balapan yang diidamkan Vettel adalah era 1970an tapi dengan standartd keamanan masa kini, tentu saja. Bagi Vettel atmosfir balapan di era tahun 1970an sangat luar biasa. "The 70's must have been fantastic - how pure the racing was, the camaraderie among the drivers... that's what's missing a bit today," ujar Vettel membandingkan era 1970an dengan era masa kini.

Sedangkan mobil legendaris yang diidamkan pebalap muda Jeramn ini sebagai tunggangannya adalah mobil milik McLaren tahun 1990, McLaren-Honda MP4/5B. Sementara persaingan dua pebalap besar F1 yang ingin disaksikannya lagi secara langsung adalah pertarungan antara Ayrton Senna dan Alain Prost.

Empt tamu pilihan Vettel yang ingin diundangnya untuk dinner adalah tentu saja pebalap pujaannya, Jochen Rindt, lalu ada juga Bernie Ecclestone, Juan Manuel Fangio, dan Ayrton Senna.

Vettel yagn ternyata termasuk orang yang tak terlalu menyukai desain inovasi F1 terbaru, moveable rear wing dan KERS yang tujuannya untuk meningkatkan overtaking tapi justru menuai banyak kritik. Saat ditanya inovasi apa yang ingin diperkenalkannya untuk tunggangannya imajinasinya, pebalap muda ini nyengir sambil menjawab antusias, "Aku akan memasang mesin V12 di mobil!" Ia lalu menambahkan ia akan melepaskan peranti baru KERS dan memasang V12 yang dinilainya lebih "ramah lingkungan" daripada mobil-mobil F1 yang sekarang. "Put lots of downforce on because that is what gives us the feeling and sensation. I definitely would go for a lot of power (and) a nice sound - some brutal machinery so that to rise above yourself every time you jump into the car," imbuhnya girang.

Rekan setim Webber ini juga memberikan pandangannya mengenai overtaking yang dinilainya seharusnya bukan sekadar penghias saja karena menurutnya overtaking adalah tindakan yang membedakan antara pria dewasa dengan bocah laki-laki. "...overtaking is something that separats the men from the boys."

"On the other hand, I think overtaking should never be artificial, and that is partly what I feel we are facing with this moveable rear wing. I just hope it is not becoming too artificial," tegasnya.

Untuk sirkuit favoritya, Vettel memilih trio sirkuit legendaris F1, Suzuka, Spa-Francorchamps, dan Nurburgring Nordschleife. Alasannya karena menurutnya 'trek di sana tak membosankan.' Sementara perfect lap imajinasinya merupakan kombinasi antara sektor pertama di Suzuka, sektor dua di Spa, dan beberapa bagian gabungan sirkuit Singapore dan Monaco.

Vettel juga memilih Kyalami, Buenos Aires atau Nurburgring Nordschleife ke dalam kalender balap F1 imajinasinya dan untuk sirkuit jalanan baru dalam imajinasinya ia memimpikan membalap di New york. Baginya membalap di New York akan memberikan sensasi luar biasa. Vettel langsung berkhayal membalap di sirkuit imajinasinya ini dengan deretan paddock di Central Park dan ia menggeber mobil balapnya menyusuri Fifth Avenue lalu menuju Washington Square dan melewati kawasan-kasawan terkenal di Manhattan.

"Manhattan is not that big, so we could have a circuit passing all the important landmarks. Awesome!"

Gimana Bernie? Berminat membujuk petinggi New York untuk membangun sirkuit jalan raya dan menggelar balapan di sana seperti impian sang juara dunia muda ini?

Sumber gambar dari sini

Tidak ada komentar: