Total Tayangan Laman

Translate

Sabtu, 02 April 2011

More Than Words ....

Balapan yang seru memang merupakan daya tarik utama Formula One namun ternyata F1 memiliki banyak hal yang membuat dunia terpikat pada berita seputar F1. Salah satu daya pikat F1 adalah tentu saja komentar-komentar para pelaku Formula One sendiri.

Dulu F1 memiliki Jacques Villeneuve dan Juan Pablo Montoya yang komentar-komentar mereka kerap kontroversial. Setelah mereka berdua hengkang dari F1 praktis F1 terkesan lebih tenang. Namun F1 sepertinya takkan pernah kehabisan 'anak bengal' yang bisa membuat para wartawan tersenyum lebar karena memiliki bahan berita baru. Dan jabatan 'anak bengal' ini bisa diberikan kepada Lewis Hamilton, pebalap McLaren yang sejak kedatangannya di F1 memang sudah menimbulkan kontroversi dan bahkan kehadirannya membuat sang juara dunia dua kali, Fernando Alonso yang waktu itu merupakan tandemnya di McLaren merasa tak betah berlama-lama di tim yang bermarkas di Woking, Inggris ini. 

Belakangan ini setelah mengeluarkan komentar kontroversial mengenai Red Bull yang dianggapnya hanya sekadar perusahaan minuman, pebalap Inggris yang telah mengoleksi satu gelar dunia pada tahun 2008 ini mengeluarkan komentar seputar hubungannya dengan mantan rekan setimnya, Alonso yang disebutnya sebagai 'nemesis'-nya dan bila dianalogikan dengan duet pebalap tempo dulu, ia menggambarkan dirinya sebagai Senna sementara Alonso adalah Prost, dua legenda F1 yang meski merupakan musuh bebuyutan tapi mereka berdua merupakan duet maut di F1 kala itu. 

Hebohnya lagi, meski Sebastian Vettel yang pada tahun 2010 lalu akhirnya berhasil mengukuhkan diri sebagai juara dunia F1 termuda dan oleh beberapa pihak, besar kemungkinan Vettel akan menjadi juara dunia pertama yang berhasil mempertahankan gelar dunianya sejak empat tahun terakhir. Alonso merupakan juara dunia terakhir yang bisa mempertahankan gelar dunianya dua tahun berturut-turut yakni pada tahun 2005-2006 dan sejak itu juara dunia F1 selalu berganti tiap tahunnya. Tapi Hamilton dengan entengnya malah menganalogikan Vettel sebagai Mansell mengacu pada analoginya mengenai dirinya sebagai Senna dan Alonso bagaikan Prost-nya.

Ya, mungkin Hamilton lupa bagaimana tragisnya akhir hidup Senna dan semoga saja nasibnya tak berakhir tragis seperti legenda F1 asal Brazil itu. Terlebih juara dunia 2008 ini sempat sesumbar bahwa ia akan bertahan di F1 jauh lebih lama dari Michael (Schumacher). Nih komentar yang diucapkannya kepada The Sun, "I coud be here even longer than Michael." Dan bukan ini saja komentarnya. Ia masih juga menambahi bahwa ayahnya kelihatannya jauh lebih muda dari Michael dan sekarang ia bisa mengemudikan mobil balap. Hah? Boleh diadu nih Mr. Hamilton Sr. versus Mr. Hamilton jr. or Mr. Hamilton sr. versus Mr. Schumacher???? Nih komentar lengkapnya, "My dad looks just as young as Michael- he could be racing right now. And I know that I will look younger than my dad, because I've worked harder on my fitness. That's what I keep telling him!"

Namun ternyata sejak musim balap F1 mulai bergulir lagi, banyak sekali komentar-komentar pelaku F1 yang menarik untuk disimak. Berikut ini adalah komentar-komentar yang menurutku menarik hingga konyol.

Hamilton : "Red Bull are not a manufacturer, they are a drinks company. It's a drinks company versus McLaren/Ferrari history. I don't know what their plan is. Our team is building to become a bigger manufacturer, like Ferrrari, and I can only see our team being there for a ridiciculous amount of time. It is a pure-bred racing team."

Webber : "We may be just a drinks company-but we're a fast one."

Button soal keberadaannya di McLaren, tim yang merupakan impiannya sejak lama : "I can't imagine going somewhere else in F1 after Mclaren - I'm really happy here - when I was younger, at the start of my years in F1, I never thought I'd drive for McLaren," demikian komentar Jenson kepada Reuters. Button juga mengungkapkan alasannya merasa nyaman berada di McLaren karena ia tak ditinggalkan sendirian. Ketika terjadi masalah, timnya selalu memberitahu apa yagn terjadi dan tak meninggalkannya di dalam kegelapan seorang diri. "They really tell you what is happening; they don't keep you in the dark. They really involve you in everything they do. For me, that is great. I Love being involved in what is happening within a team. It's important to me that I'm not just doing the driving." - so sweet, tapi kalau sampai Jenson Button didepak dari McLaren kira-kira apa komentarnya yah?

Soal insiden antara Jenson dengan Massa di GP Australia 2011 kemarin yang berbuah penalti atas Jenson.

Jenson : "The team said 'stay where you are, we'll see what the stewards say', but as soon as Ferrari saw that happen they pitted Massa and as soon as that happen you get a drive-through."

Martin Whitmarsh (team principal McLaren) atas penalti yang diterima pebalapnya : "I feel a bit harshly treated. As the incident happened, we asked race control for their advice, what we should do. They explained they would come back to us and they didn't. The next thing we knew, it had gone to the stewards, Massa had stopped and we were unable to do anything about it. When they say 'We'll get back to you', you expect, to be honest, that they'll get back to you." -sekarang jadi McLaren versus stewards GP Australia?-

Tapi Stefano Domenicali memiliki komentar balasan : "The new rules are stronger. It is not just the International Sporting Code now; it is in the sporting regulations that you have to respect the line of the track. For sure the approach would have been different if Jenson would have let Felipe pass." - kita lihat komentar Domenicali nanti kalau pebalapnya yang justru kena penalti.-

Eh, ternyata pebalap Domenicali yang satu lagi, Alonso juga punya komentar nih, kali ini soal Petrov. Sepertinya juara dunia dua kali ini sudah mulai jengkel dengan pemberitaan media mengenai dirinya dengan Petrov yang di GP Australia kemarin lagi-lagi finish di depannya. Nih komentar pujaan rakyat Spanyol ini : "For the journalists it is a very interesting race having Petrov and me.... to finish fourth, I lost points with Hamilton today, I lost points with Vettel, but the points with Petrov I am not so stressed." -He...he...he...-
 
Petrov, the Russian yang selalu membuyarkan impian Alonso juga punya komentar nih tapi bukan tentang Alonso melainkan soal podium pertamanya. "I Will sleep with this (trophy) tonight!" seru si ryborg Rocket (julukan baru buat Petrov).
 
 Sergio Perez, rookie Sauber asal Mexico yang mencatat debut gemilang di GP Australia kemarin juga mengeluarkan komentar soal pitnya yang cuma sekali (hal yang nyaris mustahil) dan membuahkan hasil manis baginya dengan finish  ke-7 tepat di depan rekan setimnya, sayangnya akibat mobil Sauber dianggap menyalahi regulasi jadi ia dan rekan setimnya, Kobayashi didiskualifikasi dan urung mendapat poin. 
"It was a dream start for me, to be in the points, to have such a nice race, a good strategy and everything fine so it is a debut I will remember forever." -ya, apalagi setelah penampilan gemilangnya, ia malah didiskualifikasi, tentu saja kenangan di GP Australia 2011 akan selalu dikenang. Nice dream became nightmare...?-
 
Rasanya tak lengkap bila tanpa menyertakan komentar sang juara di GP Australia kemarin. 
Vettel : "I tried to keep saying to the team that we need to keep our feet on the floor," ujar Vettel setelah balapan. Good point, Vettel, balapan masih banyak, jalan untuk mempertahankan gelar dunia masih panjang, jadi jangan sampai tenggelam dalam euforia yang malah membuat terjerembab.

Masih komentar Vettel nih kali ini soal jalannya balapan. "It was not an easy race." -oh, ya? Kelihatannya Vettel nyaman banget di depan tanpa ada lawan yang bisa mendekatinya.

Tidak ada komentar: