Total Tayangan Laman

Translate

Sabtu, 30 April 2011

McLaren Pelabuhan Terakhir Button



Pernyataan ini disampaikan Jenson Button dalam wawancara ekslusifnya dengan majalah Autosport. Bagi Jenson McLaren merupakan tim impiannya sejak lama karenanya menjadi pebalap tim yang bermarkas di Woking, Inggris ini tentunya menjadi kebanggaan bagi juara dunia 2009 ini. Meski pintu masuk Jenson ke dunia Formula One lewat tim Williams saat ia menjadi pebalap tim asuhan Sir Frank Williams ini pada tahun 2000 silam namun sebenarnya karir balap F1 Jenson dimulai lewat McLaren. Saat itu Jenson sempat menjajal mobil F1 McLaren sebagai hadiah atas keberhasilannya menjuarai McLaren Autosport BRDC Young Driver Award pada tahun 1998. Namun sayangnya test Jenson bersama McLaren saat itu tak terlalu mengesankan. Jenson tak menyelesaikan jumlah lap yang ditentukan karena mobilnya terlalu buruk sehingga Jenson menilai percuma saja jika diteruskan seperti seharusnya. 

Dalam sejarah Formula One, Jenson memang bukan merupakan satu-satunya pebalap yang sempat mengalami kekisruhan soal kontrak. Tapi mungkin Jenson merupakan satu-satunya pebalap F1 yang harus mengalami kisruh masalah kontrak ini sampai dua kali. Hal ini dialaminya saat ia bergabung dengan tim BAR-Honda yang berseteru memperebutkan Jenson dengan tim lama Jenson, Williams. Saat itu Jenson masih terikat kontrak dengan BAR tapi ternyata Williams pun memiliki opsi atas Jenson, kisruh kontrak yang diberi judul Buttongate I ini berhasil diselesaikan. BAR berhasil mempertahankan Jenson selama satu tahun lagi dengan opsi Jenson bisa hengkang ke Williams di tahun berikutnya bila kinerja BAR tak mengesankan. 

Setahun berikutnya saat Jenson seharusnya pindah ke Williams dan BAR sudah merelakan kepergian pebalap Inggris ini karena performa mereka tak mampu memenuhi harapan, tapi kali ini malah Jenson yang berulah hingga menimbulkan kisruh Buttongate II. Button memilih untuk tetap tinggal di BAR hingga membuat Sir Frank berang dan akhirnya memberi pelajaran pada Button dengan mengganjar denda yang harus dibayarkan pebalap kelahiran Sommerset, 19 Januari 1980 ini.

Tapi ternyata keputusan Button untuk tetap bertahan di BAR-Honda merupakan langkah yang tepat. Meskipun Honda akhirnya tak mampu melanjutkan keikutsertaan mereka di F1 dan memilih menjual tim mereka ke Ross Brawn, Nick Fry dan beberapa tokoh BAR-Honda lainnya yang kemudian membentuk tim baru bertajuk Brawn GP pada 2009 tapi justru tahun itu merupakan masa terindah dalam karir balap F1 Jenson. Sejak awal musim 2009 Button dan tim Brawn GP berhasil membuat gebrakan dan tampil mendominasi. Meski di pertengahan musim performa mereka surut menyusul keberhasilan tim-tim besar lainnya yang berhasil mengejar ketertinggalan mereka, namun Jenson dan Brawn berhasil menggondol gelar dunia ganda di akhir tahun 2009 itu. 

Walau berhasil meraih gelar dunia bersama Brawn tapi di akhir tahun Jenson memilih hengkang ke McLaren-Mercedes, tim impiannya sejak lama. Hingga sekarang, Jenson masih bersama McLaren dan pada Autosport, Jenson mengaku akan mengakhiri karir balapnya bersama tim impiannya ini dan menyatakan ia tak tertarik lagi membalap di F1 bila ia sudah tak lagi bersama McLaren. 

"When I finish racing here (McLaren), I won't be racing in Formula One anymore," ujar Button seraya menambahkan ia sangat senang dan amat menikmati keberadaannya di tim berjuluk Silver Arrows ini. McLaren bagi Jenson merupakan tim terbaik di dunia yang pastinya merupakan impian banyak pebalap lainnya sehingga ia tak melihat adanya alasan baginya untuk berpaling dari tim ini. 

"I very happy here. I want to enjoy my racing and I'm really enjoying my time here. I can't see any reason to be anywhere else."

"I'm driving for one of the best teams in the world. It's a position that most drivers would love to be in and I've worked very hard for it. I might be around for 3 years, 5 years... I don't know," imbuh Jenson.

Tentu saja pernyataan Jenson ini ditanggapi dengan baik oleh bos McLaren, Martin Whitmarsh yang menilai perlu menindaklanjuti keputusan Jenson ini dengan mengikat pebalap Inggris ini agar tetap bersama tim ini. 

"If Jenson says he is totally committed and wants to do x more years, then I suspect that we could quickly come to an agreement," ujar team principal McLaren ini pada Autosport seraya menambahkan dengan pujiannya atas Jenson yang dinilainya merupakan aset berharga bagi McLaren. "He's a tremendous asset to the team and when we get around to that, I hope that it will be quick and easy conversation."

Saat ini Jenson terlibat kontrak dengan McLaren selama tiga tahun sejak awal tahun 2010 silam. Namun bila menilik ucapan Jenson dan Whitmarsh mungkin saja kebersamaan Jenson bersama McLaren bisa diperpanjang lebih lama lagi. Terlebih bila Jenson bisa meraih gelar dunia bersama McLaren tentunya hal ini bisa makin mempermanis kenangannya bersama tim impiannya ini. 

sumber gambar dari situs ini.

Tidak ada komentar: