Total Tayangan Laman

Translate

Jumat, 30 Juni 2017

Demi Sebuah Mimpi

Tak ada pesta yang tak berakhir. Tak ada perpisahan tanpa perjumpaan. Tawa mendampingi pertemuan namun tangis acap mengiringi perpisahan. Namun perpisahan tak selalu berarti akhir. Karena garis akhir adalah juga garis awal. 

Tak terasa Juni berakhir. Tantangan menulis random yang awalnya kuikuti secara iseng saja ternyata telah mengikatku menjadi lebih disiplin dalam menulis. Membaca karya teman-teman dalam tantangan ini membuka wawasanku betapa mimpi tak selalu absurd. 

Lega karena nyatanya sampai juga di garis finish, meski terseok-seok dan kerap dikejar-kejar sahabatku yang begitu rutin menulis bahkan saat hari baru saja berganti, ia sudah menyetor tulisan baru. Namun lega ini bercampur rasa aneh dalam hati, mungkin euforia, hingga saat sahabatku mengajakmu untuk tetap menulis setiap hari, kebiasaan yang mulai terbentuk berkat tantangan ini, aku langsung bilang yes, meski di hari-hari mendatang, mungkin kemalasanku kembali datang. 

Mengejar mimpi memang tak mudah seperti syair lagu Hero yang dilantunkan Mariah Carey. "Lord knows dreams are hard to follow, but don't let anyone tear them away. Hold on there will be tomorrow, in time you'll find your way...."

Lewat tantangan ini kebiasaan baru mulai terbentuk. Semoga saja kebiasaan baru ini melekat kuat dalam diriku untuk terus menulis. Seperti Isadora Duncan yang mengabdikan hidup dan matinya untuk terus menari, bahkan tewas secara mengenaskan akibat tercekik syal-nya, namun saat ajal menjelang itu pun ia terlihat seolah tengah menari. 

Tidak, aku tak berharap menemui akhir tragis seperti Isadora Duncan. Namun sejak lama aku berharap bisa mengabdikan hidup dan matiku untuk menulis. Seperti Isadora Duncan yang tak bisa meninggalkan tarian, semoga pula aku memiliki tekad kuat untuk terus membiarkan jemariku menarikan seluruh alam pikirku ke dalam bentuk nyata tulisan.

Tidak ada komentar: