Total Tayangan Laman

Translate

Sabtu, 02 April 2011

The War Has Begun

Musim balap F1 baru saja dimulai, namun aroma persaingan sudah mulai terasa antaradua tim besar F1 saat ini. Red Bull dan McLaren. Keduanya sama-sama tampil cemerlang di Australia dan berhasil menempatkan kedua pebalap mereka di podium pertama dan kedua. Red Bull memang tampil dominan di race perdana di Melbourne Minggu lalu namun McLaren yang tampil mengenaskan saat sesi ujicoba tak dinyana bisa memecah dominasi Red Bull. Sementara Red Bull sejak masa ujicoba memang sudah diprediksi akan kembali tampil perkasa di musim 2011 ini.

Sejak hari Jum'at Red Bull sudah menggentarkan lawan-lawannya. Webber tampil sebagai pebalap tercepat di sesi latihan bebas pertama hari Jum'at disusul Vettel di urutan kedua dan Alonso di posisi ketiga. Sedangkan duo McLaren, Button dan Hamilton berada di urutan keenam dan ketujuh.

Dalam kesempatan ini Webber memperuncing persaingan antara Red Bull dan McLaren. Ia membalas komentar Hamilton, pebalap McLaren yang menyebut Red Bull hanyalah perusahaan minuman dan tak memiliki sejarah kesuksesan di F1 seperti timnya, Mclaren ataupun Ferrari. Anak asuh Ron Dennis ini bahkan sesumbar menyatakan bahwa kesuskesan Red Bull yang berhasil menyabet gelar juara dunia ganda, pebalap dan konstruktor tahun 2010 lalu, mengklaim dominasi Red Bull ini takkan bertahan lama. "Red Bull are not a manufacturer, they are a drinks company. It's drinks company versus McLaren/Ferrari history. I don't know what their plan is. Our team is building to become a bigger manufacturer, like Ferrari, and I can only see our team being there for a ridiculous amount of time. It is a pure-bred racing team."

Atas komentar pebalap Inggris ini, Webber yang merupakan pebalap Red Bull sekaligus local hero di GP Australia kemarin langsung membalas komentar Hamilton. Setelah ia mencatat waktu tercepat di sesi latihan bebas pertama hari Jum'at, Webber mengatakan bahwa timnya memang merupakan perusahaan minuman tapi timnya memiliki mobil yang tercepat saat ini. "We may be just a drinks company - but we're a fast one."

Entah apakah pernyataan kontroversial Hamilton itu merupakan kepercayaan diri pebalap Inggris itu yang berlebihan ataukah berdasarkan keyakinannya atas kecepatan mobilnya tahun ini, namun nyatanya di sesi latihan bebas kedua yang masih berlangsung pada hari Jum'at, duet McLaren berhasil menyerang balik dominasi Red Bull. Di sesi latihan bebas kedua itu, Button berhasil tampil sebagai pebalap tercepat dengan 1:25.854 disusul rekan setimnya, Hamilton di urutan kedua sementara Vettel dan Webber hanya mencatat waktu tercepat keempat dan kelima.

Namun dominasi Red Bull makin terlihat di sesi latihan bebas terakhir pada hari Sabtu menjelang kualifikasi di mana Vettel tampil sebagai pebalap tercepat dengan 1:24.507 disusul rekan setimnya, Webber di urutan keda sementara Hamilton an Button mencatat waktu tercepat ketiga dan keempat.

Dan tibalah sesi kualifikasi. Vettel makin memperlihatkan keperkasaan Red Bull dengan merajai sepanjang sesi kualifikasi itu. Sang juara dunia bertahan ini tampil tercepat di Q1 dan Q2. Pebalap Jerman ini menutup sesi kualifikasi dengan kembali mencatat waktu tercepat dan meraih pole dengan 1:23.529 menciptakan selisih gap yang cukup jauh dnegan Hamilton yang terpaut 0.778 detik dari Vettel. Sementara Webber mengisi grid ketiga disusul Button di P4.

Selepas start, Vettel makin melesat jauh di depan disusul Hamilton sementara Webber dan Button mengalami masalah di belakangnya. Button harus mengalami insiden dengan Massa. Juara dunia 2009 ini sempat bertarung sengit dengan Massa untuk merebut posisi kelima namun pebalap Ferrari itu gigih mempertahankan tempatnya sehingga Button dibuat frustasi karena tak bisa menyalipnya meski MP4-26 Button jelas-jelas lebih kencang dari tunggangannya Massa.

Pertarungan antara Button dan Massa mencapai puncaknya di lap 10 saat Button akhirnya berhasil menyalip Massa tapi overtaking Button ini menghadapi masalah serius karena ia terpaksa memotong chicane untuk bisa menyalip Massa dan sesuai peraturan seharusnya Jenson memberikan kesempatan bagi Massa untuk melewatinya lagi baru setelah itu ia bisa bertarung lagi untuk merebut posisinya kembali. Lewat wawancara setelah lomba, Button mengaku sempat ragu tapi timnya memerintahkan Button untuk mempertahankan tempatnya dan menunggu keputusan stewards. Buntutnya Button malah terkena drive through penalty dan kehilangan 25 detik. 

Setelah balapan Jenson menyatakan bahwa Massa menekannya hingga akhirnya ia terpaksa memotong chicane. "He (Massa) blocked very well. He pushed me wide. I couldn't go around the corner anymore, so I cut it. I was in front before I enter the corner and then I didn't know what to do. The team said 'stay where you are, we'll see what the stewards say, ' but as soon as Ferrari saw that happen they pitted Massa and as soon as that happen you get a drive-through."

Namun pertanyataan ini dibantah oleh Massa yang mengatakan bahwa Jenson-lah yang tak bisa menyalipnya. Menjelang akhir race, Button kembali bersitegang dengan Massa namun kali ini akhirnya pebalap Inggris ini berhasil menyalip Massa tanpa perlu memotong chicane dan Button pun cukup puas bisa finish keenam di belakang Webber sementara Massa finish ke-9 namun berkat didiskualifikasinya dua pebalap Sauber, Perez, rookie asal Mexico yang tampil gemilang di debut pertamanya ini dan Kobayashi akibat mobil mereka menyalahi regulasi, maka posisi Massa pun naik ke posisi ketujuh tepat di belakang Button.

Sementara Webber pun mengalami akhir pekan yang tak terlalu mengesankan. Di hadapan publiknya sendiri lagi-lagi Webber gagal meraih podium utama. Webber mengalami kesulitan sepanjang lomba. Selepas start posisinya disabet oleh Petrov. Kontras dengan Vettel yang tampil dominan sepanjang lomba dan sukses finish terdepan, Webber malah tertatih-tatih hingga akhirnya hanya mampu finish kelima, posisi sama yang direbutnya saat ia memulai debut F1-nya bersama Minardi pada tahun 2002 silam.

Race perdana pembuka musim balap 2011 di Albert Park, Australia itu memang merupakan harinya Vettel yang berhasil membuka musim dengan keperkasaannya sebagai juara dunia bertahan. Vettel berhasil finish dengan selisih waktu yang amat lebar dari Hamilton yang finish kedua. Pebalap Jerman ini melahap 58 lap di sirkuit Albert Park, Melbourne dalam waktu 1:29.30.259, unggul 22.297 detik dari Hamilton yang meski mengaku floor mobilnya rusak namun berhasil mempertahankan posisi keduanya hingga akhir race. Sementara Petrov yang telah menghancurkan mimpi Alonso untuk merebut gelar dunia ketiganya tahun lalu tampil mengesankan dengan meraih podium pertamanya dan menjadikannya sebagai pebalap Rusia pertama dalam 61 tahun kejuaraan dunia F1 yang berhasil meraih podium. Seperti di Abu Dhabi, Petrov berhasil mengungguli Alonso yang gagal meraih podium dan harus puas finish keempat.

Bila McLaren yang pada penampilannya di sesi ujicoba mengenaskan namun berhasil memperlihatkan perbaikan yang amat pesat saat race perdana, penampilan tim Mercedes GP malah sebaliknya. Di sesi ujicoba tim pabrikan Jerman ini tampil mengesankan hingga membuat tim ini dinominasikan sebagai kandidat terkuat Red Bull dalam perebutan gelar dunia tahun ini namun di balapan perdana di Australia, Mercedes malah tampil mengenaskan. Kedua pebalap mereka, Michael Schumacher dan Nico Rosberg terpaksa retire dan gagal meraup poin di race perdana musim 2011 ini.

Michael Schumacher retired setelah mencoba bertahan selama 20 lap. Selepas start, Michael yang saat sesi kualifikasi gagal menembus Q2 dan harus puas memulai start dari grid 11, sempat bersinggungan dengan Jaime Alguersuari, pebalap Toro Rosso di Turn 3. Akibatnya W02 Michael mengalami kerusakan sehingga pebalap Jerman ini terpaksa masuk pit. Michael sempat mencoba masuk kembali ke trek meski kondisi mobilnya tak juga membaik hingga akhirnya ia harus menyerah. Di lap21 tim akhirnya memanggilnya masuk pit untuk mengakhiri balapan demi keselamatan Michael sendiri.

"I had a quite good start and made up quite a few position, I was already passed Kobayashi and then at Turn 1 it got a bit tight and I had to slow down," jelas Michael pada BBC akan jalannya lomba saat itu. "That was okay, I got going again and got running down to Turn 3, but turning in somebody knocked on my right rear, I don't know the circumstances," lanjut Michael mengisahkan insidennya dengan Alguersuari di Turn 3.

"But the consequence was that I had a puncture and that meant that it destroyed the rear tyre and that destroyed the rear of the floor. When the tyre is punctured it will fall into pieces and that broke off bits and pieces around the tyre and that was quite substantial," imbuh Michael lagi.

Tentu saja hasil yang dicapainya di race perdana musim balap 2011 ini amat mengecewakan Michael. Meski begitu juara dunia tujuh kali ini berharap bisa meraih hasil yang lebih baik di race mendatang. "It was an even bigger shame that Nico was then knocked out of the race as he could have scored some good points for the team. I still believe we have potential, as we saw during winter testing, and I am convinced we will fight back," yakin juara dunia tujuh kali ini.

Perjalanan menuju glear dunia 2011 memang masih amat jauh. Meski Red Bull tampil perkasa di balapan pembuka namun sepertinya tim yang berbasis di Milton Keynes, Inggris ini tak bisa berpuas diri dulu karena tim ini masih belum menggunakan KERS di balapan perdana kemarin dan menurut pebalap McLaren, Hamilton, hal ini bisa menyulitkan Red Bull di balapan-balapan yang akan datang. Christian Horner, team principal Red Bull sendiri menyadari timnya harus menggunakan KERS di balapan berikutnya yang akan berlangsung di Sepang, Malaysia mengingat trek lurus di Malaysia jauh lebih panjang dibanding Albert Park, Australia sehingga Red Bull harus menggunakan peranti ini.

sumber gambar: wikipedia

Tidak ada komentar: